DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 61 mengetahui sesuatu.


__ADS_3

Di dalam tenda Verro dan Cherry sama-sama diam, mereka saling punggung-punggungan tanpa ada pembicaraan sama sekali.


Mungkin perasaan ke-2nya masih sama-sama bingung dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka. Biarlah ke-2nya mengalami perang batin.


Di sisi lain Aldo berada di dalam tenda bersama Raquel, Mitha dan Selina. Aldo memang terpaksa masuk tenda itu. Karena hujan dan tidak sempat kemana-mana.


" Lama banget sih hujannya selesai, sudah panas berada di sini," celutuk Selina yang pasti menyindir Aldo.


" Kau keluar saja biar tidak kepanasan," sahut Aldo sinis. Membuat Raquel tertawa kecil.


" Hey, Aldo, seharunya yang ke luar itu kau, ini tenda kita ber-3," celetuk Selina sewot.


" Jika aku tidak mendirikannya, kalian mungkin sudah basah-basahan di luar," sahut Aldo dengan suara dingin.


" Yang nyuruh bantuin kita siapa, sory ya kita bukan Nadya yang butuh pahlawan kesiangan kayak lo," sambar Mitha yang tambah emosi.


" Ihhhh, sudah jangan berisik, suara hujan kalah dengan suara kalian yang gak jelas," sahut Raquel kesal.


" Lagian kenapa sih, Raquel kok lo diam aja sih, Aldo di sini," ujar Mitha membuat Raquel salah tingkah harus menjawab apa.


" Tau, nih dia ini parasit, seharusnya dia nggak ada di tenda kita," sambung Selina lagi, Raquel diam tanpa bisa menjawab dan bahkan melihat ke arah Aldo yang duduk di depannya.


" Udah deh, Aldo mendingan sekarang lo keluar dari sini," usir Mitha.


" Mitha, sudahlah, ini itu hujan, nanti kan bisa," sahut Raquel yang seperti mempertahankan Aldo.


" Jangan bilang lo suka liat dia di sini?" tebak Mitha merasa curiga dengan sikap Raquel.


" Apaan sih, nggak jelas banget," sahut Raquel mengelak dan berpura-pura tenang.


Aldo yang melihat 3 wanita itu yang malah berantam. Memilih membuka res tenda dan langsung ke luar.


" Aldo!" panggil Raquel melihat Aldo hujan-hujanan.


" Dari tadi kek," ucap Selina tersenyum kemenangan.


" Kalian ini keterlaluan ya, dia sudah sudah pasang tenda kita, hanya sebentar saja apa kalian tidak bisa membiarkannya di sini," ucap Raquel kesal dan marah-marah. Membuat Mitha dan Selina heran.


" Lo ngebelain dia, sampai marah-marah sama kita?" tanya Mitha tidak percaya. Raquel mengepal tangannya dan merapatkan giginya.


" Terserah kalian," sahut Raquel kesal dan memilih tidur memiringkan tubuhnya membelakangi Selina dan Mitha.


" Apa dia suka sama Aldo," batin Mitha melihat Raquel yang aneh.


" Aneh banget," lirih Selina.


" Pasti Aldo kesel dengan mulut Selina dan Mitha, apa dia sudah masuk tenda lain ya, pasti sekarang dia sudah basah-basahan," batin Raquel yang malah kepikiran tentang Aldo yang di usir temannya.


********


Sementara di sisi lain Toby harus menelan nasib 1 tenda dengan Fiona. Tetapi Toby tidak peduli dan fokus melihat foto-foto yang berada di dalam kameranya.


Sementara Fiona yang duduk dengan memeluk ke-2 lututnya, terus melihat ke arah tenda kuning yang di mana tadi, dia melihat Verro menggendong Cherry memasuki tenda tersebut.


" Kenapa Verro harus terus bersandiwara pada Cherry, di sini juga tidak ada papa yang mengawasi mereka. Seharusnya Verro bisa melakukan sesuatu yang dia mau. Bukankah ini kesempatan dia bebas dari Cherry," batin Fiona.


