
Acara pernikahan tidak sampai di situ. Setelah ijab kabul selesai. Acara langsung di lanjutkan dengan resepsi pernikahan. Di mana Vandy dan Azizi juga sudah mengganti pakaiannya.
Azizi mengunakan dress berwarna pink tanpa lengan dan di bagian bawahnya mengembang layaknya Azizi seperti ratu di kerajaan Inggit yang bersanding dengan Pria tampan di samping dengan stelan jas hitam dengan dasi kupu-kupu. Pria tampan yang sudah menjadi suaminya.
Layaknya pesta pernikahan yang besar. Dengan tamu undangan yang banyak menghadiri acara tersebut. Dari kalangan Pembisnis dan seprofesinya Vandy juga turut menghadiri acara yang berbahagia itu.
Tangan Vandy dan Azizi juga tidak henti-hentinya bersalam dengan tamu-tamu yang ingin memberikan mereka ucapan selamat. Jangan tanya kaki. Pasti kaki sudah pegal. Tapi mau bagaimana lagi seperti itu lah kalau menjadi pengantin baru.
Untuk teman-teman Vandy jelas masih ada di sana yang menikmati makanan dan mengobrol dengan beberapa tamu. Yang juga memang acara pernikahan itu sebagai acara reunian juga.
Jadi kalau bertemu teman sekolahnya pasti akan saling menyapa dan bercerita sedikit-sedikit.
Cherry, Verro, Sasy, Toby, Raquel, dan Nadya duduk di meja bulat menikmati hidangan yang sudah di siapkan. Mereka sedang mengisi perut setelah lelah menyapa teman-teman mereka.
" Huhhhh, tidak percaya bisa ketemu sama teman-teman satu sekolah dulu," sahut Cherry sambil mengunyah makanannya.
" Mereka itu paling kaget lihat kamu Cherry. Karena mereka taunya kamu sudah meninggal. Tetapi masih hidup," sahut Sasy yang juga mengunyah makanannya.
" Hmmm, iya. Mereka melihatku seperti hantu saja. Sama dengan Selina waktu itu. Dia begitu keringat dingin saat melihatku," sahut Cherry tertawa kecil saat merasa lucu ketika bayangan exsperesi Selina teringat.
" Huhhhh, seharusnya kamu itu takut-takutin dia aja. Supaya dia itu ketakutan dan nggak bisa tidur," sahut Sasy.
" Ya ampun Sasy, kamu itu jahat banget," sahut Toby.
" Tau nih, memang dasar jahat," sahut Raquel ikut-ikutan.
" Cieee, yang temannya di belain," sahut Sasy dengan nada mengejek.
" Apaan sih," sahut Raquel dengan kesal.
" Sudahlah, kalian jangan ribut. Selina kan memang teman kita juga," sahut Cherry yang dari dulu memang tidak pernah berteman melihat siapa orang itu.
" Benar kata Cherry, Selina jelas teman kita. Karena masalah dulu ya menjadi dulu saja," sahut Nadya.
" Tuh, dengerin Sasy," sahut Raquel.
" Kenapa jadi aku," sahut Sasy sewot.
" Jangan main salah-salahan. Kalian harus tau lo, Selina yang sudah bantuin aku. Jadi Sasy kamu kalau ketemu sama dia jangan marah-marah dan saling ngejatuhi. Nggak baik tau," sahut Cherry memberi saran.
" Benar, Sasy kamu ini ya. Semua orang di musuhi," sahut Verro menambahi.
" Ihhhh, kalian apa-apaan sih, kok malah aku yang salah," sahut Sasy kesal.
" Sudah-sudah nggak usah ribut-ribut lagi, makan lebih baik," sahut Toby. Tetapi Sasy sudah terlanjur kesal dan yang lain geleng-geleng kepala dan melanjutkan makan mereka.
__ADS_1
" Toby," sapa seorang Pria yang tiba-tiba berdiri di belakang Toby dan membuat Toby kaget lalu melihat Pria itu.
" Om Samuel," sahut Toby langsung berdiri dan menyalam pria yang sekitar berusia 50 tahunan itu.
" Om apa kabar?" tanya Toby. Sementara teman-temannya yang lain saling heran dan bertanya-tanya.
" Saya baik-baik saja," jawab Pria itu, " Kamu sendiri apa kabar?" tanya Pria itu.
" Saya juga baik, saya tidak menyangka bisa ketemu bapak di sini. Setelah sekian lama," sahut Toby tampak senang bertemu Pria itu.
" Saya juga. Kebetulan menghadiri pesta pernikahan anak teman saya," sahut Samuel.
" Benarkah, kebetulan sekali, kebetulan pengantin prianya teman saya," sahut Toby.
" Wauuu, sangat kebetulan, memang kalau sudah waktunya bertemu akan bertemu," sahut Pria itu. Toby mengangguk-angguk tersenyum dan melihat kearah teman-temannya yang sepertinya bertanya-tanya.
" Oh, kenalkan dulu, ini Om Samuel, Om Samuel ini seniorku waktu aku sekolah di penerbangan dia sangat berjasa dan baik sekali," ucap Toby memperkenalkan seniornya itu pada temannya-temannya.
