DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 399 Bahagia


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba, Di ruang keluarga Vandy sedang melaksanakan sarapan seperti biasanya. Di mana Azizi sambil menyuapi Iqbal dan Vandy, Rudi dan Lina yang juga ikut sarapan bersama.


" Ayo sayang cepat sarapannya, nanti telat ke sekolah," ucap Azizi menyarankan putranya itu.


" Iya ma," jawab Iqbal dengan lahap mengunyah sarapannya.


" Assalamualaikum," sapa Arif dan Selina yang memasuki rumah dan langsung keruang makan menghampiri keluarganya.


" Walaikum salam," jawab semuanya serentak.


" Selina Arif, ayo sekalian sarapan," ajak Rudi.


" Iya pa," jawab Arif.


" Ehmmm, wajahnya ceria amat mentang-mentang tadi malam.." goda Vandy yang membuat Arif dan Selina malu-malu.


" Kamu ini ya Vandy, ada anak kecil juga masih aja godain kakaknya," tegur Lina dengan geram.


" Tau nih, nggak boleh gitu sayang," sahut Azizi.


" Iya-iya, kan namanya juga masih pagi kan nggak ada salahnya biar suasana bertambah semangat," sahut Vandy.


" Tetap aja nggak boleh," sahut Lina.


" Iya mama cantik," sahut Vandy.


" Ya sudah sekarang ayo kalian sarapan, memang kamu tidak Kerumah sakit apa Arif," sahut Rudi.


" Ya nggak dong pah, namanya juga masih baru menikah baru semalam, masa iya langsung kerumah sakit. Aneh banget, mereka itu masih mau berduan ya semalam pasti kurang lah," sahut Vandy yang tidak henti-hentinya menggoda Selina dan Arif.


" Mulai lagi deh kamu ini," sahut Lina.


" Tau nih, perasaan dulu kakak nggak kayak kamu," sahut Arif yang lama-kelamaan kesal dengan Vandy dia dan istrinya pun sudah mulai duduk.


" Itu lah bedanya kakak sama Vandy. Kakak sudah dewasa suami saya ini masih anak kecil," sahut Azizi geram.


" Kok gitu sayang," sahut Vandy.


" Ya iyalah kayak gitu. Makanya jangan suka usil sama orang," sahut Azizi.


" Kalau kayak anak kecil. Berarti kayak Iqbal dong," sahut Iqbal.


" Iya sayang kayak kamu. Papa kamu sama kayak kamu," sahut Sasy.


" Tega banget sih kamu sayang," sahut Vandy dengan wajahnya yang manyun yang membuat semua orang tertawa-tawa dengan geleng-geleng.


Dratt-dratt-drattt.


Tiba-tiba handphone Azizi bergetar yang ada di meja makan dan Azizi langsung mengangkatnya dan yang lain kembali melanjutkan sarapan mereka.


" Hallo, Verro kenapa?" tanya Azizi yang mengangkat telpon dari Verro.


" Apa serius?" tanya Azizi yang tampak kaget dan semua orang jadi ikutan kaget dan penasaran apa yang di bicarakan Cherry.


" Sayang kenapa?" tanya Vandy.


" Cherry sudah melahirkan," ucap Azizi pelan. Vandy dan yang lainnya menganga dengan wajah mereka yang begitu terkejutnya.

__ADS_1


" Alhamdulillah," sahut semuanya serentak yang terlihat begitu bahagia mendengar kabat Cherry yang melahirkan.


" Lalu Cherry bagaimana apa dia baik-baik saja?" tanya Azizi yang juga mengkhawatirkanku keadaan temannya.


" Alhamdulillah, kalau begitu. Ya sudah aku sama Vandy akan kerumah sakit ya setelah nganterin Iqbal kesekolah," ucap Azizi yang langsung mematikan telpon dari Verro.


" Azizi ini sungguhan Cherry sudah melahirkan?" tanya Selina yang tidak percaya.


" Iya Selina ini sungguhan aku mana mungkin bohong dan sekarang mereka ada di rumah sakit," jawab Azizi yang sampai tidak bisa banyak berkata-kata karena begitu bahagianya.


" Alhamdulillah, lalu Cherry bagaimana?" tanya Arif.


" Cherry baik-baik aja kak," sahut Azizi.


" Ya sudah kalian buruan sana lihatin Cherry dan bayinya mama dan papa nanti menyusul," sahut Lina.


" Iya ma," jawab Azizi yang ikutan berbahagia dengan kehadiran buah hati anak dari temannya.


*************


Rumah sakit


Dalam sekejap teman-teman Cherry dan Verro sudah langsung di sana dengan hebohnya para wanita itu yang bergantian menggendong bayi yang baru beberapa jam itu.


" Cantik banget, mirip banget sama Cherry," sahut Sasy yang terlihat gemes melihat bayi yang di gendong Azizi itu.


