
Baru saja memperkenalkan diri. Murid tersebut langsung mendapatkan ejekan dari Selina.
" Huuuuuuu," sorak murid-murid terkekeh.
" Selina!" bentak pak Angga.
" Maaf Pak salah dengar," sahut Selina tersenyum puas.
" Azizi kamu duduk, di....," pak Angga melihat mana bangku yang kosong yang bisa di tempati Azizi.
" Kamu duduk di depan Flora," ucap Pak Angga menunjuk.
" Baik Pak," sahut Azizi yang berjalan menuju bangku yang di tunjuk Pak Angga.
Baru melangkah saja. Dengan jahil kaki Selina di panjangkan nya agar Azizi jatuh. Tapi sayang Azizi terlihat sangat pintar dengan santai Azizi melangkahi kaki Selina.
" Sial," desis Selina kesal dengan Azizi.
Azizi pun langsung menempati bangkunya. Azizi menoleh ke belakang.
" Hay, aku Azizi," ucap Azizi mengulurkan tangannya.
Fiona dengan entengnya membuang pandangannya ke arah jendela dan tidak mempedulikan Azizi yang berkenalan dengannya.
Azizi menggedikkan bahunya lalu tersenyum dan kembali menghadap ke depan.
" Baik anak-anak, buka buka buku kalian," ucap Pak Angga yang merupakan guru bahasa Indonesia juga.
" Kita lanjutkan pelajaran kita kemarin mengenai sastra," ucap Pak Angga.
" Pak, apakah ciuman juga termasuk sastra," sahut Yogi yang memang tidak ada akhlak.
" Benar pak, kita bahas masalah ciuman saja," tambah Toby yang memang paling suka melihat sahabatnya menderita.
Cherry sungguh malu hari ini. Wajah yang menurutnya cantik sudah tidak tau mau di taruh di mana lagi.
Murid-murid kembali membahas masalah itu. Dengan lemas Cherry menjatuhkan kepalanya di atas meja dengan pipinya yang menempel.
Tangan Cherry tiba-tiba terangkat.
" Iya Cherry kenapa?" tanya Pak Angga. Cherry kembali menegangkan kepalanya.
" Cherry kamu ingin membahas itu?" tanya Sasy yang kesenangan. Cherry menarik napasnya dan membuangnya perlahan.
" Saya ingin ke UKS," ucap Cherry.
" Yahhhhh," serentak murid-murid langsung lemas.
" Oh baiklah istirahatlah," ucap Pak Angga.
Cherry mengangguk dan langsung berdiri berjalan dengan tidak semangat menuju UKS. Cherry memilih tidak mengikuti pelajaran dari pada menjadi bahan untuk pelajaran hari ini.
" Issssh sial kenapa jadi seperti ini," ucap Cherry ketika sudah berada di luar kelas.
" Hahhhh," teriak Cherry mengacak rambutnya frustasi.
Apa yang di lakukan Cherry jelas terlihat dari dalam kelas. Karena dingding bagian atasnya adalah kaca.
Para murid-murid heran melihat tingkah Cherry. Yang sekarang malah melompat-lompat seperti orang gila dan bahkan rambut cantiknya sudah berantakan.
__ADS_1
" Apa itu efek ciumannya," gumam Sasy heran dengan tingkah sahabatnya.
" Verro, kamu tidak ingin menemaninya?" tanya Pak Angga.
" Saya," tunjuk Verro pada dirinya sendiri.
" Iya bukannya kamu pacarnya," sahut Pak Angga yang memang dekat dengan orang tua Cherry.
" Cieee, yang habis ekhhhh," goda Toby.
Verro berdesis dan langsung berdiri dengan kekesalannya.
" Jangan kebablasan ya, ada cctv di UKS," teriak Yogi yang paling suka membuat kericuhan. Dan langsung mendapat lemparan kertas dari Vandy.
" Becanda bos," ucap Yogi.
Verro pun akhirnya menyusul Cherry yang berada di UKS. Cherry langsung duduk di atas ranjang UKS. Dengan wajahnya yang cemberut.
" Ahhhhhhhh," beberapa kali Cherry membuang napasnya. Dia sangat kesal dengan hari ini.
Ceklek. Pintu kamar UKS terbuka.
" Cherry," panggil Verro. Cherry yang mendengar suara Verro langsung buru-buru membaringkan dirinya.
Menarik selimut dan memiringkan tubuhnya. Cherry memilih pura-pura tidur dari pada mendapat banyak omelan dari Verro.
" Aduh kenapa dia pake datang segala? Kenapa nasibku sangat sial?" batin Cherry yang terus memejamkan matanya pura-pura tertidur.
" Cherry, kau sudah tidur?" tanya Verro yang sudah berdiri di depan Cherry.
" Aku sudah tidur pergilah," batin Cherry terus bergerutu.
Bukannya tidur Verro malah duduk di kursi yang berada di samping ranjang Cherry.
Verro ternyata duduk degan 1 kaki di letakkan di pahanya. Dan santai melihat ponselnya.
" Tammatlah Cherry teruslah seperti ini," batin Cherry pasrah. Tidak tau sampai kapan dia akan seperti itu. Karena matanya tidak mengantuk sama sekali.
