DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 143 Panik dengan suatu hal


__ADS_3

Verro memasuki kamar mandi. Verro mencuci wajahnya di wastafel sampai beberapa kali dan melihat wajahnya di cermin dengan napasnya yang naik turun.


Dia mengingat kata Raquel untuk mengendalikan dirinya saat bertemu dengan wanita yang mirip dengan Cherry.


Saat berhadapan dengan wanita itu di dalam ruangannya. Verro benar-benar kurang fokus dan terus melihat Clara. Seakan dia hanya mimpi bisa bertemu dengan Cherry yang tak lain adalah Clara.


" Apa ini sungguhan. Tidak mungkin. Itu tidak mungkin. Kenapa wanita itu mirip sekali dengan Cherry. Wajahnya, bahkan suaranya. Caranya menangis. Sama sekali tidak ada bedanya," gumamnya yang merasa jika Clara adalah Cherry.


Dia mengenal Cherry dari kecil. Jadi pasti sedetail apapun dia sangat hafal dengan Cherry. Dan tadi semua yang ada pada diri wanita itu sangat menunjukkan jelas itu adalah Cherry.


" Kenapa perasaanku. Seperti ini. Kenapa aku merasa dia adalah Cherry. Cherry istriku," batinnya dengan matanya berkaca-kaca.


Ada rindu yang terobati. Cherry istirinya muncul di hadapannya yang seharusnya di peluknya karena rindu yang bertahun-tahun dan tidak bertemu sama sekali.


Tetapi kakinya bagai terlem dan tidak bisa memeluk wanita itu. Membiarkan wanita yang di yakini nya Cherry memeluk Pria lain.


Verro kembali membasuh wajahnya untuk menenagkan perasaannya. Melap wajahnya dengan tisu. Menetralkan napasnya lalu keluar dari kamar mandi.


Ternyata di depan kamar mandi sudah ada Vandy yang menunggunya dengan membawa 1 botol air mineral dan langsung memberikannya pada Verro.


" Minumlah!" ucap Vandy. Verro langsung mengambilnya. Vandy sangat tau temannya itu sedang banyak pikiran. Makanya dia langsung menghampiri Verro paling tidak dalam ke adaan seperti ini dia ada di sisi Verro.


" Kau baik-baik saja kan?" tanya Vandy menepuk bahu Verro. Verro mengangguk. Harus mengatakan jika dia baik-baik saja. Padahal jelas. Dia tidak sebaik itu.


" Kau juga sudah melihatnya?" tanya Verro. Vandy mengangguk.


" Aku melihatnya. Pertama Toby sudah melihatnya di Bandara. Saat dia menceritakan kepada kami. Kami tidak percaya. Dan hari ini kami benar-benar melihatnya. Wanita yang sama yang di katakan Toby," jawab Vandy dengan sedikit menjelaskan.


" Apa itu masuk akal?" tanya Verro.


" Verro masuk akal. Jika orang benar-benar mirip itu ada. Karena memang banyak bukan orang mirip di dunia ini. Tetapi tidak masuk akal. Jika orang yang sudah meninggal akan hidup kembali," jelas Vandy.


" Aku tidak menyalahi takdir. Aku sangat menerima kematian Cherry. Tetapi kenapa? perasaanku. Mengatakan jika wanita itu adalah Cherry," ucap Verro yang sama yakinnya dengan Toby.


" Aku mengerti perasaanmu dan itu sangat wajar. Tetapi tidak mungkin Verro. Jika dia Cherry. Itu sangat tidak mungkin," ucap Vandy.


" Verro, dia memiliki keluarga dan jika itu Cherry tidak mungkin dia tidak mengenali kita sama sekali. Sudahlah Verro. Kamu tenangkan diri kamu dulu. Kamu tidak bisa menganggap dia Cherry. Ini hanya kebetulan," ucap Vandy.

__ADS_1


" Iya kamu benar. Ini hanya kebetulan," sahut Verro yang masih meyakini perasaannya. Jika Clara adalah Cherry istrinya.


**********


Mamanya Clara masih di rawat di rumah sakit dan sekarang masih berbaring. Verro mengatakan ibunya menderita sakit Liver dan memang membutuhkan perawatan.


Clara memegang tangan sang mama dengan menatap wajah mamanya. Wajahnya begitu sendu dan terlihat murung dengan kondisi mamanya yang sangat memperhatikan dan bahkan tidak sadarkan diri.


