DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 259.


__ADS_3

Malam semakin larut. Sekarang Vandy dan Azizi sudah tidak berdansa lagi dan sekarang sudah di gantikan banyak pasangan yang berdansa.


Verro dan Cherry juga ikut dalam berdansa seperti pasangan yang lainnya. Sasy dan Toby juga ikutan dan di sana juga malah terlihat Tari dan Aldo yang juga berdansa. Mungkin memang benar tebakan semua orang jika mereka sudah pacaran.


Raquel, Nadya hanya berdiri saja dengan beberapa tamu undangan dan melihat teman-temannya yang berdansa. Karena tidak mungkin juga mereka berdua yang berdansa. Walau Tari dan Aldo berdansa dengan romantis tetapi Raquel sama sekali tidak melihat apa yang di lakukan pasangan itu. Seperti tidak peduli.


Dia lebih fokus melihat Verro dan Cherry yang sangat romantis yang memperlihatkan cinta yang sesungguhnya yang sejak kecil saling menyayangi dan bahkan tidak perlu mengucapkan cinta. Tetapi pasangan itu saling mengasihi sampai dewasa sampai mereka menikah. Dia harus salut dengan pasangan itu.


" Aku ingat dulu sewaktu kita menikah. Kita juga seperti ini," ucap Cherry.


" Iya kamu benar, kita memang berdansa. Hari itu di atas kapal di acara pernikahan kita, kamu dan aku yang berdansa dengan penuh kebahagian dan sekarang kita ber-3 berdansa bersama-sama," ucap Verro membuat Cherry heran.


" Kita ber-3, siapa satu lagi?" tanya Cherry.


" Anak kita," jawab Verro membuat Cherry mendengus tersenyum.


" Iya kamu benar, aku sampai melupakannya," sahut Cherry.


" Lain kali jangan melupakannya. Itu tidak boleh," sahut Verro.


" Hmmm, baik sayang," sahut Cherry tersenyum dan Verro mendekatkan dirinya pada Cherry dan mencium kening Cherry dengan lembut.


" Aku mencintaimu," ucap Verro.


" Aku juga," sahut Cherry tersenyum lebar dan mereka kembali berdansa mengikuti irama musik selow.


Di sisi lain terlihat Tari dan Aldo yang tidak kalah menunjukkan keromantisan mereka. Di mana tangan Aldo berada di pinggang Tari dan tangan Tari di leher Angga mereka berdansa dengan romantis.


" Kalau kamu sudah melepasnya maka aku akan mengambilnha. Jadi itu bukan salahku. Itu kesalahan kamu," batin Tari yang tampak memanas-manasi Raquel.


Tetapi sayang Raquel sama sekali tidak peduli dan menganggap masa bodo dengan apa yang di lakukan Tari. Baginya Aldo memang hanya mantannya saja.


Aldo juga sebenarnya eksperesinya biasa aja. Tidak bisa di jelaskan suka atau tidak suka berdansa. Tidak bisa di ketahui kenapa bisa mereka berdansa yang jelas wajah Aldo terlihat datar-datar saja.


Tetapi Sasy yang sepertinya lebih sewot dengan penampilan pasangan itu. Yang mana Sasy berdansa dengan pacarnya Toby tampak tidak terlalu semangat seperti pasangan Cherry dan Verro.

__ADS_1


Terlihat Sasy yang berdansa. Tetapi matanya kemana-mana yang pasti melihat sinis Aldo dan Tari.


" Sasy kamu kenapa sih?" tanya Aldo heran.


" Ya lihatlah, Aldo sama Tari seperti tidak tau malu," sahut Sasy dengan kesal.


" Sasy aku sudah bilang biarkan saja," sahut Toby beberapa kali mengingatkan pacarnya. Tetapi memang pacarnya yang lebih sensi dan merasa temannya tidak mendapat keadilan.


" Toby. Padahal kalau dulu Aldo orangnya sangat baik humble, dia juga nggak suka neko-neko. Sekarang benar-benar berubah. Bisa-bisanya dia mengorbankan hubungannya dengan Raquel hanya karena seorang wanita. Apa jangan-jangan Aldo di guna-guna ya," sahut Sasy dengan pikirannya yang kemana-mana.


" Kamu ini ya ada-ada aja. Pikiran kamu terlalu jauh. Kamu jangan banyak bicara dan lain-lain lagi. Semua orang jalan pikirannya berbeda-beda. Jadi kamu jangan ikut campur, biarkan saja mereka," ucap Toby lagi.


" Ishhh, kamu ini mah, menyebalkan," sahut Sasy tampak geram, " tetapi tidak. Aku akan melakukan sesuatu," sahut Sasy menghentikan dansanya.


