DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 192 Penyelamatan.


__ADS_3

Verro langsung masuk kekamar itu dan langsung menarik Bayu dan langsung melayangkan pukulannya kepadanya.


" Kurang ajar," teriak Verro menendang perut Bayu sampai Bayu tersungkur kelantai.


" Verro," lirih Clara yang dengan napasnya tersenggal-senggal merasa bersyukur Verro datang tepat waktu.


" Beraninya kau menyentuhnya," teriak Verro yang kembali memukul Bayu tanpa ampunan dan tidak ada perlawanan dari Bayu. Tidak berapa lama, Sasy, Raquel, Nadya dan Selina Toby, Varell dan Vandy datang.


Toby, Varell langsung melerai Verro sementara Selina, Raquel, Nadya dan Selina langsung menghampiri Clara.


" Cherry," ucap Sasy yang langsung membantu Clara untuk berdiri.


" Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Sasy panik. Clara menggeleng


" Kamu memanggilku Cherry, apa aku memang Cherry," ucap Clara yang pasti masih bingung karena ingatannya tidak sepenuhnya sembuh.


" Iya kamu Cherry," ucap Saski yang langsung memeluk.


" Verro sudah dia bisa mati," ucap Varell yang menghentikan Verro sampai Verro bisa mengendalikan dirinya dan langsung melihat ke arah Cherry yang sangat memprihatinkan. Bahkan wanita itu terluka. Verro langsung melangkah cepat dan langsung memeluknya erat. Seakan melepas rindu yang selama ini telah di tahannya.


" Maafkan aku. Maafkan atas kebodohanku. Maafkan aku Cherry," ucap Verro merasa bersalah dan terus memeluknya.


Ingatan Clara memang tidak sempurna pulih. Tetapi Verro jelas sudah sering di ingatnya dan dia pun memeluk erat dengan air matanya yang menetes. Yang merasa sangat nyaman saat mendapat pelukan itu.


Yang lainnya ikut sedih dengan apa yang mereka lihat. Kenyataan yang tidak pernah terbayangkan di mana Cherry telah kembali dan itu sudah kebahagian untuk mereka.


" Astaga jadi Clara yang sedari tadi mereka sebut adalah dia. Aku tidak percaya jika Cherry memang masih hidup," batin Nadya benar-benar shock dengan hal itu.


Verro melepas pelukannya dari Cherry. Melihat wajah Cherry dengan intens matanya berkeliling menelusuri wajah istrinya yang memang tidak kekurangan apapun. Verro langsung mengecup kening Cherry.


" Aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi lagi," ucap Verro yang tidak henti-hentinya menangis.


" Ayo bawa dia," ucap Vandy. Toby, dan Varell mengangguk dan membantu Vandy untuk menyeret Bayu dari kamar itu.


Merekapun menyusul satu persatu keluar dari kamar itu.


" Lepaskan aku, kalian tidak bisa memperlakukan ku seperti ini," ucap Bayu yang masih memberontak.


" Diam, nggak usah banyak protes," ucap Toby dengan geram dan terus menarik baju Bayu menuruni anak tangga.


" Kau pantas mendapatkannya, kau sudah menipu Cherry, kau tidak akan lepas dari kami," tambah Vandy lagi yang ikutan marah.


" Lepas!" teriak Bayu memberontak terus sampai mereka sudah berada di depan pintu yang ternyata di depan pintu sudah ada 3 polisi dan juga Aldo yang membuat mereka semua heran. Perasaan tidak ada yang memanggil polisi.


" Sayang," ucap Raquel heran melihat ada pacarnya.


" Kok ada polisi?" tanya Sasy yang juga heran.

__ADS_1


" Saudara Aldo, silahkan ikut kami kekantor polisi," ucap salah satu polisi.


" Ada apa? kenapa aku harus ikut dengan kalian," sahut Aldo geram.


" Anda terlibat dengan kematian saudari Laudya, jadi anda harus ikut kami untuk memberikan keterangan," ucap polisi itu dengan singkat.


" Laudya, jadi mas Bayu terlibat," batin Cherry yang tidak percaya hal itu.


" Itu tidak mungkin kalian tidak punya banyak bukti," sahut Bayu yang membantah.


" Silahkan jelaskan di kantor polisi nanti," sahut polisi.


" Tapi saya tidak bersalah," bantah Bayu.


" Silakan jelaskan di kantor polisi, ayo bawa dia," sahut polis i memerintah 2 polisi yang ada di belakangnya.


" Ni jebloskan kedalam penjara sekalian," ucap Vandy mendorong Bayu ke polisi tersebut.


" Bawa dia!" perintah polisi tersebut.


" Lepas, lepaskan saya, lepas," ucap Bayu memberontak saat polisi membawanya paksa.


" Aku akan membalas kalian semua," teriak Bayu menengok kebelakang memberi ancaman.


