DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 340 Usilnya Sasy.


__ADS_3

Setelah melamar sang kekasih. Aldo mengantarkan Raquel pulang. Di mana mereka sudah berdiri di depan rumah yang sudah saling berhadapan dengan 1 tangan mereka yang saling menggenggam.


" Makasih!" ucap Raquel menunjukkan punggung tangannya pada Aldo memperlihatkannya jari tangannya yang indah yang sudah di isi dengan cincin.


" Aku yang berterima kasih. Untuk kesempatan yang kamu berikan," ucap Aldo dengan memebelai-belai rambut Raquel dengan menyinggirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Raquel.


" Kalau begitu sama-sama," sahut Raquel yang sedari tadi tersenyum tipis, " Hmmm apa ini artinya akan ada tahap selanjutnya?" tanya Raquel yang kelihatan langsung ingin di berikan kepastian.


" Memang kamu mau sampai tahap mana?" tanya Aldo.


" Ya masa nanyak aku kan kamu yang melamar. Seharunya kamu itu tau ini akan sampai tahap mana," sahut Raquel dengan kesal.


" Kamu benar aku melamarmu pasti sudah memikirkan ini sampai tahap mana dan pasti akan sampai kepelaminan. Kau ingin kuda duduk di pelaminan yang berarti kita sah menjadi suami istri," ucap Aldo. Raquel senyum-senyum mendengarnya.


" Kamu mau kan menikah denganku?" tanya Aldo memastikan.


" Kan aku sudah bilang tadi mau. Lagian kalau lama-lama pacaran, nanti kamu di rebut pelakor lagi," ucap Raquel menyindir Aldo.


" Kamu harus menjagaku terus. Agar pelakor-pelakor itu tidak menggodaku," sahut Aldo.


" Kenapa aku yang menjagamu. Kamu lah yang menjagaku kan kamu cowoknya," ucap Raquel.


" Baiklah aku akan menjagamu. Kita saling menjaga," sahut Aldo.


" Tidak hanya cukup saling menjaga. Tapi juga saling percaya dan pastinya di dampingi dengan cinta," ucap Raquel. Aldo tersenyum mendengarnya.


" Kalau begitu aku bertanya apa kamu mencintaiku?" tanya Aldo. Raquel menunjukkan kembali punggung tangannya.


" Menerima ini sudah menjadi jawabannya. Kalau aku pasti mencintaimu," sahut Raquel.


" Makasih Raquel. Kamu sudah menjadi wanita satu-satunya yang selalu ada di sisiku. Aku menyesal sudah menyakitimu," ucap Aldo.


" Ishhhh, sudahlah Aldo jangan mengungkit masa lalu lagi. Biarkan semua itu menjadi pelajaran dan kita harus membuang masa lalu itu," sahut Raquel.


" Iya kamu benar," sahut Aldo.


" Ya sudah aku masuk dulu. Sudah malam kamu pulanglah!" ucap Aldo. Saat Raquel ingin melepas tangannya Aldo menahannya dan membuat Raquel bingung.

__ADS_1


" Ada apa?" tanya Raquel melihat Aldo dengan heran.


Mata Raquel menatap intens wajah itu dan matanya turun pada bibir Raquel. Aldo memeringkan kepalanya yang ingin meraih bibir Raquel dan dengan cepat Raquel memejamkan matanya. Bibir Aldo pun menempel di bibir Raquel yang bergetar itu.


Tin-tin-tin-tin-tin-tin.


Hal itu tidak jadi dan membuat ke-2nya tersentak kaget saat mendengar suara klakson mobil. Raquel dan Aldo dengan cepat saling menjauh dan menoleh ke arah mobil yang mengganggu itu yang pasti sudah di kenali mobil Sasy.


" Sasy!" lirih Raquel terlihat kesal. Namun Aldo sudah salah tingkah dengan menggaruk-garuk kepalanya.


Memang benar Sasy dan Toby yang berada di dalam mobil itu. Ke-2 perusuh itu langsung keluar dari mobil.


" Ada yang jadian nih ceritanya," sahut Sasy yang langsung membuat kehebohan sendiri.


" Apaan sih gangguin orang mulu deh," sahut Raquel kesal.


" Cie langsung marah. Wajahnya bete amat nggak dapat yang manis-manis," goda Sasy mencolek pipi Sasy.


" Udah deh jangan mulai lagi!" geram Raquel. Aldo hanya salah tingkah yang pasti juga malu yang ketahuan sama Toby dan Sasy.


" Ihhhh, marah-marah mulu," sahut Sasy.


