
Setelah semuanya selesai Qila Via dan yang lain pun pulang Begitu juga dengan Ara dan Rio yang mengunci rumah rapat setelah yu Irah dan suaminya pergi .Lalu pulang kerumah Ara .
" Apa kak Aya pulang pas 40 hari de " kata Rio yang ingin masuk kekamar .
" Entah lah mas " kata Ara
"Memangnya ada apa kalo kak Aya pulang " kata Ara berdiri di depan pintu
" Mas Rio mau memberitahukan kalo kita sudah menikah " kata Rio pelan
"Kak Aya kan sudah tahu kenapa harus di beritahu lagi sih " kata Ara
" Hah ......Apa Iya sih de , mas pikir ngak tahu trus kelanjutan gimana ?" kata Rio Yang bersandar di dinding dekat pintu masuk sambil melihat Ara
" Mana ku tahu " kata Ara santai
" Ih ......ade gimana sih kan kita sudah menikah " kata Rio
" Lalu kak Rio mau apa kalo kita sudah menikah .Kan ayah bilang tunggu lulus sma Mas ngak boleh dekat dekat cewek Ara juga. Setelah itu baru berlanjut " kata Ara melipat dua tangan nya didada.
" Itu mas tahu , maksudnya kita serumah apa kita ngak boleh tidur sekamar ?" kata Rio jujur ingin dekat dengan Ara
" Hah .....mau ngapain emangnya sekamar mas Kan enak sendiri sendiri " kata Ara
" Aish kau ini de, yang sudah tidur gih " kata Rio yang tak tahu harus bagaimana mengungkap kan perasaan hati Bila Ara belum paham .Lalu Rio pun masuk ke dalam kamar Dan menghempaskan badannya diatas kasur setelah menutup pintu kamarnya
" Pusing , punya istri anak smp ." guman Rio menutup wajahnya dengan bantal
Sedangkan Ara tersenyum Lalu masuk kamar dan berbaring telungkup di atas ranjang sambil tersenyum .
" Ara mau lihat gimana caranya mas Rio merayu Ara . Kan dia lebih dewasa kak Aya bilang abang slalu bilang cinta pada Kak Aya Kalo versi mas Rio gimana ya " kata Ara tersenyum Yang sengaja mengerjai Rio .
" Hehehe....... baiklah .... kita tidur " kata Ara yang lalu berdoa Dan memejamkan matanya setelah itu tak lama Ara pun terlelap dengan sendirinya
Di jakarta Aya melamun sendiri di atas tempat tidur sambil mengusap perutnya
Lalu mengingat perkataan suaminya .
" Abang bilang uang di Atm Aya lebih dari itu Kalo Aya pake Atm nya buat bayar tanah berarti boleh dong Ngak perlu pake Atm yang di buatkan mami kan " kata Aya
" Ok besok biar Aya suruh Rio menemui orangnya sekalian transfer untuk Rio Dan bayar notaris untuk balik nama " kata Aya yang juga berniat membeli cafe Yang ia sewa untuk Ara Agar tak punya beban kedepannya
Cukup lama Aya terdiam lalu setelah yakin pada keputusan nya . Aya pun memejamkan matanya untuk tidur
Kring ........ kring .....
__ADS_1
Aya membuka mata nya ketika ponselnya berbunyi Dan melihat siapa penelpon nya Lalu menaruhnya di kuping walau masih mengantuk
" Ya bang apa abang sudah sampai " kata Ayap
" Ya baru saja , cantik nya abang lagi apa ya " kata Ferdi di sebrang sana
" Masih kemulan bang , Aya ngantuk mikirin abang " kata Aya terkekeh
" Astaga kenapa abang pake dipikirin Kan abang kerja Aya sayang Bangun trus sarapan Dan jalan jalan ke butik mami Biar ngak bosan dirumah Minta Alan yang antar Aya sama Tina ya " kata Ferdi tersenyum di layar ponsel melihat istrinya itu masih dibawah selimut tebal
" Aya cuma bercanda bang. Abang baik baik kan disana " kata Aya tersenyum
" Ya Abang akan baik baik saja dan akan jaga diri , Aya juga ya " kata Ferdi .
" Ya bang Aya kangen abang , uang di Atm abang boleh Aya pake kan " kata Aya seraya melihat Ferdi yang juga berbaring di tempat tidur
" Ya.... terserah Aya nanti kalo habis abang transfer lagi .Abang kerja kan buat Aya Dan anak kita Ngak mungkin kan uang abang di kasihkan orang " kata Ferdi tersenyum
" Ya bang terimakasih Aya sayang abang Aya akan tunggu abang pulang " kata Aya balas tersenyum pada Ferdi
" Ya sayang , ya sudah abang tidur sebentar ya jaga diri salam buat mami dan papi bye I love you " kata Ferdi tersenyum lalu memutuskan pembicaraan .
