
Detik berganti detik, menyambut langit biru yang mulai menjingga mengiringi sang surya yang malu-malu dibalik awan yang mulai menghitam. Malam dan siang pun terus berputar, seiring dengan sang senja yang terus menanti datangnya fajar. Begitulah kehidupan. Waktu terus saja berlari meninggalkan jiwa-jiwa yang masih merangkak merangkai cerita kehidupan, hingga ternganga ketika menyadari bahwa jiwa-jiwa itu telah membiarkan waktu berlalu tanpa hal berarti bisa dia dapatkan.
Ya, waktu memang tak pernah berhenti. Dia terus bergerak bagai air kehidupan yang terus mengalir seperti pahatan takdir yang telah ditasbihkan. Bagaimana tidak? Sudah menjadi hukum alam bahwa hanya ada dua pilihan. Dia harus terus mengalir atau akan keruh dalam genangan.
Begitu juga dengan pahatan asa yang diukir oleh Ryan Dewangga dan Arania Levana. Mereka sadar bahwa apa yang telah pergi tak akan pernah bisa kembali lagi. Karena itulah enam bulan yang telah mereka lalui pasca kebangkrutan yang dialaminya membuat mereka memutuskan untuk mengukir sejarah baru dalam kehidupan mereka mulai dari awal. Bagai air yang harus terus mengalir jika tidak mau mengeruh jika tergenang, mereka pun terus bergerak untuk menggapai asa yang mereka impikan.
Dan ternyata benar. Enam bulan yang telah berlalu tak mereka lewatkan begitu saja. Rani tetap menjalankan tugasnya seperti biasa, sementara Ryan mulai bisa melihat hasil dari kerja kerasnya.
***
Hari ini bukan hanya menjadi sejarah baru dalam kisah percintaan seorang Arania Levana dan Ryan Dewangga, tapi juga hari yang bersejarah bagi seluruh warga sekitar perkebunan. Hari dimana Green Family Adventure resmi dibuka sebagai calon tempat wisata unggulan di Kota X, tempat wisata milik swasta pertama yang mengusung konsep kerakyatan karena melibatkan masyarakat sekitar sebagai pekerjanya. Mulai dari perkebunan, area parkir, ticketing, Cafe dan seluruh pekerja semua berasal dari warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan. Bahkan secara bersamaan Ryan bisa merilis sebuah produk minuman kopi home made, dimana masyarakat bisa melakukan pekerjaan mereka dari rumah masing-masing.
“Inilah Green Family Adventure,” dengan bangga Ryan meperkenalkan tempat wisata baru dalam sambutannya.
Ya, inilah Green Family Adventure. Sebuah tempat wisata family-friendly, wisata alam keluarga di tengah hamparan kebun kopi luas yang mengitari sebuah bukit yang tinggi, dengan slogan utama terpampang nyata di pintu gerbang menuju area parkir utama, “Cerdas bersama alamku, nikmat bersama kopiku.”
Bendera-bendera panjang bertuliskan perusahaan-perusahaan yang dengan senang hati menjadi sponsor, juga banyaknya bendera komunitas Jeep Indonesia mengelilingi setiap sudut tempat wisata. Perkebunan yang dulu hanya hamparan kopi yang harus menunggu satu tahun untuk bisa dinikmati hasilnya, kini berubah menjadi tempat wisata besar yang bahkan tak pernah terbayang sedikitpun di benak pemiliknya.
“Rani tidak mengira akan menjadi sebesar ini,” setelah Rani mengucapkan selamat atas buah karya suaminya, Rani benar-benar tidak bisa menyembunyikan perasaan terharunya.
__ADS_1
“Ternyata tidak hanya uang yang bisa bicara bukan? Kecerdasan berpikir, koneksi serta jaringan juga hubungan yang baik dalam sebuah pertemanan ternyata berperan besar,” timpal Ryan sambil menatap puas hasil kerja kerasnya.
Mereka berdua sama-sama tidak menyangka jika dengan modal uang belanja yang diberikan Ryan ketika itu bisa melahirkan maha karya yang luar biasa. Semua berkat Jaringan yang berhasil dibangun Ryan dan Rani hingga banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi.
