DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Episode 138 berkunjung.


__ADS_3

Toby benar-benar mengunjungi makam Cherry. Setelah pulang dari Bandara dia yang masih menggunakan baju pilotnya langsung kerumah sahabatnya itu dan tidak lupa membawa Boucket kesukaan Cherry.


Toby berjongkok di samping makam itu dengan menyiram 1 botol air ke mesan itu sambil mengusap-usap mesan sahabatnya itu. Agar tetap kinclong. Karena dia seperti kata temannya itu. Dia ingin tempatnya selalu indah.


" Apa iya Cherry. Ada yang mirip denganmu. Bukannya kau satu-satunya wanita paling berbeda di dunia ini, kau paling cantik, paling baik, mana mungkin ada 2 denganmu. Tetapi kenapa kau sangat mirip denganya," gerutu Toby yang sedari tadi bercerita kepada temannya itu.


Dia harus menceritakan semua yang terjadi kepadanya. Menceritakan wanita yang bernama Clara yang membuatnya merindukan temannya dan langsung mengunjungi makam temannya itu.


" Aku minta maaf Cherry. Aku jarang mengunjungimu. Aku banyak penerbangan makanya aku tidak bisa mengunjungimu. Kau jangan marah ya kepadaku. Aku tidak punya niat untuk tidak mengunjunhimu. Aku sangat menyayangimu," ucap lagi yang sudah memegang foto Cherry dan mengajaknya bicara.


" Seandainya kamu masih hidup. Aku pasti sudah menjadi supir dalam helikopter yang hanya ada kamu dan Sasy di dalamnya. Seperti pembicaraan kita dulu yang kita katakan waktu itu. Di saat guru tidak ada. Kita malah mengerumpi. Kalau kita ber-3 ingin naik Helikopter. Berkeliling di atas lautan. Sampai kita benar-benar mabuk. Bahkan kita ingin melakukan atraksi terjun dari helikopter kelautan tanpa ada parasut,"


" Dulu itu idenya Sasy. Dia memang sangat bodoh dan suka asal-asalan. Mana mungkin kamu terjun. Kamu tidak bisa berang. Dia mah enak ahli renang. Makanya dia bisa bicara dengan sesukanya. Dan kamu pasti ingat. Saat aku mengatakan idenya buruk. Kepala ku akan jadi korban. Dia akan langsung menggeplakku. Tangannya memang sangat menakutkan,"


" Tapi Cherry kamu harus tau. Sasy sudah berubah. Dia terlihat lebih kalem dan bahkan tidak berani memukulku. Dia memang benarkan aneh," Toby terus bercerita panjang lebar kepada temannya itu seakan Cherry mendengar kan ceritanya.


" Hhhhhhhhh," Toby menarik napasnya panjang dan membuatnya perlahan.


" Cherry aku sangat merindukanmu. Maaf ya aku terlalu banyak bicara," ucapnya yang menahan air matanya untuk tidak jatuh. Karena dia tidak mau sahabatnya itu kecewa.


" Ya sudah aku pulang dulu. Kamu jangan marah lagi ya..Oke," ucap Toby mengajukannya jempolnya dengan tersenyum lebar.


************


Setelah pulang dari pemakaman hati Toby memang sedikit tenang. Walau dia terus memikirkan wanita yang di lihatnya di Bandara.


Toby langsung mengunjungi Restaurant. Dia memang memiliki janji dengan Sasy, Raquel, Vandy dan Aldo untuk menikmati makan malam.


Yang pasti saat Kesana Toby sudah berganti pakaian. Mereka memang akan melakukan makan malam bersama di sana. Di salah satu Restaurant terkenal di Jakarta.


Sebenarnya itu tempat makan mereka biasa. Meja mereka juga sudah penuh dengan banyak makanan dan kali ini yang meneraktir adalah Toby.

__ADS_1


Tetapi sayang sang peneraktir sepertinya tidak bersemangat dan malah melamun. Pasti pikirannya yang bercabang-cabang itu mengarah kepada Clara wanita yang di temuinya di Bandara.


" Vandy otopsinya lancar?" tanya Aldo sambil mengunyah makannya.


" Lancar, tenang aja hasilnya akan secepatnya keluar," sahut Vandy yang juga sudah mulai menikmati makanannya.


