
Cherry, Azizi dan Sasy pun akhirnya menyusul Toby ke parkiran sekolah. Di parkiran, Verro dan Vandy sudah berada di depan mobil masing-masing.
" Varell mana?" tanya Sasy yang tidak melihat Varell, kepalanya juga mulai berputar mencari keberadaan Varell.
" Tuh," tunjuk Vandy. Sasy membalikkan badannya dan melihat Varell yang berjalan bersama Nadya.
" Kok ada Nadya?" tanya Sasy bingung.
" Ikut kali," sahut Vandy.
" Sorry nunggu lama," ucap Vandy yang sudah bergabung bersama yang lainnya.
" Nadya ikut?" tanya Sasy sinis.
" Iya kenapa?" jawab Vandy santai.
" Seru dong, tambah ramai," sahut Azizi.
" Kita masih mau di sini atau kayakmana?" tanya Verro yang sudah kesal kepanasan.
" Ya sudah ayo buruan berangkat," ucap Vandy memasuki mobil. Yang di susul oleh Verro yang menarik Cherry memasuki mobil Vandy. Verro membuka pintu mobil belakang.
" Masuk!" perintah Verro pada Cherry. Cherry mengangguk dan masuk, lalu Verro masuk.
" Azizi, kamu di sini saja," ajak Vandy pada Azizi yang tampak bingung ikut mobil siapa. Azizi pun mengangguk dan memasuki mobil Vandy duduk di samping Vandy yang mengemudi.
Varell juga memasuki mobilnya dan langsung Sasy mengikuti dan duduk di samping Varell yang mengemudi. Sementara Nadya dan Toby berada di kursi penumpang.
Melihat adanya Sasy di sampingnya membuat Varell kesal.
" Toby, lo yang nyetir, gue malas," ucap Vandy yang langsung ke luar dari mobil.
" Kok gitu sih," ucap Sasy.
" Oke," sahut Toby yang langsung bertukar tempat dengan Varell. Terakhirnya Varell duduk berdua bersama Nadya di belakang dan hal itu pasti membuat Sasy kesal dengan Varell yang nempel-nempel dengan Nadya.
" Hay Sasy," goda Toby yang melihat wajah kesal Sasy.
" Diam," pekik Sasy yang sudah kehilangan mood.
**************
Akhirnya mereka melakukan shopping bersama-sama di salah satu Mall terbesar di Jakarta.
Mereka mulai mencari beberapa keperluan yang yang penting-penting dan pasti untuk Sasy yang tidak penting pun jadi di ambil. Mereka memasuki toko yang benar-benar lengkap di dalam Mall tersebut.
" Cherry lihat ini bagus," ucap Sasy yang menunjukkan topi pantai. Cherry mengangguk tersenyum.
" He, kita itu mau study tour bukan mau liburan ke pantai," sahut Toby yang tidak puas jika tidak ikut-ikutan.
__ADS_1
" Syirik aja lo, syirik tanda tidak mampu," sahut Sasy kesal.
" Kita ambil kembaran ya Cherry," ucap Sasy mempunyai ide.
" Aku boleh ikut kembaran," sahut Azizi yang tidak mau ketinggalan.
" Boleh dong," jawab Cherry.
" Nadya nggak sekalian," ucap Cherry.
" Nggak perlu," sahut Sasy yang memang tidak suka dengan Nadya karena dekat-dekat dengan Pria idolanya.
" Aku juga boleh ikutan," sahut Toby mengangkat tangannya tidak mau ketinggalan.
" Enak aja, tadi aja mulut lo yang banyak protes," sahut Sasy masih kesal.
" Issshh pelit," ucap Toby kesal. Cherry melihat topi pantai yang bercorak macan. Cherry tersenyum dan mengambilnya
" Ini aja nih, sama lo," ucap Cherry meletakkan di dada Toby. Sontak hal itu mengundang tawa dari Azizi dan Sasy.
" Cocok banget," ejek Sasy, tertawa puas. Azizi juga tidak kalah tertawa puas.
Tiba-tiba pandangan Sasy melihat ke arah Varell dan Nadya yang tampak dekat. Beberapa kali Varell meminta pendapat Nadya tentang barang yang di pilihnya.
Sontak senyum di wajah Sasy hilang dengan pemandangan tersebut.
Yang lain asyik belanja sementara Verro hanya rebahan di atas sofa dengan ponsel yang menjadi pusat perhatiannya.
Dia malas ikut belanja dan hanya membiarkan temannya yang berbelanja. Cherry melihat Verro yang sedari tadi duduk di sofa.
