DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 220 cek kehamilan bersama.


__ADS_3

Hari ini Cherry ikut Kerumah sakit. Karena Verro ingin memeriksakan kandungan istrinya. Dia juga sudah mencarikan Dokter kandungan terbaik di rumah sakit tempatnya bekerja.


Agar mudah bersosialisasi dengan Dokter kandungan istrinya yang sudah di pilihannya. Khusus untuk istri kesayangannya itu.


Mereka sudah berada di dalam mobil dan sedang menunggu di lampu merah. Biasa lah kalau pagi lampu merah akan menjadi sasaran mereka.


" Kamu mau makan sesuatu?" tanya Verro melihat ke arah Cherry.


" Hmmmm, apa ya," sahut Cherry yang masih berpikir-pikir apa yang ingin di makannya. Mulutnya memang ingin memakan sesuatu. Tetapi dia juga tidak tau mau makan apa.


Felly melihat menurunkan kaca mobilnya dan melihat di sekitarnya apa yang ingin di makannya.


" Itu!" tunjuk Cherry yang melihat ke arah pedagang yang menjual rujak dengan menggunakan sepeda motornya.


" Aku ingin memakan mangga," ucap Cherry.


" Baiklah, kamu tunggu sebentar aku akan membelikannya," sahut Verro yang tidak akan menolak permintaan Cherry. Verro membuka sabuk pengamannya.


" Tapi pilih yang masih muda yanga mangganya, soalnya aku ingin yang muda," ucap Cherry request. Verro mengangguk tersenyum lalu keluar dari mobil.


Cherry melihat suaminya tampak berlari menyebrangi jalan dan membeli apa yang ingin di makannya. Cherry tersenyum melihat Verro yang bergabung dengan ibu-ibu untuk menuruti kemauannya.


" Sayang, kamu jadi ngerepotin papa kamu, kan kasian papa kamu," ucap Cherry meraba-raba perut rampingnya yang mengajak buah hatinya untuk berbicara.


Tidak berapa lama Verro pun akhirnya kembali dengan membawa apa yang di inginkan Cherry, mangga muda permintaan sang istri.


" Nih," ucap Verro yang sudah masuk mobil. Cherry dengan semangat langsung mengambilnya.


" Banyak sekali," ucap Cherry merasa berlebihan.


" Biar kamu kenyang," jawab Verro.


" Yang ada aku akan gendut, perut aku belum besar. Tapi sudah gendut duluan," sahut Cherry dengan wajah manyunnya. Aditya mendengus mendengarnya.


" Mau kamu gendut, atau kurus. Itu tidak akan mengurangi cinta ku untukmu. Jadi tidak akan ada bedanya," ucap Verro yang sangat manis berbicara. Cherry tersenyum mendengarnya.


" Kamu bisa saja," sahut Cherry malu-malu.


" Ya sudah, ayo makan," ucap Verro Cherry mengangguk dan mulai memakan mangga yang sesuai pilihannya mangga muda.

__ADS_1


Verro tidak memakannya. Tetapi melihat istrinya yang memakannya membuat Verro yang malah merasa ke maseman. Sementara sang istri tidak sama sekali.


" Kamu mau?" tanya Cherry yang melihat suaminya terus melihatnya dan mungkin merasa akan mau memakannya.


" Tidak. Melihat kamu memakannya saja. Aku sudah bisa merasakan rasanya," jawab Verro yang tidak selera untuk memakan apa yang di makan Cherry.


" Benarkah!" sahut Cherry.


" Apa itu enak?" tanya Verro. Cherry mengangguk-angguk.


" Hmmm, ini sangat enak, sangat enak, tidak ada yang bisa merasakan enaknya makanan ini," jawab Cherry dengan wajah yang penuh menikmati. Verro tersenyum dan mengusap-usap pucuk kepala Cherry.


" Kalau begitu makanlah. Jika masih kurang aku akan membelikannya lagi," ucap Verro merasa bahagia. Jika istrinya bahagia.


Cherry tersenyum dan ikut bahagia dengan apa yang di makannya. Kebahagiannya sang istri memang akan terwujud dengan istrinya tersebut.


************


Tidak berapa lama Cherry dan Verro sudah sampai di rumah sakit dengan bergandengan tangan, pasangan suami istri itu terlihat bahagia. Berjalan di dalam rumah sakit.


Sampai tiba di depan ruangan yang terdapat tulisan Dokter kandungan. Yang pasti mereka sudah tiba di depan ruangan Dokter yang pasti yang di rekomendasikan Verro.


" Dokter Verro," tegur Dokter wanita yang melihat Verro masuk dengan Cherry. Dokter wanita itu pun menghampiri Verro dan Dokter.


" Dokter Anggi," sahut Verro.


" Sayang, kenalin ini Dokter Anggi, Dokter yang akan memeriksa kandungan kamu," ucap Verro.


" Cherry," ucap Cherry mengulurkan tangannya dan langsung di sambut ramah oleh Dokter Anggi.


