DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 274 Mengerjai dengan romantis.


__ADS_3

Karena ulah Toby yang membuat kekasihnya ngambek. Akhirnya Toby harus membujuk Saay yang sedari tadi tidak mau bicara dengannya. Padahal hari yang terang sudah berubah menjadi gelap. Tetapi pasangan itu masih tetap berada di luar.


Toby dan Sasy berada di sekitar taman dengan pepohonan yang berbaris canting dengan bunga-bunga yang berguguran sampai mengotori rambut Sasy yang berjalan dengan cepat dan Toby yang terus mengejarnya.


" Sasy, ayo kembali kepenginapan. Ini sudah malam?" panggil Toby. Yang terus membujuk Sasy.


" Aku tidak mau. Kamu pergi saja sendiri. Aku akan pulang sendiri," sahut Sasy yang tetap berjalan tanpa memperdulikan Toby.


" Kalau kamu berjalan terus kedepan yang ada kamu akan semakin jauh. Pulangnya bukan lewat sana. Tetapi di sana," sahut Toby yang sudah kelelahan.


" Bodo amat," sahut Sasy tampaknya tidak peduli dengan Toby.


" Sasy, ayolah cepat, jangan mengada-ada. Aku capek tau," sahut Toby yang terus berteriak dan suaranya semakin serak.


" Apaan sih, masa iya gitu aja capek dasar cemen. Dia aja kalau jadi Pilot sok Cool. Tapi nyatanya lembek. Masa mengejarku saja langsung mengeluh," cerocos Sasy yang berbicara sendiri yang terus berjalan.


" Masa bodoh, biarkan saja dia terus mengejarku. Siapa suruh mengerjaiku tadi. Dia tetap usil seperti dulu. Padahal sudah besar," ucapnya lagi yang terus saja mengoceh.


Tetap Sasy menghentikan langkahnya ketika merasakan ada yang aneh.


" Kenapa Toby tidak memanggilku lagi," batinnya kebingungan. Saat tidak mendengarkan suara dari pacarnya.


" Apa dia pergi?" tanya Sasy bingung. Sasy yang penasaran pun membalikkan tubuhnya untuk memastikan keberadaan Toby. Sasy terkejut saat melihat Toby yang sudah tergeletak di aspal.


" Toby," lirih Sasy menutup mulutnya dengan wajah kagetnya.


" Toby!" teriak Sasy yang langsung berlari menghampiri pacarnya yang sudah tergeletak di aspal. Sasy langsung duduk dengan ke-2 lututnya di aspal dan meletakkan kepala Toby di pahanya.


" Toby bangun! kamu kenapa bisa seperti ini?" tanya Sasy kepanikan dengan memegang pipi Toby yang terasa dingin.


" Toby apa yang terjadi. Kamu tidak bilang kalau kamu capek. Kamu seharunya bilang. Kamu kenapa terus mengejar ku. Toby bangun!' Sasy sudah menangis membangunkan pacaranya yang tetap tidak sadarkan diri.

__ADS_1


" Toby maafkan aku. Aku hanya bercanda. Aku tidak bermaksud membuatmu seperti ini. Maaf kan aku Toby. Aku hanya mengerjaimu saja. Maafkan aku. Kamu selalu jahil kepadaku. Aku Kesal kepadamu. Maafkan aku. Aku hanya membalasmu. Aku mohon bangun Toby," ucap Sasy yang terus membangunkan Toby.


" Toby, jangan seperti ini. Jangan membuatku takut, ayo bangun," Sasy hanya menangis dengan memukul-mukul pipi Toby yang tidak juga bangun.


" Apa yang harus aku lakukan?" tanya kebingungan. Ide langsung muncul di kepala Sasy. Dengan cepat Sasy langsung menunduk memberikan Toby napas buatan. Dia merasa Toby pasti kelelahan karena mengejarnya.


Sasy memberi napas buatan. Namun Toby tidak bangun juga. Lalu Sasy kembali memberikannya dan saat menundukkan kepalanya. Toby membuka matanya dan malah tersenyum membuat Sasy heran.


" Jadi kamu hanya mengerjaiku?" tanya Toby melihat Sasy dengan menaikkan 1 alisnya.


" Kamu dari tadi bangun?" tanya Sasy. Toby menganggukan matanya tanpa merasa berdosa.


