
Untuk acara bulan madu sebenarnya adalah rencana mama dan papa Vandy. Hanya saja Toby yang awalnya punya niat untuk mengajak teman-temannya liburan bersama. Jadi ikut menggabungkan kegiatan itu.
Masalah tiket pulang pergi Toby yang mengurusi dan masalah penginapan urusan Vandy sementara untuk yang lainnya di tanggung masing-masing.
Hari ini adalah jadwal keberangkatan mereka dengan pesawat pribadi yang sudah di sewakan. Maklumlah mereka anak sultan semua jadi masalah itu tidak akan masalah yang penting bisa senang-senang dan saling bahagia bersama.
Cherry sudah siap-siap di dalam kamar dengan koper yang sudah mereka siapkan tadi malam.
" Sayang sudah selesai?" tanya Verro yang menghampiri sang istri yang sedang memasukkan beberapa alat makeup kedalam tas kecil itu.
" Sudah sayang," sahut Cherry yang mengangguk.
" Ya sudah ayo kita berangkat," ucap Verro.
" Yang lain bagaimana ala sudah tiba?" tanya Cherry.
" Aku juga tidak tau mereka belum mengabari sama sekali," sahut Verro.
" Hmm, begitu rupanya. Ya sudah ayo kita pergi," ajak Cherry. Verro mengangguk dan menyeret ke-2 koper mereka. Lalu pergi.
*********
Toby sedang menjemput pacarnya untuk berangkat bersama-sama. Toby sudah menunggu kurang lebih 1 jam dan sang kekasih belum juga datang sampai Toby bosan dengan bolak-balik melihat arloji di tangannya.
Tuk tak, tuk, tak, tuk, tak,tuk,tak
Suara hentakan sepatu terdengar di anak tangga dan membuat Toby membalikkan tubuhnya dan melihat yang tak lain adalah pacarnya yang kesulitan membawa kopernya.
" Toby bantuin dong," sahut Sasy dengan suara manjanya. Toby terlihat menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan lalu berdiri untuk membantu kekasihnya.
" Iya aku bantuin," sahut Toby yang langsung mengambil alih pekerjaan Sasy.
" Aku lama ya?" tanya Sasy, sudah tau lama malah pakai bertanya.
" Hmmm, sangat lama," sahut Toby dengan wajahnya sedikit kesal. Sasy tersenyum merasa tidak berdosa.
" Maaf ya, soalnya ini semua salah kamu. Masa iya kamu yang merencanakan. Tapi pacarnya tau dari orang lain," sahut Sasy dengan suara manjanya yang menyalahkan Toby.
" Hmmm, terserah kamu deh," sahut Toby yang geleng-geleng.
" Ishhh, jangan marah lagi, senyum dong," sahut Sasy. Toby pun akhirnya tersenyum lebar.
" Gitu dong, ya sudah, ayo kita pergi sekarang," sahut Sasy. Toby mengangguk dan pasangan itu pun akhirnya pergi bersama.
__ADS_1
*********
Vandy dan Azizi pun berpamitan pada keluarganya. Supir mereka sudah memasukkan koper Azizi dan Vandy kedalam mobil dan Papa dan mamanya juga Iqbal sudah berada di depan pintu yang mengantarkan pasangan pengantin baru. Nenek dan kakek Iqbal berdiri di belakang Iqbal dengan memegang pundak Iqbal.
" Ya sudah ma, kami berangkat dulu yang lain pasti sudah menunggu," sahut Vandy yang berpamitan pada keluarganya.
" Iya, kalian hati-hati ya," sahut Lina. Vandy dan Azizi mengangguk. Azizi berjongkok di depan putranya.
" Sayang mama pergi dulu ya, kamu jangan bandal- bandal di sini. Jangan merepotkan kakek dan nenek, kamu jangan bandal ya," ucap Azizi memberikan pesan pada putranya sembari mengusap-usap pucuk kepala putranya.
" Iya ma, Iqbal tidak akan marah. Mama dan papa hati-hati di sana ya, baik-baik jangan bandal- bandal juga," sahut Iqbal dengan polosnya membuat semua orang tertawa.
" Iya sayang," sahut Azizi.
" Iqbal kamu jagain nenek dan kakek ya," sahut Vandy.
" Iya pa, papa juga jagaian mama ya," sahut Iqbal. Vandy mengangguk.
" Ya sudah ma, pa, kami pergi dulu," ucap Vandy kembali pamitan.
" Iya kalian hati-hati ya," sahut papa.
