Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 319


__ADS_3

Rio pun ikut mengambil piring Untuk ikut makan Sambil ngobrol santai dengan Reyhan Lalu setelah makan Rio pun mengantar Reyhan berkeliling disekitar rumah mereka


" Wah jadi ini lele dan ayam juga panen sendiri ya mas . Itu ada telur nya juga " kata Reyhan memungut dua butir telur si kebun Ara


" Ya mas semua nya punya Ara Karna Ara bilang biar bisa ngirit " kata Rio


" Hahaha ..... bukan ngirit lagi ini mas, malah bisa di jual tuh buah pisang nya aja banyak banget " kata Reyhan


" Di gudang ada yang matang mas 2 minggu sekali kita panen Sebagian di bawa ke cafe Untuk di jual jadi pisang bakar " jelas Rio


" Ara punya cafe juga " kata Reyhan kaget


" Ya mas, tapi ngak besar cukup lah untuk pemasukan kita Kan juga ada sayur jadi kita jarang beli tuh lihat !! " kata Rio menujuk kebun cabe terung selada dan sawi Ara Yang tertata rapi di pinggir tembok


" Masyaallah kalian kreatif , wah ngak perlu beli lagi ya kalo mau makan sayur .Paling aku akan beli mie instan saja Karna sudah ada telur sama sayur segar " kata Reyhan .


" Ya silahkan saja mas kalo mau , Tapi jangan bilang bosan " kata Rio tertawa Yang lalu memungut telur mentok Karna sebagian mentok nya memang belum bisa mengerami telur telurnya .


" Itu mah gampang mas, bisa di bikin variasi bikin Fung yung hay , Omelette, atau dadar biasa " kata Reyhan yang merasa terhibur Dan ia pasti akan betah tinggal di sini Apalagi ikan lelenya tinggal serok Dan di goreng lalu di buatkan sambal


" Ya mudahan mas Reyhan betah Kan disini desa .Oh ya apa mas suka makan buah pepaya tuh disana banyak " kata Rio yang menunjuk pepaya nya matang di pohon


" Astaga ini pasti tua dan manis yo , Apa ada yang lain dari ini " kata Reyhan memetik buah yang matang


" Ada Semangka juga dan Melon mas di pojok sana mas " kata Rio yang lalu melangkah ke pojok dan benar saja Reyhan melihat gelondongan buah tergeletak sana sini Cuma beralas jerami .Yang sengaja tak diberi kayu penyangga Karna di bawah pohon singkong dan pohon pisang .


" Astaga ini sangat luar biasa yo, kalian kreatif juga Jadi ngak perlu beli buah Tinggal panen sendiri " kata Reyhan memilih buah yang tua


" Ini yang tua mas, dan itu melon nya sudah kuning " kata Rio memetik buah yang tua Dan lalu mengendong nya Dan memberikan nya pada Reyhan


" Sudah yo , lengkap ini " kata Reyhan tersenyum senang Dan kini ia sudah bisa melupakan kesedihannya


Sedangkan di rumah sakit Naura menangis


Ketika mamah Reyhan menjelaskan semuanya Dan papi Naura menatap putri nya itu dengan rasa marah

__ADS_1


" Hiks ..... hiks..... maaf kan Naura mah , Naura salah " kata Naura masih terisak


" Minta maaf lah pada suamimu , setelah nanti dia kembali Dia sudah banyak mengalah padamu ra " kata Mamah Yang membuat mami memegang erat tangan besan nya itu


" Mamah tidak tahu dia bisa memaafkan mu atau tidak Tapi ia hanya menyuruh mami mengurus semua nya " kata mamah lirih


" Maaf kan putri kami besan , dia sangat keterlaluan . Bagaimana bisa kau menyukai suami orang lain ra . Bahkan dia sepupu suami mu Dan dia tahu kau juga istri sepupu nya " kata papi Yang sangat malu Dengan sikap putrinya itu Apalagi mamah Reyhan membawa bukti dari Deril Yang Deril minta untuk jadi bahan bukti Agar perceraian Reyhan berjalan lancar .


