DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 311 Perang batin.


__ADS_3

" Ya semoga saja masalah mereka cepat selesai," batin Nadya yang hanya berdoa di dalam hatinya melihat temannya yang sedang banyak menghadapi masalah.


Verro melirik ke arah Cherry yang masih mengatur napasnya. Cherry memang terlihat sangat kesal, makanya bicaranya juga ngegas.


" Kamu harus jaga kondisi kamu," ucap Verro.


" Aku hanya bisa menjaga kondisiku ketika kamu tidak melakukan hal yang aneh-aneh," sahut Cherry yang langsung mengoceh dengan penegasan dan penekanan pada Verro.


" Iya," sahut Verro.


" Jangan iya-iya saja," batin Cherry kesal.


************


Ternyata mereka semua sudah berkumpul dan sudah ketempat di mana Raquel mengatakan ke beradaan Aldo dan ternyata Aldo tidak ada di sana. Verro, Cherry, Nadya, Varell, Raquel, Sasy, Toby, Vandy sedang berdiri di pinggir jalan di sekitar parkiran di dekat mobil mereka.


" Kemana lagi kita harus mencari Aldo?" tanya Sasy.


" Aku juga tidak tau, kita sudah mencari ke semua tempat. Aldo tidak ada dan bahkan handphonenya juga mati," sahut Raquel yang juga bingung.


" Coba deh kalian lihat Vidio itu dengan jelas. Aku malah melihat banyak keanehan," sahut Vandy.


" Aku sependapat dengan Vandy. Aku melihat itu seperti bukan Aldo," sahut Raquel yang memang melihat hanya sekali. Tetapi sudah bisa mengamatinya dan menarik kesimpulan sendiri.


" Hanya Aldo yang bisa menjawab kebenarannya," sahut Cherry.


" Tapi kita juga tidak menemukan Aldo, bagaimana dong," sahut Nadya.


" Benar, media sedang heboh dan Aldo juga entah di mana. Reputasinya, nama baiknya benar-benar hancur karena Vidio itu," ucap Varell.


" Si Tari benar-benar ular berkepala 2. Dia nggak malu apa menyebar Vidio itu. Itu juga dirinya sendiri. Kayaknya memang kewarasannya sudah hilang," sahut Sasy geram.


" Dia tidak tau saja. Hukuman dia lebih berat. Karena sudah pelaku. Sebagai penyebar lagi," sahut Toby.


" Semoga aja tuh anak mendapat imbasnya. Biar kapok sekalian," sahut Raquel geram.


" Kamu tidak apa-apa kan Raquel?" tanya Nadya tiba-tiba. Dan Raquel menatap heran.


" Kenapa, memang aku kenapa," sahut Raquel yang memang terlihat biasa. Dia mungkin kecewa dengan Vidio itu. Tetapi di sisi lain dia juga sangat mengenal Aldo dan tidak percaya apapun sebelum semuanya terbukti.


" Tidak apa-apa. Aku berpikir. Kamu tidak akan mau membantu Aldo lagi," sahut Nadya.


" Nadya hubungan Raquel dan Aldo berantakan. Itu gara-gara pelakor yang satu itu dan lihat akibatnya Aldo dapat Karma. Masih untung Raquel mau bantuin," sahut Sasy geram.


" Ini juga pelajaran buat kamu Verro," sahut Sasy yang langsung melempar pada Verro.

__ADS_1


" Apa sih Sasy," sahut Verro.


" Iya kamu, jangan pernah nyakiti hati wanita. Apa lagi berurusan sama pelakor. Mau dapat karma hah! bukan hanya untuk Verro. Untuk kalian semua juga," ucap Sasy to the point yang memberikan peringatan. Cherry hanya diam saja. Kata-kata Sasy jelas mewakili apa yang di rasakannya.


" Memang aku ngapain," sahut Verro ikutan kesal.


" Pakai nanya lagi," sahut Sasy kesal.


" Sudah-sudah, kenapa kalian jadi ribut sih. Sekarang mending kita balik kerja dulu. Nanti kita lanjutin nyari Aldo," sahut Varell.


" Iya setuju, kita ber-4 sampai ninggalin rumah sakit lagi," sahut Vandy.


" Ya sudah ayo," sahut Raquel.


" Aku antar kamu pulang," ucap Verro pada Cherry.


" Kamu antar aku sama Nadya ke Mall aja. Pusing di rumah, aku mau reflesing otak," jawab Cherry dengan jutek.


" Baiklah," jawab Verro tanpa masalah mengantar sang istri ke Mall dari pada Cherry marah-marah lagi.


