DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 58 memikirkan


__ADS_3

Pak Lucky menoleh ke arah Cherry.


" Hmmm, Cherry apa kamu ikut?" tanya Pak Lucky yang mengetahui kondisi Cherry yang kurang sehat, apa lagi Cherry baru pulang dari rumah sakit.


" Saya, saya..."


" Sebaiknya kamu istirahat saja di Villa, nanti kamu kelelahan," saran Bu Asri. Cherry bingung harus mengangguk atau tidak. Sasy menoleh kearah Cherry yang wajah Cherry berubah menjadi murung.


" Aku tidak ikut, aku akan temani Cherr di sini," sahut Sasy. Dia tau Cherry akan sedih jika tinggal sendirian.


" Aku juga," tambah Azizi mengangkat tangannya. Ke-3 guru itu hanya bisa melihat.


" Ahhh, capek untuk ikutan kayak gituan, aku mau tinggal juga, mau jagain Sasy," sambung Toby lagi, pasti membuat Sasy berdesis kesal.


" Ikutan aja," ucap Sasy kesal.


" Ehmmm, saya juga kayaknya tidak bisa ikut," sahut Vandy. Yang langsung mendapat tatapan sinis dari Verro.


" Mereka semua pasti memikirkanku," batin Cherry.


" Bu! saya tidak apa-apa kok, saya sudah merasa lebih baik dan saya mau ikut kegiatannya camping nya," sahut Cherry dengan yakin dia tidak ingin teman-temanya kehilangan kesempatan itu hanya karena dirinya.


Permintaan Cherry membuat Verro menatapnya. Jika kemarin di rumah sakit Verro tidak mengatakan hal itu. Pasti sekarang Verro bisa menyambar ucapan Cherry untuk tidak pergi.


Karena apapun itu Verro sangat mengkhawatirkan Cherry. Tetapi Verro masih ingin melihat benar atau tidak Cherry masih membutuhkannya atau tidak.


" Kamu yakin?" tanya Pak Sony yang ragu.


" Iya Pak, saya tidak apa-apa kok, saya malah jauh lebih baik," ucap Cherry dengan meyakinkan semua orang-orang.


" Kamu yakin Cherry?" tanya Sasy pelan dengan ragu. Cherry mengangguk meyakinkan temanya.


" Baiklah, jika memang kamu tidak masalah dan merasa lebih baik, maka kamu boleh ikut, tapi kalau ada apa-apa kamu langsung bilang, jangan di tahan-tahan," ucap Pak Sony memberi peringatan dan membuat Cherry mengangguk tersenyum.


" Kalian tetap mau tinggal?" tanya Pak Lucky pada murid-murid yang tadi sempat tidak ikut.


" Tidak dong pak, kita akan tetap ikut," sahut Sasy.


" Benar Pak, kayaknya seru deh," sambung Toby membuat Mereka tertawa kecil.


" Tadi katanya mau tinggal," Sambar Selina.

__ADS_1


" Syirik aja lo," sahut Sasy.


Raquel yang sedari tadi sarapan tersenyum. Sepertinya dia kembali kagum dengan cara persahabatan Cherry. Dimana teman-temannya sangat tulus kepadanya.


Ternyata senyumnya Raquel di saksikan oleh Aldo yang duduk di depannya. Aldo malah tersenyum miring melihat Raquel yang tersenyum.


Sementara Verro masih melihat Cherry yang sama sekali tidak ingin melihat Verro. Verro tidak tau senang atau tidak Cherry mengikuti camping itu.


**********


Cherry, Nadya, Azizi, dan Sasy, mulai menyiapkan baju-baju mereka kedalam tas ransel. Mereka menyiapkan sambil berbicara dan bercanda.


" Aku harus banyak bawa jajanan," ucap Sasy lebih mengisi ranselnya jajan di bandingkan yang lainnya.


" Jajan melulu nanti gemuk," celutuk Cherry.


" Masa iya," sahut Sasy yang langsung bercermin dan memutar-mutarkan tubuhnya. Memastikan benar atau tidak dia gemuk.


Yang lainnya hanya tersenyum melihat Sasy yang langsung parnoan hanya karena di bilang gemuk.


" Aku hanya bercanda," ucap Cherry.


" Tapi memang iya aku lumayan agak gemukan," ucap Sasy yang terus melihat dirinya di cermin dan benar-benar merasa gemuk.


