DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 46 Keberangkatan


__ADS_3

Aldo masih saja memeriksa semua koper-koper. Cherry pun duduk di samping Verro dan melihat lihat saja. Murid-murid memang tidak akan iri dengan Cherry.


Karena mereka sudah memaklumi Cherry. Semua orang juga tau kesehatan Cherry. Hanya saja Verro yang mengambil kesempatan untuk beristirahat.


Cherry teringat sesuatu dan langsung mengambil ponselnya dari tas kecil yang di bawanya.


..." Aku belum menghubungi Siska, jika aku ingin berangkat," batinnya mengingat Siska....


...Cherry ingin menelpon Siska. Tetapi melihat keberadaan Verro di sampingnya, Cherry jadi ragu....


..." Jika aku menelponnya, yang adanya Verro bisa mendengar nanti," batinnya mengurungkan niatnya menelpon Siska....


...Cherry memutuskan mengetik pesan wa untuk Siska....


..." Hay Siska!"...


..." Hay,"...


..." Aku, hari ini otw perjalanan kegiatan Study tour,"...


..." *Benarkah, wow kamu keren banget, lalu kapan kamu pulang?...


..." Kegiatannya di adakan 1 bulan kedepan jadi pulangnya akan sangat lama,"...


..." Ya ampun aku pasti merindukan mu, Hmmm ngomong-ngomong, bagaimana apa kamu sudah mendapat pacar*?...


..." Ihhhh, lupakan masalah itu, aku bahkan sudah tidak kepikiran tentang itu. Sebenarnya ada banyak hal yang mau aku ceritakan padamu,"...


..." Oh iya, mengenai apa, sepertinya sangat penting, apa katakanlah, aku akan menelponmu supaya lebih enak mengobrol,"...


..." Eh, Eh, jangan, jangan, tidak perlu," Cherry langsung menolak, karena ada Verro di sampingnya....


..." Kenapa?"...


..." Di sini banyak orang, jadi jangan menelpon,"...


..." Baiklah lalu, kapan kamu akan memberitahu ku?....


..." Nanti saja kalau sudah sampai, yang terpenting aku berpamitan untuk melaksanakan kegiatan Study tour,"...


..." Hmmmmm, baiklah, jika seperti itu, kalau begitu kamu harus hati-hati,"...


..." Iya terimakasih atas sarannya, selama 1 bulan aku tidak akan menemui mu. Seharusnya aku menemuimu sebelum keberangkatan. Maaf ya aku sibuk belakangan ini,"...


..." Tidak apa-apa, Cherry santai saja, yang penting saat kamu pergi berpamitan, itu sudah cukup,"...


..." Iya Siska,"...


..." Hmmm, semoga saja kamu di sana baik-baik dan kami secepatnya mendapatkan pacar baru,"...


...Harapan Siska membuat wajah Cherry cemberut. Siska tidak pernah lepas membicarakan soal pacar kepadanya....


..." Kenapa sih dia selalu aja membicarakan pacar apa tidak ada yang lebih penting selain itu," batin Cherry kesal....


Verro sebenarnya sangat penasaran melihat dengan siapa Cherry chatingan. Cherry senyam-senyum, lalu cemberut membuat Verro semakin penasaran.


" Siapa itu?" tanya Verro dingin.


" Oh, ini ha, buka siapa-siapa," jawab Cherry gugup.


" Bukan siapa-siapa, tapi kenapa jarimu lincah sekali mengetiknya," sahut Verro sinis.


" Benarkah, ahhhh perasaan kamu saja kali," sahut Cherry mengelak dia tidak mungkin memberi tahu Verro jika dia sedang saling membalas pesan dengan Siska.


" Sudah ya Siska, nanti aku kabari lagi, aku harus segera menaiki bis, yang lain sedang menungguku,"


" Baiklah, sukses buat semuanya, salam buat si kutup es," ucap Siska membuat Cherry mengkerutkan dahinya bingung siapa yang di maksud Siska.


" Siapa?" tanya Cherry.


" Siapa lagi, jika bukan Pria yang kau katakan menyebalkan Verro, dia seperti kutip es atau batu," jawab Siska membuat Cherry tertawa kecil.

__ADS_1


" Ha-ha-ha, iya-iya kamu benar, dia memang lebih cocok untuk mendapat julukan itu," jawab Cherry masih terkekeh-kekeh.