" Eh, Fiona tutup tendanya, agar hujannya tidak masuk," celoteh Toby. Tetapi Fiona tidak mempedulikannya dan terus melihat pada tenda Verro.


" Apa yang mereka lakukan di dalam, jangan-jangan mereka sudah baikan, atau mereka jadian," batinnya lagi yang merasa cemas.

__ADS_1


" Tidak mungkin, Cherry bukan tipe Verro. Dan Verro dekat dengannya, hanya karena kasihan dan juga karena papanya. Jadi tidak mungkin Verro jadian dengan Cherry, Verro bukan laki-laki bodoh," Fiona terus berbicara di dalam hatinya.


" Apa kau punya selimut, aku kedinginan, selimutku di ransel dan berada di tenda Aldo?" tanya Toby yang tetap tidak mendapat respon dari Fiona.


" Kenapa dia pelit sekali dengan suara," batin Toby kesal.


" Aku pinjam ya," ucap Toby lagi.


" Iya," jawab Toby menjawab sendiri. Karena Fiona tak kunjung menjawab pertanyaannya.


Toby malah mencari-cari dan membuka ransel Fiona.


" Ini dia," ucap Toby kesenangan.


" Saat menarik selimut itu, malah berserakan foto-foto.


" Apa itu," batin Toby melihat Foto-foto itu. Dan satu foto yang terbuka membuat Toby kaget, melihat foto Cherry dan Verro. Toby melihat ke arah Fiona yang masih fokus melihat ke luar.


" Kenapa ada foto Cherry," batin Toby yang penasaran dan buru-buru mengambil semua foto-foto itu.


" Pinjam ya Fiona," ucap Toby, Fiona melihat kebelakang dan melihat Toby tersenyum. Fiona tidak mempedulikan dan kembali fokus melihat kedepan.


" Aku tidur ya, bangunkan jika hujannya selesai," ucap Toby langsung rebahan dengan ringkupan selimut menutup seluruh tubuhnya.


Fiona kembali melihat Toby yang benar-benar tidur dengan selimut milik dirinya. Tetapi Toby tidak tidur. Di dalam selimut dia melihat 1 persatu foto-foto itu.


Hal yang membuat Toby kaget ketika melihat. Foto Cherry yang berdampingan dengan Verro dan wajah Cherry yang di coret dan ada beberapa foto Cherry yang di sobek-sobek, bahkan hal lebih parah melihat foto Cherry yang sendirian dan disamping foto itu digambar dengan spidol gambar jantung, membuat Toby semakin schok.


" Apa maksudnya ini, kenapa dia menyimpan ini?" batin Toby yang benar-benar bergetar melihat semua itu.


Selain foto Cherry ada juga Foto Verro yang sendirian dan seperti di ambil diam-diam, Toby juga melihat tulisan belangkang di setiap foto. Banyak kata-kata manis yang aneh.


" Apa dia menyukai Verro," tebak Toby bisa melihat dari kata-kata manis itu.


" Ternyata dia sangat jahat, diam-diam dia menyukai Verro. Tetapi dia juga jahat kepada Cherry, bahkan menggambar jantung yang terpisah dengan Cherry. Apa dia sangat suka melihat Cherry yang punya kelainan jantung," batin Toby dengan hatinya yang bergetar dan ikut kesal saat ada yang berbuat seperti itu kepada sahabatnya.


************


Malam hari di hari camping pertama mereka. Sekarang para murid-murid mulai sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Karena tadi hujan dan belum bisa berbuat apa-apa. Sekarang mereka harus sibuk.


Beberapa murid membantu Bu Asri menyiapkan makanan malam. Dan yang lainnya juga membantu membersihkan pekarangan, mengambil sampah-sampah yang berserakan karena tiupan angin.


Ada juga yang di dalam tenda menyusun barang-barang mereka, agar punya tempat untuk tidur.


Raquel melihat Aldo yang membuat api unggun. Tetapi Aldo terus barsim.


" Pasti karena tadi," batin Raquel yang langsung pergi ke tendanya.


Raquel membongkar tasnya dan sepertinya mencari sesuatu, sampai akhirnya Raquel mendapatkan apa yang dia butuhkan dan kembali menghampiri Aldo.


