
Cherry dan Selina akhirnya pun pergi dari rumah sakit. Selina mengajaknya berjalan-jalan. Tetapi belum tau mereka ingin kemana dan tiba-tiba saja. Taxi yang di tumpangi Selina bersama Clara berhenti di depan gedung sekolahan.
2 wanita cantik itu pun keluar dari dalam Taxi. Selina memberikan ongkos Taxi. Sementara Cara mulai bingung dengan kepalanya yang berkeliling heran dengan tempatnya di mana. Tetapi seperti dia merasa tidak asing.
" Aku berharap. Jika membawanya kemari dia benar-benar bisa mengingat siapa dirinya," batin Selina yang memperhatikan Clara yang bereksperesi bingung.
" Kenapa kita kemari?" tanya Clara heran.
" SMA Internasional Haigh School," ucapnya membaca tulisan besar itu.
" Hmmm, ini sekolahku. Jadi aku tiba-tiba sangat rindu masa-masa SMA ku. Jadi aku mengajakmu kemari untuk berjalan-jalan. Sekalian kita cerita-cerita," ucap Selina dengan wajah cerianya yang seperti tidak ada apa-apa. Tetapi Clara tampang seperti orang linglung.
" Kamu kenapa seperti orang bingung. Apa bangunan sekolahnya mirip dengan sekolahmu dulu," ucap Selina mulai memancing.
Tiba-tiba Clara memegang kepalanya dia seperti kesetrum. Dan sepertinya ada lintasan di pikirannya.
" Bukannya ini bangunan yang ada di mimpiku," batin Clara yang kembali mengingatnya.
" Aku yakin dia pasti sudah mulai korslet. Baru juga di luarnya saja. Sudah seperti itu. Bagaimana bagian dalamnya, aku tidak tau. Apa lagi yang akan di ingatnya," batin Selina yang merasa rencananya berhasil dengan mulus.
" Ya sudah Clara. Ayo kita masuk," ucap Selina yang langsung mengajak dengan menggandeng tangan Clara. Clara yang masih merasa sakit di kepalanya mengikut saja dengan ajakan Selina.
Meraka mulai berkeliling di sekolah itu. Sekolah itu memang sunyi karena memang sedang hari libur. Jadi wajar jika sekolahnya sunyi. Selina dan Clara melewati koridor-koridor sekolah dan kepala Clara terus berkeliling dan tangannya yang masih memegang kepalanya.
" Cherry, Cherry," Clara yang berjalan di koridor itu seperti berpapasan dengan banyak murid yang yang menyapanya dengan Cherry.
Ingatannya bertambah besar. Ketika berada di sekolah itu. Dia merasa sekolah itu ramai dan seperti banyak beraktivitas dan menyapanya dengan Cherry.
Sementara Selina yang berbicara serentak di sampingnya berbicara kepadanya yang mungkin menjelaskan sesuatu yang sama sekali tidak di dengar Clara.
Karena Clara sibuk dengan kepalanya yang aneh dan pandangannya yang juga bisa melihat beberapa hal.
Mata Clara yang melangkah sangat pelan. Tiba-tiba melihat Toby dan Sasy kejar-kejaran di tengah wanita yang tak lain adalah dirinya.
" Apa yang aku lihat. Kenapa Dokter dan pilot itu ada di sana," batin Clara yang terus memegang kepalanya yang sakit.
Pandangannya tidak hanya jatuh di situ. Dia juga melihat, Vandy, Varell, dan Verro yang di kejar-kejar murid-murid.
" Verro kenapa dia ada di sana dan itu Dokter yang ada di rumah sakit kenapa mereka ada di sini?" tanya semakin kebingungan dengan apa yang di lihatnya.
" Bagaimana apa Sekolahku sangat bagus?" tanya Selina menoleh kearah Clara dan terlihat Clara memegang ke-2 kepalanya dan seperti menahan sakit.
