DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 323 Kritis.


__ADS_3

Liu- Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu


Suara sirene Ambulan tiba di rumah sakit. 2 mobil ambulans yang membawa Verro dan juga Cherry. Para suster dan perawat langsung berlari keluar dengan mendorong brankar pasien.


Di mobil ambulan tempat Cherry, ada, Sasy, Nadya, Toby dan Raquel yang mana mereka juga sudah memberi pertolongan pertama sewaktu di ambulan.


Sementara di mobil ambulan yang satunya di tempat Verro ada, Vandy, Azizi, Varell dan juga Nadya. Vandy juga yang sebagai Dokter sudah memberi pertolongan pertama untuk Verro.


Dengan secara bersamaan, ke-2 pasien gawat darurat itu langsung di pindahkan ke brankar pasien dan buru-buru di dorong yang langsung memasuki ruangan gawat darurat.


Hanya panik, khawatir dan air mata yang ada di wajah teman-teman Cherry dan Verro. Melihat Cherry dan yang sama-sama sekarat, tidak sadarkan diri dan tidak henti-hentinya ke-2 orang itu mengeluarkan darah. Denyut jantung yang semakin lemah membuat mereka panik minta ampun.


" Kalian tunggu di luar, kami akan menahannya!" ucap Sasy pada teman-temannya yang bukan Dokter, Nadya, Varell, Azizi dan Toby mengangguk, menyerahkan semuanya kepada Sasy, Raquel dan juga Vandy.


Suster pun menutup pintu ruangan UGD yang mana pasien darurat itu akan di tangani.


" Ya Allah, selamatkan lah mereka," lirih Nadya yang begitu panik. Azizi mendekatinya dan mereka saling memeluk saling menguatkan. Sementara Toby beberapa kali mengusap kasar wajahnya yang juga begitu panik dengan Cherry dan Verro yang begitu sekarat di dalam sana.


" Ya Allah, Verro dan Cherry saling mencintai. Aku mohon kepadamu untuk memberi kan mereka kesempatan untuk kembali seperti dulu," batin Toby yang meneteskan air matanya.


Dia memang sangat lemah ketika berurusan dengan Cherry. Dulu juga sewaktu masa sekolah. Toby sangat kehilangan Cherry. Ya Cherry memang bukan hanya temannya saja. Tetapi sudah seperti saudaranya sendiri. Makanya dia sangat takut.


Sementara di ruang UGD, Vandy, Raquel, Sasy, dan ada Dokter satu lagi dan juga beberapa suster yang menangani Cherry dan Verro. Langsung mengoperasi pasien mengambil tindakan dengan cepat.


Verro dan Cherry memang sama-sama tidak memiliki siapa-siapa. Ke-2 orang tua Cherry yang sudah meninggal dan dia menjadi yatim piatu dan untuk saudara-saudara berada di Luar Negri dan untuk Verro sendiri sang mama sudah tiada dan untuk papanya. Verro tidak pernah berkomunikasi setelah 7 tahun lamanya yang sama saja dia dan Cherry tidak ada bedanya.


Mereka sama-sama tidak memiliki siapa-siapa dan hanya teman-temannya yang tulus yang berdoa dan yang mengkhawatirkan mereka.

__ADS_1


Meski menjadi seorang Dokter. Tetapi Sasy manusia biasa. Di mana dia harus meneteskan air mata saat memompa jantung Cherry yang di mana kondisi Cherry semakin memburuk.


Tidak hanya Cherry Verro juga sama dan Vandy juga sama-sama memompa jantung Verro, mesin jantung itu juga terus terdengar. Lemahnya pasangan suami istri itu.


***********


Hampir lebih 2 jam 3 Dokter itu selesai menangani pasien dan akhirnya mereka keluar dari ruang UGD dengan wajah murung mereka dan mata memerah yang tidak henti-hentinya meneteskan air mata.


