
Ara makan dengan lahap bersama Asih dan pa Mamat
" Wah ... kok mas ngak di tawari ya " kata Rio yang baru pulang dari perkebunan
" Makan nak Rio , maaf kami duluan" kata pa Mamat
" Santai pa, Rio bercanda " kata Rio mendekati Ara dan mencium pucuk kepala Ara lalu duduk di sebelah istrinya itu dengan tenang.
" Ini mas piring nya " kata yu irah Memberikan piring untuk Rio Karna yu Irah dan mbok belum makan Lagi asyik menikmati pisang goreng hasil dari kebun .
" Enak mas " kata Ara yang mulutnya penuh menikmati sambal padang buatan .yu irah di cocok bebek goreng dan lele bakar Juga sambal pete buatan Asih yang membuat Ara makan dengan lahap .
" Pelan pelan ya de " kata Rio Yang tahu selera makan Ara mendadak meningkat drastis Sejak hamil muda . Dan Rio bisa memaklumi istrinya memakan apa saja Yang ia mau Dan Ara juga tak pilih pilih demi pertumbuhan janin nya
" Biar kan Ara makan banyak yo, biar sehat " kata mbok
" Ya mbok , Rio cuma ngak mau makan nya buru buru saja , ini kan masih banyak mba Asih dan pa Mamat juga ngak bakal kuat menghabiskan " Kata Rio
" Hahaha .... nak Rio ini bisa saja " kata pa Mamat tertawa
" Tenang de Ara sambal pete nya kita bikin lagi kalo habis " kata Asih tersenyum
" Ya teh, enak ini mantap apa lagi sama lele bakar beuh..... Mas coba deh " kata Ara menyuapi Rio Yang membuat Rio menganga menerima suapan sang istri
" Ya mantap Ini de, teh Asih bisa bikin promo sambal pete buat cafe Ara Dengan paduan bebek bakar atau lele bakar menunya " Kata Rio memberi ide
" Ya betul teh, kan cabe nya ngak beli tinggal metik Pete nya saja yang tinggal pesan Kita bisa bikin banyak ada mbok juga yu Irah yang bantuin " kata Ara
" Wah berarti teh Asih bisa kerja sekalian dong de " Kata Asih tersenyum
" Iya lah kan teteh sudah bisa masak sekarang sudah lulus juga tinggal ambil paket sma kan " kata Ara
" Ya de , teteh senang sekarang sudah bisa lulus smp Dan tinggal sma dan kuliah nya bisa nyambi kerja Biar umur teteh sudah 20 tahun Tapi teh asih tetap semangat biar bisa kerja di kantor " kata Asih Yang kini sudah bisa menyesuaikan hidupnya Setelah terisolasi bersama sang Ayah
" Ya teh , teh Asih pasti bisa " kata Ara Yang kagum dengan perjuangan teh Asih yang tak malu bersekolah walau ia di bully beberapa anak Namun semangatnya tak pernah patah arang Karna tak ada gunanya mendengarkan pendapat orang lain Yang penting kini ia sudah diberi kesempatan untuk bisa sekolah Atas bantuan Ara dan Aya kini hidupnya bersama pa Mamat lebih baik Dan Asih juga tekun belajar dan memasak untuk bisa bersaing dengan wanita lain . Karna ia ingin menjadi wanita mandiri seperti Aya dan Ara yang pintar dan baik hati .
" Iya nak Asih semangat siapa tahu nasip teh Asih kedepan lebih beruntung " Kata yu Irah mendukung
__ADS_1
" Iya yu " kata Asih tersenyum
Lalu mereka makan dengan lahap Sambil ngobrol banyak tentang perkembangan Pras yang sudah membaik dan akan pulang dua minggu lagi
*************
Di sebuah rumah mamah ji duduk termenung sendiri di kamar menghadap jendela belakang Yang membuat nya merasa bersalah Karna memberi Akses Naura untuk bisa masuk ke butik mami Risma Yang membuat mamah ji bingung
" Aku harus bilang apa pada mba Risma Sedangkan Naura slalu mengawasi ku " kata mamah Karna Naura mengancam akan membunuh Tania bila mamah ji buka mulut
" Ternyata anak itu benar benar jahat menyesal aku mengasihani nya " Kata mamah ji .Karna Naura mengawasi nya Tiap hari dan juga menyadap ponselnya
" Oh ya Tania harus pergi dari rumah ini .... Aku tak mau cucu ku dalam bahaya "Kata mamah ji Yang mencari kertas dan menulis sesuatu di sana Lalu menyelipkan nya di bra .
Clek .......
