
Ditempat lain Via dan Qila sudah siap berangkat kekampus dan hari ini mereka ingin menemui mamah Qila dan mencari alamatnya . Cafe yang akan buka minggu depan semua sudah tertata rapi .Karna semua perkakas sudah lengkap Hanya tinggal peresmian saja . Dan Qila yang sudah minta Izin pada Aya hari ini ingin menjemput sang mamah .
" Ayo.... berangkat sudah di kunci semua kan di cek lagi bisa hancur kira kalo cafe di bobol orang " kata Qila
" Iya lah kita sudah numpang di bayari kuliah ngak mungkin cari penyakit .Jarang
jarang ada teman yang mau bantu iklas seperti Aya pasti nya perhitungan Dan sampai hari ini saja gue belum bisa membalas kebaikan Aya waktu bantu pas ibu sakit dulu. Bahkan tak terhitung berapa duit nya " cerita Via Yang sangat tahu pribadi Aya
" Iya Via semoga saja Allah slalu melindunginya dari orang jahat ..karna dia baik dan tulus " kata Qila
" Aamiin " kata Via lalu menyetop becak Yang lewat karna kampus mereka memang tak jauh . Sebenarnya jalan kaki pun bisa Tapi kalo mepet waktunya .
Terpaksa naik becak atau ojek
Sesampainya di kampus mereka mencari kelas masing masing Karna sudah hampir terlambat .
Dan siang nya setelah mata kuliah Via dan Qila pun janjian bertemu di kantin Dan Via menunggu dengan sabar di dekat kantin kampus
" Vi ....kok sendiri tegur Rio teman mereka
" Hai ..iya lagi nunggu Qila bentar lagi paling. Lho mau pulang " tanya Via
" Belum mau ke perpus cari bahan tugas eh ,Aya ngak ikut kalian kuliah " kata Rio
" Lah kan dia lagi hamil ri kan kita sudah cerita kemaren " kata Via
" Iya aku tahu Tapi sayang kalo ngak kuliah dia anak pintar Dulu sih gue pernah bertemu dia di rumah sakit pas Ayah nya sakit Dia sama Ara dan Rio asisten ayah nya tuh cowok dekil tapi kok nama nya samaan sama gue sih " kata Rio protes
" Hahaha .... ada ada saja lho ri kan banyak nama yang sama .Nama gue aja sama Aqila banyak cuma beda nya dia Rio Prasetyo Sedangkan lho kan Rio Dermawan prakoso keren dikit gitu lho " kata Via
" Iya lah orang gue anak kuliah dia kuli " kata Rio sombong sedikit
" Hust .....jangan sombong bro Kadang titel itu hanya formalitas saja. Sekolah tinggi bukan jaminan kedewasaan cara berpikir seseorang Di dunia ini banyak orang sukses tampa kuliah ri ,lihat orang jaman dulu ngak ada kuliah anak nya banyak banyak Tapi bisa membuat anak anaknya sukses . jaman sekarang orang tuanya berpendidikan Tapi karna anak anak nya di manja jadi pemalas mau nya serba enak tampa mau bekerja keras " kata Via
" Benar juga padahal orang jaman dulu gizinya sedikit nah kita jaman sekarang serba enak dan tercukupi tapi sombong " kata Rio
" Hahaha .... ya kaya lho itu belum apa apa sudah sombong " kata Via
" Wah asyik ya berdua, ngak ngajak ngajak " kata Qila yang ikut bergabung
__ADS_1
" Ya kan kita lagi nungguin lho La , yuk makan dulu trus jadi kan kita kesana " kata Via
" Jadi lah " kata Qila
" Mau kemana emang, yuk gue antar Tapi pake mobil lawas punya kakek jelek lumayan timbang naik taxi " kata Rio
" Boleh emang, ngak masalah jelek ri yang penting ngak jalan kaki " kata Via
" Masih untung bro punya mobil nah kita kere ngak punya apa apa , cuma selamat aja bisa kuliah .Kita belin bersin deh kalo emang niat mau ngantar " kata Aqila
" Ok ngak masalah tapi kalian jangan panggil Rio lagi panggi mas Dermawan deh biar keren atau Awan " kata Rio
" Hahaha ..... ganti nama dia Vi wah berarti aqiqah lagi dong " kata Qila tertawa
" Mana ada itukan nama panjangnya dia La, biar keren dikit kan ri boleh deh kita panggil mas Awan ......." kata Via terkekeh
" Aish kalian ini senang banget ya ngeledek gue ikut makan bayarin ya " kata Rio berbisik
" Ya ...ya.... tinggal pesan sana " kata Qila
tersenyum .
