DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 77 Aldo dan Raquel


__ADS_3

" Kau pikir kau siapa menyuruhku, pergi sana sendiri. Aku sudah mengatakan tidak butuh bantuanmu dan aku juga tidak ingin berjalan bersamamu, sangat najis," tegas Raquel yang terus keras kepala tidak ingin kembali bersama Aldo.


Aldo kembali membuang napasnya kasar dia sudah tidak tau bagaiman menghadapi Raquel yang terus bertingkah sudah bersalah masih seperti anak kecil.


" Baiklah! kalau itu maumu tinggallah di sini," tegas Aldo melempar senter pada Raquel hingga terjatuh di kaki Raquel.


" Aku sudah mengajakmu, selebihnya terserahmu!" geram Aldo.


Aldo pun memilih pergi meninggalkan Raquel. Kesabarannya benar-benar habis dan memilih tidak meladeni Raquel dan terserah Raquel mau seperti apa yang jelas dia sudah berusaha.


" Dia pikir dia siapa mengancamku. Apa dia pikir aku tidak bisa pulang tanpa nya. Sudah memarahiku dan sekarang meninggalkanku," oceh Raquel melihat punggung Aldo yang berjalan semakin jauh tanpa menoleh lagi ke arahnya.


Raquel melihat di sekitarnya lumayan seram di hutan sendirian. Dia bahkan mengusap lengannya. Dia mulai merinding. Tetapi gengsinya mengalahkan semuanya.


**********


Aldo terus berjalan dengan langkahnya yang cepat dia tidak memakai senter dan hanya mengharapkan cahaya dari bulan yang begitu terang.


Meski kesal dengan Raquel dia masih memberi wanita itu senter supaya bisa pulang dengan alat penerang. Bagaimana tidak Aldo sangat emosi dengan Raquel yang sangat spele dengan setiap usahanya.


" Benar-benar tidak pernah berubah," oceh Aldo yang sedari tadi mengumpat kekesalannya dengan Raquel.


" Bermuka dua apa yang di katakannya. Pikirannya memang tidak pernah jernih, selalu berpikir jelek kepada orang lain," ucapnya lagi.


Aldo menghentikan langkahnya dan melihat kearah belakang yang tampak kosong.


Aldo menarik napasnya panjang dan mengeluarkannya perlahan.


" Kenapa dia lama sekali, apa aku yang berjalan terlalu cepat, atau dia kesasar dari tadi tidak ada tanda-tanda dia akan datang," dari hatinya yang paling dalam ada rasa khawatir.


Sebenarnya tindakannya di akuinya salah. Sangat tidak gentelment meninggalkan wanita di dalam hutan sendirian apalagi sudah malam.


Tetapi kata-kata dan perbuatan Raquel membuatnya naik pitam. Dia juga bahkan sempat membujuk untuk pulang bersama. Tetapi Raquel memang sangat keras kepala dan tetap memilih untuk tidak pulang bersamanya.


*********


Raquel memang masih ditempanya semula dengan berdiri memukul senternya dengan telapak tangannya karena senternya mati.


" Kenapa aku sial sekali, kenapa juga harus mati," Ocehnya kesal memukul-mukul senter itu.


" Semua itu gara-gara nya. Seharusnya jika ingin memberiku senter. Seharusnya dia jangan di lempar jadi tidak akan mati seperti ini," Raquel terus mengoceh menyalahkan Aldo.


Mata Raquel berpindah pada di depannya melihat sepasang kaki yang berdiri tegak. Membuat Raquel perlahan mengangkat kepalanya. Raquel kaget dengan Aldo yang kembali datang.


Aldo memang memutuskan untuk kembali membawa Raquel pulang bersamanya. Dia tega harus meninggalkan Raquel sendirian di hutan.


" Aku tidak ingin mendapat masalah karena melihat mu tidak pulang ke tenda," ucap Aldo sinis.


Raquel tidak mempedulikan kata-kata Aldo dan kembali melanjutkan pekerjaannya memukul-mukul senter menganggap tidak ada orang.


" Jadi sekarang ikut denganku, jangan membuat semua orang khawatir," lanjut Aldo tidak mendapat respon.


" Raquel jangan sampai aku memaksamu," ucap Aldo benar-benar kehilangan kesabaran dengan Raquel yang menguji dirinya.

__ADS_1


Raquel masih sama masih menganggurinya. Aldo mendengus kesal kegeraman dengan Raquel. Akhirnya Aldo berjalan mendekati Raquel.


Tanpa basa-basi Aldo langsung mengendong Raquel seperti mengangkat karung beras di dilettakkan di punggungnya. Hal itu membuat Raquel kaget.


