
Sedang ibu Minah hanya cemberut melihat anak nya itu menangis .Karna kesal masih tak bisa melupakan Rio
" Ada apa sih bu , kok anak mu jadi kaya orang ling lung Apa di ngak tahu Reno itu lebih baik dari pada si Rio " kata bapa
" Ngak tahu pa e...lagian baru bisa bangun rumah jadi sopir aja sombong .
Mana bisa di menyaingi kita .Orang kere yang tetep kere pa e..." kata ibu Minah.
" Ibu senang nya gitu, menghina orang Padahal Rio itu lebih baik dari Reno
Coba saja lihat kelakuan anak teman ibu itu di luar sana Menjengkelkan dan bikin emosi gaya orang terhormat gila hormat kaya ibu " kata Minah
" Heh...... jaga mulut mu itu ya Min " kata bu..e Minah
" Ben..... ibu juga suka jawab omongan si mbah seenak nya .ibu lupa dulu juga ibu dulu juga orang susah " kata Minah menangis Lalu pergi masuk kamar
Bapa Minah yang melihat putri dan istrinya itu saling tuding hanya mengeleng kan kepala Lalu pergi keluar untuk merokok
" Ono opo pa kok geleng geleng " kata Reno yang baru datang
" Tuh ...... urus istrimu di kamar . Kemana saja kok baru pulang " kata bapa Minah
" Hah...." kata Reno bingung Lalu cepat cepat pergi kekamar
.
*********
Dirumah mbok . Rio baru saja selesai sarapan Dan pagi ini ia harus pulang kembali ke perkebunan karna ia akan kembali kerja seperti biasa
" Mbok Rio pamit ya " kata Rio
" Ya le, hati hati ya " kata mbok
" Kok buru buru toh de, kan bisa santai dulu baru juga pulang tadi malam " kata mas Pras menatap Rio
" Rio banyak kerjaan mas, kasihan perkebunan bila di tinggal lama " kata Rio
" Lah kan ada yang lain de " kata mas Pras yang tahu Rio ngak pernah cuti
" Ya ada tapi belum bisa di percaya mas Karna masih baru " kata Rio santai
__ADS_1
" Ngak pa pa le, kan demi Ara sana berangkat . Hati hati di jalan ya le. Minggu depan biar mbok yang kesana " kata Mbok Yang juga ingin tahu rumah Ara seperti apa Karna belum pernah kerumah menantu nya itu Apa lagi mbok tak pernah melamar Ara .
" Ya mbok Rio pamit ya " kata Rio menyalami tangan mbok dengan takzim Dan juga pamit pada mas dan mba nya Lalu pergi naik motor nya .
Hanya 1 jam lebih Rio berkendara Rio sudah sampai di perkebunan sambil membawa makanan Dan menawarkan nya pada paijo dan pa Tejo . juga mandor lainnya Karna mbok membawakan cukup banyak jadi bisa untuk berbagi
" Jadi Rio langsung pulang ke salaman le , Trus non Ara bagaimana " kata pa Tejo yang ikut makan .
" Mungkin minggu besok baru pulang pa Karna mba Aya masih pengen Ara tinggal disana Dan lagi Ara juga masih ingin lihat keponakan nya Maklum kan ngak ada siapa siapa lagi " kata Rio
" Ya mas namanya juga kangen kumpul saudara ya senang jadi lupa sama yang lain " kata Paijo .
" Ya begitulah saudara jo, kalo ada kadang pas kumpul ribut, pas ngak ada sepi jadi kangen dan rindu berat " kata pa Tejo .
" Ya pa benar itu " kata Rio yang kadang juga begitu Tapi sekarang tidak lagi Karna ia sudah punya Ara .Yang membuat hati nya rindu pada Ara setiap saat .Walau baru berpisah hitungan jam Tapi membuat Rio Rindu pada istri kecil nya itu.
*********
Di rumah besar Ara dan Aya sedang asyik mengendong si kembar . Melihat taman samping mansion
" Kak enak ya punya rumah besar lengkap fasilitasnya " kata Ara
" Enak gimana de, semua ini harus di rawat bayar pajak ,bayar gaji para pelayan. Tukang kebun belum sopir dan listrik air juga karyawan perusahaan .
