DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 155 Kecelakaan


__ADS_3

Ternyata Clara tidak ketoilet melainkan kembali kepemakaman. Apa lagi jika tidak untuk melihat makam yang di kunjungi Verro. Dia memang sangat penasaran sampai harus melangkahkan kakinya kembali kesana.


Padahal jelas sebenarnya itu bukan urusannya Tetapi untuk menjawab rasa penasarannya. Lebih baik dia pergi kesana dari pada hatinya terus bertanya-tanya.


" Itu dia makamnya," gumamnya ketika hampir dekat dengan makam yang tadi di pikirkannya.


Langkah Clara yang pelan dan terlihat lama akhirnya sampai di depan makam itu. Clara masih melihat di sekelilingnya dan belum melihat makam yang cantik itu yang penuh dengan mawar itu.


Saat arah pandangannya sudah melihat lurus di depannya dan matanya langsung melihat pertama pada bingkai yang ada di sana.


" Ahhhhh," pekik Clara terkejut sampai menutup mulutnya dengan ke-2 tangannya. Dengan matanya yang terbuka lebar dengan Apa yang di lihatnya.


Bagaimana tidak terkejut. Clara melihat wajahnya ada di bingkai Foto itu. Wanita itu tersenyum ceria. Napas Clara menjadi sesak dengan debaran jantungnya yang tidak normal saat melihat ada orang lain yang benar-benar sama dengannya.


" Tidak mungkin," gumamnya masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Kakinya bergetar hebat seakan ingin pingsan.


" Bagaimana wajah ku bisa sama dengan wanita itu. Aku tidak mungkin bisa sama persis. Bahkan seperti kembar," ucapnya dengan kesulitan berbicara. Seperti ada sesuatu di tenggorokannya yang tersangkut sampai dia tidak bisa berkata-kata.


" Cherry, Casandra Laskarta," Clara membaca nama yang ada di mesan itu. Beserta kelahiran dan juga kematiannya. Nama yang membuatnya bergetar tanpa di ketahui sebabnya.


" Apa ini Cherry yang sering aku dengar. Adalah Cherry yang ini. Dia sudah meninggal dan mereka menganggapku Cherry karena aku sangat mirip dengan wanita ini," batin Clara benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


Jika dia adalah wanita yang sangat mirip dengan nama yang membuatnya belakangan ini membuatnya kepikiran terus. Orang-orang yang melihatnya seperti hantu. Menganggap dia adalah wanita yang sudah tiada.


Clara masih diam di tempat dengan napasnya naik turun. Masih memperhatikan foto wanita yang sama dengan wajahnya. Makam itu sangat indah terlihat orang pasti makam itu sangat di rawat dengan penuh cinta.


Clara tidak bisa berpikir jernih. Matanya terus menatap foto yang sama sekali tidak ada bedanya dengan wajahnya dan tidak tau berapa lama dia bertahan di depan makam itu.


***********


Clara berada di dalam kamarnya. Setelah pergi dari pemakaman. Clara semakin bertambah frustasi. Akhirnya menemukan kenapa orang-orang memanggilnya Cherry. Pertanyaannya akhirnya terjawab setelah membuatnya penasaran dan penuh kebingungan.


Tetapi Clara justru mendapat jawaban itu. Membuat Clara semakin banyak berpikir dan sedari tadi dia yang berdiri di pinggir kendala kamarnya itu dengan ke-2 tangan di letakkan didadanya terus mengkhayal.


" Lalu apa hubungan mereka dengan wanita itu. Apa wanita adalah keluarga mereka, teman dan Verro sepertinya wanita yang bernama Cherry itu sangat penting. Jelas terlihat dari dia berbicara dan bahkan sangat tidak ingin Cherry tergantiann. Apa itu alasannya dia menatapku dengan pandangan seperti itu Karena aku mirip dengan wanita itu," batin Clara yang terus memikirkan teka-teki.


Memang mereka hanya mirip. Tetapi Clara malah tambah penasaran dengan wanita yang bernama Cherry. Siapa dia dan kenapa meninggal itu sudah ada di pikirannya semenjak di pemakaman tadi.

__ADS_1


Dia juga kembali merasakan hal yang aneh saat melihat foto dan tulisan nama itu ada di mesan. Seperti ada rasa penolakan di hatinya. Seperti tidak menerima dengan hal itu.


" Kenapa perasaanku sangat aneh. Bukannya jelas aku tidak berhubungan. Tetapi kenapa aku seperti merasa terluka saat melihat nama itu di ukur di mesan," batinnya bingung dengan pergejolakan hatinya.


Brukk.


Clara di kagetkan dengan pintu kamar yang di buka kuat. Sampai debaran jantungnya berdetak dengan cepat.


" Mas Bayu," ucap Clara memegang dadanya dengan gemuruhan suara jantung di sana. Dia masih terkejut dengan dobrakan pintu itu.


" Kemasi barang-barang kamu. Kamu akan pulang hari ini, jadi jangan buang waktu cepat kemasi," ucap Bayu dengan keputusan yang di ambilnya dengan sepihak. Membuat Clara terkejut.


" Apa yang mas Bayu katakan. Pulang. Siapa yang akan pulang," tanya Clara merasa Bayu benar-benar gila sesuka hatinya mengambil keputusan.


