DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 10 bertemu Siska


__ADS_3

Cherry hanya terdiam merenungi apa yang di katakan Dokter Arif dia juga tidak tau yang di katakan Dokter Arif benar atau tidak.


" Saya benarkan?" tanya Dokter Arif. Cherry menggeleng.


" Terserah kamu mau berpikir apa tentang Verro. Jangan terlalu fokus tentang keburukannya. Ingat yang baiknya juga. Dan yang paling utama adalah kamu menjaga kesehatan kamu. Dan teruslah tersenyum," ucap Dokter Arif memberi saran.


" Oke Cherry," ucap Dokter Arif.


" Baik Dokter," sahut Cherry mengangguk.


**********


Selesai menemui Dokter Arif Cherry duduk di taman rumah sakit. Menunggu supir yang akan menjemputnya. Cherry bermain dengan ponselnya.


Tiba-tiba seorang wanita sebaya dengan dirinya duduk di sampingnya. Wanita yang memakai pakaian rumah sakit. Gadis remaja itu sedang menelpon dengan wajah keceriannya.


๐Ÿ“ž" Iya sayang tenanglah aku sudah cek-up dan hasilnya membaik," ucap sang wanita yang menelpon dengan cerianya. Seperti menelpon kekasihnya.


Cherry melihatnya mendengus tersenyum. Melihat wanita itu tampak bahagia karena memberi kabar kepada kekasihnya.


๐Ÿ“ž" Ya sudah selamat malam. I love you," ucap sang wanita menutup telponnya. Bahkan wanita itu mencium ponselnya.


Gadis itu langsung malu. Ketika menyadari ada orang lain di sampingnya yang juga tersenyum melihatnya.


" Aku terlalu lebay ya?" tanya gadis itu merasa malu. Cherry menggeleng.


" Maaf ya pasti membuat kuping kamu geli," ucap gadis itu merasa tidak enak. Dia memang menyadari ke lebayan nya.


" Tidak kok, kamu terlihat bahagia saat menelpon. Sepertinya orang yang kamu telpon sangat special," tebak Cherry.


" Oh iya.. Dia pacar aku," jawab gadis itu malu-malu.


Cherry mengangguk-angguk kan kepalanya tersenyum lebar.


" Kenalin aku Siska," ucap sang Siska mengulurkan tangannya.


" Hay aku Cherry," sahut Cherry langsung menyambut uluran tangan itu.


" Kamu ngapain di rumah sakit?" tanya Siska.


" Aku sedang cek-up," jawab Cherry kalau kamu?" tanya Cherry.


" Sama aku juga cek-up," jawab Siska.


" Kamu sakit apa?" tanya Cherry.


" Kanker hati," jawab Siska, " kalau kamu?" tanya Siska.


" Aku ada masalah dengan jantungku," jawab Cherry.


" Ohhhh," sahut Siska datar.


" Hanya Oh saja, apa dia tidak bisa menanyakan keadaanku basa-basi gitu," batin Cherry.


" Kamu sekolah di mana?" tanya Cherry.


" SMA pelita," jawab Siska, " kalau kamu?" tanya Siska


" SMA high internasional," jawab Cherry.

__ADS_1


" Ohhhhh," sahut Siska.


" Oh lagi," batin Cherry.


" SMA itu sangat terkenal," sahut Siska.


" Benarkah, aku juga tidak tau jika sekolahku sangat terkenal," sahut Cherry merendahkan diri.


" Oh iya. Pacar kamu mana?" tanya Siska tiba-tiba membuat Cherry reflex kaget.


" Pacar," sahut Cherry bingung.


" Iya pacar, siapa namanya? " tanya Siska lagi membuat Cherry bingung.


Namanya pacar saja tidak punya


" Siapa?" desak Siska.


" Ha, pacar, pacar apa? Sahut Cherry gugup.


" Iya pacar bukannya orang seperti kita butuh seorang pacar ya, buat mendukung dan memberi semangat. Seperti aku dari kelas 1 SMP aku sudah pacaran dan sudah mengenal beberapa Pria," jelas Siska memamerkan dirinya yang pacaran sejak SMP.


" Apa pacar kamu juga banyak?" tanya Cherry curiga.


" Iya sangat banyak, mungkin kamu lebih banyak. Secara kamu cantik, kamu juga sekolah di SMA yang populer. Pasti pacar kamu. Sangat manis," ucap Siska.


Tiba-tiba muncul di bayangan Cherry wajah Verro yang menyeramkan.


" Sangat baik," lanjut Siska dengan tersenyum


Bayangan Verro muncul saat dia di marahi.


" Sangat perhatian," lanjut Cherry lagi.


" Benar tidak?" tanya Siska. Cherry langsung menggeleng.


" Kamu tidak punya pacar?" tebak Siska. Cherry langsung mengangguk.


" Serius," sahut Siska tidak percaya. Cherry mengangguk lagi.


" Oh may God masa gadis secantik ini. Tidak memiliki pacar, Apa tidak ada cowok yang menyukai kamu. Atau sering memperhatikan kamu gitu?" tanya Siska yang tidak yakin dengan Cherry.


