DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 236 Pemeriksaan.


__ADS_3

Kantor polisi.


Mobil yang di kendarai Aldo berhenti di depan kantor polisi dan sebelahnya sudah ada Raquel yang memang menemaninya. Karena memang itu sudah menjadi janji Raquel pada Aldo.


Aldo terus melihat ke arah kantor polisi. Di sana juga banyak wartawan yang pasti menunggu kedatangan Aldo dan wajah Aldo terlihat begitu panik, khawatir dan masih ada rasa takut untuk menghadapi orang-orang di sana.


Raquel menoleh ke arah Aldo. Raquel memegang tangan Aldo yang ada di stir mobil. Aldo menoleh ke arah Raquel dan Raquel tersenyum seakan memberikan Aldo kenyamanan dan menghilangkan rasa takutnya.


" Tidak akan ada masalah Aldo, kamu sudah yakin sebelumnya untuk datang kemari dan menghadapi semuanya. Jadi percayalah padaku. Semuanya juga akan baik-baik saja. Tidak akan ada apa-apa," ucap Raquel memberikan Aldo semangat.


" Aku takut, tidak bisa menghadapinya," sahut Aldo yang tidak bisa bohong. Jika dia memang sangat takut.


" Jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. Kamu jangan takut. Karena aku akan selalu ada untukmu. Bukannya kita sudah membahas sebelumnya. Jika kita akan menghadapi sama-sama. Dan ketika kita yakin maka semuanya akan selesai. Kita pasti bisa menghadapi semuanya," ucap Raquel meyakinkan Aldo.


Aldo menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Dan terukir senyum tipis di wajahnya dan juga dia memegang tangan Raquel dengan erat.


" Kamu benar, semua ini harus di hadapi," ucap Aldo yang sekarang semangat. Karena mendapat dorongan dark Raquel.


" Ya sudah, sekarang ayo kita turun. Pemeriksaannya akan di mulai," ucap Raquel.


" Iya," sahut Aldo. Aldo terlihat berdoa dan kemudian Aldo turun dari Raquel dan bersamaan dengan Raquel.


Dan memang benar begitu wartawan melihat Aldo. Para wartawan itu langsung mengerumuni Aldo dengan beribu pertanyaan. Tangan Aldo terus menggenggam erat tangan Raquel dan mereka harus berdesak-desakan memasuki kantor polisi.


" Pak, Aldo, minta keteranganya sedikit,"


" Pak, Aldo, dari mana saja anda selama ini,"

__ADS_1


" Pak Aldo, pak Aldo, pak Aldo!" tanya wartawan tidak hentinya-hentinya.


Aldo sama sekali tidak menjawab pertanyaan wartawan. Aldo memilih diam dan hanya melindungi Raquel yang juga di kerumuni. Raquel pasti sebelumnya sudah mempersiapkan dirinya.


Dia tidak peduli dengan apapun. Yang penting dia ada di sisi Aldo. Memberikan Aldo dukungan dan semangat tinggi agar Aldo bisa menghadapi semua masalah dengan cepat.


Akhirnya Aldo dan Raquel berhasil lolos dari kerumunan wartawan. Mereka pun sudah berada di dalam kantor polisi.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Aldo panik dengan memeriksa Raquel apakah ada yang luka sedikit. Karen perbuatan wartawan.


" Tidak Aldo. Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Sudah sana sebaiknya kamu masuk, sepertinya ini sudah giliran kamu," ucap Raquel.


" Ya sudah aku masuk dulu. Kamu tunggu sini ya," ucap Aldo lembut. Raquel mengangguk tersenyum. Aldo kembali menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu iya pun langsung pergi dengan penuh mental.


" Semoga saja semuanya lancar," batin Raquel dengan wajah paniknya.


Dia menunggu diluar dengan gelisah. Karena memang tidak boleh masuk. Yang masuk hanya yang bersangkutan dan Raquel hanya bisa mendoakan mantan kekasihnya itu dari luar.


***********


Ada 20 menit Raquel menunggu di luar duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Wajahnya penuh kegelisahan dengan beberapa kali menyibak rambutnya kebelakang dan bisa jamin tangan Raquel pasti begitu dingin.