" Apa yang kau lakukan turunkan aku!" berontak Raquel memukul punggung Aldo dengan sekuat tenaganya dengan kakinya yang juga terus di berayun meminta di turunkan.


" Jika tidak seperti ini kau tidak akan menurut, aku pergi bersama dan pulang juga harus bersama," tegas Aldo yang terus menggendongnya tanpa mempedulikan penolakan Raquel.


" Aku tidak mau, turunkan aku jangan mencampuri urusanku, turunkan aku!" Raquel terus memberontak.


Tetapi Aldo tidak memperdulikan meski kesulitan membawa tubuh Raquel yang berat dia tetap berusaha berjalan agar tetap sampai dengan memanfaatkan sinar rembulan.


Raquel yang di angkat seperti karung beras terus memberontak memukul-mukul punggung Aldo sekencang-kencangnya.


" Aldo kau sungguh kurang ajar!" turunkan aku!" pekik Raquel.


Tidak mendapat respon Aldo Raquel yang marah mengigit bahu Aldo dengan kuat.


" Aaaaaa," teriak Aldo dan reflex menjatuhkan Raquel sampai Raquel terduduk.


" Auhhhhh," lirih Raquel merasa pantatnya pegal.


" Kau bena-benar ya Raquel," pekik Aldo menahan sakit menoleh kearah bahunya yang tidak bisa melihat luka perbuatan Aldo


Dengan geram Raquel berdiri dengan wajahnya yang penuh kemarahan di perlakukan seperti itu oleh Aldo.


" Plakk,"


Raquel langsung menampar Aldo dengan kuat membuat pipi Aldo miring kesamping.


" Itu pelajaran karena kau sangat kurang ajar, kau tidak punya sopan santun," teriak Raquel mengumpat kesal.


Plak.


Tangan Raquel kembali melayang ke pipi yang satunya, membuat Aldo membulatkan matanya benar-benar dia sangat sabar dengan wanita sakit jiwa di depannya.


" Dan itu balasan, akibat perbuatanmu, yang sudah mempermalukan ku, yang sudah membuatku di skorsing, membuat orang tua ku marah dan membuat uang jajan ku di potong dan gara-gara mu aku tidak memiliki banyak kesempatan," ucap Raquel yang tidak bisa membendung amarah nya lagi.


Tetapi perkataan Raquel hanya membuat Aldo bingung dengan menahan rasa sakit di ke-2 pipinya.


" Apa maksudmu?" tanya Aldo mengkerutkan dahinya.


" Pengecut! laki-laki bermuka dua, hanya bisa caper seperti wanita itu," teriak Raquel dengan penuh kemarahan.


" Cukup! bentak Aldo kehilangan kendali dengan semua perkataan Raquel yang terus mengatainya.


" Berani sekali kau membentakku. Pria pengecut seperti dirimu tidak pantas membentakku," teriak Raquel.


" Aku benar-benar muak melihatmu, apa yang kau katakan. Sedari tadi kau bertingkah semaumu. Apa kau sengaja mencari perhatianku," sahut Aldo kesal membuat Raquel tersenyum.


" Sengaja katamu. Seharunya aku yang bertanya denganmu. Jangan-jangan kau salah paham dengan ku selama ini. Kau dengar Aldo aku tidak perlu mencari perhatian dengan Pria bermuka dua yang hanya bisa melawan seorang wanita untuk membela wanita lain," ucap Raquel dengan semua teorinya yang membuat Aldo benar-benar bingung.


" Apa wanita itu begitu istimewa sampai kau melakukan hal seperti itu, sampai kalian semua harus membelanya. Tidak kau yang merekam diam-diam dan tidak Varell yang membelanya. Kalian memperebutkan wanita yang tidak pantas," teriak Raquel.

__ADS_1


" Apa yang kau katakan, bicaralah dengan jelas," sahut Aldo benar-benar tidak mengerti.


" Jangan pura-pura tidak tau. Pura polos. Kau pikir aku tidak tau. Jika kau yang sudah merekam ku dengan Mitha dan Selina saat kami membully Nadya," teriak Raquel menunjuk tepat di wajah Aldo yang terlihat kaget.


" Merekam apa maksudmu?" tanya Aldo benar-benar tidak tau.


" Sudahlah! jangan sok pura-pura lupa.


Aku tau aku memang suka membuat onar di sekolah. Tetapi apa harus kau merekam kejadian,"


" Oke baiklah kau merekap, apa tidak bisa kau hanya jadikan sebagai ancaman. Oh tidak perlu apa kau tidak bisa jika hanya memberi pada guru saja tanpa harus menyebar luaskan ke orang-orang. Sehingga 1 sekolah dan bukan cuma 1 sekolah. Tetapi semua orang mengetahuinya," teriak Raquel.


