DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 226 Membuat cemburu.


__ADS_3

Sasy tidak tau apakah harus percaya dengan Vandy atau tidak dan apakah rencana Vandy akan berhasil atau tidak.


" Tapi aku membutuhkan bantuanmu," ucap Vandy dengan wajahnya penuh harapan melihat Sasy.


" Kamu urus saja dulu dengan keluargamu. Jika kamu sudah mengurusnya baru kamu memikirkan Azizi," ucap Sasy.


" Iya. Aku akan melakukan hal itu. Tapi aku mohon. Tetap bantu Azizi," ucap Vandy. Sasy hanya mengangguk saja.


Dratttt, Dratttt, Dratttt. Ponsel Sasy berdering dan langsung mengeluarkan dari tasnya dan melihat panggilan masuk yang ternyata dari Toby. Sasy menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu langsung mengangkat telpon dari pacarnya itu.


📞" Hallo," sapa Sasy.


📞" Kami sudah berangkat kerja?" tanya Toby.


📞" Hmm, baru sampai dan sekarang lagi di cafe depan rumah sakit," jawab Sasy tersenyum, sementara Vandy tidak memperdulikan dan masa bodo dengan siapa yang di telpon Sasy.


📞" Kamu ngapain di cafe, sarapan?" tanya Toby.


📞" Iya aku lagi sarapan sama Vandy?" jawab Sasy dengan entengnya.


Toby yang menelpon sambil mengkancing lengan bajunya langsung kaget dan panik seketika.


📞" Apa kamu bilang, sarapan sama Vandy?" sahut Toby yang langsung menguatkan volume suaranya. Sementara Sasy mendengarnya tersenyum puas.


📞" Hmmm, aku sarapan dengan Vandy," sahut Sasy yang semakin memanas-manasi. Vandy yang merasa namanya beberapa kali di sebut melihat ke arah Sasy yang menjadi penasaran dengan siapa Sasy menelpon.


📞" Kamu cepat kembali ke rumah sakit," ucap Toby yang tampak cemburu sampai wajahnya sepanik itu.


📞" Kenapa orang aku masih sarapan," sahut Sasy.


📞" Aku bilang cepat kembali Kerumah sakit," tegas Toby. Sasy semakin puas tersenyum melihat Toby yang cemburuan. Hatinya yang tadi kesal dengan Vandy sekarang hatinya terhibur di kala pacarnya mencemburinya.


📞" Sasy kamu dengan aku tidak," sahut Toby yang melihat Sasy diam saja.


📞" Iya aku dengar, makanya kamu cepat pulang dong. Kamukan tau sendiri aku tidak bisa sendiri. Ya untung aja Vandy masih mau menemani aku," ucap Sasy terus memanas manasi.


📞" Kamu ya jangan bikin ulah, awas saja kalau kamu berani macam-macam," ucap Toby memberikan ancaman.


📞" Ya sudahlah, aku tutup dulu telponnya, daaa" sahut Sasy yang langsung menutup telponnya dengan tertawa kecil Sasy.


📞" Sasy," Toby yang semakin kesal dengan Sasy.

__ADS_1


" Tidak bisa di biarkan," batin Toby yang kepanasan sendiri.


" Siapa sih yang nelpon, heboh amat?" tanya Vandy penasaran.


" Bukan urusan kamu," sahut Sasy. Vandy mengkerutkan dahinya mendengarnya.


" Ahhh, sudahlah, yang jelas aku peringatkan kamu Vandy. Kamu harus benar-benar menyelesaikan masalah kamu dengan Azizi. Awas kalau sampai berlarut-larut," ucap Sasy dengan penuh penegasan pada Vandy. Lalu Sasy langsung berdiri.


" Aku pergi dulu," ucap Sasy pamit. Vandy mengangguk dan membiarkan Sasy pergi.


Kepergian Vandy membuat Vandy menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan


" Aku berharap semuanya baik-baik saja dan tuhan Benar-benar memberiku kesempatan," batin Vandy yang hanya berharap banyak.


********


Setelah menyiapkan makan siang untuk suaminya seperti janjinya Cherry akan ke rumah sakit untuk mengantarkan makan siang untuk suaminya tercinta. Cherry harus menaiki Taxi untuk kerumah sakit.


" Makasih ya pak," ucap Cherry tersenyum lebar ramah dengan supir Taxi. Supir Taxi tersenyum dengan dengan mengangguk dan Cherry pun langsung melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit tersebut.


