
" Menjelaskan apa. Apa ada yang perlu di jelaskan. Tidak ada lagi yang perlu di jelaskan karena semua nya sudah jelas. Wanita ini sudah merusak semuanya, dasar kurang ajar," sahut Raquel yang kembali tidak mengendalikan dirinya dan langsung menarik rambut Tari.
Tetapi kali ini Tari menghindar dan menarik tangan Raquel dan mendorong Raquel hingga terduduk ketanah dan membuat semua orang kaget dengan melebarkan mata mereka dengan apa yang terjadi.
" Raquel," teriak Sasy yang langsung berlari menghampiri Raquel dan yang lainnya kaget dengan perlakukan Tari. Cherry dan Verro juga mendekati Raquel dan membantu Raquel untuk berdiri.
Tetapi Aldo malah terlihat bingung dan ingin membantu tetapi ada keraguan dan semuanya harus di lihat Raquel bagaimana dia yang tidak di pedulikan di depan Tari.
" Raquel," ucap Aldo yang Raquel langsung menepis tangan Aldo menjauh dari Pria itu.
" Tari kamu ini apa-apaan sih. Apa harus kamu main dorong segala?" tanya Cherry yang ikut marah dengan perbuatan Tari.
" Kamu menyalahkan ku Cherry. Jelas dia yang duluan. Apa aku harus diam saja. Saat dia melakukan hal itu dengan suka-suka nya. Sama seperti kemarin di Restaurant dan kalian semua hanya jadi penonton, apa aku juga harus diam saja," sahut Tari yang membela dirinya.
" Siapa juga yang tidak marah dengan kelakukan kamu yang tidak beres hah! jelas orang marah dengan perselingkuhan kamu. Kamu itu tidak tau diri jadi perempuan. Kamu perusak hubungan orang lain," sahut Sasy yang langsung marah-marah membela temannya.
" Jaga bicara kamu tidak merusak hubungan orang lain. Aku tidak akan jalan dengan Aldo jika bukan urusan penting," sahut Tari yang terus membela diri.
" Urusan penting urusan apa. Urusan pribadi kamu dengan Aldo?" tanya Raquel dengan sinis.
" Raquel, kasus Bayu memang sudah selesai. Dan aku dan Aldo makan atau jalan bersama itu juga atas persetujuan kami ber-2 dan aku tidak memaksanya dan Aldo juga tidak memaksaku," sahut Tari lagi. Sasy, benar-benar geram dengan bicara Tari yang bukannya membuat suasana semakin membaik malah membuat suasana semakin ricuh.
" Kenapa Aldo malah diam saja. Kenapa dia tidak bicara sama sekali," batin Verro yang melihat Aldo hanya frustasi. Tetapi tidak bertindak sama sekali.
" Aneh sekali bicara Tari. Di Sani Tari bukan hanya membela diri. Tetapi Tari juga seakan ingin memperjelas sesuatu. Itu hal yang sangat aneh sekali," batin Vandy merasakan ada yang tidak beres dengan Tari.
__ADS_1
" Jadi aku minta sama kamu Raquel berhenti menggangguku. Jangan melakukan sesuatu yang tidak perlu. Kamu tidak perlu berteriak-teriak di depanku. Apa lagi bermain fisik. Karena aku bisa kehilangan kesabaran," sahut Tari menegaskan.
" Apa maksud kamu. Mengganggu katamu. Bukannya seharusnya kau sadar. Jika kau yang sudah mengganggu," sahut Raquel dengan menekan suaranya.
" Mungkin kau merasa terganggu pada awalnya. Karena statusmu dan Aldo masih pacaran. Tetapi sekarang mungkin aku yang akan terganggu dengan sikapmu karena kau sudah putus dengan Aldo. Jadi seharusnya kau tidak semena-mena denganku," sahut Tari penuh penekanan membuat semua orang kaget dengan pernyataan Tari.
" Kau tidak lupakan. Kalau kau sudah putus dengan Aldo," ucap Tari kembali mengingatkan. Membuat tangan Raquel mengepal yang ingin memakan Tari.
Pasti bukan Tari, Sasy juga rasanya ingin merobek mulut Tari dan Vandy dan Verro pasti penuh kebingungan dengan Aldo yang diam tanpa tindakan.
" Apa Tari akan mengatakan hal itu," batin Cherry yang takut sesuatu.
