
Hari pernikahan.
Tidak lama setelah melamar Cherry akhirnya acara pernikahan Cherry pun Tiba. Pernikahannya sendiri di adakan di atas kapal Ferry. Cherry memang ingin menikah atas lautan.
Nadya, Sasy, dan Raquel sedang menemani Cherry di kamar untuk bersiap-siap. Wanita-wanita cantik itu memakai seragam pink ala brismaid.
Cherry tampil sangat cantik dengan kebaya putihnya. Dia duduk di depan cermin dengan Sasy yang memperbaiki riasannya.
" Teman aku cantik sekali," puji Sasy dengan senyum lebar di wajahnya.
" Kamu bisa saja," sahut Cherry dengan wajah cerianya. Mendapat pujian membuatnya malu-malu.
Wajahnya yang tidak bisa bohong jika dia begitu bahagia dengan pernikahannya. Pernikahan yang pasti tidak pernah di bayangkan Cherry.
" Kamu memang sangat cantik Cherry," sahut Raquel yang juga ikut memuji. Sangat kagum melihat kecantikan Cherry.
" Benar kata Raquel. Kamu sangat cantik. Aura pengantin terlihat sangat bersinar. Verro pasti semakin jatuh cinta kepada kamu?" tambah Nadya memegang bahu Cherry melihat Cherry dari depan cermin.
" Makasih ya untuk kalian semua. Sudah bantuin aku untuk siap-siap. Aku sangat bahagia hari ini. Selain menikah kalian juga ada di sini. Tapi sayang...." Cherry menghentikan kalimatnya membuat Raquel, Sasy dan Nadya saling melihat heran.
" Sayang kenapa?" tanya Nadya.
" Azizi tidak ada di sini, dia apa kabar ya," ucap Cherry yang tiba-tiba mengingat temannya Azizi.
" Seharusnya dia ada di hari pernikahanku. Tetapi dia malah tidak ada," ucap Cherry sedih karena kurang lengkap tanpa ada Azizi.
" Aku juga sudah coba hubungi Azizi. Tetapi tidak bisa," sahut Sasy yang sebelumnya pasti berusaha untuk mengabari Azizi. Karena dia tau Cherry akan bahagia. Jika Azizi ada di hari pernikahannya.
" Apa dia ganti nomor ya?" sahut Nadya menebak-nebak.
" Mungkin saja. Tetapi kenapa tidak mengabari kita. Bukannya dia berjanji ya akan tetap bersahabat dengan kita. Walau sudah tidak 1 sekolah lagi," ucap Sasy malah ikutan sedih.
" Sudahlah. Mungkin Azizi. Punya privasi sendiri. Dia mungkin butuh waktu. Kalau nanti dia sudah tenang pasti dia akan kembali kok. Dia akan mengabari kalian. Jadi kalian jangan khawatir," ucap Raquel dengan bijak memberikan semangat pada ke-3 sahabat itu.
" Benar kata Raquel. Kita biarkan saja dulu dia sendiri. Nanti kapan-kapan kita akan cari lagi kabarnya bagaimana," ucap Nadya.
" Sayang sekali. Seharusnya Azizi ada di sini. Aku tidak punya waktu banyak untuk melihatnya," batin Cherry yang masih kepikiran tentang Azizi.
tok-tok-tok-tok
" Hay semuanya. Bagaiman Cherry," sahut Toby yang berdiri di depan pintu.
" Oh my God kamu cantik banget Cherry," puji Toby langsung melangkah masuk. Matanya berbinar Ketika melihat bidadari yang nyata.
Ceklek
Kebiasaan Toby tanpa ada hitungan 123 langsung mengambil gambar sembarangan. Dia memang suka mengambil gambar saat orang-orang tidak siap.
" Toby, kau itu bikin rusuh aja," sahut Sasy kesal.
" Apaan sih, orang cuma mau foto doang," sahut Toby kembali memoto Cherry dengan sembarangan.
" Sudah deh, mending fotoin kita yang benar dari pada asal-asalan," sahut Raquel.
__ADS_1
" Setuju!" sahut Sasy.
" Ya sudah buruan buat pormasi yang cantik," ucap Toby menggerakkan tangannya.
" Ayo Cherry?" ajak Nadya. Cherry mengangguk senyum dan berdiri.
