DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 163 menceritakan Cherry.


__ADS_3

Clara melihat ke arah Selina yang menatapnya aneh yang membuatnya sangat tidak nyaman.


" Kau masih menganggapku hantu?" tanya Clara yang melihat Selina menatapnya intens. Selina langsung menggeleng dengan cepat.


" Kalau begitu katakan siapa Cherry. Aku mendengar tentang dia ?" tanya Clara yang memang sangat penasaran dengan wanita yang bernama Cherry.


Selina langsung berdiri dan Clara memperhatikan wanita itu membuka lemari dan melihat Selina yang mengambil sesuatu dan kembali kehadapan Clara duduk di hadapannya dan memberikan Clara album Foto yang besar.


" Ambil!" ucap Selina. Clara mengambilnya meletakkan di atas meja. Membaca judul bagian album itu. Album SMA Haigh Internasional


Clara pun langsung membukanya lembaran pertama. Clara melihat foto-foto seragam sekolah dan menampilkan foto-foto Cherry dengan murid-murid lainnya.


" Cherry itu teman 1 sekolah ku. Teman 1 kelasku. Dia gadis yang populer di sekolah. Dia cantik, pintar, anak orang kaya dan bahkan Putri satu-satunya. Tetapi sayang di balik kesempurnaannya dia memiliki kekurangan," ucap Selina menjelaskan sedikit.


Sementara Clara masih melihat-lihat album foto itu dan melihat beberapa foto Cherry yang mirip dengannya.


" Apa kekurangannya?" tanya Clara.


" Dia memiliki kelainan jantung yang juga membuatnya akhirnya meninggal," jawab Selina. Clara mendengarnya melihat ke arah Selina.


" Jadi itu sebabnya dia meninggal," gumam Clara.


" Iya dia sudah meninggal saat usianya masih 17 tahun dan di saat kami masih kelas 2 pelaksanaan ujian akhir. Makanya aku berpikiran kau itu hantu," jawab Selina.


" Kau lihat saja sendiri wajahmu tidak ada bedanya dengannya. Bahkan suara kalian juga sama. Jika kau mengatakan kau Clara. Itu sangat aneh. Tetapi lebih aneh lagi kalau kau Cherry. Karena dia sudah meningga. Kecuali dia kembali hidup lagi," ucap Selina yang benar-benar bingung.


Clara kembali mengarahkan pandangannya ke album tersebut.


" Sepertinya dia sangat baik," ucap Clara yang mengusap wajah Cherry yang tersenyum berfoto dengan teman-teman 1 sekolahnya.


" Iya dia memang baik. Bahkan tidak pernah bikin ulah di sekolah. Dia anak yang sempurna yang tidak pernah neko-neko," sahut Selina yang memang mengakui. Jika Selina sangat baik.


Clara melihat Cherry yang berfoto dengan orang-orang yang belakangan sering di temuinya yang juga menyebutnya Cherry.


" Bukannya ini Dokter wanita dan pilot itu," batin Clara melihat foto Cherry melihat bersama Sasy dan Toby.


" Apa mereka sangat akrab?" tanya Clara. Selina melihat foto yang di maksud Clara.


" Iya mereka sangat akrab. Itu Sasy dan Toby. Mereka kemana-mana selalu bersama. Itu teman dekatnya bahkan sangat dekat," jawab Selina.

__ADS_1


" Cherry itu perempuan yang netral. Dia tidak pernah memilih teman. Kaya miskin, jelek sama saja baginya. Makanya banyak yang merasa kehilangan. Apa lagi teman-teman dekatnya. Mereka bahkan tidak bisa move-on dari Cherry," jelas Selina dengan mata berkaca-kaca.


" Lalu mereka ber-3 siapa?" tanya Clara saat melihat foto. Vandy, Verro dan Varell.


" Itu cowok-cowok populer di sekolah kami dan Cherry adalah ratu mereka. Cherry sangat dekat dengan Vandy, Verro dan Varell. Sasy dan Toby juga dekat. Mereka 1 segerombolan yang kompak," jelas Selina.


" Pantesan mereka melihatku seperti itu," batin Clara.


" Lalu kenapa aku melihat. Setiap Cherry berfoto. Pasti ada Verro di sebelahnya. Apa mereka sangat dekat?" tanya Clara penasaran.


" Iya mereka memang sangat dekat. Dan mungkin orang yang paling kehilangan adalah Verro," lanjutnya membuat Clara melihat kembali ke arah Selina.


" Kenapa?" tanya Clara penasaran.


" Iya. Kerena mereka itu sahabat sejak kecil. Bahkan di sekolah semua orang tau mereka tunangan. Walau terkadang kesannya Cherry mengejar-ngejar Verro. Tetapi semakin lama mereka terang-terangan menunjukkan hubungan mereka jika mereka memang berpacaran," jawab Selina.


" Jadi mereka pacaran pantas saja dia mendatangi makam itu dan juga menatapku dengan aneh. Dia juga mengatakan aku tidak mungkin menggantikan Cherry," batin Clara.


" Tetapi di akhir hayat Cherry. Aku dengar mereka sempat menikah," lanjut Selina lagi.


" Menikah!" sahut Clara kaget.


