METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA

METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA
Aksi Charles


__ADS_3

Hari itu Nina mengumpulkan keberanian, mengusir segudang ketakutan yang terdekap dari semalam. Kata demi kata tertata tanpa rencana, hanya untaian cerita yang mengalir begitu saja tentang sebuah kisah hidup pahit yang harus Nina lalui dengan keikhlasan hati.


Meskipun banyak tatapan yang mengancam di ruang itu, tapi seolah Nina tidak peduli. Apalagi setelah apa yang terjadi dengannya dan Lena sebelum mereka bisa hadir di sana, membuat tekat di hatinya tak bisa digoyah lagi. Nina menjawab setiap hal yang ditanyakan hakim, JPU maupun pihak penasehat hukum Charles sesuai dengan yang dia alami dengan sebenar-benarnya seperti sumpah yang telah dia ucapkan sebelum persidangan dimulai.


***


Flasback


Setelah berbicara dengan Ryan pagi itu, Arya bersama anak buahnya langsung meluncur ke ibu kota. Setelah menempuh perjalanan selama lima jam, akhirnya Arya membagi mereka menjadi dua tim. Tim pertama mengawasi Johan yang diketahui juga sudah berada di ibu kota, sedangkan tim kedua mengawasi rumah Lena.


Paginya, kedua tim sudah siap melancarkan aksinya sesuai dengan rencana yang telah disiapkan Arya. Tim pertama terus mengikuti Johan dari kejauhan, sementara tim ke dua masih tetap berada pada posisinya di sekitar rumah Lena.


Arya dan lima orang anak buahnya berada di sebuah mobil, yang terletak sekitar 200 meter dari rumah Lena. Setelah mendapatkan informasi bahwa Johan dan anak buahnya berpisah, Arya semakin yakin bahwa posisinya tetap di tempat itu adalah keputusan yang paling tepat.


Dari kaca spion, terlihat tiga mobil warna hitam berjalan beriringan dan terparkir sekitar 100 meter di depannya. Sementara tidak ada pergerakan, karena kemungkinan besar mereka sedang menunggu Lena dan Nina keluar menuju tempat persidangan.


Setelah menerima informasi bahwa Johan telah berhenti di sebuah jalan lengang, Arya mulai memutar otak. Targetnya hari itu adalah memastikan bahwa Lena dan Nani bisa sampai ke tempat persidangan.


"Kita ubah strategi. Habisi mereka sebelum mereka bergerak, ambil alih mobil dan kita kejar Nina dan Lena seolah kita adalah anak buah Johan," perintah Arya, melalui earpiece yang terpasang di telinganya dan seluruh anak buahnya.


"Setelah Johan yakin bahwa target ada di tangannya dan dia meninggalkan lokasi, baru kita meluncur ke tempat persidangan," lanjut Arya, yang diiyakan oleh semua anak buahnya.


Empat orang diantara mereka pun turun dan menghampiri mobil hitam yang terdapat di barisan paling belakang. Mereka mengetok pintu, dan ketika kaca mobil di buka, anak buah Arya segera menempelkan alat kejut listrik voltase tinggi pada tubuh mereka sehingga dua orang di mobil barisan paling belakang pingsan seketika.

__ADS_1


Hal yang sama juga dilakukan pada mobil ke dua, dan lagi-lagi berhasil. Namun karena mobil barisan terdepan segera menyadari bahwa sesuatu telah terjadi, maka empat orang yang ada di dalamnya segera menghampiri anak buah Arya dan baku hantam pun tak dapat terelakkan. Sekitar 20 menit mereka berkelahi dengan sengit, sampai akhirnya seluruh anak buah Johan bertekuk lutut di hadapan Arya.


Arya dan anak buahnya segera melepas pakaian anak buah Johan dan memakainya untuk diri mereka sendiri, setelah anak buah Johan diikat dan dibiarkan merintih di mobil bagian belakang


Mobil pun sekarang di bawah kendali Arya. Agar Johan tidak curiga dan mengerahkan anak buahnya lebih banyak lagi, Arya dan anak buahnya berbuat seolah-olah mereka adalah anak buah Johan yang siap menerkam mobil Lena dan membawa mereka pergi jauh hingga absen dari persidangan.