Tiba-tiba Cherry teringat Vandy yang selalu baik kepadanya.


" Atau pria yang memperhatikan kamu diam-diam," lanjut Siska.


Cherry mengingat Aldo yang memang sering memperhatikannya secara diam-diam.


" Atau selalu membuatmu tertawa," lanjut Siska.


Cherry mengingat Toby yang selalu membuatnya tertawa.


" Atau dia cuek. Tapi ketika kamu bangun dia selalu ada bersamamu," lanjut Siska lagi.


Bayangan Cherry tertuju kepada Verro. Wajah Cherry berubah jadi masam.


" Aku tidak tau," sahut Cherry pusing memikirkannya.


" Cherry aku kasih kamu saran ya. Kamu itu harus segera menemukan pacar. Kamu tidak mau dong jomblo sampai mati," ucap Siska membuat Cherry ngeri.

__ADS_1


" Maksudnya?" tanya Cherry.


" Cherry kamu punya masalah dengan jantung. Tiba-tiba saja kamu itu bisa tidur tanpa bangun lagi. Dan kalau kamu saat itu masih tetap jomblo. Kamu nggak malu sama orang-orang yang akan di temui di surga nanti," jelas Siska membuat Cherry menganga bingung.


" Maksudnya?" tanya Cherry bingung.


" Iya di sana yang lainnya akan punya cerita manis bersama pasangan dan kamu masa iya tidak punya cerita,"


" Memang akan ada pembahasan itu di sana?" tanya Cherry merasa tidak masuk akal.


" Pasti ada. Mereka akan memamerkan berapa banyak Pria yang mereka kencani selama hidup. Dan kamu sama sekali tidak ada, apa tidak sayang. Mereka akan mengejekmu. Percuma cantik tetapi tidak punya pacar," lanjut Siska dengan wajah serius.


Cherry juga menanggapi serius. Padahal Cherry orang yang pintar tetapi perkataan Siska seakan masuk akal.


" Jadi kamu harus cepat punya pacar," ucap Siska lagi menegaskan.


" Kalau kamu tidak punya pacar berarti kamu. Belum pernah....." Siska menutup mulutnya tanpa melanjutkan kalimatnya.


" Belum pernah apa?" tanya Cherry penasaran.


" Ciuman," sahut Siska.


" Hahhh," pekik Cherry dengan suara menelan salavinanya.


" Kamu belum pernah?" tebak Siska. Cherry menggeleng.


" Apa itu penting?" tanya Cherry dengan polos. Namun sangat tertarik dengan omongan Siska.


" Itu sangat penting dalam kehidupan. Ciuman pertama itu sangat penting. Biasanya ciuman pertama dari seorang Pria itu moment yang tak terlupakan," sahut Siska dengan wajah tersenyum seakan membayangkan bagaimana dulu ciuman pertamanya. Sementara Cherry merasa geli.


" Kamu pernah?" tanya Cherry kepo. Siska langsung mengangguk.


" Rasanya?" tanya Cherry dengan polosnya.


" Verry sweet," sahut Siska seakan membayangkan kembali pria yang pertama kali menciumnya.


" Cherry pokoknya kamu harus punya pacar secepatnya. Kamu harus mencari kteria Pria impian kamu. Lalu dia akan menciummu. Membuatmu akan terbang dan tidak akan melupakan itu," lanjut Siska kembali tersenyum. Cherry hanya mengangguk-angguk.


" Dalam ke adaan seperti ini. Jangan biarkan hidup kamu sia-sia. Masa iya kita yang ingin mati hidupnya di sia-sia in," sahut Siska.


" Benar apa kata Siska. Aku saja tidak tau kapan aku akan berakhir. Mungkin aja bisa besok dengan kekurangan yang aku punya. Tetapi aku malah terus sedih. Membiarkan Verro sesukanya kepadaku. Sepertinya memang aku harus mencari pacar seperti apa yang di katakan siska," batin Cherry yang tertarik dengan ucapan Siska.


" Siska, kamu tau tidak jika di sekolah ada cowok yang suka jahat kepadaku. Dia selalu memarahiku. Tetapi kadang dia baik kepadaku," ucap Cherry curhat pada Siska.


" Oh iya, apa dia menyukaimu dan apa kamu menyukainya?" tanya Siska.


" Aku tidak tau. Aku rasa dia tidak menyukaiku. Begitu pun dengan aku. Kami hanya sahabat sejak kecil," jelas Cherry.


" Apa dia tampan?" tanya Siska.


" Lumayan. Dia merupakan idola sekolah. Tetapi teman-teman sekolahku. Selalu mengatakan jika kita couple. Tetapi padahal dia selalu mempermalukan ku," jawab Cherry yang seakan nyaman bicara dengan Siska.


" Wowww, ini tidak bisa di biarin. sepertinya kamu bergantung kepadanya," ucap Siska menatap wajah Cherry dengan serius. Membuat Cherry mengkerutkan keningnya.


" Maksudnya?" tanya Cherry.


" Cherry kamu harus lepas darinya," ucap Siska.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’Bersambung

__ADS_1


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya


__ADS_2