DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Epiosede 306 insiden Fiona.


__ADS_3

Cherry, Verro, Sasy, Toby, Azizi, Vandy, Raquel, Nadya dan Varell sedang melakukan makan malam romantis di salah satu kafe yang menjadi favorite mereka. Di mana-mana makanan romantis itu untuk berduan tetapi tidak untuk mereka yang berramai-ramai melakukannya.


Dinner itu memang terlihat sangat istimewa dengan makanan western yang sengaja di pesan mereka. Mereka mengobrol sambil makan seperti biasanya.


" Oh, iya ada gosip nih," sahut Sasy tiba-tiba.


" Sasy kamu ini ya soal gosip aja langsung heboh.


" Memang gosip apaan sih," sahut Toby.


" Masalah Aldo," jawab Sasy membuat Raquel seakan terpanggil untuk bercerita. Apa lagi tatapan teman-temannya melihat ke arahnya seolah dia ikut dalam masalah itu.


" Apaan sih, kok lihatin aku," sahut Raquel kesal.


" Ini tidak ada urusannya sama Raquel," ucap Sasy.


" Memang ada masalah apa dengan Aldo?" tanya Azizi yang tampaknya penasaran dengan Aldo.


" Benar apaan sih masalahnya. Kayaknya serius," sahut Vandy.


" Lagian Aldo kenapa sih, aku nggak pernah liat dia. Semenjak putus dengan Raquel dia nggak kelihatan sama sekali," sahut Aldo yang juga heran dengan sahabatnya itu.


" Sudah deh Sasy mending kamu bilang aja ada masalah apa sebenarnya dengan Aldo?" tanya Cherry yang kelihatan dengan penasaran.


" Aku sama Raquel kemarin lihat Tari dan Aldo dan aku melihat mereka kelihatan berantam kayak gitu," sahut Sasy.


" Ya ampun terus apa urusannya coba. Kalau mereka berantam ya itu masalah mereka," sahut Nadya.


" Tapi beda tau. Kelihatan banget kalau mereka ada masalah besar dan yang paling parahnya Aldo mutusin Tari," ucap Sasy yang begitu heboh bicara. Membuat orang-orang kaget dengan pernyataannya.


" Jadi mereka benar-benar pacaran," sahut Nadya yang tidak tau hal itu.


" Ya ampun Nadya kamu ketinggalan berita deh, mereka itu memang udah lama kali pacarannya," sahut Sasy.


" Lalu kenapa mereka putus?" tanya Nadya.


" Ya aku mana tau. Aku cuma melihat Tari itu kayak maksa banget gitu dan Aldo terlihat kayak beda aja gitu. Bahkan mereka sempat bilang-bilang masalah Vidio gitu," jelas Sasy membuat orang penasaran apa yang terjadi.


" Iya kan Raquel," lempar Sasy pada Raquel yang juga ada di sana.

__ADS_1


" Kenapa jadi aku ya mana aku tau," sahut Raquel yang tampaknya tidak mau membahas masalah itu.


" Ya kan kamu ada di sana," sahut Sasy.


" Ya kan aku juga nggak tau apa yang terjadi," saut Raquel dengan menggedikkan bahunya.


" Sudahlah, mungkin itu hanya urusan mereka saja. Kita nggak usah ikut campur. Lagian kalau memang Aldo ingin cerita sesuatu. Pasti akan menceritakannya," sahut Azizi.


" Aku setuju sama Azizi. Kita tunggu saja cerita dari Aldo. Kalau masalahnya serius dan dia butuh bantuan kita. Pasti semuanya akan baik-baik saja. Jadi jangan memikirkan apa-apa," sahut Verro yang menanggapi dengan santai.


" Iya mending sekarang kita lanjut makan dari pada harus mengurusi Aldo," sahut Cherry.


" Okelah, kita akan makan kembali," sahut Sasy yang akhirnya melanjutkan makan mereka.


Dratt-dratt-drattt.


Tiba-tiba ponsel Verro berdering yang di letakkannya di atas meja.


" Siapa sayang?" tanya Cherry.


" Ibu Yayasan," jawab Verro yang langsung mengangkatnya membuat Cherry penasaran kenapa ibu Yayasan menelponnya malam-malam seperti itu.


