METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA

METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA
Kota Rothenburg ob der Tauber


__ADS_3

Jerman adalah salah satu negara terindah di dunia. Selama kita menginjakkan kaki di sana, kita akan menemukan reruntuhan Romawi, desa abad pertengahan, kota-kota baru yang berkilauan, atau pusat kota Barok.


Disanalah Prabu dan Titania saat ini berada. Setelah di jemput mobil yang disiapkan oleh sahabat Prabu di Bandara, mereka menuju sebuah hotel yang terletak di dekat gerbang kota tua Rothenburg ob der Tauber.


Rothenburg ob der Tauber sendiri adalah sebuah kota yang didasarkan pada sebuah dongeng. Di sana, siapapun akan merasa bahwa dirinya telah masuk ke dunia Grimm Bersaudara saat berjalan melalui jalan-jalan berkelok di pusat tua, yang penuh dengan bangunan abad pertengahan yang terawat sempurna. Bahkan, penampilan unik Rothenburg ob der Tauber ini telah membuat kota itu sangat menarik bagi para pembuat film, salah satunya adalah film Harry Potter yang mengambil lokasi ini sebagai lokasi shooting di salah satu season-nya.


Setelah dua jam beristirahat di hotel, Prabu dan Titania yang mendapat pinjaman mobil berikut dengan supirnya dari sahabat yang juga merupakan koleganya saat Dewangga Group masih berjaya itu akhirnya menuju sebuah apartemen yang jaraknya tak terlalu jauh dari sana.


Sepanjang perjalanan dua manusia itu pun menggumuli setiap titik alam sadar mereka. Sebuah perjalanan yang akan membawa mereka pada kilatan masa lalu yang menyakitkan, namun tetap harus mereka sambangi lagi demi legenda indah di masa depan.


"Apakah kau gugup?" pertanyaan Titania kepada suaminya, yang sangat aneh bagi siapapun yang mendengarnya.


“Tidak, selama ada kau bersamaku,” jawab Prabu sambil tersenyum renyah.


Sebenarnya saat itu Prabu sedang sangat gugup. Bukan karena sosok Aghata yang pernah menjadi warna tersendiri dalam hatinya, namun karena dirinya terus membayangkan bagaimana saat dua istrinya itu akan duduk bersama dalam satu meja bersama seorang pria yang sama-sama adalah suami mereka.


"Ahhh, kenapa aku jadi sangat takut menghadapi semua ini?" batin Prabu dalam hati.


Sebuah ketakutan, yang bahkan tidak pernah terbayangkan oleh seorang Prabu yang terkenal sebagai CEO peusahaan terbesar di negeri ini yang dingin, tegas dan sangat kuat dalam segala hal pun kali ini benar-benar muncul, hanya karena dua orang wanita yang pernah mengisi ruang hati dalam sejarah hidupnya.


Titania hanya tersenyum getir mendengar jawaban suaminya yang sangat jauh jika dibandingkan dengan ekspresi muka yang tiba-tiba menjadi sangat aneh menurutnya.


"Kita sudah sampai, Tuan," ucap supir begitu mereka sampai di lobby sebuah apartemen mewah, dengan menggunakan bahasa Inggris.

__ADS_1


Baik Pak, akan kami telphon begitu kami sudah selesai, jawab Prabu sambil keluar dari mobilnya, kemudian mengambil gerakan memutar menghampiri istrinya, seraya mengulurkan tangan agar istrinya itu bisa berjalan dalam genggaman tangannya.


Mereka sama-sama mengambil nafas panjang dan menghilangkan sekelumit ragu yang kini tiba-tiba muncul kembali.


"Kamu siap, Sayang?" Prabu menatap istrinya penuh arti. Sambil mengeratkan genggamannya, Titania pun mengangguk dengan senyum tipis yang setengah dipaksakan.


Mereka pun memasuki sebuah lift dan memencet sebuah angka dimana apartemen Aghata berada. Dan tak butuh waktu lama, pintu lift pun terbuka. Dengan cepat mereka mecari nomor apartemen Aghata yang sebelumnya telah di beritahukan Naja sebelumnya. Hingga sampailah mereka pada sebuah pintu, dimana Naja dan dua orang pria besar bertubuh tegap berdiri disana.


