DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 88 Keputusan yang tepat


__ADS_3

Setelah membersihkan dirinya yang di bantu Cherry, Nadya, dan Sasy. Azizi pun dipanggil oleh Pak Sony untuk menjelaskan apa yang terjadi yang sebenarnya.


Di dalam sebuah ruangan yang tidak terlalu besar. Pak Sony bukan hanya memanggil Azizi. Tetapi Raquel, Selina dan Mitha yang pasti juga menjadi korban dan pasti pelaku.


Raquel, Azizi, Mitha dan Selina berdiri di depan Pak Sony yang sedari tadi berbicara dengan Azizi. Azizi hanya menunduk saat mendapat teguran yang terlihat sangat serius dari guru yang berada di depannya itu.


Berbeda dengan Mitha dan Selina yang berdiri dengan ke-2 tangan kebelakang dan tersenyum penuh kemenangan melihat Azizi yang mendapat teguran.


Ke-2 wanita itu menunggu dengan tidak sabaran. Sanksi keras yang di berikan pihak sekolah kepada Azizi.


Dan pasti bukan hanya itu saja. Selanjutnya Azizi juga akan mendapat tuntutan dari Raquel yang akan membawa kasus itu kedalam Rana hukum.


" Apapun itu perbuatan kamu salah Azizi. Seharusnya kamu bisa memberitahu terlebih dahulu dengan guru-guru yang lain. Kamu bisa melapor lebih awal tanpa menyebar Vidio rekaman itu. Tindakan kamu sangat salah," tegur Pak Sony yang juga sangat kaget jika Azizi yang merekam Vidio itu.


Karena memang apa yang di lakukan Azizi juga sudah mempermalukan sekolah. Karena semenjak kejadian itu banyak orang tua para murid yang komplen dan takut anaknya di titipkan sekolah itu karena tingkat bullying yang kelewat batas.


Bully memang pasti selalu ada di setiap sekolah. Tetapi tindak bullying di SMA Internasional High School sangat kelewatan dan bahkan perbuatan itu mencemari nama baik sekolah.


Jadi mana mungkin orang tua para murid tidak was-was dengan apa yang terjadi. Karena mereka membayar mahal untuk anaknya mendapat pendidikan yang layak di sekolah itu.


Perasaan mereka hanya akan terus cemas. Takut sang anak akan menjadi korban selanjutnya.


Jadi jelas penyebaran Vidio yang di lakukan Azizi mendapat teguran keras. Karena betapa banyaknya kerugian yang di alami sekolah. Nama sekolah juga tercemar buruk.


Dan membuat beberapa murid yang di seharusnya mengikuti beberapa kompetisi sekolah. Harus terpaksa di undur. Karena mama sekolah yang populer itu sudah rusak.


Raquel juga sangat kesal dengan masalah ini. Mendapat hukuman dari sekolah adalah akibat dari perbuatannya sendiri. Tetapi orang tuanya yang terlibat sangat tidak etis yang juga pada akhirnya ikut rugi.


Raquel bahkan sudah menjelaskan kerugian yang di alami orang tuanya kepada Pak Sony sebelumnya. Saat menjadi orang pertama yang melapor mengenai Azizi. Dan memutuskan untuk menuntut Azizi.


Selain itu Raquel juga melihat keretakan kembali dalam keluarganya. Karena hal itu. Meski itu adalah kesalahannya. Tetapi jika Azizi tidak melakukan tindakan itu.


Orang tuanya tidak akan saling menyalahkan. Raquel juga bisa menutupi hal itu dari orang tuanya. Walau guru-guru sudah mengetahuinya.


" Azizi bapak tau kamu ingin membela Nadya tetapi tidak dengan cara seperti ini. Bapak tau kamu hanya berusaha membuat keadilan. Tapi salah ini cara. Sekolah kita menjadi sangat tercemar dan pasti buruk di mata orang-orang," jelas Pak Sony lagi.


" Maaf kan atas kecerobohan saya Pak,"ucap Azizi masih terus menunduk.


" Enak saja minta maaf," sambar Selina yang langsung sewot.