***********


Raquel berdiri di pinggir jalan. Berdiri di dekat mobilnya yang tampaknya gelisah dan mungkin ada masalah dengan mobilnya. Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di belakang mobil Raquel. Dan sang pengemudi langsung keluar yang tak lain adalah Arif.


" Raquel!" tegur Arif yang melihat Raquel.


" Kamu ngapain malam-malam di sini?" tanya Arif.


" Oh, ini kak Arif, mobilku mogok mungkin ada masalah sama mesinnya dan aku sudah telpon bengkel tapi tidak ada sahutan dari tadi," jawab Raquel dengan wajahnya yang penuh kebingungan.


" Hmmm, begitu rupanya," sahut Arif menjeda omongannya.


" Ya sudah kalau begitu kamu ikut sama saya saja pulang. Biar saya yang antar kamu pulang, lagian ini sudah malam tidak baik sendirian di pinggir jalan seperti ini," ucap Arif menawarkan bantuan untuk Raquel.


" Tapi, aku akan merepotkan kakak," sahut Raquel merasa tidak enak.


" Tidak sama sekali, bukannya sudah biasa saya mengantar kamu," ucap Arif.


" Hmmm," Raquel masih tampak ragu.


" Sudah ayo," sahut Arif menarik tangan Raquel dan langsung membawanya pergi kemobilnya dan Raquel pun tidak bisa menolak yang akhirnya mengikut saja.


Di dalam mobil Raquel dan Arif tidak banyak bicara. Arif hanya basa-basi menanyakan keadaannya dan masalah kesibukannya. Tetapi tampaknya Raquel tidak fokus dan wajahnya terlihat memikirkan sesuatu yang membuat wajahnya tampak begitu murung.


" Aldo, kamu di mana, kenapa kamu bisa menghilang. Apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa semuanya bisa seperti ini," batin Raquel yang ternyata pikirannya fokus pada Raquel.

__ADS_1


Aldo memberhentikan mobilnya di lampu merah dan melihat ke arah Raquel yang tampak sendu.


" Kamu baik-baik aja?" tanya Aldo. Raquel diam dan tampaknya tidak mendengar apa yang di katakan Arif.


" Raquel!" tegur Arif.


" Hah, iya kak," sahut Raquel terlihat bengong dan seperti orang bingung.


" Kamu kenapa, apa apa kamu sakit?" tanya Arif.


" Tidak kak, aku hanya kurang fokus saja," jawab Raquel.


" Masalah apa?" tanya Arif dengan lembut.


" Tidak ada," jawab Raquel yang tampaknya tidak ingin terbuka.


Arif pun membuka sabuk pengamannya dan langsung menghadap Raquel. Arif memegang tangan Raquel yang membuat Raquel kaget dengan tindakan Arif tiba-tiba.


" Apa ini ada hubungannya dengan berita Aldo?" tanya Arif menebak-nebak.


" Kak Arif juga tau masalah itu?" tanya Raquel. Arif menganggukkan matanya.


" Itu masalah yang sangat besar Raquel dan mana mungkin masalah itu tidak terdengar," sahut Arif. Raquel menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan.


Lalu Arif mendekatkan dirinya pada Raquel membuat Raquel semakin heran.


" Raquel apa yang terjadi pada Aldo itu bukan kewajiban kamu memikirkannya," ucap Arif.


" Raquel, selama ini kita dekat dan ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada mu," ucap Arif membuat Raquel heran.


" Ada apa?" tanya Aldo Raquel heran.


" Raquel, aku menyukaimu," ucap Arif membuat Raquel kaget mendengarnya dia tidak percaya jika dia Arif Dokter yang pasti di kaguminya ternyata menyukainya juga. Hal itu pasti membuatnya penuh kebingungan dan diam tanpa bisa berkutik sedikitpun.


" Raquel kamu kenapa diam. Apa kamu tidak menyukai saya?" tanya Arif.


" Apa yang harus katakan. Kenapa tiba-tiba kak Arif malah menyatakan perasaannya," batin Raquel penuh kebingungan.


" Raquel," tegur Arif lagi, " kamu mau kan menjadi istriku," ucap Arif yang bukan hanya menyatakan perasaanya. Tetapi juga melamarnya. Raquel benar-benar kaget mendengarnya.


" Raquel!" tegur Arif yang masih memegang tangannya yang menunggu jawabannya.


" Maaf kak," sahut Raquel yang langsung melepas.


" Aku harus pergi, maaf," ucap Raquel membuka sabuk pengamannya dengan terburu-buru dan langsung pergi keluar dari mobil tanpa menjawab pertanyaan Arif.

__ADS_1


Perasaannya sedang tidak tenang dan di tambah di tembak oleh Arif itu membuatnya di lema dan tidak mengerti harus berbuat apa.


Bersambung


__ADS_2