" Kamu ini bisa aja," sahut Samuel tersenyum.
Cherry dan yang lainnya tersenyum dan menyalam Pria yang jauh lebih tua dari mereka itu.
" Senang bertemu dengan kalian," sahut Samuel.
" Terima kasih," sahut pria itu Oh iya Toby. Bagaimana dengan kamu apa kamu sudah menikah?" tanya Samuel.
" Bum Om," jawab Toby melihat ke arah Sasy dan Sasy tampak santai. " Hmmm, ini pacar saya," lanjut Toby yang langsung mengenalkan pacarnya dan membuat Sasy merasa bangga yang di perkenalan.
" Hay pak," sapa Sasy malu-malu. Raquel hanya melihat dengan sewot.
" Ya ampun pacar kamu cantik sekali. Semoga kalian cepat menyusul," sahut Samuel yang memberikan doa terbaiknya.
" Amin, biar cepat halal," sahut Raquel yang heboh sendiri.
" Apapun sih," sahut Sasy kesal.
" Oh iya Om Samuel datang sendiri kemari tanya?" Toby
" Oh tidak saya bersama istri saya," sahut Samuel. " Hmmm, di mana ya dia. Tadi dia ketoilet sih," ucap Samuel melihat-lihat di sekitarnya yang mencari sang istri.
" Nah itu dia!" tunjuk Samuel dan Toby dan yang lainnya melihat arah tunjukan Samuel.
Betapa terkejutnya mereka ketika melihat wanita yang berjalan itu. Dengan dress merah mencolok tanpa lengan dan memperlihatkan belahan dada wanita itu. Dress yang memanjang kebawah dengan belahan sampai kebawah dan rambut yang di sanggul dan anting memanjang dan berjalan begitu seksinya.
Bukan penampilan wanita muda itu yang membuat Cherry, Toby, Varell, Sasy, Raquel dan Nadya terkejut. Tetapi wanita itu adalah wanita yang mereka kenal.
__ADS_1
" Mitha," ucap Mereka dengan serentak dengan mata melotot dan mulut menganga.
" Sayang maaf aku lama," ucap Mitha pada suaminya yang langsung menggandeng lengan suaminya dan Cherry dan yang lainnya masih bengong tidak percaya teman SMA mereka itu adalah istri dari Pria separuh abad itu.
" Mitha," ucap Raquel dengan mengerutkan dahinya benar-benar terkejut dengan teman 1 gengnya itu.
" Hay Raquel," sapa Mitha dengan tersenyum menyapa.
" Kamu benar-benar Mitha," sahut Sasy masih tidak percaya.
" Ya iyalah. Siapa lagi. Apa aku orang lain," sahut Mitha.
" Ini istri saya, sepertinya kalian sudah saling kenal," sahut Samuel.
" Dia teman satu sekolah kita pak," sahut Sasy yang sepertinya ingin tertawa. Tetapi tertahan. Mungkin sangat lucu rasanya Mitha yang dulu di sekolah tampak galak dan sedikit tomboy bisa-bisanya sekarang sangat seksi dan menikah dengan aki-aki.
" Oh benarkah, berarti kamu mengenal Vandy anak teman saya?" tanya Samuel.
" Ya jelas kenal lah Om. Orang satu kelas dia," sahut Sasy tampak mengejek.
" Sasy," tegur Cherry. Mitha tampak kesal dengan Sasy yang memang pasti mengejeknya karena menikahi Pria yang jauh lebih tua.
" Begitu rupanya. Ya ampun saya tidak menyangka ternyata dunia itu benar-benar sempit," sahut Samuel.
" Saya lebih tidak menyangka Om. Kalau ternyata teman kami bisa memilih pasangan yang tepat. Ternya ini lah tipe idaman teman kami. Lama tidak bertemu. Tetapi teman kami sudah menikah dengan pilihan yang tepat," sahut Sasy berbicara sambil tersenyum yang terlihat kata-kata sangat indah di dengar tetapi jelas tersirat ejekan untuk Mitha.
" Iya kan Mitha," lanjut Sasy lagi. Mitha tampak sewot dan pasti tau dia hanya mendapat ejekan.
" Sudahlah sayang sebaiknya kita pulang, aku sudah tidak mood do sini," ucap Mitha dengan manja.
" Baiklah sayang," sahut Samuel mencolek dagu Mitha dan membuat yang lainnya juga tampaknya tidak bisa menahan tawa. Mungkin mereka merasa geli. Raquel sampai menunduk karena sudah tidak tertahan lagi.
" Baiklah, kalau begitu kami permisi pulang dulu," ucap Samuel pamit.
" Iya pak, sampai ketemu lain kali," sahut Toby. Samuel mengangguk.
" Hati-hati Om Samuel dan Tante Mitha," sahut Sasy.
" Ishhh," sahut Mita berdesis dan langsung menarik suaminya untuk pergi.
" Ya ampun Mitha takut banget kehilangan suaminya," sahut Sasy tampak bahagia.
" Kamu ini ya Sasy selalu aja julid," sahut Cherry geleng-geleng.
Bersambung
__ADS_1