" Masalah ini akan tetap di lanjutkan, minta maaf mana bisa. Kita sudah sampai di skorsing dan lo enak-enak ana," sahut Mitha yang masih kesal dengan kata permintaan maaf.


" Mitha, kalian di skorsing bukan karena Azizi. Tetapi kalian di skorsing karena perbuatan kalian yang menyakiti Nadya. Jadi jangan juga menyalahkan Azizi. Kalian bukannya sadar malah langsung protes," sahut Pak Sony dengan tegas.


" Gara-gara dia lah Pak, kalau nggak karena dia. Kita akan mendapat hukuman itu," sahut Selina.


" Kalau tidak karena Azizi. Kalian juga tidak akan jera. Jadi orang seperti kalian tidak pantas berbicara seperti itu. Apa lagi menyalahkan dengan sesuka hati kalian," sahut Sony dengan bijaksana. Semetara Azizi tetap menunduk tidak berani berbicara. Apa lagi harus membela diri.


" Ya tapi dia nggak usah pake nyebar di sosial media juga kak. Anak baru aja. Tingkahnya melewati batas," geram Selina.


Pak Sony membuang napasnya perlahan. Wajahnya penuh dengan pikiran. Mungkin Pak Sony belum bisa berfikir jernih memberi sangsi untuk Azizi. Belum lagi dengan Selina dan Mitha yang sangat banyak protes.


" Raquel," tegur Pak Sony yang sedari tadi Raquel tidak berkomentar apapun. Masalah Azizi jelas tidak penting untuknya dan lebih penting masalah Aldo yang di tuduhnya sembarangan.


" Iya Pak," jawab Raquel dengan datar.


" Apa kamu benar-benar yakin melanjutkan kasus ini ke Rana hukum? pak Sony menjeda omongannya saat Raquel hanya diam, " kamu ingin melanjutkan tuntutan kamu?" tanya Pak Sony memastikan hal itu.


Pak Sony sebenarnya berharap agar Raquel tidak melakukan itu. Terlihat jelas di wajah yang pusing dengan kasus murid-muridnya itu.


Sebagai guru dia juga tidak ingin sekolah itu semakin tercemar. Jika hukum sudah masuk. Pasti sekolah itu terus menjadi sorotan dan kembali lagi orang-orang tua murid akan khawatir dengan sekolah yang sangat populer itu.

__ADS_1


" Ya jelas lah, bukannya itu ada undang-undangnya," sahut Mitha yang mengkompor-kompori gurunya.


Mitha akan sangat puas jika, Azizi mungkin sudah sampai di penjara dalam mempertanggung jawabkan perbuatannya yang jelas sangat merugikan mereka.


" Benar Pak, kasusnya harus di lanjutkan," sahut Selina lagi yang pasti ikut-ikutan dan pasti mendukung temannya.


" Bapak tidak bertanya pada kalian," sahut Pak Sony.


" Tapi kita juga ada di dalamnya," sahut Mitha.


" Kalian punya giliran untuk di tanyai. Jika kalian berbicara tanpa di tanya. Kalian boleh keluar sana!" tegas Pak Sony.


" Ishhhh," desis Selina sewot.


" Raquel, kamu belum menjawab pertanyaan Bapak," ucap pak Sony lagi melihat ke arah Raquel.


Raquel sepertinya masih berpikir dan masih bimbang. Pikiran Raquel memang tidak fokus. Dia bahkan tidak langsung menjawab pertanyaan Pak Sony. Tetapi apapun itu dia harus mengambil keputusan yang tepat untuk masalah ini.


" Bagaimana Raquel?" tanya Pak Sony lagi. Raquel melihat Azizi yang di sampingnya. Dia juga melihat ke-2 temannya yang pasti eksperesi wajah itu ingin kasus itu berlanjut.