Sementara Bayu duduk di sofa di belakang Clara dengan gelisah. Entah apa yang di pikirannya. Tetapi wajah itu menunjukkan kegelisahan.


" Kamu mengenalnya?" tanya Bayu tiba-tiba. Membuat Clara bingung dan menoleh ke arah kakaknya.


" Siapa?" tanya Clara.


" Dokter itu?" tanya Bayu.


" Kenapa mas Bayu tanya seperti itu?" tanya Clara yang benar-benar bingung.


" Dia memperhatikanmu. Menatapmu dengan aneh. Makanya aku bertanya kau mengenalnya atau tidak?" tanya Bayu dengan wajahnya yang serius melihat Clara.


" Aku tidak mengenalnya dan aku tidak tau kenapa dia melihatku seperti itu. Lagian Mas Bayu tau sendiri. Aku tidak pernah ke Indonesia. Bagaimana aku dan orang-orang di sini saling mengenal," ucap Clara yang benar-benar bingung.


" Baru saja beberapa hari tinggal di Indonesia tapi sudah banyak hal aneh. Kemarin di Bandara aku bertemu pilot yang mengatakan aku mirip temannya. Dia juga memanggilku dengan nama Cherry," keluh Clara. Kata-kata Clara membuat Bayu kaget.


" Ada yang mengatakan kau mirip dengan seseorang?" tanya Bayu dengan wajah kaget dan seketika menjadi panik. Clara mengangguk dengan Santai


" Dan sepertinya memang sangat mirip sampai dia bengong seperti itu. Aneh bukan," gumam Clara benar-benar bingung.


" Tidak. Tidak Clara tidak boleh berlama-lama di Indonesia. Semuanya bisa kacau," batin Bayu yang tiba-tiba ketakutan.


" Setelah mama siuman, kamu kembali ke Jerman," ucap Bayu tiba-tiba. Clara mendengarnya kaget. Kenapa Bayu tiba-tiba menyuruhnya untuk ke Jerman.


" Kenapa tiba-tiba?" tanya Clara heran.


" Jangan banyak bertanya. Aku keluar dulu. Kamu jaga mama. Ada apa-apa langsung kabari aku," ucap Bayu berdiri dan langsung pergi membiarkan Clara kebingungan.


" Aneh sekali. Mas Bayu Memaksaku untuk datang ke Indonesia dan sekarang menyuruhku buru-buru pulang ke Jerman. Kenapa tiba-tiba sangat aneh," batin Clara heran dengan keputusan Bayu.

__ADS_1


Bayu berjalan dengan cepat di koridor rumah sakit.


" Aku tidak akan membiarkan Clara terus berada di sini. Ini sangat bahaya. Clara hanya milikku. Aku tidak akan membiarkan dia di miliki orang lain atau ada yang berniat mengambilnya. Dia harus segera kembali ke Jerman," batin Bayu yang kepanikan sendiri dengan Clara.


" Bayu!" panggil Tari. Membuat langkah Bayu berhenti dan langsung membalikkan badannya menoleh ke arah Tari. Tari pun langsung menghampirinya.


" Tari," ucap Bayu.


" Bagaimana keadaan Tante Sari?" tanya Tari yang khusus datang untuk menjenguk ibu dari temannya itu.


" Mama belum siuman sekarang masih di rawat," jawab Bayu.


" Clara ada di sana?" tanya Tari.


" Ada. Dia sedang bersama mama, kamu Kesana saja," ucap Bayu.


" Ya sudah aku Kesana dulu," ucap Tari.


" Hmmmm," jawab Bayu dengan deheman.


" Tari!" panggil Bayu. Tari menghentikan langkahnya.


" Kenapa?" tanya Tari.


" Bagaimana kasus Laudya?" tanya Bayu.


" Masih dalam proses," jawab Tari.


" Perkembangannya bagaimana?" tanya Bayu.


" Berkembang baik. Bahkan sangat baik," jawab Bayu.


" Ya sudah semoga semuanya lancar," ucap Bayu.


" Iya. Ya sudah aku ketempat Clara dulu," ucap Tari pamit. Bayu mengangguk.


Setelah kepergian Tari mata Bayu tiba-tiba mengarah pada Verro yang berjalan.

__ADS_1


" Kenapa dia terus memperhatikan Clara. Siapa dia sebenarnya. Aku harus mencari tau. Siapa Dokter itu," batin Bayu yang terus melihat Verro dengan rasa penasaran.


Bersambung...


__ADS_2