
Di sebuah ruangan kantor yang luas, seorang pemuda dengan tatapan elangnya yang tajam sedang duduk bersandar sambil memegang sebuah foto. Disana tergambar seorang perempuan cantik jelita bermata hijau, yang anggun dengan balutan hijab yang menutupi mahkota berharga yang dimilikinya. Ya, pemandangan yang aneh memang. Seorang perempuan berkewarganegaraan Jerman yang mempunyai bola mata bewarna hijau, salah satu warna bola mata yang langka karena hanya ada sekitar 2 persen dari populasi di dunia yang memilikinya, namun berbalut hijab dengan anggun mempesona.
Dia adalah Aghata Adeline, perempuan setengah baya yang merupakan ibu kandung dari Daniel Cullen, seorang pemuda yang sukses membangun usahanya mulai dari nol karena obsesi balas dendamnya terhadap seseorang yang telah meninggalkan dirinya beserta ibunya sejak dia masih kecil.
"Aku merindukanmu, Mom," ucap Daniel sambil mengecup foto perempuan yang telah melahirkannya itu berkali-kali.
Sejak Daniel memutuskan untuk tinggal di Indonesia, belum sekalipun dia pulang ke Jerman untuk sekedar menemui ibunya. Sebenarnya Daniel pernah meminta Aghata untuk tinggal bersamanya di Indonesia. Namun karena sebuah kisah masa lalunya, Aghata sangat enggan untuk kembali ke negara yang pernah menoreh luka dalam legenda hidupnya.
Memang, tak pernah sekalipun Aghata menceritakan kepada Daniel perihal ayah kandungnya dan segala penderitaan dalam hidupnya. Yang Daniel tahu, ibunya hanya menikah satu kali dengan seorang pria berkewarganegaraan Indonesia, itu pun Daniel ketahui dari sebuah foto yang menggambarkan dirinya bersama keluarga kecilnya ketika itu, dimana ibunya sedang menggendong dirinya saat baru lahir di dunia, dengan sesosok pria yang ada di sampingnya. Ya. Sosok pria yang Daniel ketahui bahwa itu adalah ayahnya, seorang ayah yang bahkan tak pernah dilihatnya sejak dia masih kecil hingga dirinya tumbuh dewasa.
"Akan kubuat pria itu bersama seluruh keluarganya menderita, seperti kau yang telah begitu lama menderita karenanya, Mom," ucap Daniel lagi, kali ini dia memegang foto seorang pria yang dua tahun terakhir ini diketahuinya bahwa pria itu adalah pria yang telah meninggalkan ibunya, dan membuat dirinya menghalalkan segala cara demi bisa membalas dendam kepadanya.
Benar. Pria di dalam foto itu adalah Prabu Dewangga. Seorang pengusaha dengan kekayaan fantastis, yang telah meninggalkan ibunya demi seorang Titania Rosmanda yang tidak lain adalah istrinya sekarang, ibu dari Ryan Dewangga. Awalnya, Daniel tidak tahu menahu tentang siapa pria yang berada di foto itu. Namun berkat kerja keras anak buahnya, dengan mudah Daniel bisa mengantongi sebuah nama.
"Bahkan pria brengsek itu rela meninggalkanmu dengan seorang bayi di tanganmu, Mom. Dan bayi itu yang kini akan menebus semua penderitaan yang kau rasakan," seru Daniel sambil menggebrak meja yang ada di depannya, dengan tatapan penuh amarah. Memorinya terus memutar kisah perjuangan hidupnya bersama dengan sang ibu yang begitu menderita.
__ADS_1
Entah kenapa, dendam di hati Daniel benar-benar membara, saat teringat betapa ibunya telah berjuang mati-matian untuk membesarkannya seorang diri. Apalagi jika mengingat bahwa sampai saat ini ibunya tidak bersedia menikah lagi dan masih mempertahankan statusnya sebagai istri seorang Prabu Dewangga meskipun puluhan tahun pria itu telah meninggalkannya, membuat pikiran Daniel untuk segera melampiaskan dendamnya menyeruak dan tak bisa lagi dibendungnya.