Cherry melihat sebuah Hoodie yang pasti warna ke sukaan Verro, warna hitam, Cherry mengambilnya dan menghampiri Verro duduk di samping Verro yang asih berbaring di sofa.
" Ada apa?" tanya Verro.
" Nih," Cherry memberikan Verro apa yang di pegangnya membuat Verro heran.
" Hmmmm, ini ucapan terima kasih karena berkat kamu aku ikut study tour," ucap Cherry.
" Nggak perlu," sahut Verro ketus Jelas itu membuat Cherry geram.
Verro memang tidak pernah menerima pemberiannya dan jika Verro yang memberi kan apapun kepada Cherry wajib di terima.
Memang dunia itu tidak adil untuk Cherry, selalu saja Verro yang berkuasa dengan sesukanya.
" Issshh, bisa tidak sekali aja nih anak jangan menyebalkan," batin Cherry yang lama-kelamaan semakin kesal.
" Pokoknya ambil, terserah tidak mau pake yang penting aku sudah memberinya," ucap Cherry memberikan pada Verro, lalu kembali bergerak, tanpa mempedulikan Verro memakainya atau tidak.
Verro hanya melihat kepergian Cherry yang kembali bergabung bersama teman-temannya.
__ADS_1
" Aneh," desis Verro melihat Hoodie yang berada di tangannya.
Dari pulang sekolah sampai malam, mereka menghabiskan waktu di mall. Dari belanja, makan, belanja makan lagi, itu terus yang mereka lakukan sampai malam hari. Selain itu mereka juga melakukan banyak permainan.
Aktivitas mereka berhenti saat jam 9 malam. Verro menelpon supirnya untuk mengantarkan mobilnya. Agar bisa mengantar Cherry pulang.
Varell mengantarkan Nadya pulang. Sementara Vandy mengantarkan, Toby, Sasy dan Azizi untuk pulang ke rumah.
Mobil Verro sudah berhenti di depan rumah Cherry. Verro mematikan mesin mobilnya dan melihat ke arah Cherry yang sudah tertidur pulas.
" Cherry sudah sampai," ucap Verro membangunkan Cherry.
Tetapi Cherry tidak bangun sama sekali, mungkin saja Cherry memang sangat kelelahan sampai ketiduran dan sulit untuk di bangunkan.
Verro menarik napasnya panjang dan membuatnya perlahan melihat Cherry yang tidak kunjung bangun.
" Dia pasti kelelahan," gumam Verro yang melihat tidurnya Cherry yang memang tampak lelah. Verro membuka seat beltnya dan keluar dari mobilnya.
Verro membuka pintu bagian Cherry, geleng-geleng melihat Cherry yang sama sekali tidak bangun. Dengan hati-hati tanpa ingin membangunkan Cherry.
Verro membuka seat belt Cherry. Sehingga membuat wajah mereka saling bertemu. Verro harus melihat secara dekat cantiknya wajah Cherry yang tertidur pulas sampai Verro menelan salavinanya.
Tidak ingin berlama-lama Verro pun menggendong Cherry ala bridal style. Verro menutup pintu mobil dengan siku tangannya lalu melangkahkan kakinya memasuki rumah Cherry yang untung pelayan di rumah Cherry sudah membukakan pintu rumah.
Verro pun menaiki anak tangga dan membawa Cherry masuk kedalam kamar dengan perlahan Verro membaringkan Cherry di tempat tidur. Verro menarik selimut sampai ke dada Cherry.
Verro menatap Cherry sebentar lalu pergi. Dia juga harus pulang karena melihat waktu yang juga semakin larut.
Saat Verro menuruni anak tangga, Verro bertemu dengan papa Cherry yang baru pulang kerja.
" Om," sapa Verro menghampiri Laskarta dan mencium punggung tangannya.
" Verro," sapa Laskarta, " Cherry mana?" tanya Laskarta.
" Sudah istirahat Om," jawab Verro.
" Oh begitu, maaf ya Cherry pasti merepotkan kamu," sahut Laskarta merasa tidak enak.
" Tidak apa-apa Om, Verro yang salah, tidak ingat waktu sampai bawa Cherry pulang kemalaman," ucap Verro.
" Ya sudah om, Verro pamit pulang dulu," ucap Verro pamit.
" Iya sekali lagi makasih ya," ucap Laskarta menepuk bahu Verro. Verro mengangguk lalu pergi
💝💝Bersambung
Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.
Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya.
__ADS_1