" Iya dong kan mau dibeliin bensin sama di bayarin makan " kata Rio yang memang ngirit Karna uang saku pemberian orang tuanya terbatas .
" Deal ..... ok ayo makan trus kita cari mamahnya Aqila " kata Via yang lalu membaca doa ketika bakso pesanan nya datang .Begitu juga Qila dan Rio yang memesan nasi campur ala yogya .
" Mas Awan ...... " kata seorang gadis menyapa Rio
" Hei .... makan Sil ..." kata Rio tersenyum pada gadis yang melewatinya
" Siapa " senggol Qila
" Tetangga gue dekat rumah kakek " kata Rio yang memang tinggal di rumah kakung nya .
" O ....gue pikir gebetan lho " kata Via
" Mana brani gue ,orang dompet gue kering kerontang " kata Rio
" Hahaha...... berarti mending mas Rio yang kuli dong biar dia kerja di kebun beuh .....duitnya banyak bro Dia malah punya motor keren sekarang " kata Via
__ADS_1
" Heh...... kok bisa kalah dong gue Kan biasanya dia pake motor butut " kata Rio Yang pernah melihat Rio mengantar Ara
" Itu dulu bro, sekarang sudah bawa mobil Penampilan nya juga sekarang rada keren dan bersih " kata Qila .
" Yah.... alamat runyam " kata Rio
" Kenapa ?" kata Qila dan Via kompak
" Ngak pa pa " kata Rio Yang tak mau membahas Rio asisten .pa Kevin karna jelas tetap menang Karna memang pria yang bekerja pasti punya duit
**********
Disisi lain Aya tampil cantik dengan gaun sederhana menenteng tas selempang nya diantar pa Sapto yang menuju ruangan Ferdi Dan ketika melewati meja Bella Bella
langsung menghadang nya
" Maaf mba siapa dan mau kemana ?" kata Bella menatap Aya dari atas sampai bawah memindai Aya
" Maaf mba Bella ini istri tuan Ferdi " kata pa Sapto .
" Hah....." kata Bella kaget Yang lalu langsung mempersilahkan Aya .Dengan perasaan kecewa kalo presdirnya itu di datangi istri nya .
Bella bukan tak tahu karna pa Angga sudah cerita Kalo Ferdi memang sudah beristri Dan istrinya sedang hamil Yang membuat Bella tak percaya dengan gadis mungil itu yang cukup cantik dan masih sangat muda .
" Pantas saja dia menolak ku istrinya.. Masih muda begitu mana cantik lagi " kata Bella dengan kaki lemas Yang tak mungkin punya peluang lagi untuk merayu sang presdir
Dan Aya pun membuka pintu ruangan suaminya .Ferdi yang melihat pintu terbuka pun tersenyum melihat Aya datang Lalu beranjak dari kursinya .
" Hai sayang .....apa susah mencari kantor abang " kata Ferdi memeluk Aya
" Tidak Aya diantar pa Sapto " kata Aya Yang membuat Ferdi melihat kearah pintu
" Maaf tuan saya permisi dulu " kata Pa Sapto tersenyum dan membungkuk sedikit memberi hormat
" Ya pa trimakasih " kata Ferdi tersenyum lalu membawa Aya kesofa untuk duduk Dan tak lama seorang wanita bertubuh tegap mengetuk pintu yang sedikit terbuka
" Tina masuklah .....silahkan duduk kenalkan ini istriku Aya Dia yang akan kau jaga " kata Ferdi
" Saya Tina nona Saya siap melayani anda " kata Tina membungkuk memberi hormat pada wanita imut itu.
__ADS_1
" Aish dia masih abg, tapi dia sudah menjadi seorang nyonya " batin Tina tersenyum ramah yang dibalas ramah oleh Aya yang melihat Tina penuh selidik