METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA

METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA
Meysie dan Ega (Part 1)


__ADS_3

Allah menganugerahi kita dengan dua kaki untuk berlari, dua tangan untuk menggenggam, dua telinga untuk mendengar, dan dua mata untuk melihat. Namun mengapa Allah hanya memberi kita sekeping hati? Jawabannya karena Dia telah memberikan sekeping hati lagi pada yang lainnya. Siapa dia? Sudah menjadi tanggung jawab manusia itu sendiri untuk mencarinya.


Begitulah cinta. Setiap warnanya selalu menarik untuk digores dalam sebuah kanvas penuh warna. Seperti itu juga rumitnya kisah cinta seorang Meysie dan Ega yang kini telah sah menjadi suaminya. Pernikahan yang cukup unik dalam sepanjang kisah perjalanan cinta seluruh umat manusia pun akhirnya rela dijalani seorang Ega. Bagaimana tidak? perempuan yang dinikahinya masih saja terbaring koma, dan tak juga terbangun dari tidurnya.


Ya, Meysie masih terbaring lemah di ruang itu. Alat penunjang masih merayap di seluruh tubuhnya. Kabel-kabel tertata di badan, Pipa karet menyumbat kerongkongan, juga selang infus yang terpasang di tangan.


Dalam lelap, Meysie masih berjuang. Menunggu keputusan Sang Maha Pemberi Kehidupan, menuliskan takdir untuk dirinya dan cintanya. Meskipun, kehidupan atau kematian hanya sang waktu yang akan menjawabnya. Karena Allahlah Sang Pemberi Keputusan Yang Maha Bijaksana.


"Kenapa kau belum juga bangun, Sayang? Apa kau tak merindukan aku?" cicit Ega sembari mengelus kepala Meysie dengan sayang.


Sejak mereka resmi menjadi suami istri, Ega memang memutuskan tinggal di rumah sakit selama 24 jam penuh. Nyonya Atmaja pun kini hanya sesekali saja menjenguk Meysie, mengingat kini putri kesayangannya itu telah mempunyai seorang suami.


Ya, dia adalah Ega Rahardian. Seorang CEO muda yang menjadi satu-satunya pewaris tahta pengusaha kaya raya, Wisnu Rahardian. Awalnya mereka memang bersatu karena sebuah perjodohan. Karena Wisnu Rahardian dan Atmaja adalah sahabat karib selama menjalankan masing-masing perusahaan.


Ega dan Meysie pun menjalin hubungan tanpa cinta pada awalnya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, cinta itu tumbuh dan bersemi begitu saja di hati Ega. Bahkan, Ega sudah berikrar bahwa Meysie adalah cinta pertama dan terakhirnya.


Waktu pun terus berjalan. Sikap Meysie kepada Ega tak banyak mengalami perubahan. Hingga Ega pun berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya Meysie rasakan.


***


Flashback


Sebulan sudah Ega menugaskan anak buahnya untuk mengikuti Meysie dan semua aktifitasnya. Sebulan itu juga dia mendapatkan informasi lengkap tentang kedekatan Meysie dan Ryan Dewangga.


Hingga suatu ketika, Ega mendapatkan sebuah pesan. Di dalam pesan itu, anak buah Ega memberitahukan bahwa hari itu Meysie akan bertemu dengan Ryan di sebuah restoran.

__ADS_1


Sesuai waktu yang diinformasikan, Ega pun memilih untuk duduk di belakang meja yang sudah Ryan pesan, hingga apa saja yang mereka bicarakan dapat dia rekam.


"Izinkan aku memilikimu dengan segala perasaan yang telah Allah titipkan kepadaku. Aku hanya ingin menjagamu dengan segala rasa cintaku, Mey. Dan malam ini, aku ingin memintamu untuk menjadi kekasih halalku, yang akan mendampingiku sepanjang sisa usiaku," ucap Ryan ketika itu.


Ega berusaha menahan geram, mendengar tunangannya dilamar seorang pria yang sebulan terakhir telah dia anggap sebagai saingan.


"Aku bersumpah aku juga mencintaimu lebih dari apapun. Tapi aku benar-benar tidak bisa," jawab Meysie ketika itu, dengan lelehan air mata yang tak mampu tertahan dari matanya.


Jawaban Meysie menggelegar bagai petir yang menyambar. Bagaimana tidak? Perempuan yang telah Ega nisbatkan sebagai cinta pertama dan terakhirnya, kini mengakui perasaan cintanya kepada laki-laki selain dirinya.


