DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 317 Memastikan.


__ADS_3

Setelah berbicara banyak dengan Dokter Arif di mana 2 insan yang sempat di jodohkan Sasy itu. Ternyata lebih cocok menjadi adik kakak. Mungkin memang Raquel belum bisa membuka hatinya untuk orang lain.


Ya kalau di katakan masih mencintai Aldo atau tidak. Seperti kata Raquel sebelumnya. Dia bersama Aldo 7 tahun lebih dan mana mungkin bisa melupakan begitu saja.


Raquel pun akhirnya memasuki kembali rumahnya dengan wajahnya yang tersenyum lepas. Seperti tidak ada yang di pikirkannya.


" Astaga aku lupa," ucapnya menepuk jidatnya, " Aldo belum di kasih obat, Ahhh Raquel kamu selalu saja ceroboh," gumam Raquel geleng-geleng dan langsung menaiki anak tangga untuk memberi Aldo obat.


Raquel memasuki kamar Aldo dan terlihat Aldo duduk di pinggir ranjang dengan kakinya terbuka lebar, dengan tangannya mengatup di antara kedua kakinya. Melihat sekali jika Aldo tampak memiliki banyak beban.


" Kamu kenapa?" tanya Raquel memasuki kamar dan duduk di samping Aldo.


" Tidak ada," jawab Aldo.


" Apa Aldo, seperti ini. Karena melihatku dengan kak Arif," batin Raquel menerka-nerka.


" Ya, sudah kamu minum obat dulu. Aku lupa memberinya tadi," ucap Raquel.


" Iya tidak apa-apa. Mungkin kamu terlalu bahagia, makanya lupa," sahut Aldo. Membuat Raquel melihat Aldo dengan tatapan heran.


" Hmmm, dugaan ku benar. Apa Aldo cemburu melihatku dengan Dokter Arif," batin Raquel yang menahan senyum.


" Hmmm, nih," ucap Raquel memberikan pil untuk Aldo dan Aldo langsung mengambilnya menelan langsung tampak ada keterpaksaan. Setelah itu meneguk air putih yang juga di bawakan oleh Raquel.


" Kamu kelihatan dekat sama Dokter Arif?" tanya Aldo yang ternyata tidak bisa menahan untuk tidak bertanya.


" Hmmm, semua orang juga dekat dengannya," sahut Raquel dengan santai.


" Apa kamu pacaran dengannya," batin Aldo. Ya dia tidak berani menayakan kata-kata itu.


" Memang Kenapa?" tanya Raquel.


" Tidak apa-apa," jawab Aldo. Raquel hanya mengangguk-angguk yang tampak dia tau. Kalau Aldo mencemburinya. Karena wajah Aldo tidak bisa bohong.


" Ya sudah kalau begitu aku kemari dulu. Aku mau lanjutin untuk melihat hasil medisnya Fiona," ucap Raquel. Aldo melihat Raquel dengan serius.


" Hasil medis. Hasil medis apa?" tanya Aldo yang kelihatan tidak tau apa-apa.

__ADS_1


" Hmmm, penyakitnya," jawab Raquel.


" Fiona sakit. Sakit apa?" tanya Aldo heran.


" Kamu tidak tau kalau Fiona sakit kanker darah," ucap Raquel. Aldo terlihat terkejut dan memang tampaknya tidak tau.


" Sakit kanker," sahut Aldo schock.


" Kamu benaran nggak tau?" tanya Raquel.


" Ya aku nggak tau. Kalau dia yang terkena kanker. Yang aku tau kakaknya Salsha yang terkena kanker," ucap Aldo tiba-tiba membuat Raquel kaget.


" Apah! kakaknya," sahut Raquel kaget.


" Iya. Kebetulan suami kakaknya Fiona pernah menjadi klienku dan aku tau kalau istrinya memiliki kanker darah dan sekarang sudah stadium 7 dan aku malah schock. Jika Fiona terkena kanker tiba-tiba," ucap Aldo apa adanya.


" Apa hasil medis itu. Bukan milik Fiona," gumam Raquel.


" Raquel, kamu kenapa?" tanya Aldo.


" Raquel kamu mau kemana," panggil Aldo heran melihat Raquel. Aldo pun menyusul Raquel ikut-ikutan keluar dari kamar.