" Mulai deh. Kebiasaan kalau lagi makan yang di bicarakan pekerjaan," sahut Raquel yang langsung memprotes pacarnya.


" Maaf sayang," sahut Aldo mengusap-ngusap rambut pacar nya.


" Oh iya Kapan ya Azizi bisa ikutan gabung sama kita," Celetuk Sasy tiba-tiba.


Mendengar nama Azizi langsung membuat Vandy mengentikan makannya sebentar dan malah diam seakan tidak menanggapi.


" Benar juga. Kita sudah lama tidak bertemu. Kalau dia gabung untuk makan malam. Pasti seru banget kayak reunian lagi," sahut Sasy langsung setuju.


" Iya kamu benar, aku juga pengen liat di ada di sini. Apa lagi kalau dia bawa anaknya yang lucu menggemaskan itu," sahut Sasy yang sudah melihat Iqbal yang lucu yang membuatnya gemas dengan anak temannya itu.


" Memang kalian tidak mengajaknya?" tanya Aldo.


" Kanker," sahut Aldo terpekik kaget yang benar-benar tidak tau hal itu.


" Iya sayang. Iqbal sedang terkena kanker tulang sumsum belakang," sahut Raquel menjelaskan.


" Lalu seperti apa sekarang?" tanya Aldo.


" Untungnya masih awal. Jadi Iqbal hanya perlu melakukan perawatan dan pasti terapi yang teratur," jawab Raquel.


" Semoga anaknya tidak apa-apa," ucap Aldo penuh harapan.


" Iya semoga saja tidak apa-apa," sahut Sasy.

__ADS_1


" Kita doakan saja yang terbaik. Itu cobaan untuk Azizi. Kita sebagai temannya hanya bisa mendukungnya saja dan pasti harus selalu ada untuk Azizi. Dalam ke adaan seperti ini hanya kita sebagai sahabat yang sangat di butuhkannya," sahut Aldo dengan bijaksana.


" Tapi kapan ya dia bakal kenalin suaminya ke kita?" sahut Raquel tiba-tiba yang penasaran dengan suami Azizi.


" Suaminya kan sudah meninggal," sahut Sasy membuat Vandy, Aldo dan Raquel kaget yang memang tidak mengetahui hal itu.


" Sudah meninggal?" tanya Raquel yang benar-benar tidak percaya. Bahkan dia sangat schok.


" Jadi suami Azizi sudah meninggal," batin Vandy yang benar-benar tidak tau akan hal itu.


Sementara Toby hanya diam yang sepertinya tidak menyimak apa-apa yang di katakan temannya. Mungkin saja dia juga tidak tau teman-temannya sedang membahas apa. Dia sibuk dengan pemikirannya sendiri.


" Kamu tau dari mana?" tanya Raquel.


" Kemarin dia cerita kepadaku," Jawab Sasy.


" Ya ampun kasian banget. Pasti cobaannya berat banget. Sudah di tinggal suami dan sekarang anaknya sakit parah," sahut Raquel yang benar-benar tidak tega melihat Azizi.


" Ya.. Begitulah, semoga saja dia kuat dengan cobaan yang di hadapinya," ucap Sasy.


" Amin," sahut Aldo dan Raquel. Mata Sasy melihat ke arah Vandy yang sama sekali tidak menanggapi pembicaraan mereka.


" Vandy, kok diam aja," tegur Sasy.


" Oh. Tidak aku hanya memikirkan pekerjaan," sahut Vandy yang menjadi gugup.


" Kamu sudah ketemu Azizi kan?" tanya Sasy.


" Iya sudah," jawab Vandy berusaha tenang.


" Kamu juga Toby. Kenapa diam aja, bukannya malah makan malah dia. Apa makanannya tidak enak," ucap Aldo yang melihat temannya diam-diam saja dan bahkan bengong tanpa memakan makanan itu. Padahal dia sang peneraktir

__ADS_1


" Apa orang yang mirip di dunia ini," kata-kata itu keluar dari mulut Toby membuat semuanya bingung. Mereka saling melihat dengan penuh kebingungan. Pandangan mereka pun langsung menuju ke arah Toby menatap temannya dengan serius.


Bersambung...


__ADS_2