" Mah...... beri Naura kesempatan sekali lagi mah, tolong mah..... Naura akan belajar berubah. " kata Naura memohon


" Mamah tidak tahu ra, mamah juga kecewa Kau tahu saat suami mu pindah dulu ia berharap kau berubah Dia sudah memberimu kesempatan Tapi kau tak berubah Bahkan dia sangat menyayangimu " Kata mamah Yang membuat Naura semakin menangis


" Besan beri kami waktu . kami ingin bicara pada Reyhan " kata mami Naura


" Masalah itu nanti akan saya sampai kan jeng biar dia bicara pada papi Naura langsung " kata mamah Reyhan


Naura masih terisak di brankar nya Dan ia baru menyadari setelah Reyhan benar benar pergi Dan kini ia sadar kalo Reyhan serius dengan ucapan nya


" Apa kau puas ra, itu lah kebodohan mu Kau sudah membuang kesempatan yang ada Dan kau juga sudah kehilangan anak mu Dan papi juga mami mu Tak bisa membantu mu lagi " kata papi Naura


" Ya ra, Reyhan sudah memutuskan semuanya "kata mami yang ikut terisak


" Ya besan kita masih berteman " kata mamah Yang tak mungkin memutuskan silahturahmi pada sahabatnya itu


" Ya ji trimakasih , aku berharap kita masih tetap bisa menjadi besan Tapi entah lah. .Biar untuk sementara Reyhan menenangkan diri dulu Sepuas yang ia mau " kata Mami .


" Ya na mudahan saja , biarkan dulu ia menenangkan pikirannya . " kata mamah Menatap Naura yang terisak sedih.Karna hanya punggung nya yang bergoyang Karna tangisnya di atas bantal


" Ya sudah , besan saya pamit dulu .. Cepat lah sembuh " kata mamah menyalami mami dan papi Naura Lalu bergegas pergi Karna tak mau melihat kesedihan menantunya . .


" Ya ji , hati hati " kata mami Naura Yang membiarkan besan itu pergi


" Apa sudah selesai " kata Tania yang menunggu di luar


" Sudah ayo pulang , mamah tak kuat melihat mereka sedih Tan, Karna mamah masih sayang pada Naura juga Reyhan " Kata mamah sambil melangkah di koridor rumah sakit

__ADS_1


" Ya mah , Tania juga ngak kuat sebenarnya Tapi mau apa lagi Ya begitu lah " kata Tania Yang mengandeng tangan mamahnya sambil tersenyum


" Ya biar kan dulu mereka tenang Nanti mamah urus Setelah semuanya selesai Biar sementara Naura introspeksi diri dulu " kata mamah Yang masih belum mau mengurus perceraian Reyhan Karna takut Naura semakin down Karna kondisi nya yang makin drop sejak semalam .


Disisi lain Aya sedang mempersiapkan teman teman nya di belakang panggung Dan tak jauh dari situ Terlihat Pa Gery sedang mengawasinya .Tina yang duduk tenang tak jauh dari Aya Hanya diam memperhatikan orang yang mengawasi nona nya


" Aku curiga pada mu pa dosen " kata Tina dalam hati


" Ay sudah nih , bagus kan " kata Tari


" Ya rum mana sama Alin dan Anya " kata Aya


" Tuh semua sudah siap " kata Tari


" Hehehe.....aku pangling kalian cantik cantik " kata Iksan dan Tama


" Ya dong biar tampil maksimal Dan terlihat keren Kapan lagi jadi model kampus sendiri " kata Arum Yang bersedia sukarela membantu Aya dan Gita Karna ingin ikut tampil


" Iya lah siapa tahu kita menang kan bisa jadi model butik Aya " kata Alin


" Aamin ......" kata semua orang Yang berada di belakang panggung masih bersiap siap Karna mereka di urutan paling akhir tampil Dan itu sedikit membuat Aya khawatir para juri tak fokus menilai mereka .


" Ayo Ay , tuh kelompok Nela sudah turun " kata Gita melihat kakak tingkat mereka sudah selesai.


" Ya ayo , tinggal satu kelompok lagi baru kita setelah ini " kata Aya yang juga sedang berdandan bersama Gita Untuk menambah bahan koleksi mereka Agar mencapai 10 potong yang diperagakan.


" Ay, gue pakai apa " bisik Gita


" Tuh yang biru Git , Nanti gue pake yang putih " kata Aya


" Ok siap Ay " kata Gita yang minta tolong pada Anya untuk melihat gaun yang akan mereka pakai


" Wow............" kata Anya kaget melihat gaun yang akan di pakai Gita dan Aya


" Oh my good jadi ini andalan kita " kata Arum mendelikkan matanya

__ADS_1


" Ya itu buat tampilan penutup kita " kata Aya


" What ........" kata Iksan kaget


__ADS_2