" Atau kita panggil saja dia mulai sekarang si kutup Es,"


" Setuju Siska, terserahmu mau memanggilnya apa aku akan mendukungmu,"


" Hehe, iya si kutup es, si batu, dan si pemarah,"


" Ya, semua panggilan itu memang pantas untuknya," tegas Cherry yang semakin tertawa.


Verro yang semakin kesal dengan Cherry yang sedari tadi malah terkekeh dan mengacuhkannya. Dengan kesal Verro langsung menarik ponsel Cherry karena penasaran.


" Verro!" pekik Cherry saat ponsel itu sudah ada di tangan Verro.


" Verro jangan di baca," ucap Cherry mencegah.


Dengan sigap Verro membaca isi percakapan Cherry dan Siska. Dan pasti dia juga melihat bahwa Siska dan Cherry membicarakannya.


Verro langsung menatap horor Cherry. Sementara Cherry sudah sudah mengigit bawah bibirnya.


" Kalian menggibahiku?" tanya Verro kesal. Cherry langsung menggeleng tidak mengakui.


" Ini apa jika tidak menceritai ku?" tanya Verro menunjukkan layar ponsel Cherry dengan sigap Cherry langsung menarik dari tangan Verro.


" Issshhh, kau kebiasaan membaca privasi orang lain," sahut Cherry kesal.


" Kau yang kebiasaan membicarakan orang lain, di belakang, sangat tidak sopan," protes Verro. Cherry menarik ujung bibirnya.


" Sejak kapan kau menjadi penggosip?" tanya Verro.


" Jangan kepedean aku tidak pernah membicarakanmu, tadi hanya kebetulan, ini juga yang pertama kali," tegas Cherry mencari pembelaan.


" Pertama kali, ini yang pertama kali ketauan, semenjak mengenalnya kau benar-benar, tidak pernah beres," sahut Verro kesal, membuat Cherry mengkerutkan dahinya.


" Kenapa, aku dengan dia berteman menjadi positif," sahut Cherry membela Siska.


" Positif apanya, berbicara tentang target pacar sampai ke ciuman pertama, itu yang namanya positif," tegas Verro menyindir, membuat Cherry geram.


" Apa maksudmu!" tanya Verro.


" Ishhhh, sudahlah lupakan, nggak usah membaca pesan ku lagi, aku juga tidak pernah mengotak-atik ponselmu," ucap Cherry dengan geram.


" Jika aku tidak membaca pesan itu, aku tidak akan pernah tau apa yang kau bicarakan," sesuai Verro.


" Aku sudah mengatakan ini yang pertama," tegas Cherry sekali lagi.


" Alasan," ketus Verro.


" Ya sudah kalau tidak percaya," sahut Cherry yang tidak peduli Verro mempercayainya atau tidak.


" Kenapa juga dia harus melihat pesan itu, isssss, Siska sih pake acara bahas itu segala. Pasti Verro juga sudah membaca atasnya terlebih dahulu," batinnya bertambah kesal ketahuan oleh Verro.


" Baik anak-anak, tutup kembali koper kalian," perintah pak Sony kembali dengan toak ketika Aldo merasa aman pada murid-murid yang lainnya. Yang kebanyakan isi koper mereka jajanan.


" Apaan sih Pak, dia yang bongkar semua kita tutup sendiri," protes Raquel.


" Tau nih," sambung Selina.


" Raquel, Selina, kalau kamu tidak mau menutup koper kamu, biar kan saja koper kalian ber-2 terbuka dan tinggal saja di sini, karena tidak ada juga yang peduli," ucap Pak Sony.


" Iya tinggal aja," sahut Sasy.


" Nggak usah ikut-ikutan," tegas Raquel kesal.


" Tau nih," sambar Mitha.


" Sewot amat," sahut Sasy masa bodo.


" Sudah-sudah, jangan ada yang bertengkar lagi, Kita akan berangkat jadi kalian semua harus membersihkan hati kalian, agar perjalanan kita lancar, tidak ada terhalang atas apapun, jadi jangan ada yang ribut, bertengkar atau apapun," ucap pak Sony dengan tegas.


" Iya Pak, sahut murid-murid serentak.

__ADS_1


Tiba-tiba Bu Asri datang menghampiri Pak Sony dan berbisik pada Sony, entah apa yang di katakan Bu Astuti yang jelas Pak Sony hanya mengangguk-angguk.


