METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA

METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA
Happy Anniversary


__ADS_3

Rani memejamkan mata. Potongan-potongan kisah perjalanan cintanya bersama Ryan terus hadir, bagai slide yang berputar-putar di depan netranya. Senyum Rani pun mengembang begitu saja, saat ingatannya kembai pada awal cerita dimana mereka memulai perjalanan cinta yang sungguh tak terduga.


Rasa tidak suka, takut, marah, muak dan segala macamnya saat pertama kali perjodohan itu disebut, sungguh seperti baru kemarin. Tak terasa seiring dengan bergulirnya waktu, rasa cinta yang akhirnya tumbuh membuat mereka bisa melewati semuanya dengan begitu indah meski kerikil-kerikil kecil sempat hadir dan menjadi warna yang menjadi bumbu dalam kisah cinta mereka.


“Kenapa cintaku bisa jadi sebesar ini?” batin Rani.


Sungguh, Rani tidak pernah mengira bahwa cinta itu akhirnya akan tumbuh subur di dalam hatinya. Pun ketika ada beberapa batu sandungan di tengah pejalanan cinta mereka, toh cerita cinta mereka memang bukanlah kisah cinta yang sederhana. Hingga keikhlasan untuk menerima apapun yang menjadi kekurangan dan kelebihan dari masing-masing mereka, menjadi kunci utama dalam membangun cinta dalam biduk rumah tangga.


Mengingat itu semua membuat Rani tersadar, bahwa kecintaan suaminya tak perlu lagi dia butuhkan dengan untaian kata-kata. Karena semua perlakuan Ryan terhadap dirinya sudah lebih dari cukup membuktikan betapa besar suaminya itu mencintai dirinya.


Dan di saat Rani mulai menyadari kesalahan hatinya yang begitu menuntut agar suaminya akan mengungkapkan untaian kata cinta di hari jadi mereka, tiba-tiba beberapa notifikasi dalam handphone-nya berbunyi.


Rani meraih benda pipih itu dan membulatkan mata ketika sebuah tautan channel YouTube dikirimkan temannya melalui sebuah pesan WA. Seketika, jarinya berselancar hingga tak lama kemudian sebuah video dari sebuah akun YouTube sukses membuat bulir bening dari matanya mendarat dengan sempurna membasahi pipinya.


Ya, video itu diunggah oleh suaminya dan seketika bisa menjadi viral di dunia maya. Bagaimana tidak? Unggahan yang diberi judul Happy One Year Wedding Anniversary, My Dear Wife itu berisi video berdurasi cukup pendek dengan kumpulan foto perjalanan cinta seorang Ryan Dewangga dan Arania Levana. Lebih surprise lagi ketika yang dijadikan backsound dalam video tersebut adalah sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Ryan sendiri dan di akhiri dengan beberapa untaian kata yang sungguh membuat trenyuh hati Rani.


Happy Anniversary, Cinta. Aku benar-benar bersyukur bisa memilikimu dalam hidupku. Satu tahun sudah kita menjalani bahtera rumah tangga, sungguh selama satu tahun itu pula hanya kebahagiaan penuh cinta yang kurasa. Terima kasih karena telah memberiku cahaya hingga hidupku menjadi penuh warna. Happy Anniversary, Sayang. Semoga kita selalu bersama hingga di JannahNya.


Air mata Rani tumpah. Dia benar-benar mengutuki dirinya yang sudah kesal seharian karena mengira bahwa Ryan melupakan hari spesial mereka berdua.


Sambil mengusap air mata di pipinya, Rani segera mematikan tayangan yang baru selesai diputar itu dan beralih ke salah satu icon untuk menelphon suaminya. Namun belum sempat terdengar nada sambung dari panggilan suara yang hendak dilakukannya, tiba-tiba sebuah ketukan pintu membuat Rani membatalkan niatnya.


"Nona," sapa Naja, sesaat setelah Rani membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


"Ada apa Naja?" balas Rani penuh selidik.


"Tuan meminta saya agar mengantarkan Anda untuk menemuinya sekarang, Nona," jawab Naja.


"Dimana dia?" Rani mengerutkan dahinya.


"Nanti Anda akan mengetahuinya, Nona. Permisi, saya tunggu di bawah," tutup Naja, sambil membungkukkan badanya dan berlalu dari hadapan nonanya.