" Kamu mau apa?" tanya Toby heran. Sasy melihat Raquel dan melihat Arif yang tampak sendiri dan otak Sasy tampak berjalan dan langsung pergi mendekati Arif membuat Toby heran apa lagi yang akan di lakukan pacaranya itu.


" Dokter Arif," sapa Sasy berdiri di depan Arif.


" Iya, ada apa Sasy?" tanya Arif.


" Tidak Sasy, tidak ada yang bisa di ajak dansa," jawab Arif. Sasy tersenyum mendengarnya. Seperti ada idenya yang masuk lagi.


" Ada kok Dok," sahut Sasy membuat Arif bingung dan Sasy dengan cepat menarik tangan Arif dan membuat Arif semakin bingung dan malam mengikut saja di mana Sasy membawa Arif kehadapan Raquel dan membuat Raquel heran.


" Raquel Dokter Arif ingin mengajak kamu dansa," ucap Sasy membuat Arif heran perasaan dia tidak bilang begitu dan Raquel langsung terpekik kaget merasa itu tidak mungkin.


" Sudah buruan nggak usah mikir ini itu, cepatan," sahut Sasy tampak mendesak dengan menari Raquel kesisi Arif dan mendorong paksa Arif dan Raquel untuk bertemu di di lingkaran dansa dan membuat Sasy tersenyum puas.


" Kamu ini ya Sasy," ucap Nadya.


" Ini namanya usaha Nadya," sahut Sasy dengan mengedipkan sebelah matanya lalu kembali pada Toby.


Dan Raquel dan Arif yang saling berhadapan malah terlihat canggung.


" Ya sudah di sini, kenapa tidak melanjutkan," sahut Arif mengadakan tangannya. Raquel tersenyum dan menerima sambutan itu. Mereka sama-sama merasa lucu dan akhirnya berdansa sesuai dengan rencana Sasy.

__ADS_1


" Memang Sasy Benar-benar," batin Raquel. Geleng-geleng. Tetapi tidak apa-apa dari pada dia juga bengong berdiri mending berdansa.


Dan Sasy benar-benar puas dengan apa yang di lakukannya berjalan sempurna.


" Kamu ini benar-benar ya. Nakal sekali," ucap Toby.


" Ini namanya permulaan, jadi tetap aman-aman saja," sahut Sasy.


" Terserah deh," sahut Toby dan Sasy kembali berdansa dengan pacarnya itu. Dan Arif dan Raquel pun berdansa sama dengan yang lainnya dan hal itu mendapat perhatian Aldo dan tampaknya Aldo tidak menyukai hal itu.


Aldo malah panas sendiri. Padahal tadi Raquel biasa aja. Berarti Aldo yang masih ada hati untuk Raquel. Tetapi mungkin Raquel tidak.


" Aldo kamu kenapa?" tanya Tari melihat Aldo tampak tidak fokus.


" Tidak apa-apa," sahut Aldo.


Mereka berdansa bersama-sama. Tetapi Nadya tidak dia hanya berdiri melihat kebahagian teman-temannya.


" Kamu tidak minder jika berteman dengan mereka," sahut suara sinis seorang wanita yang berada di sampingnya yang tak lain adalah Helena.


" Tante," ucap Nadya pelan.


" Kamu seharusnya bisa meletakkan posisi kamu di mana. Orang seperti kamu tidak pantas berhubungan dengan orang-orang seperti mereka. Sadar lah kamu berada di dasar tabah dan mereka berada di lautan. Jadi kamu harus sadar diri," ucap Helena dengan sinis yang menghina Nadya.


" Nadya tenanglah. Tidak ada yang salah yang di katakan Tante Helena. Semuanya benar. Apa yang di katakannya memang benar," batin Nadya mencoba menenangkan diri.


" Dengar Nadya. Mungkin kamu bisa menipu mereka semua dan mereka masih mau berteman dengan kamu. Tetapi tidak saya. Saya tidak akan tertipu oleh wanita seperti kamu. Kamu tidak bisa dengan mudahnya mendekati anak saya," ucap Rebecca berbicara dengan jelas. Nadya diam tanpa menjawab apa-apa.


" Jadi kamu jangan mimpi akan bisa kembali bersama Varell. Kamu hanya pantas bersanding dengan Pria yang derajatnya setara denganmu," ucap Helena tegas-tegas bicara pada Nadya.


" Ingat itu," ucapnya lagi sini dan langsung pergi.


" Aku tau Tante tidak menyukaiku dan mana mungkin aku membuat Tante menyukaiku. Tetapi aku juga tidak pernah berniat apa-apa. Apa lagi untuk kembali dekat dengan Varell," batin Nadya yang hanya bisa menarik napas dalam-dalam dan hanya bisa bersabar saja.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2