" Raquel kamu pikirkan dulu sebelum mengambil keputusan. Ini sangat perpengaruh untuk sekolah kita. Nama kalian yang sudah mulai redup dengan skandal itu. Akan kembali menjadi sorotan dan pasti itu bersifat negatif karena kasus itu kembali di buka. Ya pasti jika sudah sampai kehukum tidak mungkin bisa ditutup-tutupi,"


" Jika kasus tetap di lanjutkan akan semakin memperkeruh suasana dan pasti Azizi juga tidak mungkin tidak mencari pembelaan. Dan itu hanya membuat nama kamu, Selina, Mitha akan semakin buruk dan Azizi mungkin dia di mata hukum dia salah sebagai penyebar. Tetapi di mata masyarakat dia seorang pahlawan," jelas pak Sony lagi memberikan semua resiko yang akan di dapatkan Raquel dan teman-temannya.


" Jadi kamu pikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya," ucap Pak Sony terus memperingati Raquel dengan tindakan yang akan di ambilnya.


" Apa yang harus aku lakukan. Benar juga, kata Pak Sony, ini hanya akan memperkeruh suasana. Mama dan papa pasti akan ribut lagi dengan kasus ini," Raquel bingung sendiri di dalam hatinya harus melakukan apapun dalam tindakan yang harus di buatnya.


" Walau papa juga ingin mengetahui siapa penyebarnya. Tetapi sama saja itu tidak akan mengembalikan keadaan dan yang ada akan memperkeruh suasana," Raquel terus bergerutu yang belum mendapat titik terang dalam keputusannya yang jelas dia sendiri juga ragu dalam hal itu.


" Pak Sony pake nanya lagi, ya jelas harus di lanjutin biar dia tau rasa," batin Selina yang bahkan tidak memikirkan resiko yang sebelumnya di katakan guru di depan mereka.


Keluarga Raquel dengan Mitha dan Selina memang jelas berbeda. Ke-2 orang tua temannya itu tidak seperti orang tuanya yang pasti sangat marah dengan apa yang di lakuaknnnya. Makanya Mitha dan Selina tidak mementingkan resiko itu.


" Raquel," tegur Pak Sony yang masih menunggu jawaban Raquel.


" Baiklah Pak!" Raquel menjeda omongannya dengan menarik napasnya panjang dan membuang perlahan kedepan.


" Saya tidak akan melanjutkan kasus ini," jawab Raquel dengan keputusannya setelah berpikir dengan matang-matang.


Jelas tindakan Raquel membuat Selina dan Mitha shock. Mereka langsung melihat ke arah Raquel dengan wajah yang kaget.


" Raquel!" tegur Mitha yang pasti langsung protes.


" Apa-apa an sih Raquel," sahut Selina yang juga protes.


" Saya tidak akan menuntut Azizi lagi," jelas Raquel sekali lagi melihat kearah Azizi ya g sedikit bernapas lega.


" Jangan bercanda Raquel," sahut Mitha.


" Saya membatalkan nya bukan karena apa-apa. Saya hanya tidak ingin repot dengan masalah itu. Jadi sekali lagi saya menegaskan membatalkan tuntutan saya," tegas Raquel sekali lagi.


" Raquel, apa aku tidak salah dengar," sahut Sekina.


" Ini semua demi kebaikan kita. Mitha, Selina yangdi katakan Pak Sony benar. Ini hanya akan memperkeruh suasana dan membuat nama kita akan kembali jelek. Dan saya juga tidak ingin semakin memiliki masalah di sekolah..Jadi keputusan saya untuk membatalkan tuntutan itu adalah benar," tegas Raquel dengan bijak sana..Meski berekspresi datar. Tetapi Pak Sony merasa sedikit lega dengan keputusan Raquel.


" Raquel apa yang kamu pikirkan. Kamu yakin dengan keputusan kamu. Ini nggak benar Raquel. Kita nggak bisa meloloskan dia begitu saja," sahut Mitha yang tidak terima.


" Mitha, sudahlah kita jangan lanjutkan lagi. Semua ini tidak ada gunanya," sahut Raquel.


" Tidak ada gunanya bagaiman?" tanya Mita lagi yang mulai kesal.

__ADS_1


" Sudahlah Mitha! sahut pak Sony. Raquel sudah membatalkan tuntutannya. Bapak rasa keputusan Raquel sangat bijak sana," sahut Pak Sony.


" Nggak bisa Pak. Yang menjadi korban. Bukan hanya Raquel. Tetapi aku dan juga Selina. Jadi jika Raquel membatalkan tuntutannya. Aku yang akan menuntut," sahut Mitha dengan yakin.