" Apa maksud kamu bicara seperti itu," sahut Raquel mendengus tersenyum miring. " Oh aku tau apa kamu memang sengaja untuk dekat-dekat dengan Aldo. Karena memang pada kenyataannya kamu menyukai Aldo," sahut Raquel dengan tersenyum palsu.
" Apa yang kamu katakan Raquel," sahut Aldo.
" Semuanya tidak seperti apa yang kamu pikirkan Raquel," ucap Aldo.
" Tapi jika itu pemikiran kamu tidak ada yang salah," sahut Tari yang suka main sambar.
" Kamu sudah putus dengan Aldo aku dan Aldo punya hubungan jelas tidak ada urusannya denganmu. Aku menyukainya atau tidak. Jelas hubungannya tidak ada denganmu," sahut Tari menekankan.
" Tari sudah lah," sahut Cherry yang ingin mencoba mencegah kegaduhan.
" Kenapa Cherry, aku hanya ingin mengingatkan temanmu dengan perkataan yang jelas sudah di ucapkannya. Jadi dia tidak perlu menyalahkan orang terus," tegas Tari.
__ADS_1
Raquel benar-benar geram mendengar kata-kata Tari yang jelas ada sesuatu dengan Aldo.
" Wanita ini benar-benar gila," batin Sasy yang sudah menahan diri dari tadi yang benar-benar ingin menghajar Tari menjambak, bahkan ingin melempar Tari.
" Kamu benar, aku memang sudah putus dengan Aldo," sahut Raquel tersenyum palsu. Menghadapai Tari sangat rugi baginya harus bersedih apalagi harus mengeluarkan air mata. " Jadi kamu jangan khawatir Tari jika kamu memang menyukainya dan ingin bersamanya silahkan. Aku memang sudah putus dengannya dan kamu bisa menjalin hubungan dengan bekas dariku," tegas Raquel.
" Raquel apa yang kamu katakan," sahut Aldo mendekati Raquel dengan memegang tangan Raquel yang langsung di disinggirkan Raquel yang tidak sudi di sentuh Aldo.
" Jangan menyentuhku. Aku sangat jijik denganmu. Selama 7 tahun kita menjalin hubungan. Aku berpikir, aku wanita paling beruntung memiliki pacar yang sangat baik. Maupun dalam perlakukan ataupun dalam akademik. Tapi aku benar-benar tidak percaya. Kalau hanya beberapa bulan pertemuan kamu dengan dia," tunjuk Raquel pada Tari, " bisa mengubah segalanya. Kamu menghiyaniku, berbohong kepadaku," ucap Raquel yang terlihat benar-benar sudah lelah dengan Aldo.
" Jadi pergilah bersamanya. Aku sama kamu sudah selesai Aldo. Karena aku tidak bisa menjalin hubungan dengan laki-laki yang plin-plan," tegas Raquel.
" Aku tidak plin-plan Raquel," sahut Aldo masih membela diri.
" Tidak plin-plan apanya. Terlihat jelas. Kamu hanya diam dengan semua perkataan dia dan jelas itu ada kebenaran yang sesungguhnya. Jika bukan hanya dia yang tergila-gila kepadamu. Tetapi kamu juga mempunyai perasaan kepadanya. Jadi bersamanya lah. Karena hubungan kita benar-benar berakhir," tegas Raquel.
" Kamu benar-benar tidak memberiku kesempatan?" tanya Aldo dengan menatap Raquel yang masih penuh harapan.
" Iya. Karena memang tidak ada yang perlu kesempatan," tegas Raquel.
" Baiklah kalau begitu. Aku sudah berusaha untuk memperbaiki semuanya dan mungkin lebih baik kita sendiri-sendiri untuk menenangkan diri kita masing-masing," sahut Aldo yang membuat semua orang kaget.
" Aldo," gertak Sasy. Raquel tersenyum mendengar ucapan Aldo.
" Bagus jika begitu. Kalau begitu aku harus berterima kasih untukmu. Karena aku benar-benar akan terbebas dan untuk wanita sepertimu. Silahkan sesuakamu berbuat apa-apa dengan bekas ku ini dan kau tidak perlu sembunyi-sembunyi," tegas Raquel dengan senyum palsu di wajahnya.
__ADS_1
Raquel menatap penuh kebencian pada Tari dan juga Aldo dan langsung pergi meninggalkan tempat itu yang benar-benar sudah puas dengan apa yang di lakukannya dan di katakannya.
Bersambung