Dan Aya pun tersenyum Lalu melihat jam
Namun ia tetap sholat
Setelah sholat Aya pun menelpon Rio dan Ara yang kebetulan sedang sarapan pagi dirumahnya dan memberitahukan sore ini semuanya harus beres
" Ya mba , nanti Rio akan temui pa Rusli bersama Ara " kata Rio dari sebrang
" Ya , mba Aya tunggu assalamualaikum salam bu yu Irah " kata Aya yang lalu menutup pembicaraan .Lalu meletakan ponselnya di atas nakas
Aya pun lalu keluar dari kamar Dan menuju ruang makan Lalu ikut bergabung dengan papi dan maminya mertuanya untuk sarapan pagi
" Aya mau ke butik hari ini " kata mami
" Ya mi Aya ikut " kata Aya tersenyum
" Bagus lah biar ngak bosan ya nak " kata papi tersenyum
" Ya pi Aya dalam proses belajar " kata Aya yang tak malu mengakui kelemahan nya Karna ia .memang hanya lulusan sma Tapi ia bertekad untuk bisa sukses
Di kamar Ferdi Tris baru saja melapor kondisi kantor aman dan Gustav sudah sadar dari komanya . Dan Heni dalam proses pemeriksaan .
" Lepas , lepaskan aku Aku tak bersalah mana mungkin aku mencelakai suami ku sendiri " teriak Heni marah
__ADS_1
" Tapi kami punya bukti nona, sepintar apa pun kau menyembunyikan nya pasti akan tertangkap" kata opsir itu tenang
" Tidak .... kalian salah " kata Heni melawan ketika polisi mengiringnya ke jeruji besi Yang membuat Heni semakin berontak.
" Tenang lah nona bila kau tak bersalah pasti kami tak mungkin menangkap nona
Kalo kau kabur kau akan tetap diburu -" kata polisi itu yang lalu memasukan Heni ke sel tahanan Yang membuat Heni berteriak teriak seperti orang gila
" Lepas lepas kan aku dia suami ku ,aku tak sengaja melakukan nya " kata Heni Yang terisak karna sadar ia salah
Lalu terduduk di lantai Dan meringkuk sambil menangis . Karna obsesi nya pada Ferdi membuat nya seperti itu . Harusnya sejak awal ia menyadari kesalahannya Karna Ferdi sudah mengingatkannya begitu juga Gustav
Tapi telinganya tertutup untuk tak mendengar kan semua itu Dan ketika sesuatu terjadi . Semua tak akan bisa di kembali pada titik semula Karna pada akhirnya hanya ada penyesalan.
*********
Rio sedang asyik duduk di kantornya Ketika Paijo datang menghampirinya
" Mas .... sudah selesai tuh tinggal jemur oh ya mas boleh ngutang ngak " kata paijo pelan sambil duduk didepan Rio
" Buat apa " kata Rio sambil merekap nota penjualan
" Buat ibu lagi sakit mas Gaji kemaren habis buat beli obat ibu karna di tabrak orang Jualan nya pada rusak trus stres dan sakit . Bantu ya mas bingung aku harus gimana " kata Paijo dengan wajah memelas .
" Emang mau pinjam berapa ?" kata Rio
" 300 ribu saja mas, nanti biar di potong gaji " Kata paijo
Rio pun lalu mengeluarkan dompetnya Dan memberikan 3 lembar uang ratusan untuk Paijo
" Nih ngak usah pinjam mas Rio kasih " kata Rio
" Hah ..... serius mas " kata paijo dengan mata terbelalak tak percaya .
" Kenapa ngak mau, sini kembalikan goda Rio tersenyum
" Jangan mas , ya allah terimakasih rezeki anak sholeh . Terimakasih mas benar ini dikasih " kata Paijo
" Ya " kata Rio
Lalu Paijo pun bergegas hendak keluar lalu kembali berbalik " Mas serius nih di kasih ikhlaskan " kata Paijo bertanya lagi karna ingin memastikan
" Astaga " kata Rio menatap Paijo
" Hehehe.....yo mas terimakasih " kata paijo senang lalu bergegas pulang untuk membeli obat mumpung para pemetik kopi belum datang Sedangkan Rio hanya tersenyum karna kasihan pada paijo Yang memang jadi tulang pungung keluargga nya
__ADS_1