
Ternyata Raquel yang menangis membuat Nadya dan Sasy sadar. Mereka langsung diam, saling melihat dan menoleh ke arah Sasy dan melihat Raquel yang menangis dengan memegang kalung itu. Raquel sampai menutup wajahnya dengan tangannya dan suara tangis itu terdengar seperti menahan sesak di dadanya.
Sasy dan Nadya langsung menghampiri Raquel berada di kiri dan kanan Raquel. Mereka sama-sama memegang pundak Raquel.
" Kamu kenapa Raquel?" tanya Nadya mengusap pundak seakan-akan memberikan kekuatan. Padahal mereka tidak perlu bertanya. Mereka tau jika Raquel menangis karena mengingat Aldo.
Walau berusaha untuk melupakan dan ceria seperti memang tidak ada masalah. Tetapi cinta yang di dapatkannya dari Aldo tidak mungkin bisa cepat di lupakan dan itu justru membuatnya sakit.
" Raquel, sudah ya, semuanya hanya masa lalu. Air mata kamu sangat sayang harus keluar hanya untuk laki-laki yang tidak bertanggung jawab seperti dia," ucap Sasy memberikan temannya masukan. Raquel tidak menjawab dan hanya menangis terisak-isak.
" Benar kata Sasy. Kalau kamu menangis itu tidak akan menyelesaikan masalah. Bukannya kamu mengatakan kalau kamu akan belajar dari kesalahan. Raquel kita tau perasaan kamu. Semuanya tidak mudah. Tetapi kamu juga harus tau kalau hidup kamu masih panjang. Jangan jadikan putus cinta untuk membuat hidup kamu berhenti. Kamu harus membuktikan. Walaupun putus cinta kamu tidak akan kenapa-kenapa," sahut Nadya yang juga ikutan memberikan arahan kepada Raquel agar temannya itu bisa tenang.
Nadya dan Sasy pun memeluk Raquel dengan erat memberikan Raquel kekuatan, mereka seakan merasakan kesedihan yang di rasakan Raquel.
" Aku sangat paham dengan Raquel. Terkadang melupakan orang yang di cintai itu memang sangat menyakitkan. Hal itu tidak ada bedanya dengan ku. Aku juga masih tahap dalam melupakan dan merelakan segala hal," batin Nadya yang terus mengusap-usap pundak temannya.
" Ishhh, si Aldo kita dia sudah ketampanan apa. Bisa-bisanya dia lebih memilih wanita pelakor itu. Di bandingkan Raquel yang hubungan mereka sudah sangat lama. Ishhhh, liat aja Aldo. Kamu bakalan nyesal. Karena Raquel pasti akan langsung menggandeng cowok baru. Kalau Sasy sudah bergerak tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini," batin Raquel dengan wajah kesalnya yang mempunyai banyak rencana.
***********
Lain di kamar mereka yang sedih-sedihan ternyata si kamar Azizi dan Vandy terlihat Azizi yang sedang memakan pop mie yang di bawa dari Indonesia. Untung saja Vandy membawanya jadi istrinya yang kelaparan tengah malam bisa di atasnya.
Ternyata bukan hanya satu pop mie yang di makannya. Ternyata ada 2 yang sudah kosong dan sekarang Azizi masih menikmati lagi dengan duduk di lantai bersilah kaki dan Vandy di depannya hanya melihat saja dan beberapa kali menelan ludahnya. Mungkin kekenyangan melihat Azizi.
__ADS_1
" Kamu pasti mengejekku," ucap Azizi yang sadar jika dia makan di lihatin terus oleh Vandy.
" Tidak, siapa yang mengejekmu. Aku hanya tidak percaya. Jika kamu bisa makan sebanyak itu. Apa kamu sungguh kelaparan?" tanya Vandy.
" Tidak juga, sayang saja. Jika makanannya tidak akan di makan," sahut Azizi mengelak. Vandy hanya mengangguk-angguk saja. Azizi sudah terlihat jelas kelaparan. Tetapi masih tetap gengsi dan tidak mau mengakui.
" Ehmmm, baiklah, kalau begitu kamu lanjutkan saja makannya. Aku mau mandi dulu," sahut Vandy berdiri. Azizi mengangguk dengan terus makan dan Vandy pun beralih ke arah kamar mandi dan Azizi menoleh ke arah Vandy dengan wajah Azizi yang gelisah.
