
" Pikirannya pendek sekali sampai ingin melakukan percobaan bunuh diri," ucap Tari pada Clara. Tetapi Clara diam tidak menanggapi dan matanya fokus pada Verro.
" Clara," tegur Tari yang melihat temannya bengong.
" Ha iya kenapa?" tanya Clara menjadi linglung.
" Kamu kenapa dia aja?" tanya Tari bingung.
" Oh tidak. Aku hanya kasihan dengan wanita itu," ucap Clara yang benar-benar tidak fokus.
Lama Verro membujuknya akhirnya wanita yang ingin melakukan percobaan bunuh diri itu. Sudah turun. Verro berhasil menggalkkan usahanya dan wanita itu mengais-nangis. Yang menyadari kebodohannya.
" Ya sudah. Rumah kamu di mana. Mari saya antarkan," ucap Verro yang benar-benar ingin membantu wanita yang sangat menyedihkan itu.
" Tidak perlu nak, biar saya yang membawanya pulang. Kebetulan dia sanak saudara saya," sahut salah seorang warga yang mengaku saudara dari wanita itu.
" Benar kamu mengenalnya?" tanya Verro pada wanita itu. Wanita itu mengangguk membenarkan bahwa Pria itu memang saudaranya.
" Ya sudah kalau begitu. Saya titip dia. Tolong jaga baik-baik dan selalu ada untuknya. Jangan tinggalkan dia dan beri semangat terus," ucap Verro memberikan saran.
" Baik nak. Terima kasih sekali lagi," jawab Pria tersebut yang langsung berjongkok dan merangkul wanita tersebut membawanya pergi.
" Dia benar-benar baik," batin Clara tersenyum tipis yang mengangumi Verro.
" Ayo Clara pulang?" ajak Tari.
" Oh iya ayo," sahut Clara gugup. Meski Tari sudah menarik tangannya. Tetapi matanya masih terus melihat ke arah Verro.
Sepertinya Clara sangat mengagumi sosok pria yang di temuinya tadi. Pria yang dengan rendah hati sudah menolongnya.
Setelah Tari dan Clara pergi. Barulah Verro melihat ke arah 2 wanita yang menyebrang jalan. Dia melihat lama punggung 2 wanita itu seperti merasa ada sesuatu.
Mungkin jika Verro melihat wajah Clara yang mirip dengan Cherry. Pasti Verro akan lebih shock lagi di bandingkan Toby.
__ADS_1
" Kenapa aku merasa ada sesuatu?" batin Verro yang tidak mengerti dengan perasaannya yang tiba-tiba merasa aneh.
***********
Kediaman Clara.
Setelah lelah seharian. Clara pun akhirnya pulang bertemu dengan mamanya, berbincang-bincang sebentar dan akhirnya Clara yang benar-benar lelah dan langsung memasuki kamarnya.
Clara meletakkan beberapa barang bawaannya di atas tempat tidur. Meletakkan ponselnya di atas nakas.
" Kenapa aku lelah sekali hari ini," gumam Clara yang memijat-mijat belakang lehernya. Dia benar-benar sangat lelah. Clara berdiri berjalan menuju jendela kamarnya. Membuka jendela kamarnya dan keluar menuju teras kamarnya.
Clara meletakkan kedua tangannya di pagar balkon dan menghirup udara malam dalam-dalam membuang napasnya dengan perlahan.
" Aku merasa ada yang aneh. Aku tidak pernah tinggal di negara ini. Tetapi kenapa aku merasa pernah ada di sini. Bahkan saat berjalan-jalan dengan Tari tadi. Aku seperti pernah mengunjungi tempat-tempat itu. Aneh sekali. Indonesia satu-satunya negara yang belum pernah aku kunjungi. Tetapi seakan sudah Familiar dengan tempatnya," gumam Clara dengan tersenyum.
" Pria ada yang ada di Bandara. Dia begitu yakin aku mirip temannya. Aku tidak tau jika orang seperti ku ada yang mirip. Tetapi dari sorot matanya. Aku bisa melihat dia seperti merindukan seseorang," gerutunya lagi yang mengingat ke jadian di Bandara.
