
Pagi hari kembali. Para murid-murid sudah kembali melakukan aktivitas mereka di hari ke-2 di perkemahan. Ada yang membantu Bu Asri memasak. Para Pria juga membantu mengumpulkan air dan kayu bakar.
Sebagian murid-murid juga masih ada yang mandi di sungai. Masih bersiap-siap dan ada juga yang masih bermalas-malasan.
Sama halnya dengan Sasy yang masih tertidur dan sedari tadi Cherry membangunkannya dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya.
" Sasy buruan bangun, ini sudah siang," ucap Cherry dengan kesal. Terus menggoyang-goyangkan tubuh sahabatnya.
" Ahhhh, nanti aja, masih ngantuk," sahut Sasy yang malah menarik selimutnya, tidak mau bangun.
" Tapi ini sudah siang," geram Cherry.
" Sebentar Cherry, aku masih ngantuk," rengek Sasy yang tidak mau bangun sama sekali. Bahkan matanya sama sekali tidak terbuka.
" Ishhhh, sudahlah terserah mu," sahut Sasy kesal. " aku pergi saja," ucapnya yang sudah habis kesabaran dan memilih pergi. Karena Sasy tak kunjung bangun sama sekali.
" Menyebalkan," desis Cherry yang sudah berada di luar tenda dengan wajahnya yang kesal.
Sesaat itu juga Verro melewati Cherry dan melihat Cherry dengan wajah yang tampak kesal.
" Kenapa?" tanya Verro.
" Tuh, si Sasy dari tadi tidak mau bangun," jawabnya dengan kesal.
" Mungkin dia kecapean, biarkan saja," sahut Verro yang tumben-tumbennya tidak kesal dengan Sasy.
" Tapi tetap saja," sahut Cherry masih kesal.
" Sudahlah, ayo bantuin aku!" ajak Verro.
" Mau ngapain?" tanya Cherry. Namun melihat Verro membawa ember. Cherry membungkukkan tubuhnya melihat isi ember yang ternyata banyak ikan.
" Ikan dari mana?" tanyanya seperti sedikit kaget.
" Ngambil di sungai sama anak-anak," jawab Verro.
" Ayo bantu bersihkan!" ajak Verro berjalan duluan. Cherry mengangguk dan mengikuti Verro.
Verro dan Cherry berjongkok berdekatan membersihkan ikan sungai tersebut. Tetapi hanya Verro yang melakukannya sementara Cherry hanya berada di sampingnya takjub melihat Verro yang tampak mahir dalam menyisik ikan tersebut. Seperti abang-abang di pasar.
" Aku baru tau kalau kamu bisa melakukannya," sahut Cherry.
" Hmmm, bukannya kamu bilang Verro yang dulu sudah tidak ada dan kamu sekarang mengenal Verro yang sekarang jadi wajar kalau kamu tidak tau," sahut Verro sambil terus membersihkan ikan.
Mendengarnya Cherry tersenyum lebar. Verro benar-benar berubah sangat manis kepadanya.
__ADS_1
" Tapi kita belum kenalan, aku Cherry," ucap Cherry mengulurkan tangannya berkenalan dengan Verro membuat Verro mendengus.
" Kamu tidak mau berkenalan denganku," ucap Cherry merasa di abaikan.
" Aku laki-laki yang sombong tidak mudah kenalan denganku," sahut Verro dengan percaya dirinya.
" Ishhhh, menyebalkan," desis Cherry harus kembali menarik tangannya. Karena Verro tidak mau berkenalan dengannya.
" Ambil ikannya!" suruh Verro menggerakkan kepalanya ke arah ember yang di depan Cherry.
" Oke," sahut Cherry, Ke-2 tangannya mulai mengambil ikan di ember besar itu.
Tetapi ikan yang hidup itu terus saja mengelak. Sehingga Cherry harus berusaha dengan wajahnya kesal. Karena ikan itu tidak bisa di gapainya.
Verro yang melihatnya hanya mendengus tersenyum melihat wajah Cherry yang kesal seperti bermusuhan dengan ikan tersebut.
" Yeeee dapat," teriaknya saat ikan itu berada di dalam ke-2 tangannya.
Verro yang melihat hal itu hanya geleng-geleng. Sangking bahagianya Cherry yang lengah dan akhirnya ikan itu kembali masuk kedalam ember besar itu.
" Aisssss," masuk lagi," ucap Cherry dengan wajah lesunya. Verro di sampingnya hanya tersenyum.