***


Empat puluh menit perjalanan yang akan mengantarkan Rani menemui suaminya itu, kali ini sungguh terasa begitu lama. Mungkin karena Rani benar-benar sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang belahan jiwa, sehingga satu menit yang terlewat pun sudah terasa seperti berjam-jam lamanya.


Sepanjang perjalanan, Rani sibuk memperhatikan kanan kiri jalan dan mencoba menebak kemana arah mobil akan dilajukan. Dan ternyata dugaannya benar, mobil itu kini membawanya pada sebuah tempat bersejarah bagi Rani dan suaminya satu tahun lalu, sesaat setelah janji suci mereka diakadkan.


Sesaat setelah seorang pelayan hotel membuka pintu untuk Rani, Ryan pun menghampiri dan dengan tersenyum mengulurkan bunga itu seraya berucap, "Happy One Year Wedding Anniversary, My Dear Wife."


Mata Rani berkaca-kaca. Tak ada satu pun kata yang keluar dari mulut manisnya. Setelah menerima bunga itu, Rani hanya mampu menangis dan memeluk erat suaminya.


"Kok malah nangis sih?" kini Ryan mengelus punggung istrinya dengan mesra.


"Rani kira, Mas Ryan melupakannya," aduh Rani manja.


"Mana mungkin Mas melupakan hari bersejarah, yang membuat Mas selalu menyesal, kenapa tidak sejak dulu saja mereka menjodohkanku denganmu," Ryan melepaskan pelukannya, kemudian mencubit hidung istrinya dengan gemas. Tak lama, sebuah kecupan penuh cinta mendarat dengan manis di ujung kepalanya, hingga akhirnya Ryan mengangkat tubuh Rani begitu saja.

__ADS_1


Ya, Ryan menggendong Rani memasuki hotel itu ala bridal style, disaksikan seluruh pelayan hotel yang memang sengaja menyambut kedatangannya.


Ryan pun terus mempertahankan posisinya sampai akhirnya dia menghentikan langkahnya di depan pintu sebuah kamar. Setelah seorang pelayan membukakan pintu, mereka masuk, kemudian Ryan mendudukkan Rani pada sebuah kursi yang telah disiapkan khusus oleh pelayan hotel sebagai tempat makan malam mereka berdua.


Rani mengedarkan pandangannya, ke seluruh penjuru ruang. Ya, kamar itu adalah kamar mereka saat malam pertama pernikahan mereka.


Persis seperti ketika mereka menikah dulu, kamar itu sudah didekorasi dengan apik. Seluruh sudut ruang dipenuhi dengan bunga mawar merah, membuat kesan romantis segera terpancar indah memanjakan mata siapapun yang memandangnya. Di tambah lagi dengan taburan mawar berbentuk hati di tengah ranjang, juga tulisan Happy Anniversary pada tembok di atas kepala ranjang, membuat kamar itu bertambah spesial.


"Apa kamu menyukainya, Sayang?" tanya Ryan membuyarkan lamunan Rani.


Lagi, Rani tak mampu menjawab dengan kata-kata. Rani hanya menganggukkan kepalanya dengan pelan, bahkan kini matanya kembali berkaca-kaca.


Ryan yang melihat ekspresi yang ditunjukkan istrinya itu lantas beranjak dari duduknya, kemudian berdiri dan menghanpirinya. Dia mengulurkan tangannya dan meraih tangan Rani sebelum akhirnya mereka berdiri saling berhadapan.


Gelagat nakal pun kini dominan ditunjukkan Ryan di depan istrinya. Seketika, Rani mulai memejamkan mata. Membiarkan suaminya menyusuri malam ke arah mana yang dia suka. Rani melingkarkan tangannya, dan pasrah begitu saja hingga tercapai nikmat hasrat keduanya.


Dunia pun kini seolah-olah menjadi hening secara tiba-tiba, bersamaan dengan nafas yang terengah di tengah puncak fantasi yang menggema di peraduan mereka berdua.


BERSAMBUNG


❤❤❤


Jangan lupa bagi jempol dan vote nya dong, biar author tetap semangat. hehehe...

__ADS_1


Ditunggu juga comment positif dan bintang 5 nya. Ok? Terima kasih.


__ADS_2