Mendengar kata menikah Clara mengkerutkan dahinya seakan korslet. Ada bayangan yang terlintas di pikirannya. Dia membayangkan cincin yang pasangkan ke jari manis seseorang yang sama sekali tidak di ketahuinya siapa.


" Verro menemaninya di masa-masa Cherry sakit parah. Tangan Verro selalu menggendongnya saat dia tidak sadarkan diri. Menghabiskan waktu belajarnya hanya untuk menemani Cherry di UKS,"


" Bahkan Verro sering bolos hanya untuk Cherry. Walau sering kali Verro memarahinya. Membentaknya di depan orang ramai. Tetapi semua orang juga tau Verro melakukan itu karena sangat takut kehilangan Cherry. Tetapi pada akhirnya ketakutan itu terjadi,"


" Saat-saat masa terakhir Cherry berjuang melawan sakitnya. Verro selalu menemaninya dan sampai maut memisahkan mereka," jelas Selina yang meneteskan air mata.


Sementara Clara yang mendengar cerita itu ternyata sudah memegang kepalanya dengan ke-2 tangannya dengan keringat dingin membasahi wajahnya. Dia merasakan sakit kembali di kepalanya dengan lintasan-lintasan bayangan.


" Itu mungkin cinta sejati," ucap Selina melihat ke arah Clara dan kaget dengan Clara. Yang menahan sakit.


" Kamu kenapa?" tanya Selina panik.


" Kepalaku sakit," jawab Clara dengan suara seraknya.


" Bagaimana ini, sebentar aku ambilkan pil Bodrek dulu," ucap Selina yang berdiri dengan panik. Tetapi Clara langsung menghentikan tangannya.

__ADS_1


" Tidak perlu. Aku sudah tidak apa-apa," ucap Clara dengan napasnya yang tersenggal-senggal. Dia merasa sedikit tenang ketika Selina tidak berbicara lagi.


Sementara Selina malah Khawatir dengan kondisi Clara yang mungkin di pikirnya hanya sakit kepala.


" Benar kau tidak apa-apa?" tanya Selina memastikan.


Clara mengangguk. Dia mengingat kata-kata Verro untuk tidak berusaha mengingat apapun. Kondisinya bisa semakin memburuk. Dia harus memperhatikan kondisinya. Karena jika tidak yang adanya dia tidak akan tau apa-apa.


" Selina, aku mohon setelah kita bertemu kamu jangan kabur," ucap Clara.


" Kenapa dia tau apa yang aku pikirkan," batin Selina yang mempunyai niat untuk kabur. Karena masih takut dengan Clara.


Sedari di dalam Taxi dia sudah mengancang-ngancang akan pindah kosan dan tempat kerja. Karena tidak mau Clara mengganggunya.


" Siapa yang mau kabur," bantah Selina.


" Kepala ku sakit. Aku tidak bisa terus di sini. Aku harus kembali kerumah sakit. Aku ingin mendengarkan semua ceritamu. Tetapi kondisiku tidak mengijinkan. Jadi aku mohon jangan lari dari ku. Aku sangat membutuhkanmu. Aku ingin tau semuanya tentang Cherry. Aku mohon," ucap Clara dengan suara memohon.


" Kenapa dia terlihat sangat menyedihkan," batin Selina malah kasihan dengan Clara.


" Bisakan Selina?" tanya Clara.


" Tapi percuma aku tidak tau banyak tentang Cherry. Aku bukan teman dekatnya. Kau salah bertanya," sahut Selina memang apa adanya.


" Tapi aku mempercayaimu, aku mohon tolong aku," sahut Clara.


" Hmmmm, baiklah!" jawab Selina mengiyakan saja. Mendengar persetujuan Selina Clara bernapas lega. Dia merasa Selina bisa membantunya.


Karena dia melihat orang-orang yang terlihat dekat dengan Cherry di foto itu tampak tidak menyukainya yang mungkin orang-orang itu berpikir jika kehadirannya hanya membuat permasalahan. Jadi Clara merasa Selina bisa membantunya.


*********


Clara berada di dalam Taxi. Dia dan Selina sudah berhenti membicarakan Cherry. Karena kepalanya yang tiba-tiba sakit. Jadi Clara memutuskan melanjutkan di lain waktu. Dia juga percaya jika Selina tidak akan mengingkari janjinya.


Clara tampak murung di dalam Taxi dengan menyandarkan kepalanya di jendela Taxi. Dia masih kepikiran dengan penjelasan Selina yang singkat.


" Dia pasti sangat mencintai Cherry," batin Clara yang ternyata berpikiran masalah Verro.


" Cherry sudah tiada. Tetapi sangat terlihat jelas. Jika dia begitu kehilangan. Terdengar dari kata-katanya tempo lalu. Dia tidak ingin menggantikan Cherry. Mungkin saja dia terlihat dingin kepadaku. Karena aku yang mirip dengan Cherry," ucapnya di dalam hati yang berbicara sendiri.

__ADS_1


" Kenapa kepalaku sakit sekali. Ketika mendengar pernikahan. Aku bahkan bermimpi jika seperti melihat pernikahan," batinnya yang bertanya-tanya di dalam hatinya.


Bersambung


__ADS_2