DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Epiosede 305 Ada lagi.


__ADS_3

Sasy, dan Raquel sedang berjalan kaki berdua di pinggir jalan yang ingin ke rumah sakit yang tadi sehabis menikmati sarapan di Restaurant mereka biasa makan.


" Aku tidak kebayang gimana wajahnya dia saat tiba-tiba Dokternya bukan Verro lagi," ucap Sasy dengan tertawa.


" Biarin aja. Biar dia tau rasa. Makanya jadi perempuan itu jangan gatal, taunya gangguin suami orang mulu. Nggak malu apa," sahut Raquel.


" Ya kayak nggak tau aja. Gitulah kalau wanita yang terlihat diam. Tetapi ada maksud di belakangnya. Itu yang di namakan diam-diam makin dalam," ucap Sasy.


" Lagian sakit, bukannya Kerumah sakit. Malah sibuk nempel-nempel sama suami orang kan aneh," sahut Raquel.


" Sudahlah biarin aja. Yang penting dia tidak akan punya kesempatan lagi untuk dekat-dekat dengan Verro. Karena Verro tidak akan datang ke tempat itu lagi," sahut Sasy.


" Yuk, kita sebrang," sahut Raquel yang yang ingin menyebrang jalan menuju rumah sakit mereka.


" Aldo tunggu!" tiba-tiba terdengar suara teriakan yang bagi Raquel dan Sasy suara itu tidak asing dan membuat mereka mencari-cari suara itu.


" Bukannya itu Aldo sama tari," ucap Sasy yang melihat Tari mengejar-ngejar Aldo sampai kedalam mobil.


" Iya. Sudahlah biarin aja," sahut Raquel yang tidak mau ikut campur urusan Aldo dan Tari.


" Aku benar-benar akan menyebar Vidio itu," teriak Tari membuat Aldo menghentikan langkahnya dan membuat Raquel dan Sasy saling melihat heran dengan apa yang di katakan Tari.


" Vidio apa maksudnya?" tanya Sasy penasaran. Raquel hanya menggeleng. Karena dia juga tidak tau apa yang di maksud Tari. Dan karena ucapan Tari membuat Aldo menghentikan langkahnya tidak jadi masuk mobil.


" Apa yang kamu katakan Tari. Aku capek dengan semua ancamanmu," sahut Aldo yang sudah berhadapan dengan Tari.


" Aku tidak akan mengancammu. Jika kamu bisa berbuat baik kepadaku. Tapi apa kamu malah berbuat semaumu. Kau tidak pernah menganggapku ada," sahut Tari yang marah-marah dengan air matanya mengalir.


Sasy dan Raquel malah betah di tempatnya dengan ke jauhan 13 meter dan suara pertengkaran itu jelas terdengar.


" Aku sudah mengatakan pada mu Tari. Aku punya privasi sendiri dan kau tidak perlu mencampurinya apalagi semuanya haru kamu ketahui," sahut Aldo menegaskan dengan menunjuk Tari.


" Aku juga sudah mengatakan padamu Aldo. Aku tidak ingin ada yang di sembunyikan. Kamu harus terus memberi tahukan apapun itu. Aku adalah prioritas mu," tegas Tari.


" Cukup Tari, aku lelah dengan mu. Aku manusia bukan robot. Kau capek menjalani semua ini dengan mu. Lebih baik kita akhiri semuanya," sahut Aldo membuat Tari kaget dan malah mendengus tersenyum.

__ADS_1


" Apa kamu bilang mengakhiri. Apa aku tidak salah dengar," sahut Tari dengan wajahnya tersenyum sinis.


" Kau tau kan Aldo. Jika hubungan kita berakhir. Kamu juga akan berakhir. Karir kamu dan segalanya akan berakhir dengan Vidio dan kamu punya pikiran untuk mengakhirinya," ucap Tari yang selalu punya senjata untuk membuat Aldo bertekuk lutut padanya. Aldo terlihat frustasi mendengarnya.


Namun Aldo menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan.


" Terserah apa katamu," sahut Aldo tiba-tiba.


" Apa maksud kamu?" tanya Tari tampak panik.