" Ayo Azizi," ajak Vandy. Azizi mengangguk dan sebelum pergi. Azizi memeluk sang anaknya yang akan di tinggalkannya untuk beberapa hari. Vandy juga melakukan hal yang sama, setelah itu mereka juga mencium punggung tangan mama dan papa Vandy.
" Kami pergi, ma pa," sahut Vandy lagi.
Azizi dan Vandy memasuki mobil. Azizi menurunkan kaca mobil dan melambaikan tangan pada putranya dan Ikbal juga ke-2 orang tua Vandy juga melambaikan tangan. Mobil itu pun akhirnya melaju dengan kecepatan santai dan semakin lama semakin jauh.
" Ayo sayang kita masuk," ajak Lina pada cucunya ketika sudah tidak melihat mobil yang membawa Vandy dan Azizi.
" Iya eyang," jawab Iqbal yang menurut dan langsung pergi memasuki rumah.
*********
Di lapangan tempat pesawat mewah itu terparkir terlihat. Verro dan Cherry, Sasy dan Toby sudah ada di sana yang masih menunggu yang lainnya yang juga tidak datang-datang.
" Di kirain aku yang telat, ternyata mereka juga belum pada tiba," ucap Sasy mulai mengeluh. Karena melihat teman-temannya tidak ada yang datang.
" Sabar mungkin lagi sedang di jalan, atau lagi macat," sahut Cherry yang berpikir positif yang duduk di atas koper. Maklum bumil rada cepat lelah.
" Lagian sih mereka menyebalkan banget," sahut Sasy kesal.
" Tuh, Azizi sama Vandy," sahut Verro menunjuk temannya itu. Azizi dan Vandy yang langsung menghampiri teman-temannya.
__ADS_1
" Maaf ya kami telat," sahut Vandy yang merasa tidak enak.
" Santai aja yang lain juga belum datang," sahut Toby.
" Memang mereka di mana?" tanya Azizi.
" Entahlah, mungkin masih di jalan," sahut Verro.
Tidak berapa lama, Varell pun datang yang pasti Varell juga akan mengikuti acara liburan itu lumayan buat refreshing gratisan.
" Sorry, Sorry gue lama," sahut Varell dengan napasnya naik turun yang tampak terlihat buru-buru.
" Kamu itu sudah melebih-lebihi wanita lamanya minta ampun," sahut Sasy yang langsung menyambar.
" Maaf, tau," sahut Varell.
" Sudahlah Sasy, kita juga tidak telat-telat amat," sahut Cherry yang malas mendengarkan ocehan Sasy.
" Ya sudah ayo kita berangkat apa lagi yang mau di tunggu," sahut Varell.
" Enak banget ya ngomong asal mau berangkat- berangkat aja. Sudah telat datang mau cepat-cepat pergi. Si Raquel belum juga datang," sahut Sasy.
" Ohhh, masih nungguin dia toh. Di kiriain aku yang di tungguin jadi aku tidak termasuk dengan telat," sahut Varell.
" Terserah deh," sahut Sasy.
" Itu Raquel sama Nadya," sahut Azizi yang melihat temannya itu.
Mendengar nama Nadya membuat Varell dengan cepat menoleh dan ternyata memang benar. Ada Nadya yang datang bersama Raquel.
" Jadi dia benar-benar ikut," batin Varell yang tidak menyangka jika mantan kekasihnya itu ikut.
" Lama amat sih kalian," sahut Sasy kesal.
" Maaf, aku tadi jemput Nadya dulu. Soalnya aku harus paksa dia untuk ikut," sahut Raquel menjelaskan.
" Maaf sudah membuat kalian menunggu, aku memang tidak untuk ikut. Tetapi Raquel tetap memaksaku," sahut Nadya merasa tidak enak.
" Lo, kenapa tidak mau ikut apa ada masalah?" tanya Cherry.
" Sudahlah nggak usah di bahas lagi. Yang penting sekarang Nadya ada di sini dan kita bisa liburan bareng Nadya," sahut Raquel yang mungkin jika menceritakan akan panjang ceritanya.
" Ya sudah ayo deh kita buruan naik pesawat. Sudah pegal nih kaki," sahut Sasy yang juga terlihat kipas-kipas yang mungkin juga kepanasan.
__ADS_1
" Ya sudah, sudah tidak ada yang mau di tunggu lagi. Jadi mari kita pergi dan sebelum pergi mari kita berdoa," sahut Verro yang langsung memimpin doa dan mereka berdoa bersama. Tidak lama berdoa mereka mengucap amin tersenyum dengan kebahagian masih-masing. Lalu mereka pun akhirnya pergi bersama-sama.
Bersambung.