" Ya iyalah mirip Cherry, namanya emaknya," sahut Raquel.


" Iya sih, semoga sifatnya dan baiknya bisa mirip sama ibunya tidak sama bapaknya yang nyebelin," sahut sahut Sasy.


" Sudah-sudah mirip siapapun yang penting kelak anak ini menjadi anak yang baik dan pintar," sahut Nadya yang begitu bijaksananya.


" Amin," sahut semuanya serentak.


" Calon anak kita juga pasti akan seperti itu," sahut Varell yang membuat yang lainnya melihat ke arah Varell DNA Nadya yang penuh tanda tanya apa maksud dari perkataan Varrell tersebut.


" Apa itu maksudnya. Nadya kamu hamil," sahut Raquel yang langsung menebak dan Nadya mengangguk malu-malu.


" Alhamdulillah," sahut semuanya dengan serentak yang mendapat kabar bahagia lagi.


" Selamat ya Nadya," sahut Cherry.


" Makasih Cherry, minta doanya ya," sahut Nadya.


" Ya ampun pasti kita doain. Doain juga aku melahirkannya normal kayak Cherry ya," sahut Azizi.


" Pasti lah kita doain," sahut Raquel.


" Semoga istriku ini juga cepat menyusul ya," sahut Aldo mengusap-usap kepala Raquel.


" Amin," sahut semuanya lagi.


" Kamu Selina bagaimana sudah mulai," sahut Sasy.


" Sasy, kamu itu aneh-aneh aja," sahut Selina.


" Kamu ini ya Sasy baru juga di prosestadi malam, jadi mana mungkin langsung jadi," sahut Arif yang keceplosan.

__ADS_1


" Jadi ceritanya langsung gas nih," sahut Varell.


" Aku bilang juga apa. Pasti langsung gas," sahut Vandy.


" Kalian ini apa-apaan sih ya nggak penting aja si bicarakan," sahut Selina dengan wajah kesalnya.


" Nggak usah malu-malu namanya juga sudah halal," goda Raquel menyenggol Selina yang wajahnya malu-malu sampai memerah seperti keping rebus.


" Sudah-sudah jangan menggoda pengantin baru. Manding menggoda yang dua itu undangannya belum kita terima sampai sekarang," sahut Verro melirik Toby dan Sasy.


" Hmmmm, kapan nih, ceritanya, nggak pengen punya baby apa," sahut Raquel yang si nomor satu paling suka menggoda orang.


" Tinggal sebar aja. Tunggu aja," sahut Toby.


" Serius udah cetak undangan," sahut Cherry. Toby mengangguk.


" Astaga musim nikah ya ternyata," sahut Aldo.


" Doakan yang terbaik ya dan acaranya bisa lancar seperti Dokter Arif dan Selina," sahut Toby yang bicara dengan serius.


" Amin," sahut semuanya serentak dengan menadahkan tangan melangit yang meminta amin. Sasy dan Toby saling melihat dengan tersenyum tersipu-sipu malu.


" Gantian dong, aku yang gendong," sahut Raquel yang ternyata menunggu dari tadi.


" Ini, pelan-pelan," sahut Azizi yang langsung memberikan.


" Namanya belum ada?" tanya Raquel.


" Aku sih baru punya saran nama waktu masih di dalam perut yaitu namanya Miguel," sahut Cherry.


" Ya ampun lucu banget namanya," sahut Sasy.


" Cocok tidak?" tanya Verro meminta pendapat.


" Ya cocoklah," sahut Toby.


" Miguel cantik, kayak mamanya yang juga sangat cantik, sangat baik, sangat tulus," ucap Raquel yang tidak henti-hentinya memuji Cherry.


" Makasih untuk kalian semua yang sudah hadir di sini," sahut Cherry.


" Iya Cherry, seharusnya tadi malam kamu itu telepon kita," sahut Azizi.


" Benar, kalau kita semua meski capek habis dari nikahan kak Arif. Pasti langsung on the way kok. Ya kalau kak Arif di telpon ya nggak akan bisa karena lagi produksi," sahut Vandy dengan nada bercandaan.


" Mulai lagi deh, memang benar-benar ada-ada aja ya topiknya yang tetap mengarah ke arah sana," sahut Arif.


" Becanda bos," Vandy mengundang tawa semua orang.


" Tapi benar kata Cherry. Kami benar-benar berterima kasih atas kedatangan kalian semuanya," sahut Vandy yang menambahi.


" Santai aja kali," sahut Varell.


" Benar pake-pake terima kasih segala lagi. Santai aja kali nggak usah lebai," sahut Toby.


Mereka tertawa-tawa dengan terus bercanda di ruangan itu dengan saling goda pastinya yang penuh dengan kebahagiaan dengan kehadiran putri pertama Cherry.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2