Akhirnya mereka berfoto dengan beberapa gaya. Toby sudah seperti fotografi di pernikahan banyak aturan.
**********
Setelah berhias dengan sempurna dan juga melakukan foto-foto. Nadya, Raquel dan Sasy sekarang membawa Cherry ke altar pernikahan. Sasy memegang tangan kanan Cherry. Sementara Nadya tangan kiri Cherry dan Raquel berada di depan dengan memegang bunga mawar.
Tidak banyak orang yang ada di pernikahan itu. Pasti hanya papanya dan teman-temannya. Atas kapal yang bersifat outher itu sudah di sulap seindah mungkin.
Karena Cherry menyukai mawar pink banyak bunga-bunga mawar yang menambah keindahan tempat itu.
Vandy, Varell, Aldo papanya, penghulu dan saksi dan yang pasti Verro sudah berada di sana menunggu calon pengantinnya. Vandy, Aldo, Varell dan Toby pastinya memakai kemeja dengan stelan jas hitam lengkap dengan dasi kupu-kupunya.
Sementara Verro memakai stelan jas putih yang sama dengan Cherry warnaya. Di tanya dek-dekan kan pasti. Jantung Verro terus berdebar di hari pernikahannya. Rasa bahagia dan kesedihan pasti bercampur menjadi satu.
Dia memang tidak punya banyak waktu untuk Cherry. Hanya 6 hari lagi. Cherry akan berangkat Ke Jerman untuk melakukan operasi. Makanya Verro hanya ingin memberikan Cherry kebahagian. Dia akan melakukan apa-apa yang ingin di wujudkan Cherry.
" Itu Cherry!" tunjuk Vandy ketika melihat Cherry. Verro yang gemetar membalikkan tubuhnya dan melihat pengantin wanitanya yang berjalan mendekatinya.
Verro tersenyum melihat cantiknya pengantinnya. Dia tidak menyangka. Jika hari ini Dia akan menikahi Cherry. Cherry yang berjalan juga tersenyum dengan melihat Verro. Dia bahkan ingin langkahnya di percepat agar sampai di dekat Verro.
Tetapi seketika langkah Cherry terhenti. Ketika merasa sakit di dadanya. Bahkan dengan secepat kilat keringat dingin langsung menjalar di tubuhnya.
" Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Nadya merasa Cherry sedang tidak baik-baik saja.
" Kamu merasa sakit?" tanya Raquel lagi yang juga ikutan panik.
" Tidak, aku tidak apa-apa, ayo lanjutkan jalan," ucap Cherry yang memang mengakui jika dia tidak apa-apa.
" Aku mohon tuhan. Kasih aku kekuatan untuk hari ini. Aku ingin menikah dengannya. Aku mohon tuhan jangan ambil nyawaku hari ini. Biarkan aku menikah dengannya. Aku mohon ambil rasa sakit ini. Sebentar saja. Setelah itu aku tidak akan meminta lagi," batin Cherry yang terus menahan sakit.
Sedari tadi Cherry memang sudah merasa lemah. Mungkin karena dari kemarin dia banyak melakukan hal-hal lain sampai tidak menyadari kondisinya yang semakin drop
Cherry memang paling pintar menyembunyikan rasa sakitnya. Orang-orang akan berpikiran jika dia baik-baik saja. Tetapi tidak ada yang tau dia sedang menahan sakit.
Cherry tersenyum lebar saat sudah berada di depan Verro. Tetapi ekspresi Verro berubah ketika merasa ada yang tidak beres. Verro memajukan langkahnya dan memegang pipi Cherry.
" Kamu baik-baik saja?" tanya Verro panik. Cherry memegang tangan Verro yang ada di pipinya.
" Aku baik-baik saja. Aku tidak apa-apa," jawab Cherry bohong.
" Kamu yakin?" tanya Verro tidak percaya.
" Iya Verro, jangan berpikiran yang aneh-aneh. Aku sungguh tidak apa-apa," ucap Cherry terus meyakinkan.
" Ada apa Verro?" tanya Laskarta menghampiri putrinya dan Verro. Laskarta melihat Cherry yang sekarang pucat.
" Sayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya Laskarta yang bisa melihat Cherry sedang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
" Cherry tidak apa-apa pa, Cherry baik-baik saja. Papa jangan khawatir," jawab Cherry. Laskarta dan Verro saling melihat memang mereka tidak mudah untuk percaya kata-kata Cherry.
" Maaf apa sudah bisa di mulai?" sahut Penghulu yang sudah duduk menunggu.
" Sayang kamu yakin bisa?" tanya Laskarta lagi.
" Iya pa," jawab Cherry.
" Ya sudah, ayo kita mulai," ucap Laskarta. Laskarta membantu putrinya untuk duduk. Verro juga menyusul duduk di samping Cherry dengan perasaannya yang tidak tenang.
Setelah ke-2 pengantin duduk. Laskarta memakaikan selendang putih di atas kepala Cherry dan Verro. Tangan Cherry gemetar di atas pahanya langsung dipegang Verro seakan memberi ketenangan untuk Cherry. Cherry menoleh ke arah Verro dengan tersenyum lebar.
" Baiklah mari kita mulai," ucap bapak penghulu mengulurkan tangannya. Verro langsung menyambut dengan berusaha tenang. Karena perasaanya yang tidak enak.
..." Saya nikahkan Cherry Casandra Laskarta Binti Laskarta dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas di bayar tunaiii,"...
..." Saya terima nikahnya Cherry Laskarta Binti Laskarta dengan mas kawin tersebut di bayar tunai,"...
..." Bagaimana saksi sah?" tanya penghulu....
..." Sah," sahut serentak. Akhirnya Verro dan Cherry sah menjadi suami istri di usia mereka yang masih muda....
Pernikahan di lanjutkan dengan doa.
" Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk menikah dengan laki-laki yang aku cintai," batin Cherry di dalam doanya yang terus mengucap Syukur dengan air matanya yang menetes.
" Aku mohon buatlah waktu berputar dengan lama. Agar aku bisa memberinya kebahagian. Aku mencintai wanita yang kau ciptakan. Aku tau dia milikmu dan aku tidak berhak memilikinya dengan waktu yang lama. Tetapi aku mohon berikan banyak kesempatan untukku. Untuk menebus semua kesalahan ku kepadanya," ucap Verro berdoa di salah hatinya dengan pipinya yang berlinang air mata.
" Terima kasih engkau masih memberikan aku kesempatan untuk menikahkan putriku. Seperti keinginan istriku dulu. Dia mengatakan aku harus menjaga Cherry sampai Cherry menemukan laki-laki yang tepat dan aku akan menikahkan Cherry dengan laki-laki yang di cintainya. Terima kasih sudah memberikan kesempatan itu," batin Laskarta di dalam doanya.
Setelah selesai berdoa. Cherry dan Verro kembali saling melihat. Cherry mencium punggung tangan Verro yang sudah menjadi suaminya. Dan Verro langsung mencium kening Cherry yang sudah menjadi istrinya.
Suasana pernikahan lebih ke suasana kesedihan. Sedari tadi Sasy harus menyeka air matanya melihat temannya itu.
" Kenapa dunia ini sangat jahat. Kenapa harus mempersatukan orang yang saling mencintai. Jika untuk di pisahkan," batin Sasy dengan air matanya yang memang tidak terbendung kan.
" Verro adalah laki-laki yang hebat, aku berharap Verro kuat setelah Cherry benar-benar tidak ada lagi," batin Aldo yang kagum dengan Verro.
" Semoga operasi Cherry lancar. Agar aku bisa terus melihat mereka yang selalu bersama," batin Toby.
Nadya dan Varell saling melihat dengan genggaman tangan mereka. Mereka juga berkaca-kaca melihat pengantin baru yang bahagia itu.
" Kamu tidak apa-apa?" tanya Nadya. Varell menggeleng. Nadya tersenyum dan menyenderkan kepalanya di bahu Varell.
" Semoga umur Cherry panjang," ucap Nadya.
" Amin, kita doakan saja yang terbaik untuk mereka. Untuk kesehatan Cherry dan untuk Verro yang harus kuat," sahut Varell.
" Cherry pasti bahagia hari ini terlihat dari wajahnya," sahut Nadya.
" Kamu benar, dia sangat bahagia," sahut Varrell membenarkan.
Bersambung
__ADS_1