DETAK Love Story' School

DETAK Love Story' School
Part 200 Pagi yang indah.


__ADS_3

Vandy dan Sasy duduk di semen pembatas taman di dekat parkiran rumah sakit. Vandy mengobati luka di dahi Sasy.


" Kenapa sih bisa sampai kayak gini?" tanya Vandy.


" Ya dia yang cari gara-gara duluan. Aku mau masuk mobil malah di tahan dan nanyain Cherry. Aku bilang Cherry masih hidup. Dia malah sewot dan nggak terima gitu," ucap Sasy menjelaskan.


" Lalu?" tanya Vandy.


" Ya, lalu apa?" sahut Verro.


" Ya pasti ada sesuatu. Makanya tangannya melayang dan sampai kamu luka seperti ini," ucap Verry. Sasy terdiam sejenak.


" Aku benar bukan," sahut Vandy.


" Aku hanya mengingatkannya dan menyadarkannya. Agar tidak dekat-dekat dengan Verro. Tapi dia nya aja yang sentimen dan tidak terima kayak gitu dan malah main pukul segala," ucap Sasy menjelaskan.


" Benar, hanya kayak gitu?" tanya Vandy.


" Apain sih Vandy, kesannya aku gitu yang cari gara-gara sama Fiona. Sampai-sampai aku tidak di percayai," ucap Sasy kesal dengan Vandy.


" Bukan begitu Sasy. Aku percaya sama kamu. Tapi alangkah baiknya kamu jangan cari gara-gara dengan Fiona. Yang adanya. Kamu akan celaka lagi seperti ini," ucap Vandy menjelaskan maksudnya.


" Tetap saja. Kamu seperti membelanya," sahut Sasy langsung kesal.


" Terserah kamu deh," sahut Vandy kembali mengobati luka Sasy.


" Pelan-pelan sakit tau," keluh Sasy saat merasakan Perih.


" Iya. Ini juga sudah pelan," sahut Vandy yang memasangkan perekat pada luka itu.


" Tuh, sudah selesai, jadi jangan bawel-bawel lagi," ucap Vandy.


" Iya," sahut Sasy seperti tidak ikhlas dan mereka melanjutkan dengan tertawa-tawa. Ternyata di sisi lain ada Toby yang kebetulan datang ke rumah sakit itu. Melihat kedekatan Vandy dan Sasy.


Tidak tau kenapa langkahnya harus terhenti ketika melihat hal tersebut dan yang tadi mungkin niatnya ingin menemui Sasy. Jadi tidak jadi dan malah memilih pergi. Tidak tau kenapa. Dia harus membatalkan niatnya itu untuk menemui Sasy.


" Toby!" panggil Vandy yang melihat punggung Toby berjalan. Sasy langsung melihat mata Toby melihat dan Sasy juga heran. Kenapa Toby ada di sana.


Vandy langsung berdiri dan menghampiri Toby. Kamu ngapain kemari?" tanya Vandy. Toby diam dan tidak bisa menjawab apa-apa.

__ADS_1


" Kenapa ya Toby tiba-tiba datang," batin Sasy yang juga heran dengan kedatangan Toby yang tiba-tiba.


" Hmmm, aku, aku sedang," jawab Toby yang begitu gugup di depan Vandy.


" Sedang apa?" tanya Vandy. Toby melihat ke arah Sasy.


" Tidak ada, aku pikir Cherry ada di sini," ucap Toby yang mencari alasan.


" Tidak ada. Tadi memang dia melakukan pemeriksaan dan sekarang dia sudah pergi bersama Verro," sahut Sasy.


" Begitu rupanya. Ya sudah. Aku pergi dulu," ucap Toby pamit.


" Tunggu dulu Toby. Oh iya kita besok ada acara makan-makan di tempat Verro. Kamu datang kan?" tanya Vandy.


" Hmmm, aku ada penerbangan ke Luar Negri. Jadi nggak bisa ikut," jawab Toby yang benar-benar menolak.


" Begitu rupanya," Toby.


" Bukannya tadi malam. Toby bilang dia bisa ikut ya," batin Sasy yang ternyata sebelumnya sudah menanyakan hal itu dan Toby mengatakan akan ikut. Tetapi tiba-tiba berubah.


" Hmmm, ya sudah. Kalau begitu. Aku pergi dulu," ucap Toby yang kembali pamitan dan langsung pergi.