Cherry berjalan dengan senyum-senyum sambil melihat bekalnya sampai Cherry tidak memperhatikan jalan dan tidak menyadari Fiona berjalan ke arahnya yang juga sibuk bermain ponsel dan akhirnya membuat bahu mereka saling bertabrakan.


" Astaga," ucap Cherry menutup mulutnya dengan tangannya yang melihat masakannya berserakan.


" Maaf aku tidak sengaja," ucap Fiona yang juga melihat makanan yang berserakan. Fiona dan Cherry saling mengangkat kepala dan saling melihat.


Wajah ke-2nya sama-sama terkejut. Ketika baru menyadari yang mereka tabrak.


" Fiona," lirih Cherry yang kaget melihat Fiona yang pertama kali di temuinya setelah sekian lama.


" Cherry," ucap Fiona yang kaget dengan pertemuannya dengan Cherry. Sebelumnya dia memang melihat Cherry. Tetapi tidak jelas dan sekarang dia melihat Cherry dengan jelas. Dia benar-benar tidak percaya Cherry benar-benar nyata di depannya.


" Apa aku memang tidak salah lihat. Apa dia memang Cherry. Jadi benar, Cherry masih hidup," batin Fiona dengan napasnya naik turun yang masih merasa semuanya adalah mimpi.


" Cherry," sahut Sasy tiba-tiba yang membuat ke-2nya berhenti saling menatap dan sama-sama tersentak kaget. Sasy yang melihat Cherry dan Fiona langsung lari menghampiri Cherry.


" Ada apa ini?" tanya Sasy ketus dan melihat makanan yang berserakan di atas tanah kuah sayur yang berceceran dan makanan yang sudah tidak layak makan lagi.


" Apa yang terjadi, kenapa bisa sampai seperti ini?" tanya Sasy lagi yang kebingungan.


" Tidak apa-apa Sasy," sahut Cherry yang berjongkok dan mencoba membereskan yang berjatuhan.

__ADS_1


" Pasti gara-gara kamu kan," ucap Sasy yang langsung menyambar menyalahkan Fiona.


" Aku tidak sengaja menjatuhkannya," sahut Fiona yang masih terkejut.


" Alah alasan, bilang aja kamu sengaja. Kenapa kamu pasti tidak suka melihat Cherry hidup lagi kan, makanya kami mulai membuat ulah," ucap Sasy dengan kesal.


" Sasy, sudahlah aku tidak apa-apa," sahut Cherry yang tetap memebereskan rantangnya.


" Anak ini memang sengaja. Dia memang selalu membuat ulah," sahut Sasy yang geram.


" Kamu jangan bicara sembarangan aku sudah mengatakan tidak sengaja," sahut Fiona menegaskan.


" Alasan," sahut Sasy yang tidak percaya. Tiba-tiba Verro yang berada di lobi rumah sakit melihat istrinya, Sasy, dan Fiona, Verro yang melihat hal itu langsung menghampiri Cherry.


" Cherry, apa yang terjadi?" tanya Verro yang keget melihat istrinya mengutip makanan dan Verro langsung berjongkok di depan istrinya menghentikan istrinya.


" Tidak apa-apa Verro, tadi aku tidak hati-hati dan makanannya tumpah," ucap Cherry.


" Ini ni, semua gara-gara, nih orang," sahut Sasy menunjuk Fiona dan Verro langsung melihat ke arah Fiona.


" Apa yang kamu lakukan pada Cherry?" tanya Verro tampak geram.


" Aku tidak melakukan apa-apa. Sasy hanya salah paham," sahut Fiona.


" Bohong," sahut Sasy.


" Kalau kamu tidak percaya tanya Cherry, jangan hanya asal menuduhku," sahut Fiona yang tampak geram dengan Sasy.


" Sasy, sudahlah jangan ribut," sahut Cherry yang tidak mau ada pertengkaran.


" Ya sudah, ayo kita masuk kedalam," ucap Verro memegang tangan istrinya dan melap-lap telapak tangan itu dengan bajunya yang kotor terkena makanan.


" Tapi makanan untuk kamu," ucap Cherry yabg sangat sedih dengan apa yang di bawanya sudah hancur. Verro memegang pipi istrinya dengan lembut.


" Kita masuk ya, kita makan di dalam," ucap Verro dengan lembut yang langsung mengajak istrinya dan membawanya pergi tanpa mempedulikan Fiona.


Fiona melihat kepergian Cherry dan juga Verro dengan melihat punggung pasangan itu.


" Awas saja kalau berani macam-macam lagi," ucap Sasy menegaskan dengan menunjuk Fiona lalu pergi.


**********

__ADS_1


__ADS_2