" Bagaimana keadaan Cherry sama Verro?" tanya Toby memegang tangan Sasy yang begitu dingin. Sasy langsung memeluk Toby dengan tangisnya yang pecah. Sementara Raquel terduduk lemah di kursi yang terdapat di dekat kamar gawat darurat, Nadya langsung duduk di sampingnya dan mengusap-usap pundak Raquel dan Raquel langsung memeluk Nadya.


" Apa yang terjadi Vandy?" tanya Azizi dengan raut wajah pasrah.


" Kondisi mereka sama-sama kritis Cherry dan Verro koma dan keadaan mereka semakin menurun. Kami sudah melakukan semuanya. Tetapi tetap tidak ada kemajuan dari kondisi mereka," jelas Vandy dengan menunduk. Bahkan air matanya jatuh ke lantai.


Varell hanya bisa yang mendengarnya menjadi lemas dengan napasnya yang terasa sesak. Verro sahabatnya yang sedang kritis bersama istrinya yang juga sama-sama kritis.


Di mana Cherry dan Verro berada di ruangan yang sama dengan tempat tidur yang berbeda. Ke-2 nya sama-sama memakai selang infus, alat pernapasan, kepala yang sama-sama di perban dan tangan Verro juga yang di perban dengan Bagian dada Verro yang menempel selang-selang yang tidak di ketahui apa itu.


Verro mengalami luka di bagian dada, di bagian dahi dan juga keretakan di bagian tangan, karena memang Verro yang mengalami kecalakaan dalam keadaan telungkup.


Sementara Cherry mengalami pendarahan otak di kepalanya. Keretakan pada pinggangnya dan juga pasti Cherry mengalami pendarahan yang lebih dahsyat.


Walau mengalami luka yang sangat berat itu. Mukjizat masih bersama Cherry. Di mana kandungannya masih selamat. Walau sangat lemah dan tidak banyak harapan untuk kandungan itu.


" Ke-2 pasien darurat itu mengalami koma dan sampai saat ini tidak sadarkan diri dan tidak ada kemajuan pada kondisi ke-2nya.


********

__ADS_1


Raquel tiba di rumahnya jam 3 malam. Mereka sepakat untuk berganti menjaga Cherry dan Verro. Sasy dan Toby berada di rumah sakit untuk mengawasi Verro dan Cherry. Sementara yang lainnya pulang dan akan bergantian nanti.


Dengan raut wajah yang begitu tidak bersemangat, Raquel membuka pintu rumahnya yang mana jalannya menunduk dan beberapa kali menyeka air matanya.


" Raquel!" tegur Aldo yang berada di anak tangga. Raquel menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Aldo. Aldo pun menuruni anak tangga untuk menghampiri Raquel.


" Kamu kenapa?" tanya Aldo memegang pipi Raquel yang mana basah karena air mata.


" Ada apa?" tanya Aldo lagi.


" Cherry, dan Verro kecelakaan," jawab Raquel dengan sesak di dadanya membuat Aldo kaget mendengarnya.


" Kecelakaan!" pekik Aldo kaget.


" Lalu bagaimana keadaan mereka?" tanya Aldo panik.


" Mereka sama-sama kritis," jawab Raquel. Aldo semakin panik. Bahkan matanya memerah dan Raquel kembali meneteskan air mata. Aldo pun langsung memeluk Raquel yang memberikan Raquel kekuatan.


" Semua ini gara-gara Fiona. Fiona sudah mengarang segala cerita, untuk menghancurkan rumah tangga Verro dan Cherry. Sampai akhirnya mereka ribut besar dan akhirnya seperti ini," ucap Raquel menangis sengugukan di pelukan suaminya.


Shutt, kamu tenang ya, kamu jangan mikir apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja. Kita berdoa saja untuk Verro dan Cherry," ucap Aldo menangkan Raquel.


" Tapi mereka kritis Aldo. Mereka kritis," ucap Raquel yang menagis terisak-isak.


" Iya aku tau," sahut Aldo, yang hanya memeluk dengan memberikan ketenangan. Walaupun dia juga panik.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2