" Aku pernah baca. Katanya itu memang sakit. Tapi aku tidak punya pilihan selain melakukan ini. Kamu harus kembali," batin Selina yang sebenarnya kasihan dengan Clara yang menahan sakit. Tetapi dia hanya ingin Clara benar-benar sembuh sebelum Clara kembali ke Jerman.
" Ayo kita ke sana?" ajak Selina lagi yang menarik lengan Clara. Clara hanya mengikut dengan menahan sakit di kepalanya.
Selina terus saja mengajaknya berjalan-jalan dan lagi-lagi semua ingatan Clara muncul dan membuat kepalanya tambah sakit.
" Nah ini dia ruang kelasku," ucap Selina yang sudah membukakan pintu ruangan kelas.
__ADS_1
" Ayo masuk!" ajak Selina. Clara yang semakin lemah mengikut saja. Lagi-lagi Clara malah melihat di ruangan itu banyak murid-murid yang ricuh sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Clara sudah masuk seperti dunia horor. Padahal tidak ada siapa-siapa. Tetapi bisa-bisanya seperti banyak orang.
" Ini tempat duduk Cherry," ucap Selina Clara menurunkan pandangannya pada tempat duduk yang di sampingnya. Matanya melihat ke arah meja yang mana banyak tulisan yang Verro love Cherry.
" Apa yang aku pikirkan kenapa semuanya tiba-tiba seperti ini. Kenapa aku seperti ada di dunia ini. Aku seperti ada di dunia Cherry," batin Clara yang merasakan semakin aneh.
" Ahhhhh," teriak Clara yang tiba-tiba berjongkok dan memegang kepalanya dengan kuat
" Clara," ucap Selina yang panik dan langsung jongkok di depan Clara.
" Kamu kenapa. Apa yang terjadi?" tanya Selina kepanikan sendiri.
" Kenapa aku seperti ini. Kenapa seperti ini. Kenapa. Kenapa?" teriak Clara bertanya-tanya membuat Selina bingung harus berbuat apa. Karena dia juga takut dengan kondisi Clara.
Dia melakukan semua itu. Karena ingin Clara sembuh. Dia tau itu sakit. Tetapi dia benar-benar tidak punya pilihan selain tidak melakukan hal itu.
***********
Tari pun akhirnya menemui Aldo. Mereka bertemu di tempat biasa.
" Apa. Jadi maksud kamu. Bayu berada di Apartemen Laudya 20 menit. Sebelum dia ditemukan tewas?" ucap Tari yang kaget dengan informasi yang di dapatkannya dari pengacaranya.
Awalnya ingin bertemu dia ingin membicarakan apa yang didengarnya dari Bayu. Tapi belum sempat bicara apa-apa. Aldo sudah memberikan informasi dan membuatnya kaget.
" Bukannya rekaman cctv tidak ada yang menunjukkan jika ada Bayu di sana?" ucap Tari.
" Ada yang salah. Aku menemukan salah satu rekaman cctv di mana Bayu tiba di unit Laudya," jawab Aldo.
" Apa itu artinya ada yang mensabotase rekaman cctv nya?" tanya Laudya menebak-nebak.
" Iya kamu benar, memang ada mensabotase nya," jawab Aldo.
" Dan Bayu terlibat dengan semua ini?" tanya Laudya lagi yang menebak-nebak.
" Aku belum bisa memastikan apa-apa. Bukti kepolisi pun belum kuat. Dan Bayu sendiri sangat sulit di ajak bicara," ucap Aldo.
" Apa kamu sudah pernah mengajaknya untuk bertemu?" tanya Tari.
" Iya. Aku mengajaknya. Tetapi dia langsung menghindar dan aku menyebutkan tentang apa yang aku ketahui dengan cepat dia langsung berubah. Semuanya sangat mencurigakan," ucap Aldo.
" Mungkin polisi bisa menanganinya. Tetapi kita harus punya bukti yang kuat. Jika Bayu terlibat dengan kematian Laudya," ucap Aldo yang mengantungi jika Bayu ada hubungannya dengan kematian kliennya.