" Saya Anggi," jawab Dokter Anggi.


" Sayang, Dokter Anggi akan menjadi Dokter pribadi kamu yang akan membantu kamu menjaga calon anak kita," ucap Verro. Cherry mengangguk-angguk.


" Saya sangat bahagia. Jika Dokter Verro mempercayakan saya untuk hal itu. Saya merasa terhormat. Jika di berikan kesempatan untuk melayani istri Dokter yang cantik ini," ucap Dokter Anggi yang dengan sopan.


" Dokter, bisa saja, saya yang berterima kasih karena Dokter yang memberikan waktunya untuk istri saya," sahut Verro yang justru merasa tidak enak.


" Ya sudah mari kita mulai pemerikasaan awal kita," ucap Dokter Anggi. Verro dan Cherry mengangguk.

__ADS_1


" Ayo Bu, Cherry silahkan berbaring," ucap Dokter Anggi mempersilahkan Cherry rebahan di tempat tidur rumah sakit.


" Baik Dok," jawab Cherry. Verro membantu istrinya untuk rebahan. Dokter mulai mengeluarkan alatnya yang mungkin di gunakan untuk pemeriksaan kandungan Cherry.


Dokter menaikkan sedikit baju Cherry keatas dan meletakkan alat di atas perut Cherry dan memutar-mutarkan alat itu. Felly merasa kegelian dengan apa yang di lakukan Dokter pada Cherry.


Tetapi kepalanya terangkat sedikit melihat ke Kananya, melihat layar monitor yang terlihat ada bayi di yang masih kecil tumbuh di sana. Masih seperti gumpalan yang ada di sana. Karena memang kandungan Cherry masih sangat muda dan masih beberapa Minggu saja.


Verro tersenyum dengan memegang tangan istrinya melihat ke layar monitor itu dengan rasa haru. Pasti Verro masih tidak percaya. Jika benihnya tumbuh di sana.


" Kandungan Bu Cherry sangat baik dan tidak ada masalah untuk saat ini," ucap Dokter membuat Cherry dan Verro saling melihat dengan wajah yang penuh ke bahagian.


" Bu Cherry hanya perlu menjaga kesehatan dan pola makan dengan baik dan pasti jangan memikirkan hal-hal yang tidak penting. Karena bisa mempengaruhi kandungan Bu Felly. Jadi ibu harus benar-benar memperhatikan kesehatan Bu Felly," ucap Dokter memberi saran pada Cherry.


" Iya Dok," jawab Felly.


" Baiklah, sampai di sini saja, pemeriksaan awalanya, kita akan buat jadwal pemerikasaan lanjutan," sahut Dokter dengan tersenyum. Verro kembali membantu sang istri untuk duduk.


" Saya akan tuliskan resep dan vitamin untuk Bu Cherry," ucap Dokter. Cherry dan Verro mengangguk dan Dokter pun akhirnya pergi untuk menulis resep untuk pasien istimewanya itu.


Verro mengusap-usap pucuk kepala Cherry dan menciumnya dengan lembut.


" Sayang kamu jangan banyak pikiran ya," ucap Verro yang juga mengingatkan istrinya.


" Memang apa yang aku pikirkan. Aku tidak memikirkan apa-apa. Kecuali hanya kamu yang berkeliaran di kepala ku," jawab Cherry membuat Verro tersenyum.


" Apa memikirkan suami sendiri. Juga akan mempengaruhi janin ini?" tanya Cherry. Verro tersenyum mendengarnya.


" Justru itu yang paling penting. Kamu memang hanya boleh memikirkan suamimu saja, jangan memikirkan hal-hal yang lain," sahut Verro mengusap-usap lagi pucuk kepala sang istrinya. Cherry langsung memeluk pinggang Verro.


" Aku tidak percaya, jika sebentar lagi aku akan menjadi seorang ibu," ucap Cherry.


" Sama, aku juga tidak percaya. Jika sebentar lagi aku juga akan menjadi seorang ayah," sahut Verro yang juga tidak menyangka waktu sangat cepat berlalu.


Dia baru merasa kehilangan Cherry yang di nikahinya saat SMA dan pernikahan itu bahkan tidak genap 1 bulan dan perpisahan sudah ada dan bertahun-tahun menahan kesedihan dan berusaha untuk melanjutkan hidup walau tidak tau kemana arah tujuannya.


Verro tetap berusaha untuk menjalani semuanya dengan penuh ke Ikhlaskan dan semuanya berbuah manis. Istrinya yang di anggap selama ini sudah meninggal ternyata hidup kembali.


Verro masih banyak perjuangan dan akhirnya bisa bersatu kembali dan tuhan memberikan hadiah untuk selama ini apa yang di alaminya. Tuhan menitipkan janin di salah rahim istrinya dan dia jelas-jelas sangat bersyukur dengan perjalanan hidupnya yang sangat penuh lika-liku.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2