Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 251


__ADS_3

Ara langsung masuk kekamarnya dan berganti pakaian sedangkan Rio membuatkan susu yang biasa Ara minum .


" De ini susunya " kata Rio yang membawa secangkir teh dan segelas susu untuk Ara


" Trimakasih mas " kata Ara yang sedang memasang pakaian nya


" Apa pelajaran susah " kata Rio memeluk Ara Yang baru selesai berpakaian dengan celana pendek dan kaos oblong biasa.


" Ngak juga mas , malah tadi pas ulangan Ara dapat nilai seratus " kata Ara tersenyum .


" Bagus lah jadi ngak perlu mas ajarin lagi kan " kata Rio mencium pipi Ara Yang membuat Ara mendongak kan kepalanya pada Rio yang sedikit tinggi darinya .Lalu menatap mata suaminya itu


" Ya kalo ngak gerti Ara tetap bertanya kan mas " kata Ara .Yang mengalungkan tangan nya di leher Rio Karna suami nya itu memeluk nya.


" Ya boleh " kata Rio


" Mas Rio tumben hari ini tampil keren dan rapi Di tambah rambutnya dipotong lagi " kata Ara tersenyum .


" Kan biar Ara ngak malu kalo dijemput mas Rio pas kucel dari kebun " kata Rio mencium bibir Ara pelan


" Hehehe.... Iya juga bagus lah "kata Ara Yang senang melihat penampilan baru Rio


Rio pun tersenyum dan mengecup bibir Ara .Dan Ara pun membuka mulutnya biar Rio bisa ********** Dan mereka berdua pun asyik saling bertukar saliva Sampai Rio mengangkat tubuh Ara keatas ranjang .Dan mereka pun asyik dengan dunia mereka berdua.


**********


Di rumah besar Aya baru saja merapikan baju Afnan dan Aska yang baru selesai mandi sore ini .Dan tanpa Aya sadari tangan kekar yang ia kenali sudah melingkar di perutnya .


" Abang kok pulang cepat " kata Aya kaget .


" Iyalah karna abang kangen Aya " kata Ferdi membalik tubuh Aya .Karna tadi ia sempat di datangi Aya palsu lagi. Dan wanita itu mengodanya . Dan untung Alan datang mengatakan ada rapat Yang membuat Aya palsu pergi begitu saja.


" Masa..... bukanya abang bilang mau lembur hari ini " kata Aya menatap lekat mata Ferdi yang tersenyum padanya .

__ADS_1


" Iya rapat dan lemburnya di rumah saja. Sekarang abang mau merapat sama Aya dulu ya " kata Ferdi mencium bibir Aya dengan lembut.


" Pintu nya belum dikunci bang " kata Aya Takut ada orang masuk .


" Sudah abang kunci , si kembar aman sama pengasuhnya .Abang mau bikin putri cantik versi Aya " kata Ferdi Yang mulai ******* bibir sang istri


Aya pun hanya bisa membalas permainan suaminya itu Apalagi bila nafsu sudah di ubun ubun Tak mungkin ia menolak Ferdi Yang sudah biasa melakukan nya kapan saja pada dirinya. Tapi Aya tetap melayani dengan baik Karna itulah tugasnya sebagai istri .


Keduanya pun larut dalam percintaan . Cukup lama Ferdi memintanya kali ini


Yang hampir membuat Aya kewalahan


Ketika suaminya itu melakukan pelepasan terakhir. Dan setelah puas Ferdi tertidur di pelukan Aya.


" Kau ini tak pernah berhenti bila belum puas " batin Aya mengusap pelan keringat basah Ferdi di keningnya Sambil memeluk suaminya itu.


Aya pun menatap dalam wajah pahatan ilahi itu dengan bangga . Karna walau ia tahu tetang Aya palsu .Tapi Ferdi tak tergoda pada wanita itu Dan Aya tahu kalo dirinya lah tempat pelampiasan suaminya


" Semoga Allah menjaga cinta kita bang sampai maut memisahkan kita " kata Aya membelai pelan rambut Ferdi dan meraba pelan wajah basah suaminya itu


" Aya siap bang kalo pun hamil lagi " kata Aya tersenyum meraba pelan bibir suaminya itu. Yang tak pernah bosan menciumnya .


