METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA

METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA
Pesta Ini Harus Diakhiri


__ADS_3

"Ini adalah janin Anda berdua, Tuan. Istri Anda hamil," ucap sang dokter selanjutnya.


"Oh, hamil," Daniel hanya menjawab sekenanya, tidak menyadari bahwa apa yang dibicarakan dokter itu adalah kehamilan Naja yang sangat ditunggu-tunggu olehnya.


"Jadi, saya hamil, Dok?" Naja mempertegas, sambil menatap dokter itu dengan lekat.


"Iya, Nona. Anda hamil," ulang sang dokter dengan begitu lembutnya.


"Apa? Hamil? Kamu hamil, Sayang?" Daniel setengah berteriak begitu menyadari ucapan dokter dan istrinya itu.


"Selamat, Tuan. Mereka benar-benar sudah tumbuh di rahim istri Anda,"


"Mereka, Dok?" Daniel mengerutkan dahinya.


"Nona Naja sedang mengandung bayi kembar,"


Kalimat terakhir dokter itu benar-benar membuat Daniel sangat girang. Serta merta dia langsung memeluk Naja dan menghujaninya dengan puluhan kecupan.


Selama perjalanan pulang, Daniel sama sekali tak membiarkan istrinya untuk lepas dari pelukannya. Senyum di bibirnya pun terus tersungging, seolah tak sabar lagi menyambut kelahiran buah hati sekaligus sang pewaris tahta kerajaan.


Kabar ini pun sudah di dengar oleh seluruh penghuni rumah utama, hingga ketika mereka pulang, seluruh keluarga besar sudah berkumpul untuk memberi selamat walau tanpa pesta penyambutan.

__ADS_1


"Selamaaaat!" teriak seluruh penghuni rumah begitu Naja dan Daniel membuka pintu utama.


Mendapati seluruh keluarganya menyambut kedatangan mereka dengan penuh suka cita, Naja dan Daniel pun terus tersenyum tanpa bisa menyembunyikan betapa bahagianya mereka dengan kehadiran buah cinta yang sebentar lagi akan mengubah warna dalam kehidupan mereka.


Rani yang saat itu berdiri di samping Ryan pun langsung menghampiri Naja dan memeluknya erat. Begitu juga dengan Mommy Aghata, Mama Davina, Lena, dan Juga Nina. Sementara Ryan yang saat itu masih menggendong baby Raja pun tak mau kalah. Tanpa melepaskan Raja dari pelukannya, dia langsung memeluk Daniel di susul Arya, Johan, Arsen dan Indra. Ya mereka semua saling peluk dan sangat berbahagia dengan berita kehamilan Naja, tak terkecuali dengan Bik Tum dan Zara yang sedari tadi hanya berdiri di sudut ruang, menyaksikan betapa bahagianya keluarga Dewangga di depan mata mereka.


***


Malam telah tiba. Ada yang kurang rasanya jika kabar bahagia itu tak dilengkapi dengan acara makan malam, hitung-hitung sebagai pesta kecil-kecilan. Bahkan kali ini, mereka tak memilih pesta di hotel berbintang, restoran ternama ataupun di rumah utama, karena taman di belakang rumah justru menjadi pilihan mereka semua.


Para lelaki sibuk bakar-bakar ikan dengan begitu asyiknya, sementara para wanita sibuk menyiapkan sambal kecap, dengan berbagai minuman dan hidangan pembuka. Begitu ikan siap santap, mereka pun segera berkumpul tanpa mau menunda untuk mengisi perut mereka.


"Hallo, Assalamualaikum," suara khas Ryan terdengar menggelegar, membuat semua mata kini tertuju padanya.


"Apa?" pertanyaan Ryan pada orang yang ada di seberang sana, membuat bukan hanya semua mata saja yang tertuju padanya, namun kini mereka semua menghentikan aktivitas makan mereka.


Apalagi melihat mimik muka Ryan yang kini merah padam dengan tubuh yang seolah lunglai mendengar jawaban orang yang menghubunginya, membuat semua yang hadir semakin penasaran.


"Ada apa, Nak?" tanya Mommy Aghata sambil mendekati Ryan dan mengelus bahunya.


Sesaat, Ryan terdiam. Dia berpikir keras, bagaimana kabar yang baru saja dia terima itu akan dia sampaikan. Bahkan kini, dia menatap satu per satu orang yang sudah tak sabar menunggu jawaban apa yang akan dia berikan.

__ADS_1


"Dengan terpaksa pesta ini harus kita akhiri, karena sekarang juga kita harus pergi," lirih Ryan sambil memasukkan ponsel ke sakunya kembali.


"Memangnya kenapa? Ada apa?"


BERSAMBUNG


Hallo guys, maaf karena kesibukan di dunia nyata, aku sempat Hiatus lama. Ikutin episode selanjutnya ya. Insya Allah tinggal beberapa episode lagi, novel ini akan mencapai endingnya.


Author juga sudah siap menulis lagi, dengan novel baru yang tak kalah menariknya dari novel ini loh. Nantikan dan mohon dukungannya ya.



Semua terjadi begitu saja. Cinta itupun hadir, tanpa ada satu skenario pun yang dibuat untuk mereka. Dan kini, mereka justru bagai cermin dan bayangannya, hingga tak ada lagi jarak di antara mereka.


Ya, mereka saling cinta, walau cinta itu hadir di saat masing-masing telah mempunyai cinta abadi dalam hidup mereka. Lantas, bisakah mereka salahkan cinta yang hadir di saat waktu tak lagi berpihak kepada mereka?


Nyatanya tidak. Mereka menikmati denyar-denyar rasa yang terus menyeruak tanpa satu orang pun bisa mencegahnya, meski mereka sama-sama tahu, bahwa tak mungkin harapan itu menyapa mereka. Sebuah harapan indah untuk bersama tak mungkin akan ada, walau kini mereka bisa saling tatap tanpa ada sekat yang menghalangi mereka.


Tuhan, kenapa cinta itu harus hadir di waktu yang tak tepat? Inikah ujian hati? Kenapa rindu itu justru saling terpatri, di saat masing-masing cinta sudah ada yang memiliki?


Shadow Wife, sebuah cerita tentang rasa tepat di waktu yang salah.

__ADS_1


__ADS_2