"Seluruh keluarga Dewangga memang brengsek. Bahkan menantu keluarga itupun sudah berani mengusik ketenanganku dengan menggagalkan rencanaku dan menghancurkan Charlie's Cafe milikku. Lihat saja! Mereka semua akan menanggung akibatnya," ceracau Daniel, masih dengan wajah kesalnya.
"Ahhh," Daniel mendesah pilu. Dia mengacak-acak rambutnya dengan kasar.
Takdir yang telah begitu kejam terhadap dirinya dan ibunya di masa lalu, kini terasa sangat berpihak kepadanya. Bagaimana tidak? Takdir telah membuatnya menjadi seorang pengusaha besar meskipun hampir semua usahanya tidak dia dapatkan secara halal. Dan kini, kesempatan demi kesempatan untuk segera melancarkan aksinya begitu terbuka lebar.
"Akan aku mulai dari perusahaanmu, Tuan Dewangga. Kali ini aku tidak akan gagal lagi seperti ketika agen mata-mata cantikku itu kau hilangkan tanpa jejak. Setelah itu akan aku rebut pejabat kecil itu dari tangan anakmu agar dia merasakan betapa sakitnya melihat orang yang dia cintai hidup bahagia bersama orang lain. Jika perlu, akan aku celakai nyonya besar keluarga Dewangga agar kau menyesal seumur hidupmu. Ha-ha-ha," tawa Daniel menggelegar memenuhi seluruh ruang.
Daniel tidak peduli lagi dengan reaksi yang akan ibunya tunjukkan jika mengetahui apa yang telah dia lakukan. Daniel yang sebenarnya dididik secara baik oleh ibunya, justru tumbuh menjadi sosok jahat karena dendam yang menyelimuti hati dan jiwanya. Kelembutan dan kesabaran yang ditunjukkan ibunya bahkan tidak mampu meredam kemarahan yang menguasai dirinya. Justru ketegaran dan gigihnya perjuangan ibunyalah yang semakin membuat dirinya sakit dan menyulut api hingga semakin membara dan tak dapat dipadamkan lagi.
***
Di kediaman keluarga Dewangga, Tuan Prabu sedang duduk bersandar sambil memejamkan matanya. Tangan kanannya memijit-mijit pangkal hidungnya, sekedar menenangkan diri dari segala hal yang telah membebani pikirannya. Kejadian saat Naja menyusup masuk dalam ruangannya waktu itu sungguh membuat dirinya tersadar bahwa orang yang sedang berusaha menguasai perusahaannya benar-benar berniat ingin menghancurkan keluarganya.
__ADS_1
"Siapa dia sebenarnya?" gumamnya lirih, sambil menunggu Naja yang sedang menyiapkan seluruh data tentang sosok itu, yang tak lain adalah mantan majikan Naja.
Setelah beberapa jam, Naja kembali dan menyodorkan beberapa kertas yang berisi informasi lengkap tentang kempetitor yang akhir-akhir ini sering mengusik ketenangan keluarga Dewangga.
"Dia adalah orang yang pernah hadir di masa lalu Anda, Tuan," Naja berkata dengan menundukkan kepalanya.
"Maksud kamu? Siapa dia?" seru Prabu sambil membaca informasi lengkap tentang sosok yang gigih ingin menguasai perusahannya itu.
Melihat apa yang tertulis disana, tiba-tiba mata Prabu membelalak. Dia tidak menyangka bahwa takdir sedang mempermainkan dirinya.
"Jadi dia adalah putra dari Aghata?" pekik Prabu Dewangga, menyadari siapa sosok yang begitu ingin menghancurkan kehidupannya.
"Aku harus segera menemuinya," tanpa menunggu lama, Prabu Dewangga keluar dari ruang kerjanya diikuti Naja yang terus mengekor di belakangnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
❤❤❤
Jangan lupa bagi jempol dan vote-nya ya guys. Jangan lupa juga bintang 5 dan comment positifnya. Terima kasih.