" Iya sahut Sasy, kembali duduk di lantai dan berkemas. Sasy melihat ke arah Nadya yang sepertinya ada yang di pikirkan Sasy.


" Eh, Nadya lo, jadian sama Varell?" tanya Sasy ketus membuat Nadya kaget. Azizi dan Cherry saling melihat dan melihat kearah Nadya.


" Tidak," jawab Nadya pelan.


" Tapi gue liat kalian sering bersama. Kayak orang pacaran. Varell juga sering belain lo," ucap Sasy yang benar-benar kepo.


" Sasy, memang kenapa kalau Nadya dan Varell jadian?" sahut Cherry mencairkan suasana yang mulai tegang.


" Cherry, Varell ka..." sahut Sasy dengan suara manjanya.


" Bukannya kamu naksir sama kak Arif ya kakaknya Vandy," sahut Azizi, seketika membuat Sasy tersenyum malu. Membuat Cherry kegelian.


" Kamu bisa aja Azizi," sahut Sasy senyam-senyum.


" Kalau begitu, kenapa harus kepo masalah Nadya dan Varell. Padahal aku ada rencana mau buat dekatin kamu sama kak Arif," ucap Cherry dengan santai. Membuat Sasy kaget.

__ADS_1


" Serius!" pekik Sasy yang begitu semangat. Cherry mengangguk.


" Ya ampun makasih banget Cherry. Kalau kak Arif nanyain aku. Kamu harus bilang yang baik-baik ya," ucap Sasy mengingatkan terlebih dahulu. Cherry mengangguk-angguk aja.


Azizi dan Nadya hanya tersenyum. Tetapi Nadya juga mengetahui jika Sasy memang menyukai Varell dan dia sendiri juga tidak tau bagaimana hubungannya dengan Varell.


Tetapi dia tidak mau berharap banyak. Karena dia dan Varell 2 orang yang berbeda. Jadi Nadya tidak perlu berharap banyak.


*******


Di kamar geng V3 juga sedang melakukan hal yang sama mengemasi barang-barang mereka untuk keberangkatan besok pagi.


Varell yang memasukkan pakaianya kedalam ransel melihat ke arah Verro yang sudah beberapa hari ini tidak berbicara pada Vandy seperti ada sesuatu.


Dan seperti sekarang Verro hanya dia dan tampak tidak senang saat menyusun pakaiannya. Sementara Vandy yang memang merasa tidak ada apa-apa terlihat santai dan biasa aja.


" Kalian berdua ribut?" tanya Varell. Membuat Vandy, Verro, dan Toby melihat kearah Varell.


" Siapa, Vandy dan Verro, gara-gara apa," sambar Toby yang banyak tanya.


Verro mendengarnya Meres ransel tersebut dan langsung berbaring di tempat tidurnya. Verro malas jika harus membahas masalah yang menurutnya tidak penting.


Varell langsung melihat ke arah Vandy. Vandy hanya menggedikkan ke-2 bahunya dia juga tidak tau kenapa Verro memang bersikap dingin kepadanya selama beberapa hari ini.


" Kenapa Verro seperti itu, apa ada kaitannya dengan Cherry," batin Vandy menduga-duga.


" Aku tidak tau jika dia punya perasaan dengan Cherry," batin Verro yang memejamkan matanya. Pura-pura tertidur. Seakan Verro merasa di hiyanati.


" Pasti ada yang tidak beres," batin Varell yang memang penasaran.


Di dalam kamar, Cherry, Azizi, Sasy dan Nadya sudah berada di atas tempat tidur masing-masing. Yang lain sudah tertidur dengan lampu yang sudah mati.


Tetapi Cherry belum tidur. Dia berbaring miring menghadap jendela. Cherry seketika mengingat kejadian di rumah sakit. Cherry memegang keningnya yang di cium oleh Verro saat dia tidur.


" Saat kamu di rumah sakit siapa yang pertama kamu lihat jika bukan Verro," kata-kata Dokter Arif yang dulu pernah di ucapkannya tiba-tiba teringat di pikirannya.


Tiba-tiba semua kenangannya bersama Verro melintasi di pikirannya. Dari Verro memarahinya sampai yang belakangan Verro sangat manis kepadanya.


Cherry bahkan mengusap dadanya yang jantungnya berdebar yang tidak mengerti apa yang di rasakannya.


💝💝Bersambung

__ADS_1


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya


__ADS_2