DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 388 Acara baby shower.


__ADS_3

Cherry yang berada di dalam kamar yang sedang menelpon dengan wajahnya yang berseri-seri. Cherry duduk di atas ranjang yang mana Vandy berada di belakangnya yang sekarang sedang memijat-mijat pundaknya yang mana Cherry merasa pegal makanya suaminya memijatnya dengan dengan lembut.


📞" Alhamdulillah Azizi, aku lega melihat Selina yang akhirnya bisa bersatu dengan Dokter Arif. Semoga saja ada kabar baik untuk kita ya," ucap Cherry yang tersenyum lebar.


📞" Amin, Cherry kita doain aja yang terbaik. Tidak sia-sia dengan apa yang kita lakukan kemarin yang ternyata bisa membuat Selina mengerti dan akhirnya mendengarkan kita dan dengan begitu dia bisa bersama dengan kak Arif," ucap Azizi.


📞" Ya aku lega. Makasih ya sudah memberi infonya," ucap Cherry.


📞" Sama-sama Cherry. Oh iya Cherry kandungan kamu sudah memasuki usia 7 bulan. Kamu tidak buat acara 7 bulanan atau baby shower gitu?" tanya Azizi yang mengingatkan Cherry.


📞" Hmmm, ada kok rencananya. Aku sama Verro sudah membicarakannya. Nanti kalian bantuin aku ya. Aku juga bingung kalau tidak ada temannya yang bantuin. Bingung caranya dan juga bingung apa temanya. Ya aku nggak tau kan tau sendiri tidak ada yang ngajari," ucap Cherry yang meminta bantuan temannya itu. Karena memang Cherry atau Verro sama-sama tidak memiliki keluarga.


📞" Hmmm, kamu santai aja Cherry, pasti kami akan membantu kamu. Nanti kita ngobrol digrup aja dengan anak-anak yang lain. Kamu jangan khawatir dan memikirkan apa-apa," ucap Azizi.


📞" Iya. Makasih ya Azizi. Kalau begitu aku jadi tenang," sahut Cherry yang merasa lega.


" Sama-sama, aku tutup telponnya ya, sudah malam juga. Maaf ya sudah menggangu malam-malam," ucap Azizi pamit untuk menutup telpon dengan Cherry.


📞" Iya," sahut Cherry yang mematikan telpon itu.


" Semuanya lancar sayang?" tanya Verro. Cherry mengangguk.


📞" Tinggal nunggu undangan aja," sahut Cherry.


" Secepat itu?" tanya Verro sedikit kaget.


" Aku hanya berharap saja. Ya benar atau tidaknya. Itu urusan Dokter Arif dan Selina. Lagian apa lagi yang mau di tunggu kan memang sudah waktunya untuk mereka untuk menuju hal yang lebih serius dan lagian. Mereka juga pasti sudah sama-sama siap," sahut Cherry.


" Benar sih. Kita doakan yang terbaik ajalah untuk mereka berdua. Semoga hubungan mereka sampai ke pelaminan," sahut Verro dengan penuh doanya.


" Hmmmm, kamu benar sayang kita doakan yang terbaik saja untuk mereka," sahut Cherry. Verro mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Pijit lagi, masih pegal," ucap Cherry dengan manjanya.


" Iyaaaaa," sahut Verro yang melanjutkan memijat sambil jarinya menggelitik-gelitik sedikit yang membuat Cherry langsung kegelian.


************


Sementara Azizi yang selesai menelpon langsung meletakkan handphonenya di atas nakas dan langsung menghampiri Vandy yang sudah berbaring di di atas ranjang. Azizi langsung masuk kedalam selimut dengan kepalanya yang berada di dada bidang Vandy.


" Apa yang mau di bicarakan di group?" tanya Vandy.


" Masalah 7 bukannya Cherry dan juga baby shower nya Cherry," jawab Azizi.


" Apa itu?" tanya Vandy yang pasti tidak tau menau masalah itu.


" Itu loh sayang, kalau usia kandungan sudah memasuki bulan ke-7. Nanti akan ada 7 bulanan yang seperti mengacu pada adat. Sebenarnya baby Shower hampir sama saja. Tetapi lebih unik dan lucu gitu. Nanti seperti ada balon yang di pecahkan dan di dalamnya ada warna yang menentukan jenis kelaminnya. Biasanya kalau perempuan pink. Kalau cowok biru gitu," jelas Azizi dengan lengkap.


Vandy hanya menyimak saja apa yang di jelaskan istrinya pasti dia juga tidak mengerti sama sekali.