*********
Beberapa jam kemudian. Cherry yang tadinya pura-pura tidur akhirnya terbangun. Dengan posisi awalnya. Berbaring miring.
Cherry membuka matanya dan melihat Verro yang ternyata masih ada dan Ternyata Verro juga tertidur bersandar di bangku di sampingnya. Cherry melihat wajah Verro Seperti mengamati.
" Kamu jangan seperti itu. Jangan hanya melihat Verro dari apa yang membuat kamu menangis. Coba dokter tanya setiap kamu di rumah sakit. Saat kamu bangun. Siapa yang kamu lihat pertama kali. Apa Dokter. Tidak tapi Verro yang selalu ada,"
Ucapan Dokter Arif tempo lalu teringat di pikiran Cherry. Cherry tidak boleh memungkirinya jika yang di katakan Dokter Arif benar apa adanya. Verro memang akan selalu ada di saat di bangun.
" Kenapa kau sangat dingin kepadaku, dulu kau tidak seperti itu. Kau selalu berkata lembut. Kenapa kau berubah dan selalu mengatakan jika aku menyusahkanmu," batin Cherry terus melihat wajah Verro yang tampak nyenyak tidur.
********
Setelah cukup istirahat di UKS. Cherry berjalan menuju lokernya. Cherry membuka lokernya dan mengambil salah satu cekep rambutnya.
" Cherry," sapa Sasy tersenyum.
" Hmmmm," sahut Cherry yang tampak murung.
" Kamu belum cerita bagaimana kamu dan Verro?" tanya Sasy yang masih penasaran.
__ADS_1
" Ayolah Cherry cerita. Kapan dia melakukannya, di mana dan....," dengan cepat Cherry menutup mulut Sasy.
" Diam! Aku dan Verro tidak berciuman," tegas Cherry merapatkan bibirnya.
Cherry tidak ingin di goda terus oleh Sasy, Cherry pun memutuskan pergi
" Cherry tunggu," teriak Sasy mengejar Cherry.
***********
Setelah pulang sekolah. Cherry masih menunggu supirnya. Sebelumnya Pak Yatno memang mengatakan jika dia datang terlambat. Cherry berdiri di depan gerbang sekolah. Sambil melihat kemana dan kirinya.
Tiba-tiba pandangan Cherry melihat ke arah Pria yang sering ada saat dia bersama Verro. Cherry pun yang penasaran menyebrang jalan mengikuti Pria tersebut.
Kali ini Cherry berhasil. Chery bersembunyi di balik pohon. Mengintai siapa Pria yang sering muncul di sekolahnya.
Matanya sangat fokus melihat Pria yang sekarang mengetuk pintu mobil.
Betapa kagetnya Cherry saat melihat Pria asing itu menemui seorang Pria yang ternyata di kenalnya.
" Om Hariyanto," lirih Cherry melihat Pria yang keluar dari mobil hitam itu adalah papa dari Verro.
" Apa yang di berikannya?" gumamnya lagi ketika melihat.
Pria asing itu memberikan amplop. Kemudian Hari Yanto menepuk bahu Pria itu dan kembali masuk mobil hitam itu.
" Siapa sebenarnya dia, kenapa dia selalu ada saat aku bersama Verro. Dan sepertinya dia sangat dekat dengan Om Hariyanto," gerutu Cherry kebingungan.
Cherry refleks bersembunyi kembali saat Pria asing itu menoleh kebelakang.
" Hampir saja ketauan," gumamnya memegang dadanya dengan napasnya yang naik turun.
" Aku harus cari tau. Sepertinya Pria itu selalu mengawasiku dan juga Verro," batinnya mengintip kembali.
Melihat Pria asing itu sudah memasuki mobilny. Setelah kepergian Pria asing itu. Cherry membuang napasnya merasa lega karena tidak sampai ketahuan dan pergi dari tempat itu.
Cherry berjalan dengan kepalanya yang terus kebelakang. Dia masih melihat apakan Pria asing itu masih mengikutinya. Walau sebenarnya dia tau Pria itu sudah menaiki Taxi.
Karena tidak berjalan dengan benar. Cherry tidak melihat tiang berdiri tegak di depannya. Dan hampir saja tubuh kecil itu menabrak tiang itu.
Tidak tertabrak tiang. Tetapi Malah Verro yang tertabraknya. Yang menghalangi Cherry hampir menabrak tiang tersebut.
" Auhhhh," keluh Cherry memegang kepalanya. Yang terbentur dada bidang Verro.
" Verro," lirihnya mengusap-usap dahinya.
" Apa yang kau lakukan. Apa kau tidak bisa berjalan dengan benar," ucap Verro dengan dingin.
" Maaf aku tidak sengaja," sahut Cherry masih menggosok-gosok dahinya.
" Kenapa kau belum pulang?" tanya Verro.
" Pak Yatno datang terlambat," jawab Cherry.
Verro hanya menanggapi dingin dan berjalan melewati Cherry tanpa mempedulikannya.
" Isshhh, percuma bertanya kalau tidak ingin mengajak pulang bersama," oceh Cherry dengan bibirnya yang kerucut.
💝💝💝Bersambung
__ADS_1
Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.
Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya