METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA

METAFORA CINTA LEGISLATOR MUDA
John Angelo


__ADS_3

Namanya John Angelo, tapi sejak kecil sang ibu memanggilnya dengan nama Johan. Dia adalah seorang pria berusia 24 tahun berkewarganegaraan Jerman yang hidup sebatang kara sejak di usianya yang ke tujuh tahun.


Ya. Suratan nasib membuat dia kehilangan kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan mobil yang menghilangkan nyawa keduanya.


Suratan nasib juga yang membuat dia harus kehilangan seluruh harta warisan kedua orang tuanya, karena ketamakan sang paman, adik dari ayahnya.


Begitulah. Sejak kedua orang tuanya meninggal, pamannya membawa istri dan anak-anaknya untuk tinggal di rumah Johan. Mereka semua ikut menikmati seluruh fasilitas dan kekayaan Johan tanpa terkecuali, termasuk perusahaan ayahnya yang akhirnya dikelola oleh sang paman karena Johan belum cukup dewasa.


Namun, ternyata hanya menikmatinya tanpa ada jaminan menjadi pemilik utama membuat sang paman buta hatinya. Hingga suatu ketika, paman Johan merencanakan sebuah penculikan bahkan berencana ingin menghilangkan nyawanya.


Saat itulah takdir mempertemukan Johan dengan Daniel, di usia mereka yang sama-sama terbilang sangat belia. Ya, saat itu mereka berusia tujuh tahun.


Waktu itu, sang paman menggunakan jasa penculik bayaran untuk menyekap dan menghabisi Johan di sebuah bangunan tua. Johan mengetahui bahwa itu adalah rencana pamannya karena dia mendengar percakapan antara sang paman dengan orang yang menculiknya melalui panggilan telepon saat mereka berada di dalam mobil yang membawanya secara paksa.


"Anak itu sudah di tangan kita, Boss. Sesuai rencana, kita menangkapnya saat dia pulang sekolah, dan setelah ini akan kami habisi di bangunan tua itu," ucap salah satu pria yang waktu itu duduk di kursi samping pengemudi, sementara Johan didudukkan di kursi belakang dengan tangan dan kaki yang diikat dengan seutas tali.


Di usianya yang ke tujuh tahun, tentu Johan sudah bisa menangkap apa arti pembicaraan mereka. Johan yang mempunyai kecerdasan di atas rata-rata jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya pun segera memutar otak, bagaimana cara melepaskan diri dari para penculik itu.


Selama beberapa waktu, Johan hanya bisa berusaha bagaimana caranya agar ikatan tali di tangannya bisa terlepas. Dengan menggerak-gerakan tangannya, setelah bersusah payah pun akhirnya tali di tangannya berhasil terlepas.

__ADS_1


Agar tidak diketahui para penculik itu, Johan pura-pura masih terikat, hingga tiba-tiba mereka menghentikan mobilnya saat traffic light menunjukkan warna merah. Di saat itulah dengan secepat kilat Johan melepas ikatan di kakinya kemudian keluar dari mobil dan berlari dengan sekencang-kencangnya.


Menyadari Johan kabur, dua penculik itupun segera menepikan mobil itu dan mengejarnya, hingga terjadi aksi kejar mengejar selama beberapa waktu.


Johan terus berlari dengan kencang, sementara kedua penculik itu terus mengejarnya. Dan di saat Johan hampir menyerah karena lelah, tiba-tiba seorang anak kecil seusianya menariknya dalam sebuah gang sangat sempit, kemudian menyembunyikan Johan di dalam drum sampah untuk mengecoh para penculik yang sedang mengejarnya.


Sejak saat itulah Johan dan Daniel bertemu, bahkan Daniel harus rela makan tak kenyang karena makanan yang diberikan Aghata harus dibagi dengannya secara rata. Sejak saat itu juga, Johan bersumpah akan selalu setia dan menjaga Daniel seumur hidupnya, seperti Daniel dan Aghata yang juga rela menjaganya hingga dia bisa terus melanjutkan hidupnya.


Jadi, tak heran jika Johan mengikuti kemanapun Daniel pergi, bahkan saat Daniel dan Aghata harus berpindah dari satu kota ke kota yang lainnya demi mencari sesuap nasi dan mempertahankan hidupnya.