" Astaga!" sahut Tari dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya. Dia benar-benar tidak percaya. Jika hal itu benar.
" Aku memang belum yakin. Tetapi aku merasa jika dia ada hubungannya ya kita harus punya bukti yang kuat dulu," ucap Aldo.
" Iya kamu benar memang kita harus punya bukti dulu Karena semuanya sangat mencurigakan. Tapi Aldo Kamu harus hati-hati dengan Bayu dan saranku jangan mengajaknya bertemu," ucap Tari dengan wajah paniknya.
__ADS_1
" Kenapa?" tanya Aldo heran.
" Aldo dia sangat berbahaya. Aku tidak tau apa yang di pikirkannya. Tetapi dengan semua penjelasan kamu hari ini. Sudah menjawab pertanyaan ku. Dengan apa yang aku dengar," ucap Tari.
" Memang kamu dengar apa?" tanya Aldo.
" Sepertinya dia punya niat lain untuk kamu. Sepertinya dia tau kamu mencurigainya dan kamu harus hati-hati kepadanya," ucap Tari memberi saran.
" Iya kamu benar aku akan hati-hati," jawab Aldo.
" Aku akan coba mencari tau diam-diam. Aku juga harus mencegahnya untuk kembali ke Jerman. Karena aku juga ingin mengetahui apa yang terjadi pada Clara," ucap Tari. Mendengar nama Clara membuat Aldokaget.
" Clara. Kenapa Clara?" tanya Aldo.
" Aku juga tidak tau. Tetapi dia mengatakan identitas Clara yang tidak boleh ketahuan," jawab Tari. Aldo mendengarnya kaget.
" Apa maksud kamu identitas?" tanya Aldo.
" Makanya aku harus mencari tau dulu," sahut Tari.
" Aneh sekali. Kenapa dia mengatakan identitas. Apa maksudnya. Siapa Clara sebenarnya," batin Aldo merasakan ada hal yang tidak beres.
" Tari apa kamu sedekat itu sama Clara. Apa tau semu rentangnya?" tanya Aldo.
" Bukannya aku sudah pernah mengatakan kepada kamu. Jika aku mengenal Clara dari Bayu dan semua itu," jawab Tari.
" Lalu Bayu siapanya?" tanya Aldo.
" Bayu adalah saudaranya. Tapi aku tidak tau saudara dari mana.Seingat ku dulu Laudya mengatakan jika Bayu anak tunggal dan tidak punya siapa-siapa. Clara juga tidak mengatakan dia sepupu atau apa. Mereka bahkan seperti saudara adik kakak. Tetapi aku baru menyadari. Jika Bayu tidak mempunyai saudara," jelas Tari.
" Kenapa semuanya semakin aneh. Sangat aneh," batin Aldo yang mulai mencurigai sesuatu.
" Tapi aku akan cari tau. Karena aku punya pikiran yang tidak tenang. Aku tidak tau. Kenapa bayi seperti sangat banyak rahasia," ucap Tari.
" Iya. Kamu benar-benar dia benar-benar sangat banyak rahasia. Dia tiba-tiba ingin kembali ke Jerman di saat banyak ke anehan yang timbul," ucap Aldo.
" Hmmm, semoga saja kita mendapatkan bukti baru mengenai Laudya dan aku juga bisa tau maksud dari Bayu yang mengatakan masalah identitas Clara," ucap Tari dengan penuh harapan.
" Iya kita-kita sama-sama berusaha," sahut Aldo.
" Ya sudah aku pergi dulu. Aku harus kembali ke rumah sakit" ucap Tari pamit.
" Iya terima kasih untuk waktunya," sahut Aldo.
" Sama-sama, aku pamit," ucap Tari mengambil tasnya lalu pergi.
" Ini benar-benar aneh," batin Aldo.
Bersambung
__ADS_1