" Mitha sudahlah!" cegah Raquel.


" Keputusan kamu salah dan aku akan membenarkannya," sahut Mitha dengan yakin.


" Kamu yakin?" tanya Pak Sony melihat serius ke arah Mitha. Sementara Azizi tetap menunduk hanya pasrah mendengar perdebatan itu.


" Aku sangat yakin," sahut Mitha.


" Lalu bagaiman dengan tindakan yang kamu dan Selina lakukan kepada Azizi. Apa kalian pikir perbuatan kalian sudah benar dan tidak mendapat hukuman," sahut Pak Sony.


" Kami hanya memberinya pelajaran," sahut Mitha dengan santai.


" Tapi itu tindakan kekerasan fisik. Kamu Mitha bahkan tertangkap Cctv di belakang Villa saat bermain fisik dengan Azizi. Bagaiman jika Azizi juga melaporkan hal itu dan kamu yang akan lebih parah mendapatkan hukuman," tegas Pak Sony membuat Mitha langsung terdiam.


Tidak menyangka jika tindakan yang di lakukannya tertangkap cctv. Vandy dan yang lainnya menemukan Azizi.


Justru dari rekaman cctv. Vandy yang merasa khawatir langsung mencari dari cctv untuk mengetahui keberadaan Azizi dan melihat perbuatan Mitha yang main tangan dengan Azizi.


" Kamu masih berniat menuntutnya?" tanya Pak Sony.


" Sial kenapa semua ini jadi seperti ini. Kenapa aku harus tertangkap cctv," batin Mitha yang mengepal tangannya.


" Bapak rasa kamu tidak akan melakukannya. Jadi saran bapak. Karena bapak tau kamu sudah bisa memikirkan akibatnya," sahut Pak Sony. Mitha diam saja.


" Oke, masalah ini selesai," sahut Pak Sony yang sudah memutuskan. Saat mengatakan hal itu. Azizi merasa lega.


" Pak walau Azizi tidak jadi di tuntut, bukannya dia juga harus mendapat hukuman dari perbuatannya," sahut Selina.


" Iya pasti," jawab Pak Sony.


" Azizi kamu akan di skorsing sampai 4 hari kedepan tidak boleh mengikuti kegiatan apapun selama 4 hari terakhir. Ini memang di sayangkan. Karena waktu Study tour kita tinggal 5 hari lagi. Tetapi itu sudah resiko dalam perbuatan kamu dan bapak rasa itu cukup adil," jelas Pak Sony dengan bijaksana.


" Bagaimana Azizi?" tanya Pak Sony.


" Baiklah Pak, saya menerima hukumannya," jawab Azizi dengan berat hati.


Apapun itu dia memang harus menerima hukuman itu. Walau seperti apa yang di katakan Pak Sony. Itu sangat di sayangkan.


Dia harus mendapat hukuman di akhir-akhir kegiatan study tour. Tetapi dia harus berbesar hati menerima konsukuensi yang ada.


" Oke bagus. Untuk kamu Selina dan Mitha akan mendapat hukuman juga," ucap Pak Sony membuat Mitha dan Selina kaget dan saling melihat.


" Perbuatan kalian kepada Azizi sangat tidak manusiawi. Jadi kalian akan di hukum membersihkan semua Villa setiap hari sampai acara Study tour selesai," tegas Pak sony. Selina dan Mitha kaget mendengar keputusan itu.


" Tapi Pak," protes selina.


" Jika masih banyak protes. Bapak akan tambah hukuman kalian lagi," sahut Pak Sony dengan sedikit mengancam.


Selina langsung lemas. Tidak bisa protes lagi. Sementara Mitha masih tidak terima dengan keputusan yang di denahnya.


" Baiklah! Bapak rasa semuanya sudah jelas. Jadi kalian boleh kembali kekamar kalian," ucap pak Sony.


" Baik pak," jawab semuanya serentak. Dan satu persatu keluar dari ruangan itu.


Bersambung...


Jangan lupa mampir ke sini ya. Ditunggu like Coment, Vote nya. Terima kasih.

__ADS_1


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.


__ADS_2