Raquel berdiri di belakang Aldo dan menjulurkan tangannya dengan obat yang di pegangnya. Aldo kaget melihat obat itu, Aldo menengok kebelakang siapa pemilik tangan itu.


" Apa itu?" tanya Aldo dingin.


" Hmmm, ini obat filex, ambillah!" ucap Raquel.


" Kau memberikannya kepadaku?" tanya Aldo kembali melanjutkan pekerjaannya.


" Jangan mikir yang aneh-aneh dulu, aku memberikan ke semua orang," sahut Raquel mencari alasan. Aldo tersenyum tipis mendengarnya.

__ADS_1


" Cepat ambil!" desak Raquel. Aldo pun mengambilnya.


" Ya sudah aku pergi dulu, langsung minum," ucap Raquel gugup tetapi pura-pura tenang. Raquel pun langsung pergi.


" Raquel!" panggil Aldo menghentikan langkah Raquel.


" Iya?" tanya Raquel.


" Jika tidak ada pekerjaan, bantulah aku," ucap Aldo. Raquel tersenyum lebar dan dengan cepat menghampiri Aldo. Raquel langsung berjongkok di samping Aldo.


Aldo juga menyimpan senyumnya saat melihat Raquel yang tampak semangat membantunya membuat api unggun.


Sementara di sisi lain Verro sangat terkejut mendengar ucapan Varell.


" Apa maksudmu?" tanya Verro bingung


" Iya, Sasy sangat yakin Cherry tidak meminum obatnya," sahut Varell membenarkan.


" Kenapa dia terus main-main dengan kesehatannya, apa tidak bisa jika tidak membuat onar," desis Verro kesal langsung pergi.


" Verro, tunggu dulu aku belum selesai bicara," teriak Varell menggaruk kepalanya.


Dia baru mengatakan Cherry tidak meminum obat dan belum menjelaskan yang lainnya tetapi Verro sudah main pergi saja.


" Pasti semakin kacau," tebalnya sudah tau akhirnya.


Sementara di sisi lain, Vandy dan Cherry berada di depan meja menata makanan yang akan di nikmati bersama anak-anak yang lainnya.


" Cherry tolong pegang ini," ucap Vandy memberikan berisi makanan.


" Oh oke," jawab Cherry mengambil piring itu.


Verro yang kesal dengan Cherry langsung mencari Cherry dan di tambah Verro semakin kesal. Melihat kedekatan Vandy dan Cherry yang sangat dekat saling tertawa tanpa ada beban, sementara dirinya pusing memikirkan kesehatan Cherry.


" Verro, kau mau ini," ucap Fiona tiba-tiba yang sudah berdiri di samping Verro.


Tetapi Fiona melihat kemarahan di wajah Verro dan Verro mengepal ke-2 tangannya. Tanpa mempedulikan Fiona Verro langsung menghampiri Cherry.


" Ikut dengan ku!" ucap Verro memegang tangan Cherry. Membuat Cherry kaget dan Vandy tetap pada pekerjaannya.


" Kau tidak melihat aku sedang membantu Vandy," jawab Cherry melepas tangannya dari Verro. Verro melihat ke arah Vandy yang tampak santai.


" Aku bilang ikut denganku," ucap Verro menekan suaranya.


" Jangan menggangguku, pergilah aku sedang ada pekerjaan," ucap Cherry mengusir Verro.


" Cherry, apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan," teriak Verro mulai kesal.


Bahkan teriakan Verro sudah mencuri perhatian orang-orang. Sampai Cherry melihat di sekelingnya dirinya dan Verro mulai menjadi tontonan.


" Verro apa-apaan si lo," ucap Vandy.


" Diam, jangan ikut campur!" bentak Verro.


" Ayo kita pergi!" Verro kembali mencengkram tangan Cherry.


" Aku bilang tidak mau," tegas Cherry menekan suaranya dengan dengan matanya bergenang. Verro yang semakin emosi menarik piring di tangan Cherry.


💝💝Bersambung

__ADS_1


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.


__ADS_2