Di tambah semua fasilitas. Masih enak kita ngak punya beban masih di desa biaya tak besar . Mungkin orang mengira orang kaya itu enak bagi yang melihat nya Tapi kata orang jawa sawang sinawang . Hanya lihat dong yang enak . Kita yang menjalan kan nya pusing " kata Aya yang lalu duduk di ayunan
" Ya juga ya kak. kita juga harus bayar karyawan , kebutuhan rumah untung di desa ngak banyak pengeluaran besar " kata Ara
" Ya begitu lah maka nya syukuri saja apa yang kita punya " kata Aya
" Ya kak , mungkin orang mengira jadi istri bang Ferdi itu enak ya kak .Padahal kak Aya juga ikut pusing dan sering di tinggal jauh .Walau semua tercukupi Tapi rasa nya kesepian " kata Ara Yang tahu kadang kakak nya itu suka curhat .
" Ya begitu lah , maka nya Ara masih mending sama Rio bisa bertemu setiap hari .Kalo kak Aya sekali pun di rumah kadang abang suka sibuk " kata Aya
Yang teringat saat pertama tinggal di Villa ia sering kesepian Dan untungnya sekarang Aya ikut sang mertua. Aya tak bisa membayangkan bila ia sendiri. Di tinggal suaminya pergi Apa lagi Villa sangat jauh dari permukiman warga
" Ya kak , tapi kak Aya sekarang sudah punya si kembar jadi ngak kesepian lagi kan sudah bisa diajak curhat " kata Ara mencium pipi keponakan nya sambil ber ayun ayun pelan dalam dekapan nya
" Ya de benar , sekarang kakak punya
hiburan sendiri karna ada dua si ganteng yang imut imut ini nih " kata Aya mencium bayi Afnan dan mendekap nya erat . Yang membuat kedua nya saling tertawa gemas Yang duduk santai di Ayunan sambil melihat taman .
__ADS_1
**********
Hari berlalu begitu cepat . Ara pulang di jemput Rio di bandara dengan mobil Aya
Yang membuat Rio memeluk erat istrinya itu .Ketika melihat Ara selama 3 hari tak bertemu .
" Mas kangen ya " kata Ara ketika sudah masuk mobil Dan Rio juga masuk dan menghidupkan mesin mobilnya .Lalu meninggalkan bandara
" Iya lah kan sepi de, masa mas tidur sama mentok dan lele " kata Rio
"' Hahaha ......ada ada saja mas Rio. Ngak segitunya juga kali mas .Kan masih bisa peluk guling Ara di kamar mas " kata Ara tergelak
" Tapi gulingnya ngak bisa meluk de Cuma di peluk aja Dan lagi mas bisa ngiler pas kelamaan meluk " kata Rio terkekeh
" Hahaha......iya ya mas iler nya sampe ber pulau pulau bau " kata Ara tertawa kadang Rio juga suka melucu yang membuat Ara rindu dengan candaan suaminya itu.
" Hahaha ...kok tahu " kata Rio
" Iyalah kan kalo ngorok bunyinya berisik " kata Ara Yang tahu bila Rio lelah dengkuran nya terdengar .Dulu ayah nya juga begitu Tapi Ara memaklumi Karna kadang orang orang terdekat lah yang tahu kebiasaan orang tersayang nya
Karna itu lah hidup
Ara memang cepat tumbuh dewasa karna dekat dengan sang kakak .Ara banyak mendapat nasehat dan pelajaran hidup dari pengalaman hidup Aya. Yang jadi inspirasi hidup Ara . Dan Ara bisa mengambil pelajaran baik dan buruk nya
Karna itu lah ia bersikap berhati hati .
Dalam melangkah dan slalu berpikir tenang setiap mengambil keputusan . Seperti pesan sang ayah pada nya .
Karna garis takdir setiap orang masing masing tak akan sama. Dan tinggal kita saja mengolah alurnya bagaimana Karna
kita sendiri yang menjalankan nya
Agar bisa menjalani dengan berlapang dada Dan slalu bersyukur dengan pemilik hidup yang menulis takdir .
" Kok tahu de, maaf mas Rio jorok ya " kata Rio melirik Ara
" Ngak , itu bukan aib mas santai aja Ara juga suka ngorok kok mas " kata Ara mengaku sambil terkekeh .
" Hehehe ...... berarti kita cocok dong " kata Rio
" Ya makanya kita berjodoh mas " kata Ara tertawa . Yang membuat Rio tersenyum
__ADS_1
Melihat Ara tertawa bahagia .Seperti dirinya juga yang bahagia karna Ara sudah kembali pulang kerumah mereka.
Dan paling tidak Rio tak merasa kesepian lagi sendiri di rumah.