"Waktu Anda tidak banyak, Tuan. Anda hanya punya waktu tiga puluh menit dari sekarang untuk meyakinkan Nyonya Aghata dan mengajaknya untuk terbang ke Indonesia bersama kita," ucap Naja sambil menundukkan kepalanya.


***


Flashback


Tiga hari sebelum kedatangan Prabu ke Jerman, Naja yang berpamitan kepada Rani dan Ryan dengan dalih ingin mengunjungi keluarganya pun terbang ke Jerman tanpa sepengetahuan mereka. Tiga hari itu Naja dan tim nya bekerja cukup keras hingga model penjagaan ketat yang diterapkan untuk mengamankan Aghata bisa mereka kendalikan sepenuhnya.


Puncaknya hari itu. Semua CCTV baik di luar maupun di dalam apartemen telah berhasil diretas oleh Naja, sehingga Prabu bisa masuk dengan leluasa tanpa bahaya. Anak buah Daniel yang memantau CCTV pun sama sekali tidak menyadari bahwa ada hal yang tidak beres dengan CCTV yang di pantaunya. Finishing touch-nya adalah mengendalikan dua pengawal yang berjaga di depan pintu apartemen Aghata. Dengan kemampuan Naja mengendalikan tubuh dan pikiran lawannya, dengan mudah Naja bisa menyempurnakan tugasnya dan membuat dua pengawal itu tak bisa mengendalikan alam bawah sadarnya.


Waktu itu Naja menggunakan cara Conversational Hypnosis, cara elegan hipnosis menggunakan percakapan hingga membuat dua pengawal itu dalam kondisi trance tanpa membuat keduanya tertidur sehingga tidak mencurigakan. Naja hanya mematikan pikiran sadar dua pengawal itu hingga tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya dan sekitarnya, setelah pada awalnya dia berpura-pura salah mengetuk pintu apartemen dan membuat kedua pengawal itu akhirnya berbicara padanya.


End of flashback


***

__ADS_1


Di dalam apartemen, seorang wanita separuh baya yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang tak lagi muda itu sedang asyik membaca sebuah tabloit di atas sofa empuk, yang hampir selalu memanjakannya dalam kesendirian yang dipilihnya.


Mata hijaunya yang begitu langka, bergerak-gerak mengikuti kata demi kata yang terangkai pada tabloit yang dibacanya. Sesekali dia melirik juice buah yang berada di depannya, sebelum akhirnya mengambil dan meneguknya. Sesekali juga dia menatap televisi yang selalu menyala untuk mengusir rasa kesepian yang menyelimutinya.


Ting-tong-ting-tong.


Tiba-tiba suara bel dari arah pintu apartemennya berbunyi, membuat Aghata menghentikan aktifitasnya dan menyambar hijab yang terletak disampingnya, untuk menutup rambut panjang yang diikat asal di atas kepalanya. Waktu itu dia mengenakan dress selutut warna hitam dan celana legging warna senada, membuat kulitnya yang putih bersih tampak mencolok menambah aura kecantikan seorang perempuan berdarah Jerman-Indonesia itu terpancar sempurna. Dan hanya dalam waktu beberpa detik saja, dia pun segera mengenakan hijab itu, kemudian beranjak dan membuka pintu dengan santainya.


"Mau apalagi pengawal itu? Menggangguku saja," omel Aghata dalam hati.


Dia mengira bahwa yang memencet bel apartemennya adalah pengawalnya. Namun alangkah terkecutnya ketika pintu terbuka, dan dia melihat siapa yang saat ini berada di hadapannya.


BERSAMBUNG


❤❤❤


Pembaca setia,


Jangan lupa tinggalkan jejak ya. Kasih vote, like, comment juga favorit. jangan lupa juga kasih rate 5. Terima kasih.


Catatan:


Trance adalah sebuah fenomena saat seseorang berada di luar kendali dan pikirannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2