" Hai mah ..... Temani Tania pergi belanja dong " Kata Tania .Yang asyik makan cemilan di kursi sofa
" Boleh , kapan ?" kata mamah ji Sambil melirik Naura yang juga duduk
" Habis ini mah, kan bang Deril mau ambil gaji nah mamah ikut sekalian ya sama kita "Kata Tania
" Mah....." lirik Naura pada mertuanya itu .
" Kau boleh ikut ra, mamah ngak tega kalo Tania pergi sendiri Apalagi dia lagi hamil tua begini "Kata mamah ji Yang ingin mengantar Tania
"Baik lah " kata Naura Yang membuat Tania curiga pada kakak ipar nya itu . Lalu melihat mamah nya yang gelisah
" Ada apa sebenarnya , aku harus cari tahu " batin Tania Yang beberapa hari ini merasa aneh dengan tingkah Naura Dan aneh kalo kakak iparnya itu betah tinggal di rumah mereka Karna selama ini Naura tak akan lama bila berkunjung ke rumah mereka .
Setelah Deril pulang Tania pun bersiap siap Begitu juga mami dan Naura .Yang akan belanja ke mall Untuk persiapan makanan susu bayi juga tambahan selimut dan baju bayi Tania
" Ayo sayang sudah siap ?" kata Deril
" Ya bang " Kata Tania Yang berjalan di gandeng Naura dan mamah ji
Setelah masuk mobil Deril menghidupkan mesin mobil dan meninggalkan halaman rumah .Ketika di lampu merah Deril berhenti sebentar Karna di telpon Ferdi Dan setelah lampu hijau menyala Deril kembali menyetir sambil menjalankan mobil menuju mansion keluarga Ferdinan
__ADS_1
" Lah kenapa kesini de ?" kata Naura kaget .
" Kita mampir sebentar saja mba ada urusan " kata Deril .Yang masuk pintu gerbang rumah mewah itu
" Ayo sayang turun dulu , mah mba " kata Deril .
Yang membuat keempat nya masuk .Di ruang tengah Dan di ruang tengah terlihat Mami dan papi juga Aya dan Ferdi berkumpul bersama si kembar Sedang asyik menikmati cemilan dan jus Membuat mami Risma tersenyum melihat kedatangan mereka
" Hai Tan...... perutnya besar "Kata Aska langsung menyambut Tania memegang perut Tania
" Iya lah kan dede nya mau lahir " kata Deril yang duduk di sebelah Alan .
" Mba ....apa kabar ?" kata mamah ji
" Alhamdulilah baik , gimana kabarmu apa kau sudah menjenguk Siska " Kata mami Risma menatap sepupunya itu lekat
"Belum mba, kemaren aku sibuk mba . Maaf kalo belum bisa menjenguk Siska " Kata Mamah Ji Yang melirik Naura
Naura terlihat tenang Dia hanya tersenyum Karna berada di tengah keluarga Reyhan Tapi tidak bagi Aya yang curiga pada Naura Sesekali ia memperhati kan tingkah Naura yang melirik suaminya . Lalu menatap mata Ferdi Yang sudah tahu apa yang terjadi
" Hai ra gimana kabar mu ?Reyhan titip salam " Kata Ferdi ingin melihat reaksi Naura padanya Karna tahu Naura sudah lama terobsesi padanya
" Baik Fer, apa Rey belum ingin pulang " kata Naura sumringah Karna Ferdi sudah mengajak nya ngobrol Yang membuat Alan melirik Aya .
Dan Itu kesempatan bagi mamah ji Yang cepat cepat mengambil surat yang ia tulis untuk Tania. Lalu meraih tangan mami Risma Dan menyuruhnya mami mengengam nya .Mami Risma yang mengerti langsung memasukannya ke saku roknya Dan berdiri dari duduk nya
" Ay mami suruh bi yam dulu buat minum ya " Kata mami mencari alasan Untuk kebelakang Dan bersikap senormal mungkin Karna tak ingin Naura curiga
" Ya mi, oh ya Tan, ra kalian mau minum apa Tante dan Deril mau apa ?" kata Aya menawar kan
" Apa saja Ay , Mba " kata mamah ji sedikit lebih tenang Setelah mami Risma kebelakang .Dan tidak sampai 15 menit mami dan bi Yam kembali membawa jus buah untuk para tamu
" Tan.....de Kalian ginap sini ya nanti malam Naura juga boleh kalo mau " Kata mami Risma tersenyum Agar mudah mengawasi Naura bila ia macam macam
" Tapi Naura ngak bisa tante, apa mamah mau menginap disini kan kasihan bibi sendiri " Sindir Naura
" Nanti biar bibi juga di bisa bawa kesini .Biar bantu bantu Karna kami mau bikin acara buat Tania " Kata mami
__ADS_1
Deg.....
Naura langsung terdiam menatap mamah Ji Namun mamah ji mengalihkan perhatiannya pada si kembar .