Aya bersyukur suami nya itu tak bermain gila dengan perempuan lain. Karna setahunya Ferdi adalah seorang playboy yang suka selingkuh dan bermain hati .Tapi ia berhenti ketika sudah menikahi Aya Dan hanya Aya lah tempat pelampiasannya. Itu . Dan itu cerita sang mami pada Aya. Karna kalo Ferdi mau bukan hal sulit untuk mencari kepuasan lain diluar sana .Apalagi Ferdi punya banyak uang .Tapi ia tak mengumbar syahwat nya kemana mana .Karna ia hanya menginginkan Aya seorang sebagai pemuas nafsunya Sebab itu lah Aya slalu menjaga tubuhnya Agar suaminya itu tidak bosan Dan itu diajarkan sang mertuanya untuk bisa menyenangkan dan menjinakkan kuda liar lokal itu Agar aman tinggal di dalam kandangnya.


Aya beranjak pelan meninggalkan tempat tidur Dan menyelimuti tubuh polos suaminya itu dengan rapat Lalu bergegas masuk kamar mandi Dan membersihkan diri sebelum kedua putranya itu mencarinya Dan setelah rapi Aya pun berpakaian Dan duduk sambil mengusap handbody di kaki tangannya .


Tok.....tok ...tok....


Aya pun bergegas membuka pintu ketika terdengar ketukan di pintu


Ceklek .....


" Mami ada apa ?" kata Aya kaget

__ADS_1


" Mana Ferdi ?" kata mami mendorong pintu kamar


" Abang tidur mi " kata Aya


" Yah ..... pasti.....ya sudah nanti saja "' kata mami Yang melihat rambut basah menantumya itu Dan melihat putra nya itu tertidur pulas karna lelah .


" Ya mi " kata Aya tersenyum .


Mami pun lalu meninggalkan kamar Aya Karna tak mungkin ia menganggu putra nya yang lelah habis bercinta. Tadi nya ia ingin menanyakan tentang Heni Tapi ia harus menundanya ..Karna putranya itu masih terlelap Dan mami Risma sangat bersyukur Ferdi aman aman saja . Dan masih ingat Aya dirumah. Karna ia khawatir Ferdi lengah Dan tergoda oleh perempuan gatal itu.


" Dari mana mi " tegur papi ketika mami Risma masuk kamar


" Aku mau bertanya pada putra mu itu Tentang Aya palsu eh.. Malah dia tidur nyenyak " kata mami manyun


" Hahaha.... Lalu kenapa wajah mami cemberut begitu " kata papi Sandi tertawa


" Ya iya lah masa baru pulang sudah main kuda kudaan Apa ngak capek Kan baru pulang ngantor " dumel mami


" Lah apa salahnya membuang penat menggauli istri . Kan malah cinta mereka makin erat kan Bagus malah gak ada rasa bosan Lagian Aya juga masih jos " sindir papi


" Ih apaan sih pi , kan cucu papi masih kecil kecil masa suruh hamil lagi " kata mami


" Lah kan bagus mumpung subur biar ramai ni rumah Kan mami juga yang bilang mau punya banyak cucu Makanya Ferdi rajin usaha " kata papi terkekeh senang .


" Dih tapi ngak tiap hari juga pi, kasihan Aya " kata Mami memberi alasan


" Aya aja santai kok mami yang ribet yuk kita bikin adik Ferdi saja " kata papi menarik mami Risma dalam pelukan nya


" Ih papi apa apa sih sudah tua juga " omel mami sambil memasang wajah cemberut .


" Lah kelapa itu makin bagus lho mi semakin tua , Banyak santan kentalnya " kata Papi tersenyum memeluk erat mami Risma


" Ya kaya tua tua keladi dong pah .Makin tua makin jadi " kata mami .

__ADS_1


" Iya dong , maka nya kita usaha siapa tahu dapat tambahan bonus Bisa buat ade nya Ferdi " kata papi mulai nakal


" Papi ih......mana bisa ngak pernah jadi juga .Malu sudah punya cucu masa nambah anak Yuk bikin ngak pake jadi aja " kata mami tertawa kecil . Karna suaminya itu tak pernah mau kalah dengan Ferdi Tapi mereka tetap bahagia walau hanya di beri satu putra .Kini mereka sudah punya dua cucu. Walau sudah mulai menua Masalah percintaan papi dan mami Risma Masih saling mengimbangi satu sama lain Dan keduanya juga saling setia sampai hari ini.. Karna itulah mami ingin Ferdi mempunyai istri yang baik . Dan bukan perempuan yang mau dengan pria yang di gilir sana sini.


__ADS_2