" Aku sudah tidak tahan denganmu. Jika kamu ingin melakukannya. Maka lakukanlah aku tidak peduli. Terserah kamu mau berbuat apa!" ucap Aldo yang mengambil keputusan dan langsung masuk kedalam mobilnya. Dan Tari kelihatan panik dengan kepergian Aldo. Tari pun langsung menahan Aldo yang ingin masuk mobil


" Aldo, kamu jangan menantangku. Aku benar-benar bisa melakukannya," ucap Tari yang memegang pintu mobil Aldo dan menggedor-gedor.


" Aku tidak peduli," sahut Aldo dengan yakin dan langsung melajukan mobilnya.


" Aldo, tidak bercanda. Kamu akan menyesal Aldo, akan menunggu permintaan maafmu," teriak Tari yang melihat kepergian mobil Aldo yang tidak mempedulikannya.


" Arggghhhh sial," teriak Tari dengan mengacak memegang menyibak rambutnya kebelakang yang penuh kesialan.


" Apa maksud Tari. Kenapa dia kelihatan mengancam Aldo dan Vidio apa yang di maksudnya?" tanya Sasy.


" Aku juga tidak tau Sasy kan kita sama-sama di sini," sahut Raquel menggedikkan bahunya.


" Aneh, sekali. Kenapa mereka bisa-bisanya bertengkar di tempat umum," gumam Sasy.


" Kenapa aku melihat Aldo seperti orang yang sangat tertekan. Ada apa sebenarnya dengan Aldo. Apa hubungan Aldo dan Tari berdasarkan sebuah ancaman," batin Raquel yang merasa ada yang tidak beres.


" Aldo dan Tari benar-benar aneh,"ucap Sasy lagi, " Ahhhh sudahlah biarkan saja itu urusan mereka. Lagi pula masa bodo," ucap Sasy yang tidak mau ikut campur.


" Ayo Raquel kita balik," sahut Sasy. Namun Raquel terlihat bengong dan wajahnya malah seperti wajah pemikir.


" Raquel, woy," tegur Sasy.


" Hah, iya kenapa?" tanya Raquel malah bengong.

__ADS_1


" Kamu kenapa jadi melamun, ayo kita balik Kerumah sakit!" ajak Sasy lagi.


" Hmmm, iya ayo," sahut Raquel yang mulai fokus. Walau dia sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang terjadi di Antara Tari dan juga Aldo mantan kekasihnya itu.


************


Malam hari tiba. Kelihatan Cherry sedang berdiri di depan cermin menggunakan dress merah maron memenjang sampai menyapu lantai tanpa lengan. Dan rambutnya di sanggul indah sehingga memperlihatkan pundak mulusnya dan leher jenjangnya.


Hari ini dia dan Verro akan menikmati makan malam romantis di salah satu Restaurant.


" Kamu sudah siapa sayang?" tanya Verro berdiri di belakang Cherry dan Cherry menghadap suaminya itu.


" Apa aku sudah mulai gendut?" tanya Cherry yang mulai insecure dengan tubuhnya. Namun Verro tersenyum mendengar kata-kata istrinya itu.


" Mau kamu gendut atau tidak. Itu tidak ada urusannya dengan ku. Bagiku. Itu sama saja. Kamu tetap cantik," jawab Verro dengan mengusap lembut pipi istrinya mengamati wajah istrinya.


" Tapi aku akan lebih gendut lagi. Ini belum seberapa," sahut Cherry dengan wajah cemberutnya.


" Sayang apapun itu. Tidak ada masalah. Ibu hamil memang bukannya akan seperti itu," sahut Verro.


" Tapi kalau aku gendut. Nanti kamu tidak bisa menggendongku lagi," ucap Cherry. Verro tersenyum manis mendengar kata-kata istrinya itu.


" Siapa bilang. Aku ini manusia kuat. Jangan kan hamil 9 bulan. Kamu sampai 100kg pun aku bisa mengangkat mu," sahut Verro.


" Mana mungkin," sahut Cherry tidak percaya.


" Iya sayang. Jadi jangan khawatir, mau seberat apapun aku pasti akan bisa menggendongmu," sahut Verro.


" Benar ya," sahut Cherry Verro mengangguk. Membuat Cherry tersenyum lebar.


" Ya sudah ayo. Kita harus segera berangkat. Anak-anak sudah menunggu. Tidak enak kalau kita kelamaan," ucap Verro.


" Hmmm, oke, aku sudah selesai kok," sahut Cherry. Verro mengangguk tersenyum.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2