***
Di waktu yang sama di tempat yang berbeda, Daniel Cullen terlihat geram melihat live report peresmian sekaligus pembukaan Green Family Adventure yang ditayangkan hampir di seluruh TV nasional dan TV lokal hari ini. Sudah bukan rahasia lagi, Rani adalah orang nomor satu yang paling menguasai media, dengan kemampuan yang tidak dapat diragukan lagi, sehingga sangat wajar jika berita Green Family Adventure hari ini menjadi tranding topic pemberitaan yang segera saja viral sampai ke pelosok negeri.
“Ternyata dia tidak selemah yang ku kira,” umpat Daniel sambil mematikan televisi dengan remote control-nya, kemudian membuang remote itu begitu saja hingga kepingan-kepingannya terserak di lantai ruang kerjanya.
Meski bisnis itu tak ada seperseribu jika dibandingkan dengan perusahaan yang pernah Ryan miliki, namun tetap saja perasaan tidak suka yang terpancar dari sorot mata Daniel saat mengetahui bahwa Ryan mulai bangkit dari keterpurukannya, benar-benar menguasai hati dan jiwanya.
“Johan!” teriak Daniel memanggil Johan yang kebetulan ruangannya tepat di depan ruangan tuannya.
Dengan panggilan sekencang itu, tidak perlu panggilan dua kali telinga Johan sudah langsung memberi respon dan bergegas meluncur ke ruang majikan yang sedang naik darah itu.
“Saya, Tuan,” ucap Johan begitu tiba di dalam ruang kerja Daniel.
“Sebesar apa Green Family Adventur punya pengusaha tengil itu?” tanya Daniel datar.
__ADS_1
“Tidak besar, Tuan. Hanya perbukitan yang disulap menjadi sebuah tempat wisata. Dia tidak punya cukup modal untuk membuat tempat itu menjadi lebih besar. Dia hanya memanfaatkan jaringan komunitas Jeep dan pengusaha-pengusaha kecil yang ingin berinvestai di tempat itu saja. Anda tidak perlu cemas, tidak mungkin seorang Ryan Dewangga akan menjadi pengusaha kaya seperti Anda hanya mengandalkan tempat itu,” jelas Johan mengerti arah pembicaraan tuannya.
“Untung aku sudah datang ke tempat itu langsung untuk memastikan. Karena sesuai dugaan, tuanku ini pasti akan naik pitam dan bertanya macam-macam,” guman Johan dalam hati.
“Jalankan rencana kedua. Aku ingin keluarga Dewangga hancur tak bersisa,” perintah Daniel begitu mudahnya lolos dari mulutnya.
“Baik, Tuan,” Johan menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan Daniel begitu saja.
Akhirnya, Daniel akan menjalankan rencana yang telah lama disusunnya. Sebenarnya rencana itu adalah rangkaian dari rencana pengambilalihan Dewangga Group ke tangannya. Namun karena sebelum dia mengeksekusi perusahaan itu Arya telah lebih dulu menghancurkan perusahaan keluarga Dewangga, sehingga rencana demi rencana yang dia susun ditundanya. Dia ingin melihat keluarga Dewangga sampai tidak mempunyai apa-apa pasca kebangkrutan perusahaannya hingga penderitaan yang dialaminya dulu dirasakan oleh Prabu Dewangga, namun ternyata salah. Ryan mampu bertahan bahkan bangkit dari keterpurukannya.
“Tunggulah sampai aku menghancurkanmu tanpa sisa, Prabu Dewangga. Demi ibu yang telah melahirkan dan membesarkanku seorang diri, dan untuk penderitaan yang telah kami rasakan selama ini,” gumam Daniel lirih.
Pandangannya kosong, seolah mengingat kembali episode demi episode kehidupannya bersama sang ibu yang telah begitu menggoreskan luka dalam keseluruhan episode hidupnya.
BERSAMBUNG
❤❤❤
Jangan lupa tinggalkan like, vote, rate 5 dab comment positifnya ya. Terima kasih.
__ADS_1