" Fiona," lirih Verro. Mendengar nama Fiona membuat Sasy dan Raquel saling melihat dan terlihat sewot.


" Aku harus kesana," ucap Verro yang langsung berdiri meninggalkan makannya.


" Verro aku ikut," sahut Cherry yang langsung berdiri menyusul suaminya.


" Apalagi sih masalahnya," sahut Sasy kesal dengan perginya Verro yang tiba-tiba hanya karena Fiona.


" Tau, nih memang ya si Fiona bikin ulah aja taunya," sahut Raquel yang ikutan kesal.


" Mending kita susul aja deh," sahut Sasy yang langsung mengambil tindakan.


Ide Sasy pun di setujui semua orang dan langsung pergi ke Yayasan untuk melihat Fiona kenapa sebenarnya dan dari wajah Verro memang terlihat begitu panik.


***********


Meninggalkan makan malam romantis hanya karena telpon yang mengabarkan masalah Fiona yang tidak tau kenapa. Karena Verro tidak juga memberitau Cherry yang tampak penasaran dan sampai mobil mereka tiba di depan Yayasan dan sama-sama turun dari mobil dengan buru-buru.

__ADS_1


" Hati-hati Cherry," ucap Verro yang ternyata masih khawatir dengan istrinya yang kesulitan berjalan karena dressnya yang panjang.


" Iya," jawab Cherry dan Verro menggengam tangannya lalu berjalan memasuki Yayasan dan tidak lama yang lainnya yang juga penasaran sudah tiba dan langsung buru-buru menyusul Verro dan Cherry.


Verro dan Cherry sampai di kamar Fiona dan terlihat ada beberapa suster di sana dan melihat Fiona menangis di pelukan suster.


" Ada apa ini?" tanya Verro heran dengan situasi itu dan teman-teman yang lainnya juga berdatangan dan memenuhi kamar itu dan pasti bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Fiona.


" Dokter, Verro, Dokter Roby ingin memperkosa Fiona," jawab salah seorang suster membuat orang yang ada di ruangan itu kaget.


" Apah," sahut Verro tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


" Iya, Dokter yang menggantikan mu kurang ajar kepadaku," sahut Fiona dengan menagis terisak-isak di pelukan suster.


" Tidak mungkin Dokter Roby seperti itu, aku sangat mengenalnya," sahut Cherry yang tidak percaya dengan kata-kata Fiona.


" Jadi kamu Cherry yang merekomendasikan Dokter itu kepadaku. Apa kamu sengaja melakukannya," sahut Fiona membuat Cherry kaget yang seakan terpojokkan.


" Heh, Fiona apa yang kamu katakan. Jangan bicara sembarangan kamu," sahut Sasy yang tidak terima dengan ucapan Fiona.


" Aku tau kalian membenciku. Tapi apa yang harus aku lakukan lagi. Agar kalian tidak membenciku. Aku hanya ingin hidup damai di akhir hidupku. Tapi kalian semua tega memberiku Dokter yang ingin memperkosaku," sahut Fiona.


" Fiona, kamu jangan bicara sembarangan. Belum tentu itu terjadi," sahut Raquel.


" Tapi apa yang di katakan Bu Fiona memang benar kami. Kami yang mencegah hal itu. Jika kami tidak datang mungkin Bu Fiona tidak tau seperti apa nasibnya," sahut salah satu suster.


" Lalu kemana dokternya?" tanya Verro.


" Dia melarikan diri Dok," sahut salah seorang suster.


" Sudahlah, sebaiknya kalian semua pergi dari sini. Tidak ada gunanya kalian di sini. Kalian hanya menertawakan diriku yang seperti ini," ucap Fiona membuat Sasy rasanya ingin melakban mulut Fiona. Tetapi Toby masih menahan dirinya.


" Fiona tidak ada yang menertawakanmu di sini," sahut Nadya.


" Sudahlah, kalian pergi dari sini. Pergi!" teriak Fiona menunjuk pintu keluar.


" Memang ini punya bapaknya apa?" desis Raquel emosian.


" Sudah ayo, kita keluar, biarkan Fiona menenangkan dirinya dulu," sahut Verro mengajak teman-teman untuk keluar termasuk istrinya. Dengan memegang pundak istrinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2