Arya dan anak buahnya terus mengejar Lena menggunakan tiga mobil Johan seolah-olah mereka adalah penjahatnya. Setelah menabrak dari arah belakang dan kanan kiri mobil Lena, Arya segera memalangkan mobilnya dan segera turun demi memaksa dua gadis itu masuk ke dalam mobilnya.


Johan yang tidak mengerti dengan semua yang sudah terjadi pun melihat aksi yang dilakukan anak buahnya itu dengan wajah sangat puas. Dia menyeringai dan memasuki mobil sesaat sebelum akhirnya meninggalkan tempat penculikan.


Lena dan Nina sudah sangat cemas berada dalam mobil itu. Mereka berdua sudah pasrah, apapun yang akan terjadi kepada mereka.


"Jangan takut, saya tidak akan menyakiti kalian. Saya adalah sekretaris Tuan Ryan Dewangga, suami dari Nona Arania Levana. Saya diminta membawa kalian ke kota X setelah Nona Nina bersaksi di persidangan," ucap Arya sambil tetap fokus memandang ke jalanan.


"Apa Nona pikir setelah Nona terlibat dengan semua ini mereka akan membiarkan Nona bernafas dengan bebas?" tanya Arya dengan nada ketusnya.


Mendengar jawaban Arya, Lena menarik napas panjang.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain", ucap Lena kemudian. Dia benar-benar tidak pernah berpikir bahwa dia akan terlibat dengan hal serumit ini dalam hidupnya. Awalnya dia mengira bahwa memenuhi permintaan Rani untuk menolong Nina adalah hal sederhana. Ternyata dia salah besar. Lena baru tersadar bahwa dia telah mengantarkan dirinya pada sebuah bahaya besar yang mengancam.


Dan di tengah segala pikiran yang berkecamuk itu pun akhirnya mereka sampai ke tempat persidangan, sebelum akhirnya Nina memberi kesaksian.


End of flasback.

__ADS_1


***


Muka Charles terlihat memerah mendengar kesaksian Nina yang sudah pasti membahayakan nasib hidupnya. Charles menyapukan pandangan ke sekeliling, menelisik situasi di ruang persidangan.


Charles melihat beberapa anak buah Johan berada di sana. Arya dan anak buahnya juga tak luput dari pandangannya, meskipun Charles tidak mengetahui siapa mereka.


Melihat aparat yang berjaga hanya ada beberapa, tiba-tiba Charles beranjak dan menghampiri aparat yang berada tak jauh darinya, kemudian mengambil senjata api yang menancap di dekat pinggangnya.


Charles mengeluarkan satu tembakan yang melukai seorang hakim, sehingga riuh teriakan orang yang menyaksikan persidangan pun membuat suasana sidang semakin tak terkendali.


Melihat situasi yang menguntungkannya itu, Charles pun memanfaatkan kesempatan untuk segera keluar dan lari bersama anak buah Johan yang sudah siap di luar, menjalankan rencana kedua yang telah mereka persiapkan.


Namun karena Arya dan anak buahnya juga berada di sana, Charles pun bertindak cepat untuk melancarkan aksinya. Dia menarik Lena dan mengarahkan senjata api ke arah kepalanya, sehingga baik aparat kepolisian maupun Arya tidak berani melangkah untuk menangkapnya.


"Berhenti! Atau kalian akan kehilangan gadis ini," teriak Charles, sambil terus menyeret Lena dengan tangan kirinya dia posisikan di leher Lena dan tangan kanannya mengarahkan senjata api ke bagian samping kening Lena.


Charles berjalan mundur ke arah luar, dengan posisi Lena masih terus berada dalam ancamannya.


BERSAMBUNG


🌹🌹🌹


Ditunggu like, vote, favorit dan rate 5 nya ya...

__ADS_1


__ADS_2