Lama menunggu Aldo. Tiba-tiba Tari keluar dari ruangan pemeriksaan yang mana memang Aldo dan Tari yang melakukan pemeriksaan bersama-sama. Raquel yang melihat keluarnya Tari membuatnya berdesis melihat wanita yang tidak tau diri itu.


" Kamu menunggunya?" tanya Tari yang berdiri di depan Raquel dengan ke-2 tangan yang di silangkan didanya.


" Kau bicara denganku," sahut Raquel sinis yang melihat Tari yang rasanya ingin muntah.

__ADS_1


" Jika tidak bicara denganmu. Dengan siapa lagi. Aku bicara dengan wanita yang menyedihkan sepertimu," ucap Tari. Raquel mendengarnya mendengus kasar dan langsung berdiri.


Raquel dengan geram mengangkat tangannya. Yang ingin menampar tari, wajah Tari sudah miring kesamping dengan mata memejam. Padahal Raquel belum sempat menamparnya. Hal itu justru membuat Raquel tersenyum dan menurunkan tangannya.


" Kau lah yang menyedihkan!" desis Raquel yang membuat Tari membuka matanya dan melihat lurus kembali Raquel. Dia tampak panik. Padahal Raquel tidak jadi menamparnya.


" Hey, wanita bodoh, kau yang begitu sangat menyedihkan. Pria menolak cintamu dan kau melakukan hal yang sangat bodoh, kau mempermalukan dirimu dengan menyebar Vidio yang merupakan aib mu. Kau lah sungguh menyedihkan. Lihat dirimu betapa ketakutannya kau saat aku ingin memukulmu. Padahal aku tidak sebodoh itu. Aku tau ini kantor polisi makanya aku tidak ingin mengotori tanganku pada wanita yang sudah kotor seperti mu," ucap Raquel dengan pedas bicara pada Tari.


Tari mendengarnya hanya mengepal tangannya, yang pasti marah karena mendapat kata-kata tajam seperti itu.


" Kenapa kau diam. Apa kau sudah menyadari. Bahwa sangat bodohnya dirimu. Kau sangat bodoh," desis Raquel dengan sinis.


" Tutup mulutmu," sahut Tari dengan menunjuk Raquel, " kaulah yang bodoh Raquel. Kau sudah tau Aldo seperti apa. Tetapi kau ada di sini. Kau seperti wanita yang mengharapkan cintanya kembali. Kau seperti pengemis," ucap Tari dengan matanya menatap tajam pada Raquel.


" Aku mengharapkan cintanya. Aku pengemis. Bukan aku tapi kaulah yang pengemis, sangat tidak tau diri. Dan apa katamu aku sudah tau dia seperti apa. Ya memang aku tau dia seperti apa. Makanya aku ada di sini. Heh, wanita sinting, pelakor. Aku lebih mengenal Aldo dan aku tau apa yang terjadi padanya dan aku juga tau apa yang kau lakukan kepadanya. Jadi karena itu aku di sini bukan karena kebodohanku. Tapi karena kepercayaan ku kepadanya dan yang pastinya. Karena aku begitu kepo mengikuti kasus ini. Sampai wanita sepertimu masuk kedalam penjara," ucap Raquel dengan santai bicara.


" Apa katamu, aku masuk penjara. Bukan aku tapi Aldo," sahut Tari.


" Jika memang Aldo yang ada di Vidio itu. Itu berarti dia melakukannya dengan mu karena sama-sama suka dan yang menjadi permasalahannya. Karena kamu yang sudah menyebarnya. Jadi masalahnya ada di kamu. Nah itu kalau Aldo ada di vidionya. Beda cerita. Jika Vidio itu hanya buatan manusia," sahut Raquel dengan tersenyum.


Tari diam tanpa berkutik dan hanya matanya yang tajam yang tidak lepas menatap Raquel yang tersenyum mengejeknya.


" Jadi Tari, maksudku pelakor. Siap-siap lah mempertanggung jawabkan perbuatan mu. Oke," ucap Raquel menepuk pipi Tari dengan senyum ejekan lalu Raquel pergi begitu saja dari hadapan wanita itu.


" Sial," teriak Tari yang sensi sendiri. Dia yang memancing dia yang kesetanan sendiri. Raquel di lawan ya mana bisa. Karena Raquel memang bukan tandingan Tari.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2