" Kamu paham tidak?" tanya Azizi. Vandy menggeleng apa adanya. Azizi hanya membuang napas beratnya yang merasa percuma menceritakannya. Suaminya tidak akan mengerti juga.


" Ya sama doang aku jelasin panjang-panjang. Kamu nggak paham juga ternyata," sahut Sasy geleng-geleng.


" Ahhhh, sudah lah sayang. Nanti juga akan ngerti apa maksudnya. Kita tidur aja," ucap Vandy.


" Ya sudah deh," sahut Azizi yang memeluk Vandy dengan erat.


" Oh, iya sayang, nanti kalau misalnya kak Arif nikah sama Selina. Aku harus panggil apa?" tanya Vandy tiba-tiba membuat Azizi mengkerutkan dahinya.


" Panggil kakaklah mau panggil apa lagi," sahut Azizi heran.

__ADS_1


" Lucu nggak sih. Aku tiba-tiba memanggilnya kakak," sahut Vandy yang kegelian sendiri.


" Lucu dari mana nggak ada lucunya, itu memang harus," sahut Azizi menegaskan. Vandy malah terlihat senyum-senyum sendiri yang membuat Azizi benar-benar heran.


" Kamu ini ya. Pasti lagi ngejek Selina kan," tebak Azizi. Vandy menggeleng.


" Bohong, kamu ini benar-benar ya," geram Azizi. Vandy hanya tertawa-tawa saja yang memang pasti begitu lucu baginya dengan Selina yang bisa-bisanya menjadi kakak iparnya.


**************


Seperti biasa pagi ini. Sasy akan menemui Toby saat datang ke rumah sakit. Tadi malam Sasy tidak menginap di rumah sakit dia pulang dulu untuk mengambil pakaiannya dan hari ini begitu sampai di depan rumah sakit dan Sasy langsung memasuki kamar Toby.


" Pagi!" sapa Sasy dengan cerianya yang berdiri di depan pintu yang melihat Toby sudah bangun. Sasy datang tidak dengan tangan kosong kantung plastik putih yang di bawanya pasti berisi makanan.


" Selamat pagi," sahut Toby.


" Kamu tidak kesepian tadi malam?" tanya Sasy yang langsung menghampiri Toby.


" Hmmmm, mau kesepian pun mau bagaimana lagi. Kamu tidak ada di sini. Jadi ya sudah di tahan kan saja," sahut Toby membuat Sasy tersenyum lebar.


" Iya maaf, tapi malam ini. Aku akan menginap di sini," ucap Sasy.


" Benar?" tanya Toby memastikan. Sasy mengangguk.


" Hmmmm, sudahlah sekarang kita sebaiknya sarapan. Aku membawakan kamu makanan kesukaan kamu," ucap Sasy.


" Makasih," sahut Toby tersenyum dengan penuh dengan bahagia. Sasy pun duduk di samping Toby dan dan langsung menyuapi Toby makanan yang sudah di bawakan ya tadi.


" Oh iya sayang, Minggu depan Cherry mengadakan 7 bulanan," ucap Cherry.


" Hmmmm, begitu. Tidak terasa ya kandungannya sudah memasuki 7 bulan," ucap Toby.


" Kamu benar dan sebentar lagi kita akan di panggil Tante dan Om," sahut Sasy yang malah terlihat tidak sabaran.


" Cherry bisa maklum kok, nggak apa-apa kamu di rumah sakit saja. Aku juga pergi sebentar. Setelah itu kembali lagi," sahut Sasy yang tidak ingin Toby kenapa-kenapa.


" Cherry adalah sahabat kita. Kebahagian dia akan lengkap jika aku juga menghadiri acara terpentingnya," sahut Toby yang sepertinya kekeh untuk datang kesana.


" Kamu yakin akan datang kesana?" tanya Sasy ragu.


" Makanya kita doakan sama-sama. Agar kondisiku jauh lebih baik," sahut Toby.


" Baiklah," sahut Sasy.


************


Acara 7 bulanan Cherry di adakan di rumah Cherry dan juga Verro. Di mana di adakan di taman belakang rumah Cherry dan juga Verro.


Tidak banyak yang datang yang pasti teman-teman dekat Cherry dan Verro. Juga ada beberapa keluarga Cherry saudara-saudara dari papanya yang juga turut hadir meramaikan acara itu.


Di sana juga hadir Dokter Arif bersama dengan Selina dan pasti ada juga Lina dan juga Rudi yang ikut hadir bersama Azizi, Vandy dan Iqbal. Raquel dan Aldo juga hadir di sana Varell dan Nadya juga hadir dan pasti ibu Nadya yang hadir dan bahkan membantu Cherry mempersiapkan acara itu.