Emosi Raquel semakin naik dan langsung mencengkram kerah baju Aldo dengan ke-2 tangannya


" Kau sengaja mempermalukan ku dan teman-teman ku. Kau tau tindakanmu bukan hanya membuat ku bermasalah di sekolah. Tetapi pada keluarga ku. Teman-teman bisnis papa ku mengetahui jika dia adalah orang tua dari murid yang berprilaku buruk itu,"


" Dan kau tau akibat perbuatanmu yang seenaknya. Papa ku banyak kehilangan proyek dan alhasil papa ku akan menyalahkan mamaku karena tidak bisa mendidik ku dengan benar," Raquel terus berteriak dengan matanya yang memerah menatap kebencian pada Aldo.


" Apa kau puas melakukannya, kau senang sudah merekam, menyebar dan membuatku mendapatkan semua hukuman itu, kau puas," teriak Raquel.


" Apa kau menuduhku tentang remakam Vidio itu," sahut Aldo dengan datar.


Dia menyimak semua perkataan Raquel. Tetapi dia sama sekali tidak merasa jika dia tidak melakukan hal itu.


" Menuduh katamu. Jadi benar Kau tidak mengakuinya," sahut Raquel tersenyum geleng-geleng.


" Apa yang harus aku akuin. Aku tidak melakukan apapun. Aku tidak pernah merekam dan bahkan tidak tau hal itu. Jika bukan karena rekaman yang menyebar," sahut Aldo yang merasa memang tidak melakukan itu.


" Kau memang pintar bersandiwara. Wajahmu yang sangat teduh memang semua akan percaya jika kau bukan pelakunya. Ya aku juga awalnya tidak percaya. Di saat Mitha dan Selina punya firasat jika kau pelakunya. Aku masih mengatakan kepada mereka. Jika pasti tidak mungkin kau pelakunya,"


" Ya, wajahmu memang bisa membohongi semuanya. Kau juga beberapa hari ini terlihat baik kepadaku. Aku tidak menyangka jika itu juga trikmu menjauhkanku dengan teman-temanku. Aku tidak tau kenapa aku sampai bisa masuk perangkap mu," ucap Raquel. Aldo melepas tangan Raquel dari cengkraman kerah bajunya.


" Cukup Raquel. Aku rasa kau sudah cukup berkata Semanu menuduh semaumu. Aku tidak pernah melakukan apa yang kau tuduhkan. Aku bukan pria serendah itu yang melawan wanita dengan cara seperti itu. Aku memang sering menggertak mu dan ke-2 temanmu. Tetapi sekalipun aku tidak pernah mengadukan perbuatanmu dan apa lagi seperti rekaman yang kau katakan aku masih punya banyak pekerjaan selain melakukan hal itu," jelas Aldo membela dirinya dengan yakin tidak pernah melakukan hal itu.


" Satu lagi masalah yang kau katakan berpura-pura baik denganmu. Atau kau masuk kedalam perangkap ku. Itu sama sekali tidak pernah terpikir olehku. Jadi kau bisa menilai sendiri bagaimana itu," lanjut Aldo.


" Kau memang tidak akan mengakui hal itu," sahut Raquel sinis.


" Terserah padamu percaya atau tidak dan aku juga tidak butuh kau mempercayaiku atau tidak," sahut Aldo.


Raquel terdiam dengan kekesalanya yang sudah tidak tau mau berbicara apa lagi. Suaranya sudah habis berteriak-teriak. Tetapi dia lumayan puas karena bisa mengeluarkan apa yang di simpannya selama ini terhadap Aldo.


" Aku rasa tenagamu juga sudah habis berteriak tidak jelas. Jadi untuk yang terakhir kalinya aku mengatakan padamu ayo pulang," ucap Aldo Kemabli kepada topik utama.


" Aku tidak akan mengganggumu hari ini besok dan kapanpun. Jadi anggaplah bicara ku yang terakhir adalah hari dengan kau pulang bersamaku," jelas Aldo Raquel hanya terdiam tidak dapat bicara lagi.


" Jangan keras kepala. Aku tidak ingin menambah masalah dengan meninggalkanmu di sinis," tegas Aldo dengan wajahnya yang serius sementara Raquel masih mengatur napasnya karena kebanyakan emosi.


Bersambung...


Jangan lupa mampir ke sini ya. Ditunggu like Coment, Vote nya. Terima kasih.


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.

__ADS_1


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.


__ADS_2