" Nggak takut," sahut Sasy menantang.


" Sudah, Sasy," tegur Nadya. Raquel langsung menghampiri pacarnya Aldo.


" Ceritanya panjang sayang. Nanti aku ceritain. Tapi memang benar dia terlibat kasus klien kamu?" tanya Raquel.


" Iya sayang," jawab Aldo.


Cherry dan Verro saling menggenggam tangan. Cherry melihat ke arah Verro.


" Siapa aku?" tanya Cherry memastikan pada Verro dan semua orang mendengar Cherry mengeluarkan suara membuat mereka melihat ke arah Cherry.


" Kamu adalah Cherry?" jawab Verro.


Aldo yang memang tidak tau asal mulanya. Kaget dengan apa yang di katakan Verro.


" Sayang benar itu?" tanya Aldo pelan. Raquel mengangguk.


" Cherry, jangan memaksakan untuk mengingat apapun. Kamu bisa sakit," ucap Verro mengusap pipi Cherry. Dia dokter dan tau apa akibatnya jika memaksakan Cherry untuk mengingat secara sempurna.


" Tapi aku sering melihatmu dan juga mereka di dalam ingatanku," ucap Cherry.


" Iya, pelan-pelan. Kamu akan mengingat semuanya. Kamu jangan memaksakan diri," ucap Verro dengan lembut yang tidak tahan untuk tidak meneteskan air mata.

__ADS_1


" Apa ini milikku?" tanya Cherry memperlihatkan kalung yang ternyata sedari tadi di pegangnya. Verro tersenyum melihatnya.


" Iya itu milikmu," sahut Verro.


" Aku melihatnya kamu menangkannya ke leherku," sahut Cherry yang bisa mengingat itu.


" Iya Cherry, pelan-pelan ya. Kamu akan mengingat semuanya," ujar Verro.


" Lalu siapa Pria paru baya yang ada dengan ku?" tanya Cherry yang mengatakan Laskarta.


" Dia adalah...,"


" Verro," sahut Toby pelan menggelengkan kepalanya. Seakan jangan mengatakan hal itu dulu. Verro yang mengerti menganggukkan matanya.


" Kita pulang ya, aku akan menceritakannya padamu semuanya. Pelan-pelan aku akan mengembalikan ingatan mu," ucap Verro yang mengalihkan pertanyaan Cherry.


" Kamu maukan pulang bersamaku?" tanya Verro memastikan. Cherry mengangguk pelan.


" Ya sudah, kita pulang!" ajak Verro menggengam tangan Cherry dengan erat sampai tidak rela jika akan melepas tangan wanita itu. Cherry menganggukan kembali kepalanya.


" Kami pulang duluan, nanti kita akan bicara lagi," ucap Verro pamit pada teman-temannya.


" Iya hati-hati Verro," sahut Varell Verro mengangguk dan langsung membawa Cherry pergi.


" Jadi benar, dia Cherry?" tanya Aldo yang masih tidak percaya.


" Iya sayang benar-benar Cherry," jawab Raquel.


" Lalu yang kita makamkan?" tanya Aldo masih kaget.


" Om Laskarta," sahut Sasy. Aldo bertambah kaget mendengarnya.


" Serius?" tanya Aldo tidak percaya. Yang lainnya mengangguk.


" Sayang nanti aku ceritain sama kamu panjang lebarnya," ucap Raquel yang tidak mungkin menceritakan lagi di tempat itu.


" Iya Aldo, nanti aja Raquel cerita sama lo yang terpenting sekarang, bagaimana caranya kita buat sembuhi Cherry. Tanpa melukainya," sahut Sasy.


" Benar apa kata Sasy, kita harus pelan-pelan mengembalikan ingatannya dan satu. Alangkah baiknya kita jangan memberitahu dulu mengenai Om Laskarta. Karena itu bisa membuatnya benar-benar terluka," sahut Toby yang memberi saran.


" Iya, aku setuju, kita harus bantu Verro untuk menjaga kondisinya, karena ingatannya juga belum seutuhnya pulih," sahut Vandy yang yang langsung setuju.


" Benar juga, karena dia pasti tidak siap untuk mendengar hal itu," sahut Varell.


" Aku sungguh tidak percaya. Jika hal ini akan ada. 7 tahun kita menganggap dia sudah tiada. Tetapi tiba-tiba kembali lagi," sahut Nadya yang masih shock dengan hal itu.


" Tidak ada yang tau apa yang terjadi yang penting Cherry sudah kembali kepada kita dan tugas kita memberinya kebahagian," sahut Vandy. Yang lainnya mengangguk.

__ADS_1


" Ya sudah sebaiknya kita pergi dari sini," ucap Varell yang lainnya mengangguk.


...Bersambung...


__ADS_2