"Kenapa?" Ryan menatap Meysie dengan tajam, menuntut penjelasan.


"Sebentar lagi aku akan menikah," jawab Meysie sambil berlalu, meninggalkan Ryan yang kini sedang terpaku sendirian.


Waktu pun kian berlalu. Selama itu juga Ega terus mencari informasi perkembangan hubungan Ryan dan calon istrinya, termasuk kabar retaknya hubungan keduanya yang berakhir dengan kembalinya Ryan ke Indonesia.


Hingga sebuah skenario pun Ega atur sedemikian rupa, agar perjodohannya batal tanpa ada yang merasa terpaksa.


Ndrett-Ndrett.


Sebuah pesan dari Ega masuk ke ponsel Meysie. Dalam pesan itu, Ega meminta Meysie untuk datang ke apartemennya.


Meysie pun segera melajukan kendaraannya, menuju apartemen Ega. Setelah memencet nomor sandi pintu apartemen itu, Meysie pun masuk tanpa mengucap permisi terlebih dahulu.


"Ga! Ega!" panggil Meysie begitu merasa bahwa ruang itu sepi.

__ADS_1


Tak ada sahutan. Ega yang Meysie cari-cari tak juga menampakkan batang hidungnya, hingga Meysie pun memutuskan untuk mencari Ega di kamarnya


Namun tiba-tiba Meysie menghentikan langkahnya, tepat sebelum pintu kamar Ega dia buka. Dari dalam sana, terdengar suara berisik orang yang sedang memadu cinta. Desahan, erangan, bahkan teriakan-teriakan manja memekik memerahkan telinga.


Dengan hati dan pikiran yang sulit diungkapkan dengan kata-kata, Meysie pun membuka pintu kamar itu perlahan. Dan alangkah kagetnya Meysie melihat kejutan yang ada di depannya.


"Ega!" seru Meysie, begitu mendapati Ega dan seorang perempuan telah bercumbu di atas ranjang tanpa mengenakan sehelai pun busana. Meysie pun segera berlari keluar sambil menangis sejadi-jadinya.


"Sayang," panggil Ega sambil beranjak dari tempat tidurnya. Bahkan Ega sempat berusaha mengejar Meysie agar semua seolah berjalan tanpa rekayasa.


Meysie yang merasa dikejar pun terus mengayunkan langkahnya, hingga Ega tak mampu mengejarnya.


Begitu Meysie keluar dari area parkir apartemen, Ega langsung masuk ke dalam dan mengurus pembayaran aktris wanita yang berpura-pura menjadi selingkuhannya.


"Aku rela kau bersama dengannya, Sayang. Asalkan kau bahagia," guman Ega dalam hati.


Kini senyum dan tangis pun bercampur menjadi satu, mengaduk-aduk hati dan jiwa Ega.


End of flashback


***


Ega terus menatap wajah cantik yang kini masih terbaring lemah di hadapannya itu. Di belainya wajahnya yang ayu. Kulitnya yang putih bersih, bulu matanya yang lentik, hidungnya yang mancung, alisnya yang tebal juga bibir tipisnya yang masih bersemu merah meskipun kini agak pucat, membuat decak kagum terus tertanam dalam hatinya. Senyum Ega pun mengembang jika mengingat bahwa bidadari yang kini ada di depannya itu, sekarang adalah istri sahnya.


"Mengapa kau tak bangun juga dari tidurmu, Sayang? Aku sudah sangat rindu mendengar canda dan tawamu. Jika tahu semua akan terjadi seperti ini, aku bersumpah waktu itu aku tak akan pernah melepaskanmu. Bangunlah, Sayang. Akan kubuat kau mencintaiku, dan menjadikan aku satu-satunya lelaki yang mengisi seluruh ruang kosong dalam hatimu. Ayolah Meysie! Bangunlah dan sambutlah aku, Ega Rahardian suamimu," cicit Ega tanpa ada jawaban sedikitpun dari lawan bicaranya.

__ADS_1


Ega pun terus menggenggam tangan wanitanya penuh cinta. Hingga tangan dingin itu tiba-tiba bergerak dan membalas genggaman tangan Ega. Ya, Meysie benar-benar menggenggam tangan suaminya dengan sangat erat, bahkan sampai membuat Ega meringis menahan cengkeraman yang Meysie buat.


BERSAMBUNG


__ADS_2