" Apa malam ini adalah waktunya," batin Azizi yang sepertinya merasa gelisah dan ada yang di pikirkannya yang tidak bisa di jelaskan apa itu.
*************
Akhirnya Vandy sudah selesai mandi dan sudah memakai kaus dan celana training. Vandy membersihkan bekas makan Azizi tadi.
Azizi juga mandi dan sudah selesai mandi dan sekarang berdiri di depan cermin dengan memakai pakaian kimono sepahanya berwarna putih dengan belahan dadanya yang terekspose.
Azizi menatap dirinya di cermin dengan beberapa kali membuang napasnya kedepan. Dia terlihat begitu dek-dekan. Wajahnya penuh kegelisahan.
" Ibu sama bapak bisa mendapat keturunan lagi untuk membantu kesembuhan putra kalian. Itu adalah jalan satu-satunya," kata-kata Dokter teringat di pikiran Azizi tangannya mengepal seperti gemetaran dengan beberapa kali membuang napasnya dengan kasar kedepan.
" Azizi kau harus melakukannya. Kau tidak bisa mengulur-ulur waktu. Atau menghindar dari Vandy. Dia suamimu. Apapun itu kau harus melakukannya. Karena memang tujuan pernikahan itu juga karena masalah itu. Kau siap Azizi, semuanya demi Iqbal," batin Azizi yang berusaha tenang dan berusaha untuk tidak gugup di hadapan Vandy.
Dengan menarik napas dalam-dalam dan membuangannya perlahan. Azizi pun langsung membuka perlahan pintu kamar mandi. Vandy masih membereskan kamar itu. Vandy membalikkan tubuhnya dan melihat Azizi yang berada di depan kamar mandi.
__ADS_1
Vandy menganganggukkan matanya perlahan ketika melihat Azizi yang mematung. Di depan pintu kamar mandi. Bukan karena Azizi berada di sana. Tetapi penampilan Azizi yang seperti bertujuan kearah lain.
Vandy sampai harus menelan salavinanya berkali-kali dengan penampilan Azizi. Azizi bahkan hanya menunduk dengan memegang ujuk kimononya yang sepertinya dia sangat gemetar.
Vandy menggoyangkan kepalanya dengan cepat, berupaya menyadarkan dirinya yang pikirannya juga sebenarnya kemana-mana.
" Ini sudah malam. Kamu pasti lelah kita sebaiknya istirahat," ucap Vandy yang tampaknya gugup bicara. Azizi mengangkat kepalanya dan melihat Vandy dan Vandy semakin gugup saat mata mereka saling bertemu.
" Bukannya kita harus melakukannya?" tanya Azizi yang benar-benar sangat berani.
Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Vandy langsung terbatuk mendengar kata-kata Azizi. Dan Azizi sebenarnya sudah menahan malu. Antara Vandy pura-pura bego atau dia juga tidak tau harus di mulai dari mana.
" Hah, itu, anu, anu," sahut Vandy terlihat seperti orang linglung tidak bisa menanggapi apa-apa.
" Aku mau kekamar mandi dulu," sahut Vandy memutuskan. Dia bisa semakin gila di depan Azizi. Azizi hanya mengangguk dan dengan langkah buru-buru Vandy berjalan kekamar mandi yang pasti harus melewati Azizi.
Vandy berjalan tidak beres sampai akhirnya di depan Azizi Vandy menabrak bahu Azizi dan membuat tubuh Azizi terhuyung yang ingin jatuh dengan wajah kagetnya dan matanya terbuka lebar dan dengan cepat Vandy menarik tangan Azizi agar Azizi tidak jadi jatuh.
Tetapi Vandy juga kehilangan keseimbangan dan alhasil membuat mereka jatuh bersamaan ke atas ranjang. Separuh tubuh Ke-2 pasangan itu berada di atas ranjang dan kaki mereka masih berpijak pada lantai.
Posisi Vandy yang menindih tubuh Azizi dengan telapak tangan Vandy yang berada di bawah kepala Azizi seakan melindungi kepala itu agar tidak terbentur.
Bersambung
__ADS_1