DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 240 Vitting.


__ADS_3

Raquel duduk di salah satu bangku rumah sakit dengan wajahnya yang tampak sangat sendu, wajah murung yang menemani hari-harinya yang sangat menyedihkan. Bagaimana tidak menyedihkan kekasihnya yang tiba-tiba saja berubah.


Sasy yang kebetulan lewat melihat temannya itu yang murung dan membuatnya kepo lalu menghampiri Raquel.


" Ehem," Sasy berdehem dan duduk di sebelah Raquel, " nih untukmu," ujar Sasy yang memberikan minuman kotak untuk Raquel.


" Thanks," sahut Raquel yang mengambil saja dengan datar.


" Kenapa sih, kok murung amat?" tanya Sasy heran. Raquel diam dan menyeruput minuman kotak itu.


" Pasti karena Aldo lagi?" tebak Sasy.


" Hmmm, kamu sudah tau. Kenapa harus bertanya lagi," sahut Raquel.


" Memang kalian belum ketemu juga?" tanya Sasy.


" Tidak, tadi pagi aku kekantornya dan aku melihatnya bersama Tari. Aldo pakai bukain pintu mobil untuk Tari segala lagi," sahut Raquel yang tampak curhat.


" Lalu?" tanya Sasy.


" Aku menelponnya, jelas di depan mataku. Aku melihat sendiri dia sedang melihat panggilan masuk dari ku. Tetapi dengan entengnya dia tidak menjawabnya dan mengabaikan panggilanku," jelas Raquel menunjukkan ke kekesalannya.


" Hmmm, Raquel, mungkin tadi Aldo lagi buru-buru, dan mungkin saja sedang ada urusan penting," sahut Sasy yang berpikiran positif.


" Iya dia buru-buru, punya urusan penting dengan Tari sampai mengabaikanku," sahut Raquel yang tetap kesal. Meski Sasy sudah mencoba untuk mendinginkan hatinya.


" Coba kamu telpon lagi, siapa tau di angkat," ucap Sasy memberi saran.


" Buat apa, tidak ada gunanya," sahut Raquel yang tampaknya ngambek. Sasy pun jadi bingung bagaimana untuk mengatasi Raquel yang sepertinya moodnya hilang berkeping-keping.


" Oh iya, bagaimana dengan rencana liburan ke Bali kamu sudah bilang sama Aldo?" tanya Sasy. Membuat Raquel mengkerutkan dahinya mendengar perkataan Sasy.


" Liburan ke Bali?" tanya Raquel yang terkejut dan sepertinya tidak tau.


" Hmm, memang Toby. Nggak ada gitu kasih tau kamu?" tanya Sasy heran.


" Nggak ada. Aku malah tidak tau. Kalau ada acara liburan ke Bali," sahut Raquel.

__ADS_1


" Mungkin Toby, sudah kasih tau Aldo kali," sahut Sasy berpikiran positif.


" Hmmm, begitu rupanya, aku tidak tau masalah itu. Memang kapan liburannya?" tanya Raquel yang tampak kebingungan.


" Hmmm, kayaknya sih 2atau 3 hari lagi," jawab Sasy.


" Aku nggak tau masalah itu. Memang ada acara apa, tumben banget pakai liburan segala?" tanya Raquel yang tampak bingung.


" Ya nggak tau, intinya Toby bilang akan liburan bareng-bareng dan Cherry juga sudah di kabari dan bahkan nanti sore dia minta temani ke Mall," ucap Sasy.


" Aku nggak tau masalah itu," sahut Raquel yang tampaknya tidak terlalu peduli. Tidak seperti biasanya yang pasti pedulian.


" Mungkin sudah di beritahu pada Aldo. Dan mungkin saja Aldo, belum sempat untuk mengabari kamu," sahut Cherry.


" Hmmm, mungkin saja," sahut Raquel menanggapi datar.


" Hmmmm, bagaimana buat hilangin penat, nanti sore kamu ikut ke Mall bareng aku dan juga Cherry?" tawar Sasy mencoba menghibur temannya bertengkar itu.


" Mau ya?" tanya Sasy memastikan.


" Ya sudah," sahut Raquel tidak masalah.


Pacaran sih jangan terlalu bucin-bucin amat entar jadi galau kayak Raquel gara-gara pacaranya berubah sikap.