" Ehmmm, anak-anak mohon perhatiannya sebentar, berhubung ini sudah lewat jam 11 siang, kita akan tunda keberangkatan sampai jam makan siang selesai. Kalian bisa menikmati makan siang dulu, setelah perut aman baru kita lanjutkan lagi kegiatan kita," ucap Pak Sony memberi arahan.


" Huhhhhhh," sorak murid-murid merasa di PHP-in.


" Sudah jangan banyak protes ayo ambil jatah makan siang kalian pada Bu Asri dan Pak Luky!" tegas Pak Sony lagi


" Ya sudah lah, mumpung perut juga lapar," ucap Yogi.


" Kapan sih perginya," desis Raquel semakin kesal.


" Cepat ambil makan kalian, jangan buang waktu!" tegas Pak Sony lagi.


" Iya Pak," sahut semuanya dengan suara lemas dan mulai mengambil makan siang dan mencari lapak masing-masing.


" Kau mau makan siang biar ku ambilkan," tawar Cherry. Verro mengangguk.


" Oke tunggu sebentar," sahut Cherry dan mengikuti antrian mengambil nasi kotak yang sudah di siapkan.


Setelah kepergian Cherry ternyata Fiona langsung duduk di samping Verro dengan membawa makanan dan dengan santai makan di sebelah Verro.


" Memang lo nggak ada tempat lain?" tanya Verro kesal.


" Apa salah, berada di sini?" tanya Fiona yang mengunyah makanannya.


" Minggir lo, seharusnya lo sudah liat ada yang duduk di sini," ucap Verro dengan wajah serius.


" Cherry, ya sudah kalau dia datang aku akan pergi," ucap Fiona dengan santai. Verro tidak bisa banyak bicara dan membiarkan saja. Sontak hal itu membuat Viona tersenyum miring.


Ternyata di sisi lain, Cherry yang sudah mengambil makanan melihat. Fiona yang secepat kilat sudah berada di sebelah Verro.


" Apaan sih, dia," desis Cherry ikutan kesal.


" Dia bahkan mencari cela untuk dekat-dekat dengan Verro, benar-benar dia sangat menyukai Verro," batin Cherry yang melangkahkan kaki menghampiri Verro.


" Ini," ucap Cherry memberi Verro nasi kotak, Verro melirik Fiona. Fiona pun melihat ke arah Cherry.


" Apa kau ingin duduk di sini Cherry?" tanya Fiona. Cherry tersenyum manis.


" Ini memang tempatku," jawab Cherry dengan senyum geramnya. Jawaban itu sontak membuat Fiona dia dan kesal.


" Sana!" usir Verro. Tanpa banyak perkataan lagi. Fiona pun pergi. Ya memang Fiona tidak tau malu. Setelah Fiona pergi Cherry langsung mengambil posisi duduk di sebelah Verro.


" Seharusnya dia tidak punya niat untuk duduk di dekat Verro," batin Cherry. Yang mungkin jika itu dirinya sudah malu kali.


Verro yang juga lapar mulai membuka nasi kotak dan memakannya. Nasi dengan lauk ayam sambal, sayur toge, Dan orek tempe.


" Aku tidak menyukai ini," ucap Cherry memindahkan sayur togenya ke tempat Verro. Ya Cherry memang jijik dengan toge. Jadi tidak berniat untuk memakannya.


Saat Cherry asyik memindahkan. Verro hanya membiarkan. Dia juga sudah tau itu dari dulu. Merekapun mulai memakan nasi sederhana tersebut.


" Lain kali makan sayur yang banyak, supaya kesehatanmu membaik," ucap Verro. Cherry tersenyum dia sangat suka jika Verro mengkhawatirkannya.


" Malah senyum," sahut Verro kesal.


" Iya aku tau," jawab Cherry.


" Jangan hanya tau saja dengarkan baik-baik," tegas Verro.


" Iya," sahut Cherry.


Vandy, Varell, Sasy, dan Azizi juga Toby menghampiri Cherry dan Verro ikut bergabung makan. Tetapi mereka lesehan di bawah. Karena bangku nya tidak muat.


Toby si tukang foto juga tidak henti-hentinya mengambil gambar saat mereka makan. Mereka makan bersama-sama. Dan yang pasti membuat rame Toby dan Sasy walau mereka bertengkar.


💝💝Bersambung


Hay para readers yang baru bergabung. Bantu support ya novel aku yang baru.


Tinggalkan jejak. Komentar, like, dan jangan lupa vote sebanyak-banyaknya. Agar aku semakin semangat melanjutkan ceritanya

__ADS_1


__ADS_2