" Kamu sengaja melakukannya?" tanya Sasy dengan wajahnya mulai kesal. Toby kembali mengangguk tersenyum.


" Kamu jahat sekali, aku sudah ketakutan becandaanya kamu keterlaluan," sahut Sasy langsung marah-marah dengan memukul Toby dan langsung menjatuhkan kepala Toby dari pahanya membuat Toby lumayan kesakitan sampai Toby mengusap-usapnya.


" Sakit Sasy," sahut Toby yang sudah duduk.


" Aku minta maaf," ucap Toby dengan lembut.


" Aku tidak akan memaafkan mu. Kamu selalu mengerjaiku," sahut Sasy masih dengan wajah kesalnya namun terlihat gugup. Toby tersenyum dan mengecup bibir Sasy.


" Aku tau aku membuatmu marah. Membuatmu takut. Maafkan aku. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi. Aku sangat bahagia ketika mendengar kamu berbicara tadi. Aku menyadari. Kamu memang wanita yang paling mencintaiku," sahut Toby. Membuat Sasy masih kesal dengan wajahnya yang mengkerut.


Toby memegang pipi Sasy lalu memiringkan kepalanya dan mencium bibir Sasy. Bukan hanya mengecupnya. Tetapi juga menciumnya dengan dalam. Ciuman yang tidak di tolak oleh Sasy dan dengan cepat Sasy memejamkan matanya dan menerima ciuman itu.


Di mana pasangan yang suka saling jahil itu berciuman di tengah jalan yang sunyi dalam keadaan duduk dengan bunga-bunga yang berguguran yang berjatuhan keatas rambut mereka. Ciuman yang semakin dalam yang suasana alam yang begitu mendukung.


**********


Lain Toby dan Sasy yang tadi saling ngambekan dan sudah baikan di akhiri dengan ciuman yang sangat romantis. Tidak untuk Nadya yang berjalan sendirian yang tampaknya gelisah dengan memegang ponselnya.

__ADS_1


" Ya ampun bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan. Lagian kamu sih Nadya nekat banget pergi sendirian. Sekarang lihat kan. Kamu tidak tau jalan pulang," Nadya bergerutu sendiri penuh kebingungan yang terus melangkah tanpa arah.


Dia memang terpisah dari Raquel. Dan sekarang dia seperti orang linglung yang tidak tau harus melakukan apa-apa. Karena tidak tau jalan pulang. Karena memang ini pertama kali dia pergi ke Jepang.


" Raquel, ayo dong kenapa nggak di angkat-angkat sih telponku," ucapnya kepanikan saat sedari tadi menelpon Raquel. Tetapi Raquel tidak mengangkat telponnya dan membuatnya semakin panik.


" Ya Allah, bagaiman ini apa yang harus aku lakukan. Aku tidak tau Kemana arah tujuanku untuk pulang?" Nadya hanya berusaha meminta petunjuk pada Tuhannya.


" Aku telpon Cherry saja," ucapnya mengambil tindakan. Namun tiba-tiba tidak jadi.


" Mana mungkin, dia pasti sedang bersama Verro. Aku hanya menggangu nya saja nanti," ucapnya yang membatalkan rencananya.


" Sasy juga tidak mungkin, apa lagi Azizi. Aku tidak mungkin melakukannya," batinnya semakin bingung. Karena tidak ingin mengganggu teman-temannya yang dia tau pasti sedang romantis-romantisan. Nadya membatalkan niatnya dan semakin bingung yang tidak tau harus melakukan apa-apa.


" Nadya!" tiba-tiba terdengar suara yang membuat Nadya. Langsung menoleh kebelakang nya dan melihat Varell.


" Varell!" lirih Nadya. Varell pun berjalan mendekatinya.


" Kamu sedang apa?" tanya Varell.


" Hmm, oh ini aku mau pulang. Tetapi aku tidak tau jalannya dan tadi aku terpisah dari Raquel dan aku sudah telpon Raquel tetapi tidak di angkat," jawab Nadya dengan jelas.


" kalau begitu. Ayo pulang bersamaku," sahut Varell.


" Tapi...." sahut Nadya.


" Kita satu penginapan. Jadi jelas kamu tidak akan kesasar," sahut Varell.


" Jangan berpikir lagi, ayo pulang bersamaku," sahut Varell yang langsung berjalan terlebih dahulu di depan Nadya dan Nadya yang kebingungan tidak punya pilihan lain selain ikut saja.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2