" Sasy sudah. Kamu lihat tuh wajahnya merah banget. Kita cuma mau anterin ini. Ketinggalan di rumah sakit," ucap Toby memberikan paper bag yang sepertinya punya Raquel.


" Apa nggak bisa besok apa," desis Raquel.


" Ya ampun Raquel, kamu kenapa sih. Sewot amat perasaan. Memang salah ya kita datang kemari?" tanya Sasy


" Salah besar," jawab Raquel tegas.


" Sudah-sudah. Ini sudah malam. Aku sebaiknya pulang. Aku sama Raquel tadi pulang dari kondangan dan aku anterin dia pulang," sahut Aldo mencoba menjelaskan.


" Nggak ada yang nanyak kali, nggak usah di jelaskan. Kalian mau balikan juga ngga apa-apa, mau ini juga nggak apa-apa," sahut Sasy.


" Hmmm, sudahlah Sasy sebaiknya kita pulang saja. Tampaknya Raquel tidak menyukai kehadiran kita," ucap Toby.


" Iya kamu benar. Kita pulang aja deh," sahut Sasy setuju, " bye Sorry sudah ganggu. Kalau mau di lanjutkan Monggo. Kita nggak masalah kok," sahut Sasy yang langsung pergi dengan Toby dengan tangannya yang melambai.

__ADS_1


" Ishhhh, nyebelin banget sih," ucap Raquel dengan wajahnya yang mengkerut.


" Sudahlah biarkan aja. Ya sudah aku juga harus pulang," ucap Aldo.


" Iya. Kamu hati-hati ya," ucap Raquel.


" Iya kamu langsung istirahat ya," ucap Aldo. Raquel mengangguk tersenyum.


" Selamat malam," ucap Aldo yang pamit.


" Malam?" jawab Raquel tersenyum dan Aldo pun langsung pergi menuju mobilnya. Raquel melambaikan tangannya pada pacarnya itu. Ya mereka tidak jadi menutup pertemuan mereka dengan ciuman manis. Sasy sama Toby sih sengaja banget mengganggu pasangan yang berbahagia itu.


****************


Azizi tampak gelisah yang tertidur di samping Vandy. Namun Vandy sudah tertidur lelap yang miring menghadapnya. Tidak tau apa yang membuat Azizi merasa begitu resah. Tapi nyatanya dia memang sangat gelisah beberapa kali memiringkan tubuhnya kekanan dan kekiri dan sampai menghadap Vandy dan masih saja terlihat gelisah.


Azizi melihat Vandy yang tertidur pulas yang bahkan dia menggoyang-goyangkan tempat tidur sampai tidak membuat Vandy bangun. Perlahan tangan Azizi mengambil tangan Vandy dan membuatnya ke perutnya.


Azizi kelihatan ngidam di sentuh Vandy. Makanya dua sedikit tenang saat tangan Vandy yang di arahkannya mengusap-usap perutnya.


Perlahan mata Vandy terbuka dan langsung bertatapan dengan Azizi. Mata Vandy turun ke perut Azizi dan melihat keberadaan tangannya ada di sana.


" Kenapa tidak membangunkanku?" tanya Vandy.


" Kamu tidur nyenyak. Aku tidak enak membangunkanmu," jawab Azizi. Vandy mendekatkan dirinya pada Azizi dan memeluk Azizi erat.


" Kamu menginginkan ini?" tanya Vandy dengan suara seraknya.


" Bukan aku. Tapi anak kita," jawab Azizi. Vandy tersenyum dan melihat ke arah Azizi dengan tangannya yang masih mengusap-usap perut Azizi.


" Jika anak kita menginginkan papanya untuk memanjakannya. Maka aku akan lakukan. Lalu bagaimana jika papanya menginginkan ibunya. Apa kamu akan memberikannya?" tanya Vandy. Azizi menelan salavinanya mendengar ucapan Vandy.


Menyesal dia memancing Vandy. Sama saja membangunkan singa kelaparan. Vandy dan Azizi yang saling melihat yang masih Vandy menunggu jawaban Azizi. Namun tidak sempat menunggu jawaban Azizi. Bibir Vandy sudah menempel di bibir Azizi. Azizi memejamkan matanya pertanda memberikan izin pada Vandy.


Mungkin bukan anaknya yang menginginkan sang ayah. Tetapi ibunya juga menginginkan sang ayah. Makanya Azizi dengan mudah terbuai. Lagian mereka juga sudah suami istri dan seharusnya memang ego itu harus di buang. Demi membangun rumah tangga yang harmonis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2