Pagi ini masih melaksanakan adat 7 bulanannya yang mana Cherry sedang melakukan ritual siraman. Cherry begitu cantik dan sangat anggun dengan bunga melati yang melingkar di dadanya.


Teman-temannya yang lain tersenyum melihat Cherry yang melakukan siraman. Toby dan Sasy ternyata baru sampai. Ternyata Toby bisa hadir di acara tersebut. Begitu sampai di tempat acara. Mereka langsung menghampiri teman-temannya.


" Hay," sapa Sasy.


" Sasy, Toby kalian datang juga," sahut Nadya.


" Iya, maaf kami terlambat," jawab Toby.

__ADS_1


" Bagiamana keadaan kamu Toby?" tanya Varell.


" Aku baik-baik saja. Makanya bisa datang kemari," jawab Toby.


" Alhamdulillah kalau begitu," sahut Nadya. Sasy melihat kesampingnya yang melihat Selina dan Arif yang genggaman tangan.


" Hmmmm, mentang udah go publik. Tangannya nggak bisa lepas," goda Sasy yang kalau tidak julid tidak bisa.


" Biarin aja kenapa sih Sasy. Kamu ini ya usil mulu," sahut Toby.


" Tau, nih anak nggak ada berubah-ubahnya," sahut Raquel.


" Ini juga sama aja," sahut Aldo yang menegur istrinya.


" Ya memang kalian berdua yang selalu cari ribut," sahut Vandy.


" Sayang kamu ini ya, sudah nggak usah ikut-ikutan," sahut Azizi melerai suaminya.


" Sudah-sudah jangan bertengkar mari kita lihat proses siraman Cherry. Jangan membicarakan hal yang tidak penting," sahut Dokter Arif.


" Iya Dokter Arif," sahut semuanya serentak. Arif hanya geleng-geleng. Sementara Selina yang memang baru bergabung dalam pertemanan itu sedikit canggung padahal sebelumnya kalau bertemu dengan Sasy pasti dia akan ribut dengan Sasy.


Acara terus di lanjutkan dengan adat yang ada. Cherry yang selesai siraman sekarang sedang melanjutkan dengan berjualan rujak dan dan melayani para pembeli.


Wajah Cherry dan Verro tidak henti-hentinya tersenyum yang pasti merasakan hari yang paling berharga di dalam hidup mereka. Dan tidak akan pernah mendapatkan kebahagian itu. Apalagi sebentar lagi akan menunggu kelahiran buah hati mereka.


Sasy dan yang lainnya sedang menikmati makanan yang sudah di sediakan dengan sama-sama mengobrol. Verro dan Cherry yang sudah kembali berganti pakaian yang mana Verro memakai kemeja biru dan Cherry dress pink.


Dengan bergenggaman tangan mereka menghampiri teman-temannya yang memang sejak tadi belum di sama.


" Hay semuanya," sapa Cherry.


" Hay Cherry, Hay Verro," sahut semuanya dengan serentak.


" Ya ampun Cherry kamu cantik banget," puji Sasy.


" Makasih Sasy," sahut Cherry tersenyum lebar.


" Oh iya Toby kamu gimana kabarnya?" tanya Verro.


" Hmmm aku baik-baik saja," sahut Toby, " selamat ya untuk kalian," ucap Toby.


" Thanks," sahut Verro.


" Kamu yakin baik-baik saja?" tanya Cherry yang sepertinya merasa Toby tidak baik-baik saja.


" Iya Cherry aku baik-baik saja. Kamu jangan khawatir," sahut Toby.


" Hmmmm, syukurlah kalau begitu. Hmmm Dokter Arif mana?" tanya Cherry yang tidak melihat Dokter Arif sementara Selina ada di sana.


" Tadi buru-buru kerumah sakit," sahut Selina.


" Ada hal yang mendadak?" tanya Cherry.


" Hmmmm, kalau tidak salah, Fiona tiba-tiba drop," jawab Selina.


" Ya ampun semoga saja Fiona tidak kenapa-kenapa," sahut Cherry yang merasa khawatir.


" Kita doakan saja," sahut Varell. Yang lainnya mengangguk.


" Ya sudah kalian nikmati makanannya," ucap Cherry. Mereka mengangguk dengan tersenyum yang kembali melanjutkan makan. Namun Cherry begitu memperhatikan Toby yang terlihat kurang sehat yang membuat Cherry khawatir.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2