" Aku pasti akan mendapatkanmu," geram Cherry yang memiliki dendam pribadi pada ikan tersebut. Cherry kembali memasukkan tangannya dan berusaha menangkap ikan yang terus membuatnya kesal.
Verro geleng-geleng melihat Cherry dan menghentikan pekerjaannya, mendekat lebih dekat kepada Cherry.
" Seperti ini," ucap Verro lagi yang langsung mendapatkan dan memperlihatkan kepada Cherry.
" Wauuuu," Cherry menutup mulutnya kaget, ," kamu pintar sekali," puji Cherry. Verro menaikkan 1 alisnya dengan wajah penuh kesombongan.
Cherry yang sepertinya memikirkan sesuatu langsung menjatuhkan tangan Verro sehingga ikan itu kembali masuk kedalam ember.
" Cherry!" pekik Verro menaikkan 1 alisnya.
" Coba ambil lagi," tantang Verro.
Verro membuang napas perlahan menangkapnya lagi. Tetapi dengan jahil Cherry menghalanginya dengan memasukkan ke-2 tangannya ke dalam ember mengganggu Verro.
" Cherry stop, kapan dapatnya kalau kamu kayak gitu," ucap Verro mulai kesal.
" Jangan menyerah ayo lebih berusaha lagi," tantang Cherry sama sekali tidak peduli. Verro dengan kesal langsung memircakkan air ke wajah Cherry.
Sampai Cherry menutup matanya. Karena kaget.
" Verro," geram Cherry.
__ADS_1
Verro malah tertawa. Cherry melihat hal itu langsung membalasnya. Verro pun membalasnya.
Akhirnya mereka saling menyerang dengan wajah yang basah-basahan. Wajah itu juga di penuhi dengan tawa yang lebar. Bukannya membersihkan ikan malah bermain-main.
Saat Cherry ingin membalas lagi, Verro menghentikan tangannya yang ada di dalam ember.
Cherry masih tertawa dengan napasnya naik turun. Verro memandang wajah itu. Sama halnya dengan Cherry yang juga melihat Verro dengan dalam.
Sepasang mata itu sama-sama melihat dengan intens. Mendapat tatapan seperti itu hanya membuat jantung Cherry berdebar tidak menentu.
Mata Verro turun pada bibir Cherry yang merah merona. Verro mendekatkan kepalanya dengan tersenyum yang ingin meraih bibir itu.
Lagi-lagi Cherry semakin gugup dan tau apa yang akan di lakukan Verro. Membuat Cherry dengan cepat memejamkan matanya saat hidung Verro sudah menempel pada hidungnya. Verro memejamkan matanya saat akan meraih bibir itu.
" Cherry," gagal lagi.
Suara wanita langsung membuat Verro dan Cherry spontan berjauhan dan sama-sama salah tingkah, saking membuang napas dengan sembarang.
Verro dan Cherry melihat kebelakang yang ternyata Sasy berdiri dengan berantakan. Dan sepertinya masih setengah sadar. Karena mata Sasy masih menyipit dengan tubuhnya yang berantakan.
" Kenapa tidak membangunkanku?" tanya Sasy. Cherry membuang napasnya perlahan memang sahabatnya selalu datang tidak tepat.
Verro pura-pura kembali melanjutkan pekerjaannya dengan napasnya yang terus di buangnya. Hanya cara itu dia bisa menghilangkan ke gugupa nya.
" Cherry kau tidak mendengarku," kesal Sasy. Cherry memang masih sibuk mengatur diri.
" Oh iya, tadi sudah, tapi kau tidak mau bangun," sahut Cherry gugup. Namun sangat kesal.
" Masa, sih, aku tidak mendengarnya," sahut Sasy menggaruk-garuk kepalanya.
" Tidur seperti mayat, mana mungkin di dengar," oceh Verro dengan kesal. Cherry yang mendengarnya tersenyum.
" Ya sudah ayo temani aku mandi!" ajak Sasy dengan nada manjanya.
" Oh ya sudah ayo," jawab Cherry, " aku pergi dulu," ucap Cherry pamit melihat ke arah Verro.
" Hmmm, iya," sahut Verro sambil melanjutkan pekerjaannya tanpa berekspresi apa-apa. Cherry tersenyum lalu berdiri menghampiri Sasy.
Kepergian Cherry membuat Verro mendengus tersenyum. Dia bahkan geleng-geleng dengan apa yang di lakukannya. 2 kali ingin melakukannya. Tetapi selalu gagal.
" Ada-ada saja," gumamnya kembali melanjutkan pekerjaannya dengan tersenyum.
💝💝Bersambung
Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.
__ADS_1
Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.