Dan karena dendam Daniel kepada Prabu Dewangga ketika itu, juga dendam Johan kepada pamannya, membuat keduanya saling menguatkan dan bekerja keras mencari uang, hingga akhirnya mereka bisa mendirikan sebuah kafe yang akhirnya bisa mengantarkan mereka pada kesuksesan seperti sekarang.


Nina tercengang mendengar penjelasan yang Johan sampaikan. Dia benar-benar tidak mengira kalau ikatannya dengan Daniel bukan hanya Karena ikatan seorang pelayan dengan majikannya saja, tapi ada ikatan kemanusiaan dan cinta kasih sesama manusia yang bahkan tidak bisa digambarkan dengan logika.


“Kumohon, mengertilah, Sayang. Dia sangat berarti bagiku. Dan terimalah diriku apa adanya, termasuk ikatanku pada malaikat penolongku,” Johan mengucapkan kalimat itu dengan bulir bening yang menetes di pipinya.


Sungguh, kali ini Nina benar-benar melihat pemandangan yang tidak biasa. Seorang Johan yang terbiasa cuek dengan wajah datarnya, kini menangis di depan gadis kecil yang baru saja dinikahinya. Dan semua itu karena Johan jadi teringat akan pahitnya kisah hidup di masa lalunya.


"Maafkan aku," lirih Nina, setelah mendengarkan Johan bercerita tentang masa lalu yang harus dilaluinya. Kini tangannya bergerak mengusap air mata yang akhirnya membasahi pipi suaminya.

__ADS_1


"Aku sungguh sangat jahat, hingga aku sampai berprasangka buruk kepadamu," ucap Nina lagi lirih, bahkan hampir tak terdengar di telinga Johan.


"Ssst. Aku mengerti, Sayang. Kejadian kemarin itu pasti membuatmu takut. Harusnya aku yang menjagamu, bukan hanya karena kau adalah adik sepupu tuanku, tapi karena kau adalah wanita yang aku cintai," tutur Johan lembut. Kini tangannya dengan gesit bergerak dan memeluk erat tubuh istrinya, hingga mereka bisa tidur berhadapan dan saling mendekap dengan penuh kehangatan.


"Biarkan aku mencintaimu dengan caraku, cinta di atas sumpah setia yang telah kuikatkan dalam hatiku dengan sepenuh jiwa kepada tuanku dan Tuhanku. Biarkan aku mencintaimu dengan caraku sendiri, seperti cara leukosit terhadap demam, yang melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit yang menyerang, atau seperti bulan yang datang kala matahari telah pergi," lanjut Johan dalam tatapan penuh cinta dan kerinduan yang menyala.


"Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf," Nina mengulang-ulang kalimatnya.


"Tak ada yang perlu dimaafkan, Sayang. Harusnya aku bilang sejak awal, hingga kau tak perlu salah paham. Sekarang, izinkan aku untuk sekali lagi bertanya kepadamu, maukah kau menerimaku dengan segala kelebihan dan kekuranganku?" Johan menautkan jari jemarinya dengan jari jemari istrinya.


"Aku hanya manusia biasa yang ingin belajar mencintaimu dengan sempurna, yang tidak hanya menerima kelebihanmu saja, tetapi juga akan menerima kamu apa adanya, termasuk janji setiamu kepada tuanmu yang telah melekat di dalam hatimu seumur hidupmu," Nina mengembangkan senyumnya, membuat kelegaan luar biasa dirasakan Johan setelah huruf demi huruf itu selesai Nina eja.


Dan pada akhirnya, cinta yang masih terserak akan selalu menemukan bejananya. Cinta yang terukir atas dasar saling menerima kekurangan, bukan hanya kelebihan, membuat cinta itu sendiri tak akan pernah bisa tergoyahkan. Apalagi cinta suci yang terajut atas dasar keinginan untuk menyempurnakan sebagian dari agama dan ibadahnya, bisa dipastikan Allah akan selalu mempermudah jalannya, hingga semua akan terasa indah pada waktu yang telah Allah gariskan.


BERSAMBUNG


❤❤❤


Like, vote dan rate 5 nya jangan lupa ya 😍

__ADS_1


__ADS_2