**********


Hari ini Vandy, Azizi, dan Lina dan Iqbal sedang berada di butik di salah satu Mall yang ternyata hari ini Azizi dan Vandy sedang melakukan vitting baju pengantin.


Pernikahan itu memang akan di laksanakan dengan kesepakatan bersama. Masalah memaafkan atau mencintai kembali mungkin bisa belakangan dan mungkin dengan adanya pernikahan itu akan mengembalikan semuanya seperti dulu.


Untuk pernikahan itu tersendiri Vandy maupun Azizi ternyata masih tetap dia dan belum memberi tahu siapa-siapa. Termasuk teman-teman mereka. Yang mungkin nanti Vandy atau Azizi akan memberi tahu kabar bahagia itu lewat kiriman undangan.


Azizi sudah berada di dalam ruang ganti dan mencoba gaun awal yang tadi sudah di pilih-pilih dan sekarang tinggal mencobanya. Sementara Vandy, Iqbal dan Lina menunggu di salah satu sofa yang di sediakan di sana yang lengkap di suguhkan kan minuman.


" Nenek, kenapa kita kemari?" tanya Iqbal.


" Kita mau lihat mama kamu dan Dokter coba gaun pengantin," jawab Lina.

__ADS_1


" Kenapa? apa mama akan menikah?" tanya Iqbal dengan polosnya. Lina tersenyum mendengarnya.


" Benar sayang mama kamu dan Dokter akan menikah," jawab Lina. Iqbal langsung melihat kearah Vandy dan Vandy tersenyum mengangguk.


" Kalau Dokter dan mama menikah, itu artinya Iqbal akan punya papa?" tanya Iqbal memastikan. Vandy tersenyum mendengarnya dan mengusap-usap pucuk kepala Iqbal.


" Iya sayang, kamu akan mempunyai papa," jawab Vandy.


" Horeeee," sahut Iqbal yang kesenangan sampai mengangkat ke-2 tangannya ke atas dan membuat Vandy maupun Lina tersenyum bahagia.


" Anak ini benar-benar malang, ya Allah aku mohon lancarkan semuanya dan angkatlah penyakit yang di derita anak ini. Izinkan aku dan keluargaku untuk membesarkannya memberikan dia kebahagian bersama ibunya," batin Lina yang sangat terharu.


Lama menunggu akhirnya Azizi sudah datang dan sudah berdiri di depan mereka menggunakan gaun pengantin putih tanpa lengan yang panjang dengan bagian bawahnya yang bervolume dan layaknya seorang princes.


Semua mata langsung tertuju kepada wanita cantik itu dan tidak kecuali Vandy yang tidak bisa mengedip melihat ke cantikan calon istrinya yang tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata.


Lina tersenyum lebar dengan calon menantunya yang sangat cantik. Sementara Azizi yang mendapat tatapan itu menjadi malu dan malah tidak nyaman.


" Bagaimana Bu apa ini cocok?" tanya salah pelayan yang sedari tadi menemani Azizi vitting.


" Hmmm, cantik, calon menantuku sangat cantik," jawab Lina yang sangat takjub dengan kecantikan natural Azizi.


" Iya kan Vandy?" tanya Lina melempar pada putranya yang ternyata masih betah menatap Azizi tanpa berkedip dengan mulut yang terbuka sedikit dan mungkin lalat akan bisa masuk.


" Iya ma, Azizi cantik," jawab Vandy yang masih tetap menatap Azizi, mendengar pujian itu membuat Azizi malu-malu. Dan Lina tersenyum lebar.


" Kalau begitu, kamu jangan melihatnya terus, Azizi bisa malu," goda Lina. Membuat Vandy baru tersadar dengan apa yang di lakukannya dan bahkan terlihat salah tingkah.


" Tidak, aku hanya pangling, melihat Azizi," sahut Vandy yang gugup karena mendapat godaan itu. Dan Lina tertawa kecil melihat merahnya wajah putranya.


" Iqbal apa mama kamu cantik?" tanya Lina.


" Iya nek, mama sangat cantik," sahut Iqbal mengacungkan 2 jempolnya untuk memberi rating kecantikan sang mama.


" Baiklah, kalau begitu, kita akan coba gaun ke-2 dan pak Vandy juga sudah bisa mencoba jasanya," sahut pelayan itu.


" Baik, mbak," sahut Vandy. Pelayan dan Azizi kembali keruang ganti dan Vandy pun menyusul untuk mencoba jass.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2