" Sudah jangan banyak tanya. Cepat kemasi barang-barang kamu," sahut Bayu menegaskan kembali.


" Aku tidak mau. Aku sudah mengatakan. Tidak akan pulang sebelum mama sembuh. Jadi jangan memaksaku," sahut Clara yang pasti membantah hal itu.


" Mama juga akan di pindahkan ke Jerman. Jadi kamu berangkat malam ini terlebih dahulu. Mama dan mas Bayu akan menyusul setelah prosedur dari rumah sakit selesai," sahut Bayu menjelaskan.


" Aku sudah mengatakan jangan banyak protes. Lakukan apa yang aku katakan," ucap Bayu menguatkan Volume suaranya.


" Aku tidak mau," tegas Clara yang masih membantah.


" Aku tidak akan kembali ke Jerman dan tidak akan setuju dengan ide gila mas Bayu. Tidak akan," tegas Clara menekankan dengan menunjuk-nunjuk Bayu. Clara pun melangkahkan kakinya memilih pergi.


Saat melewati Bayu. Bayu langsung menahan tangan Clara mencengkram pergelangan tangan itu dengan Kuat.


" Mau kemana kamu?" tanya Bayu menekan suaranya.


" Aku mau kerumah sakit," jawab Clara.


" Clara. Jangan membantah perkataanku. Kembali ke Jerman," tegas Bayu dengan matanya yang melotot yang seperti ingin menerkam Clara.


" Tidak akan!" tegas Clara melepas tangan itu dari Bayu dan langsung pergi.


" Clara," teriak Bayu memanggil-manggil Clara. Tetapi Clara tetap tidak menanggapi dan tetap pergi.

__ADS_1


" Dasar wanita benar-benar tidak tau diri. Mau kamu membantah bagaimanapun kamu tidak akan bisa lolos. Aku akan tetap membawamu pergi dari tempat ini," geram bayi dengan mengepal tangannya. Sangat muak dengan Clara yang benar-benar tidak pernah menurutinya dan membuatnya semakin emosi.


*********


Hujan deras malam yang gelap. Clara yang kesal dengan Bayu menyetir dengan kecepatan tinggi. Dia sangat muak dengan aturan Bayu yang semakin lama semakin tidak masuk akal.


" Kenapa dia terus menyuruhku pulang. Kenapa sifatnya seperti anak-anak. Sebentar-sebentar marah. Dia bahkan sangat emosian. Bukannya minta maaf karena sudah membuat orang terluka dan sekarang malah mencari masalah baru dengan memindahkan mama. Apa sebenarnya yang ada di pikirannya," Kiara terus mengoceh di dalam mobilnya yang melaju dengan kecepatan tinggi.


" Aku tidak akan pulang. Tidak akan pulang. Aku akan tetap di sini. Aku akan menunggu mama sembuh. Aku tidak akan menuruti mas Bayu kali ini. Tidak akan," tegas Clara yang meyakinkan dirinya.


Dratttt Dratttt Dratttt.


Ponsel Clara berdering yang terletak di bangku sebelahnya. Clara melihat kesamping dan melihat panggilan masuk yang ternya dari Bayu.


" Ngapain lagi dia menelpon. Apa lagi. Jika tidak menyuruh untuk pulang," ucap Clara yang sama sekali tidak punya keinginan untuk mengangkat telpon dari Bayu.


Clara tetap menyetir. Tetapi panggilan telpon itu terus berdering. Sampai akhirnya Clara yang tidak tahan harus mengambil ponsel itu untuk mengangkatnya. Tetapi saat tangannya sudah sampai. Tiba-tiba ponsel itu jatuh.


" Kenapa harus jatuh segala," ucapnya kesal dan menundukkan tubuhnya dengan matanya tetap melihat jalan dan tangannya meraba-raba untuk mengambil ponselnya. Akhirnya tangan Clara mendapatkan ponsel itu. Membuat pandangan Clara turun kebawah.


Tetapi truk dari arah berlawanan melaju kencang. Saat Clara melihat kemabli kedepan. Clara melebarkan matanya saat melihat apa yang di depannya yang membuatnya terkejut dengan truk itu yang sudah berada di depan mobilnya


Dengan cepat Clara membanting stir mobil kekanan dan membuat Clara menabrak pembatas jalan.


Brukkkkkk.


Akhirnya mobil itu menabrak pohon besar. Kepala Clara langsung terhempas ke stir mobil. Kecelakanan parah itu membuat pintu mobil terbuka.


Tangan Clara yang sudah menggantung dan memperlihatkan Clara yang sudah tidak sadarkan diri dengan posisi kepala berada di setir mobil dengan darah yang berkeluaran.


..." Cherry, Cherry, Cherry, Cherry," dalam tidak sadarkan dirinya lintasan di dalam kepala Clara mendengar orang-orang memanggilnya Cherry dengan wajah samar-samar yang tidak bisa di kenalnya....


..." Verro, Verro," ada seseorang yang juga berada di dalam pikirannya yang mendengar jelas nama Verro....


...Pikiran Clara di penuhi bayangan samar-samar yang tidak bisa tidak kenalinnya....


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2