" Kenapa Toby aneh sekali. Dia tampak diam seperti ada sesuatu," batin Sasy yang merasakan gelagat aneh Toby.


***************


Pagi hari menjelang, sinarnya yang cerah tidak membangunkan Cherry yang masih rebahan dengan kemeja putih milik Verro yang melekat di tubuhnya. Dan selimut sampai keperutnya.


Verro memasuki kamar itu dan melangkah pelan mendekati ranjang dan menaiki ranjang. Duduk di pinggir rajang di bagian kepala Cherry. miring dengan tangannya yang berada di tumpukan bantal.


Verro mengusap-ngusap rambut Cherry dengan lembut dengan wajahnya yang tersenyum berseri. Verro juga mengecup lembut kening Cherry dan juga bibirnya. Sehingga membuat mata Cherry terbuka perlahan.


Dan Cherry pasti kaget dengan wajah Verro yang sudah ada tepat di depannya. Verro yang sama sekali tidak memakai pakaian dan hanya menggunakan celana. Sehingga dada telanjang itu terlihat dan membuat Felly sedikit merona.


" Aku sekarang baru sadar. Jika aku memang wanita yang paling cantik. Sehingga kamu tidak bisa berpaling dariku," ucap Cherry dengan suara seraknya. Verro tersenyum mendengarnya dan kembali mencium kening Cherry.


" Kamu benar, kamu memang yang paling cantik. Dan aku tidak mungkin lari dari mu," ucap Verro meyakinkan Cherry.


" Aku jatuh cinta 2 kepadamu. Dulu aku jatuh cinta saat SMA. Kita mulai pacaran saat acara Study tour dan sekarang aku jatuh cinta padamu. Saat aku tidak ingat siapa kamu," ucap Cherry dengan lembut.

__ADS_1


" Kamu, mengingat kegiatan Study tour kita?" tanya Verro tidak percaya. Jika perkembangan ingatan Cherry semakin banyak. Cherry mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Aku mengingatnya dan aku juga mengingat, saat kamu pertama kali menciumku di sana," ucap Cherry. Verro tersenyum mendengarnya dengan mengusap-usap terus lembut pipi Cherry.


" Jadi kamu benar-benar. Jatuh cinta 2 kali kepadaku?" tanya Verro yang tidak percaya dengan hal itu. Cherry mengangguk.


" Aku mulai menyukaimu. Saat kamu menyelamatkan seorang wanita yang bunuh diri," ucap Cherry mengatakan awal dia tertarik pada Verro.


" Kamu ada di sana?" tanya Verro tidak percaya. Cherry mengangguk-angguk. Cherry pun mengalungkan tangannya keleher Verro dan lebih mendekatkan diri pada Verro.


" Jadi aku jatuh cinta 2 kali kepadamu," ucap Cherry mencium pipi Verro. Verro mendengarnya tersenyum.


" Aku hanya jatuh cinta sekali kepadamu dan akan tetap mencintaimu selama-lamanya," ucap Verro dengan tulus.


" Aku juga," sahut Cherry.


" Makasih Cherry, untuk semuanya. Kamu adalah kebahagian ku. Terima kasih sudah kembali kedalam hidupku," ucap Verro menatap dalam-dalam Cherry.


" Aku yang berterima kasih. Karena kamu selalu setia kepadaku dan bahkan menungguku. Jadi aku yang makasih untuk semuanya," ucap Cherry menatap dalam-dalam Verro.


" Ya sudah, sekarang kamu mandi. Kita akan sarapan setelah itu," ucap Verro.


" Boleh kita sarapan di luar?" tanya Cherry yang sepertinya punya ke inginan untuk sarapan di tempat lain.


" Boleh, memang kamu ingin sarapan di mana?" tanya Verro yang tidak masalah dengan permintaan Cherry.


" Di pantai," jawab Cherry yang tiba-tiba ingin kepantai.


" Kamu ingin kepantai?" tanya Verro. Cherry mengangguk.


" Ya sudah. Jika kamu memang ingin kepantai. Kita akan kesana," ucap Verro yang langsung menuruti Cherry. Tanpa berpikir panjang.


" Tapi, kamu tidak Kerumah sakit?" tanya Cherry.


" Aku ada cuti hati ini," jawab Verro yang memang mengambil cuti untuk menghabiskan waktu bersama Cherry sang istri.


" Baiklah, kalau begitu," sahut Cherry yang memeluk erat Verro. Verro juga memeluknya dengan erat.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2