" Lalu Pria yang menyelamatkan wanita itu. Aku tidak tau. Jika di dunia ini akan ada orang sepeduli itu. Mungkin jika aku saja pasti tidak berani berbicara pada wanita itu. Tetapi caranya yang begitu lembut mampu meluluhkan hati wanita itu," Clara juga mengingat pertama kali pertemuannya dengan Verro yang mungkin sudah di kaguminya.
Clara memang baru mengunjungi Indonesia. Karena mamanya yang memintanya untuk datang.
Setahun yang lalu mamanya yang memang asal-usulnya dari Indonesia pindah kembali ke kota kelahirannya dan menyuruh Clara untuk berkunjung ketempatnya.
********
Verro sampai kerumahnya dan langsung memasuki kamarnya. Hari ini cukup melelahkan. Setelah menangani banyak pasien dia juga memenuhi undangan temannya Toby yang mengajak makan malam.
Tetapi di tengah jalan dia harus di hambat sesuatu dan membuatnya datang lebih lama. Setelah menyelesaikan masalah dengan wanita yang ingin melakukan percobaan bunuh diri.
Verro masih tetap memenuhi janjinya pada Toby dan menghadiri acara makan tersebut. Walau datangnya sangat lama. Dia juga menceritakan alasannya kenapa lama.
Verro membuka jam tangannya dan meletakkan di atas nakas yang ada foto Cherry. Tangannya tidak akan puas. Jika tidak mengambil Foto itu. Dan mengusap dengan tangannya.
__ADS_1
" Sayang. Kehilangan itu sangat sulit. Wanita itu pernah seperti diriku. Aku yang ingin tetap bersamamu. Melakukan hal bodoh itu. Tetapi dengan mereka teman-tema kita yang sangat menyayangiku membuatku sadar jika apa yang aku lakukan hanya akan melukai perasaan mereka dan pasti kamu akan marah kepadaku.
" Maaf ya sayang aku pernah melakukan hal bodoh itu. I love you," ucap Verro mencium lembut foto itu.
Verro meletakkannya kembali di tempatnya semula. Lalu berjalan ke arah lemari mengambil pakaiannya dan langsung menuju kamar mandi. Yang pasti untuk mandi.
**********
Mentari pagi kembali tiba. 2 hari berada di Indonesia membuat Clara belum melakukan banyak Hal.
Temannya Tari yang masih sibuk dengan kasus sepupunya. Membuat Tari belum bisa mengajaknya untuk bepergian. Jadi selama 2 hari Clara hanya diam di rumah.
Setelah mandi dan bersiap-siap. Clara meski bersiap-siap dia tidak ingin pergi. Hanya memang dia ingin mandi dan bersiap-siap seperti biasa.
Clara menuruni anak tangga menggunakan Jean biru Aqua dengan blouse hitam. Yang di masukkan kedalam celana. Clara menuju meja makan untuk melakukan rutinitas sarapannya.
" Mama belum keluar dari kamar?" gumam Clara yang melihat meja makan masih kosong.
Karena tidak melihat sang mama berada di mana. Akhirnya Clara memasuki kamar sang mama sendiri. Ingin membangunkan mamanya.
" Ma, mama!" panggil Clara yang sudah berada di depan pintu kamar. Mengetuk pintu kamar berkali-kali. Tetapi tidak ada sahutan dari dalam.
" Apa mama di kamar mandi," gumam Clara yang bingung. Clara langsung membuka pintu. Untuk melihat mamanya.
" Mama," Clara langsung kaget sang melihat mama yang sudah jatuh di bawah tempat tidur. Tergelatak dengan tidak sadarkan diri.
" Mama," teriak Clara langsung berlari memasuki kamarnya dan menghampiri mamanya.
" Ma apa yang terjadi. Mama," ucap Clara panik memegang pipi mamanya. Membangunkan sang mama yang sama sekali tidak terbangun.
" Bi. Bibi," teriak Clara memanggil pembantu rumah tangganya. Hanya dengan 1 kali teriakan berhasil memanggil bibi. Saat memasuki kamar bibi kaget dengan nyonyanya.
" Apa yang terjadi non?" tanya Bibi ikut panik.
__ADS_1
" Saya juga tidak tau. Ayo cepat bantu. Panggi ambulan. Kita harus bawa mama kerumah sakit," ucap Clara dengan suaranya yang bergetar sudah kepanikan dengan mamanya yang tidak sadarkan diri.
Bersambung