**********


Di kamar Cherry. Cherry tampak gelisah dia tidak bisa tidur. Bentar-bentar melihat jam yang menggantung di kamarnya yang angkanya sudah pukul 12 malam. Dia terus mondar-mandir seperti setrikaan di depan pintu kamar.


" Verro belum pulang, kemana dia," batin Cherry yang ternyata memikirkan Verro yang tak kunjung pulang.


Ting tiba-tiba ponselnya berdering dan Cherry langsung mengambilnya dan ternya masuk pesan dari wa tidak di kenal.


..." Cherry, aku tau kamu bermasalah dengan Verro. Karena kehadiranku. Tapi aku sudah mengatakan kepadamu aku mencintainya. Kamu pernah sakit seperti ku dan kamu tau apa yang di inginkan orang sakit. Aku ingin Verro malam ini bersamaku. Aku mencintainya dan aku akan menghabiskan malam bersamanya. Karena Verro mengatakan barusan kepadaku. Kalau kamu tidak mengijinkannya tidur di kamarmu. Maka aku akan menyediakan ranjang untuknya. Untuk kami berdua," tulis pesan yang masuk dari Fiona....


Hal itu membuat seolah Cherry berhenti bernapas dengan matanya yang berkaca-kaca menerima pesan dari Fiona.


" Tidak. Tidak mungkin Verro akan melakukan itu. Itu tidak mungkin," lirih Cherry yang merasa sesak.


Ting.

__ADS_1


Tiba-tiba masuk lagi pesan wa dari nomor yang berbeda yang memperlihatkan Verro memasuki hotel membuat Cherry kaget sampai menutup mulutnya dan seketika memegang kepalanya yang mulai berat dan tubuhnya lemas.


" Tidak Verro, kamu tidak mungkin menghiyanatiku. Kamu tidak mungkin melakukan itu," ucap Cherry dengan air matanya yang sudah jatuh.


Cherry mencoba menenangkan dirinya dengan menarik napasnya perlahan dan membuangnya secara teratur dengan menyibak rambutnya kebelakang.


" Aku sudah mengingatkan mu Verro. Dan ini yang terakhir. Aku harus melihat kebenarannya," ucap Cherry yang langsung keluar dari kamarnya dan buru-buru pergi. Tidak tau Cherry mau pergi kemana


Tetapi tampaknya Cherry ingin membuktikan apakah suaminya mencintainya atau tidak. Apakah suaminya menghiyanatinya atau tidak. Apakah suaminya lebih memilih Fiona atau tidak. Cherry hanya ingin memastikan hal itu.


*********


Cherry tidak sendiri ternyata dia minta di temani Nadya untuk ke hotel di mana tadi sempat di lihat Cherry tempatnya.


Cherry sebenarnya tidak ingin melibatkan siapa-siapa untuk masalah rumah tangganya. Tetapi dia membutuhkan Nadya menemaninya. Karena dia hamil dan takut terjadi apa-apa.


Cherry tidak ingin mengajak Sasy. Karena dia tau Sasy orangnya seperti apa yang mana nanti Sasy malah bikin rusuh dan memperkeruh suasana. Jadi Cherry hanya mengajak Nadya yang lebih tenang dan sangat bijak.


" Cherry, kita ngapain sih kemari?" tanya Nadya heran.


" Tidak apa-apa. Kamu ikuti aku saja," sahut Cherry yang ternyata tidak mengatakan apa-apa pada Nadya walau dia mengajaknya.


" Lagian kamu ya Cherry. Verro sudah mengatakan jangan menyetir. Kamu malah menyetir. Malam-malam begini lagi," ucap Nadya.


" Dia juga tidak peduli kepadaku," batin Cherry yang melanjutkan langkahnya dan langsung menuju resepsionis dan Nadya hanya mengikuti saja.


" Sebenarnya ngapain sih Cherry mengajakku kemari, apa justru sebenarnya ini karena ada hubungannya dengan Verro. Buktinya Verro sama sekali tidak mengantar Cherry. Apa yang terjadi sebenarnya," batin Nadya yang terus penasaran.


Sementara Cherry dengan perasaannya yang dek-dekan. Yang menakutkan sesuatu berusaha tenang dan terus bertanya pada resepsionis.


" Ya Allah aku mohon berikan aku kekuatan untuk menghadapi semua ini. Aku mohon ya Allah," batin Cherry dengan perasaannya yang bercampur aduk.


Bersambung.


Mampir ke karya terbaru aku ya.


__ADS_1


__ADS_2